Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Permintaan Zoya


__ADS_3

Mendengar permintaan Zoya membuat Alan tersedak salivanya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Zoya akan meminta hal itu kepadanya. Karena itu jauh dari pikiran mereka selama ini.


Jika kalian ingin tahu wajah Rafa setelah mendengar permintaan sang mama. Tidak bisa dibayangkan, wajah datar itu kini memerah seperti gunung es yang akan meledak. Bahkan dari telinganya mengeluarkan asap (eh itu mah kepedesan ya.)


Jika bisa menghilang, ingin sekali rasanya Rafa menghilang saat itu juga . Karena dia sudah sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh sang mama . Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa , karena dia sendiri juga menyukai Najwa . Berharap Najwa juga mau menerima permintaan sang mama untuk berta'aruf dengannya .


" Zoya kamu kalau bercanda jangan suka kelewatan . Aku jadi tersedak begini karenamu ." Kata Alan sambil meminum air yang disodorkan oleh istrinya .


"Aku tidak sedang bercanda kak Alan , Aku sebenarnya mengumpulkan kalian semua di sini karena ingin melamar Najwa untuk menjadi menantuku . Tapi karena harus ada proses ta'aruf jadi kita akan menunggu sampai proses itu berakhir. Baru setelah itu kami akan melamar Najwa Untuk Anakku Rafa ." Ujar Zoya dengan serius .


Melihat keseriusan di wajah sepupunya itu , Alan tidak lagi menganggap ucapan Zoya sebagai candaan . Tapi dia memang benar-benar serius dengan ucapannya . Alan yang sedang duduk santai kini berubah menjadi duduk dengan tegap setelah mendengar keseriusan dari Zoya .


"Apa kau benar-benar serius, Zo . "


Zoya menggangguk sebagai jawaban . " Aku mendapatkan informasi ini dari Elvan . Kalau katanya anakku Rafa menyukai anakmu Najwa. "


"Benarkah itu , El? Dari mana kau tahu kalau Rafa menyukai Najwa . " kini Alan yang bertanya kepada keponakannya Elvan.


"Semua orang yang memperhatikan juga pasti tahu paman , kalau saudaraku ini menyukai anakmu Najwa Sejak pertama kali bertemu . Dia memandang Najwa dengan tatapan lain , seperti ada gambar lope-lope di kedua matanya. Biasanya saudaraku ini sangat Acuh dan cuek saat dihadapkan oleh seorang wanita . Tapi sangat berbeda saat dia bertemu dengan Najwa kala itu . Dia jadi salah tingkah , dan sering mencuri pandang kepada Najwa. " kata Elvan mulai bercerita .


"Benarkah itu ? Kenapa Paman tidak memperhatikan hal itu ya . Sampai Paman tidak tahu hal seperti ini terjadi di rumah ini ."


Mereka asyik membicarakan dua anak manusia yang sedang terdiam mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan . Tanpa mengikut sertakan mereka dalam perbincangan . Mereka tidak tahu saja wajah Rafa yang sudah memerah dan memanas , sedangkan wajah Najwa sudah tertunduk malu .

__ADS_1


Najwa benar-benar tidak menyangka dengan apa yang ia dengar malam ini .


Apakah benar seperti itu ? Apakah benar Rafa menyukainya ? Kenapa dia tidak merasakannya ? Merasakan kalau rasa menyukainya . Apakah karena Dia adalah orang yang pasif terhadap sekitarnya ? Sehingga membuatnya menjadi sosok yang tidak peka .


"Ah sudahlah , kenapa sekarang jadi aku yang memikirkan Kak Rafa ?" gumam Najwa dalam hati .


Najwa segera berdiri dan hendak beranjak dari sana , namun ayahnya melarang dan memintanya duduk di samping sang ayah . Mau tidak mau Najwa harus menurut . Karena dia memang tidak pernah membantah perintah kedua orang tuanya .


"Bagaimana Najwa . Apa kau mau menerima Rafa untuk bertaaruf-an denganmu ." Alan menanyakan kepada anaknya itu


Najwa menunduk , dia tidak tahu harus menjawab apa . Karena ini sangat mendadak dan tiba-tiba .


"Najwa tidak tahu ayah , karena ini sangat tiba-tiba ." jawab Najwa jujur .


Najwa langsung menoleh ke arah ayahnya untuk meminta persetujuan . Dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari sang ayah .


"Pergilah , dengarkan apa yang ingin dikatakan oleh tantemu itu ." ujar Alan memberi ijin.


Najwa segera , berjalan membungkuk melewati orang yang ada di sana dan duduk di samping Zoya .


"Najwa , Kamu tadi bilang, kalau kamu tidak pernah pacaran. Begitu juga dengan anak tante Rafa , dia itu manusia yang gila kerja , berwajah datar dan memiliki sikap sedingin es . Tapi sejak mengenalmu atau melihatmu tante bisa merasakan , kalau gunung es yang selama ini membeku sedikit demi sedikit mulai mencair karena bertemu dengan secercah sinar matahari yang menghangatkannya. " ujar Zoya .


Entah itu sebuah pujian atau sindiran, tapi yang jelas ucapan Mamanya itu membuat Rafa menjadi sangat kesal . Tapi tidak bagi semua orang yang mendengarnya , mereka menahan tawanya mendengar ucapan Zoya dan melihat kekesalan di wajah Rafa .

__ADS_1


"Jadi, karena kalian sama-sama belum pernah berpacaran atau mengenal lawan jenis dengan dekat . Tante ingin mintamu untuk melakukan ta'aruf dengan anak tante Rafa . Barangkali kalian berjodoh . Seperti mommy Nisa dan Daddy Erhan juga Seperti Elvan dan Aida. Tidakkah kau merasa , jika jodohmu juga berada di belahan dunia lainnya . Dan saat ini dia datang untuk menemukan jalannya ." ujar Zoya dengan bijak .


Najwa menunduk dan masih belum memberi jawaban . Membuat Rafa yang melihat itu merasa sedikit kecewa.


"Kamu pikirkan baik-baik ucapan tante , kali ini Tante tidak bercanda dan tidak berbohong . Tante serius mengatakan semua ini . Ini semua tante lakukan demi kebahagiaan anak tante, Rafa . Yang sepertinya baru mengenal seseorang yang bisa menghangatkan hatinya . Pikirkan baik-baik Najwa , kami akan menunggu jawabanmu ." kata Zoya yang memberi kesempatan kepada Najwa untuk berpikir , dia tidak ingin terlalu memaksakan kehendaknya dan akan berakibat fatal bagi hubungan mereka nanti .


Najwa menganggukkan kepalanya , dan itu berarti dia setuju dengan ucapan Zoya barusan .


"Aku akan memikirkannya tante , maaf jika aku tidak memberi jawaban saat ini juga . Karena ini terlalu mendadak , dan aku belum siap untuk memberikan jawaban ." ujar Najwa lembut .


"Baiklah sayang , pikirkan baik-baik . Dan kalau bisa jangan patahkan hati anak tante . Sehingga membuatnya layu sebelum berkembang. " ucap Zoya sedikit memaksa dengan bercanda .


"Zo, kalau kau memberi kesempatan anakku untuk berpikir . Maka jangan menekannya dengan ucapanmu itu yang sedikit memaksa . Biarkan dia berpikir terlebih dahulu dengan tenang , dan melakukan ikhtiar dengan salat istikharah juga. Untuk mendapatkan petunjuk dari Yang Kuasa . Begitu juga kau Rafa , jika kau memang menyukai anakku. Maka Mintalah petunjuk dari Yang Kuasa Apakah benar Najwa adalah jodohmu , atau hanya wanita yang menyapa hatimu sesaat ."kata Alan kepada Mereka berdua.


"Baiklah kakak , aku akan memberi Najwa kesempatan untuk berpikir. Dan aku tidak akan memaksanya lagi ." ucap Zoya sambil memutar bola matanya malas kepada Kakak sepupunya itu .


Alan yang melihat itu hanya terkekeh geli. Dia tahu siapa Zoya , seorang wanita cerewet yang tidak mau dibantah dan keinginannya harus salalu dipenuhi, Sama seperti Faza . Apakah semua wanita di keluarga Khan memang seperti itu ?


"Ya, sudah. Ini sudah malam , sebaiknya kalian beristirahat . Kita bicarakan ini lagi besok . Dan kamu Najwa , sebelum memutuskan sebaiknya kamu melakukan salat istikharah seperti yang dilakukan nenek Nisamu dulu sebelum menerima Erhan sebagai suaminya. " ucap kakek Arkan yang menengahi perdebatan anak dan keponakannya itu.


"Iya, kek. " jawab Najwa.


"Kamu juga Rafa, jika kamu menyukai seorang gadis. Sebaiknya kamu meminta petunjuk dari Allah dulu sebelum memutuskan untuk mengejarnya. " ucap kakek Arkan lagi, kali ini kepada Rafa.

__ADS_1


"Baik, kek. "


__ADS_2