Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Memperkenalkan Istri


__ADS_3

Tanpa terasa mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan perusahaan. Tiga mobil mewah pemilik perusahaan sudah terparkir rapi. Dan masing-masing dari mereka turun dengan elgannya. Semua karyawan menatap kagum saat Ryder keluar bersama dengan kedua orang tuanya. Diikuti Rayyan dan putranya Nathan Karena selama beberapa hari ini mata mereka tidak mendapatkan asupan pemandangan yang indah seperti saat ini. yaitu Para pria tampan dari atasan mereka.


Namun senyuman mereka langsung pudar saat melihat Tuan El calon CEO diperusahaan mereka keluar dengan menggandeng seorang wanita bercadar. Senyum yang merekah itu berubah menjadi sendu saat melihat Tuan El merangkul mesra pinggang wanita itu. Mereka jadi bertanya-tanya siapa wanita yang bersama Tuan El?


Pasalnya selama ini Tuan El yang mereka kenal tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Dan sekarang mereka melihatnya berjalan mesra bahkan tersenyum dengan wanita yang hanya terlihat matanya saja itu.


Apakah benar rumor yang beredar selama ini, kalau Tuan El sudah menikah?"


Lalu siapa wanita yang beberapa kali datang ke perusahaan dan mengatakan kalau dirinya adalah calon istri Tuan Elvan.


Semua petinggi perusahaan itu langsung masuk ke dalam ruang rapat. Mereka meminta Aida dan Faza untuk menunggu sebentar diruang tunggu yang berada di sebelah ruangan rapat, hingga saatnya nanti mereka berdua dipersilahkan untuk masuk. Murad dan Elvan ingin mendengar dulu apa yang ingin mereka bicarakan didalam sana hingga mengadakan rapat darurat ini.


"Selamat pagi. "


Sapa Murad saat ia memasuki ruang rapat diikuti Elvan, Rayyan, Ryder dan Nathan.


Semua orang berdiri menyambut kedatangan pemimpin tertinggi perusahaan itu.


Murad mengedarkan pandangannya dan melihat ada sosok asing disana. Selain para pemegang saham minoritas dan para investor. Disana ia melihat ada sosok wanita asing yang duduk disamping Alex salah satu investor mereka. Tapi dia tidak ambil pusing. Nanti dia juga akan tahu sendiri siapa wanita itu.


"Apa agenda hari ini? kenapa kalian menginginkan ku untuk mengadakan rapat dadakan seperti ini dan mengacaukan liburanku bersama keluargaku." kata Murad tanpa basa-basi.


Semua orang terdiam dan saling pandangan satu sama lain. Meminta salah satu dari mereka untuk berbicara. Akhirnya seorang pria yang usianya lebih senior angkat bicara mewakili yang lainnya.


"Maaf tuan, kami ingin membicarakan tentang tuan Elvan. Beliau sudah berusia 24 tahun dan sepeti yang kita tahu, satu tahun lagi tuan Elvan akan berusia 25 tahun. Jadi... " ucapan pria tua itu langsung dipotong oleh Murad.

__ADS_1


"Jadi, diusia Elvan yang ke 25 tahun dia akan menggantikan ku sebagai pemimpin perusahaan ini, begitu maksudmu." kata Murad.


Semua orang mengangguk.


"Kenapa kalian repot-repot memikirkan usia anakku Elvan. Apakah selama ini kalian menghitung setiap tahunnya penambahan usia anakku? " tanya Murad kepada semua orang yang ada disana dengan tatapan mengejek.


Semua tertunduk. Hanya seorang wanita di ruangan itu saja terus menatap lurus kearah Elvan tanpa berkedip dan penuh kekaguman. Dan semua itu tertangkap mata Murad.


"Lalu sekarang apa maksud diadakannya rapat ini. Cepat katakan saja apa mau kalian sesungguhnya. " kata Murad dengan kesal.


"Kami mendengar, Almarhum tuan Erhan memberi wasiat kepada Tuan Elvan agar menikahi wanita berketurunan Indonesia seperti istrinya. Jadi apakah Tuan Elvan sudah menemukannya? " tanya peserta lainnya.


"Benar tuan. Kalau tuan Elvan belum menemukan wanita Indonesia itu, maka salah satu dari kami memiliki saudara wanita Indonesia. Jika anda berkenan kami ingin tuan Elvan menikah dengannya. " kata yang lainnya.


Mendengar itu membuat Elvan memutar bola mata nya malas. Dimana-mana yang namanya penjilat memang ada. Menyodorka wanita hanya untuk mendapatakan apa yang dia inginkan. Dan Elvan tidak suka itu.


Elvan yang mengertipun hanya bisa menahan dan menuruti keinginan daddynya.


"Tuan Alex, Tuan. Istri kedua beliau adalah orang Indonesia. Dan memiliki saudara perempuan yang masih muda dan seumuran dengan Tuan Elvan. Namanya Anita. " kata pria paruh baya tadi menimpali.


Alex dan wanita yang bernama Anita itupun berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat kepada Murad dan keluarganya.


Murad hanya menyunggingkan senyumnya kepada mereka berdua.


"Jadi anda Tuan Alex dari perusahaan Dale construction yang bekerja sama dengan kami dalam pembangunan apartemen elit di Ankara? " tanya Murad.

__ADS_1


"Benar Tuan. Perkenalkan saya Alex Dale, senang bertemu dengan anda secara langsung, Tuan Murad. Karena selama ini saya hanya bertemu dengan Tuan Rayyan atau tuan Ezra saja. " kata Alex dengan bangganya.


"Ya, kau benar. Karena pekerjaanku cukup banyak, Jadi sebagian proyek dikerjakan oleh adikku dan iparku. Jadi, sekarang apa mau anda tuan Alex. " kata Murad dengan menatap tajam Alex.


"Jika tuan Elvan belum menemukan wanita Indonesia untuk menjadi istrinya sesuai wasiat tuan Erhan. Saya memiliki adik ipar yang berkewarganegaraan Indonesia, jika anda berkenan. Saya ingin menikahkannya dengan tuan Elvan. Ini mungkin akan menjadi kesempatan bagus, jika mereka menikah dan kita bisa menjadi keluarga. Maka perusahaan kita bisa bersatu dan menjadi perusahaan yang terkuat di negara ini, Tuan. " kata Alex dengan penuh percaya diri.


Murad hanya tersenyum, dan senyumnya itu terkesan mengejek. Dia tahu, orang seperti Alex pasti hanya membual. Siapa yang tidak tahu perusahaan Dale, perusahaan besar tapi penuh dengan masalah.


"Bagaimana, Son. Apa kau mau menikah dengan wanita itu. " tanya Murad kepada anaknya.


Anita yang mendengar tawaran itu langsung mengulum senyum manisnya. Berharap Elvan menjawab " Ya ". Namun jawaban Elvan selanjutnya membuat kepercayaan diri Anita langsung memudar.


"Tidak. Aku tidak mau menikah dengannya. Dia bukan tipeku. Aku tidak suka wanita berpakaian kurang bahan seperti itu, Dia seperti wanita murahan yang sedang menggoda pria hidung belang. " kata Elvan dengan telak tanpa memikirkan perasaan orang yang dia maksud.


"Tuan El. Apa maksudmu. " Bentak Alex tak terima adiknya dihina.


'Apa. " jawab Elvan santai.


"Maaf tuan Alex. Setidaknya jika anda atau kalian menawarkan wanita kepada ku atau kami, keturunan dari keluarga Khan. Maka lihatlah penampilan para wanita di keluarga kami. Apakah ada wanita di keluarga kami yang memakai pakaian kurang bahan hingga tonjolan tubuhnya terlihat disana sini. Jawabnya tidak ada. Mulai dari jaman Nenek buyut kami hingga generasi kami semua wanita dikeluarga Khan memakai pakaian tertutup. Bahkan kami meminta para karyawati kami untuk menutup tubuh mereka dengan pakaian yang sopan. Apa sekarang kalian mengerti. " kata Elvan penuh penekanan membuat semua orang tertunduk malu.


Begitu juga dengan Anita yang langsung tertunduk saat mendengarkan hinaan dari pria yang beberapa saat lalu dia kagumi namun juga sudah menghinanya habis-habisan dihadapan semua orang. Dia merasa tidak terima karena sudah di tolak dan dihina olah pria itu.


"Dan maaf juga ppadamu nona Anita. Aku tidak bisa menerimamu bukan hanya karena alasan penampilanmu. Tapi karena aku sudah menikah. " Kata Elvan sambil bangkit dari duduknya dan berjalan keluar untuk manggil istri dan mommy.


Tak lama Elvan Masuk dengan seoran wanita bercadar dan Nyonya besar keluarga Khan. Dia lalu menggandeng lengan istrinya untuk diperkenalkan kepada semua orang yang ada disana.

__ADS_1


"Perkenalkan, dia adalah Aida Fatimah Khan, Istriku."


__ADS_2