
Pagi hari di mansion utama. Semua disibukkan dengan kegiatan pagi mereka. Para jomblowan dan jomblo wati sudah bersiap berangkat kerja. Nazia sudah bersiap ke rumah sakit, Eira bersiap ke butik meneruskan pekerjaan sang mama sedangkan Emira pergi ke kantor pengacara yang dulu didirikan oleh sang kakek untuk melindungi kelurga nya jika ads masalah hukum. Ryder bekerja di perusahaan bersama sang kakak, dan daddy.
Sedangkan para pria yang memiliki pasangan sedang di persiapkan oleh pasangannya untuk berangkat ke kantor. Seperti yang dilakukan Aida saat ini. Dia sedang memasangkan dasi untuk suaminya. Sedangkan dia sendiri sudah bersiap dengan pakaian gamisnya yang menawan.
"Kamu bisa memasang dasi? " tanya Elvan yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Tentu saja, sudah lama aku berlatih memasang dasi ini. Dan akhirnya aku bisa memasangkannya untuk suamiku. ' ujar Aida sambil tersenyum.
"Ternyata istriku serba bisa ya, dan sudah mempersiapkan segalanya. " kata Elvan memuji.
"Aku harus bisa, agar tidak mempermalukan diriku dihadapanmu atau dihadapan orang lain. Aku harus bisa menjadi seorang istri pengusaha, agar tidak mempermalukan suamiku. " balas Aida.
Mendengar itu, Elvan tersenyum senang ternyata dia tidak perlu repot-repot mengajari Aida untuk menjadi istri nya. Karena ternyata istrinya itu sangat pintar, dia sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi istri seorang Elvan.
"Ayo kita turun. Pakai dulu penutup wajahmu, aku tidak mau wajahmu yang cantik itu dikonsumsi publik. Biar aku sendiri saja yang menikmati kecantikan istriku. " ujar Elvan.
Mendengar itu, Aida jadi tersipu, dia segera mengenakan penutup wajahnya dan terlihat sempurna di mata Elvan.
"Nanti pulang dari perusahaan kita mampir ke butik Eira, dan mengambil beberapa baju yang cocok denganmu. Masalah cadarnya, nanti biar Eira membuatkannya sesuai warna pakaianmu. Walaupun kau menutup tubuhmu secara sempurna, tapi harus tetap terlihat modis dan tidak ketinggalan jaman. " ujar Elvan saat mereka berjalan menuju ruang makan.
Aida hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Untung selama ini dia juga tidak membeli pakaian yang model itu-itu saja. Jadi meskipun bercadar dia juga masih mengikuti fashion. Karena selama ini dia sadar siapa yang akan menjadi calon imamnya. Orangtuanya juga tidak sedikit memberi uang bulanan, jadi dia bisa membeli pakaian sesuai yang sedang tren saat ini.
Dan itu sangat berguna, karena sang suami juga menginginkan hal itu. Mungkin dia juga tidak ingin malu saat mengajak istrinya ke jamuan makan atau pertemuan bisnis.
Sesampainya di ruang makan, ternyata semua orang sudah menunggu mereka untuk sarapan.
"Apa kalian hanya tinggal menunggu kami? " tanya Elvan
__ADS_1
"Iya, kami hanya menunggu pengantin baru. " celetuk Nazia.
Ryder tidak bersuara kali ini, karena dia masih merasa takut melihat tatapan kakaknya semalam yang mengerikan.
"Ayo kita makan. " ajak Murad.
Dan semuanya memulai sarapan mereka dengan tenang dengan diiringi obrolan ringan.
"Dad, apakah daddy Rayyan dan Nathan juga datang? " tanya Elvan.
"Tentu saja, semua pemegang saham perusahaan kita harus datang. Untuk menguatkan posisimu, sebagai penerus daddy. Dan juga untuk mematahkan keinginan mereka yang ingin menikahkanmu dengan wanita tidak jelas itu. " ujar Murad.
Elvan mengangguk mengerti.
"Aida, nanti kamu jangan terkejut ya. Jika ada wanita yang akan digadang-gadang menjadi calon istri Elvan. Itu hanya perbuatan orang-orang yang ingin menjatuhkan perusahaan kami. Istri Elvan hanya kamu satu-satunya. " ujar Faza memberi pengertian kepada menantunya itu.
"Ei, nanti setelah kami selesai dari perusahaan kami berencana mampir ke butikmu untuk membeli beberapa pakaian untuk istriku. " kata Elvan kepada sepupunya itu.
"Tapi kak, pakaian kami tidak memiliki cadar? " balas Eira.
"Cadarnya menyusul. kamu buatkan saja hijab dan cadarnya belakangan setelah Aida memilih pakaiannya. Dan buatkan dengan model yang modis dan jangan ketinggalan jaman. mengerti? " ujar Elvan.
Mendengar itu, Eira mengangguk mengerti. Dia tahu apa yang harus dia lakukan. "Nanti aku akan mencari referensi di internet tentang model hijab dan cadar yang kekinian. " katanya bersemangat.
"Baguslah. Dan mulai sekarang kamu aku tunjuk menjadi fashion desainer untuk pakaian istriku. oke. " kata Elvan sambil memberi jempol kepada Eira.
"Sip, dengan senang hati calon CEO. " jawab Eira dengan memberi dua jempol kepada kakaknya.
__ADS_1
Semua yang ada disana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua orang itu.
Setelah sarapan, mereka segera berangkat ke kantor. Elvan dan Aida berangkat bersama Leo yang sudah menjemput mereka. Sedangkan Murad Faza dan Ryder berada dalam satu mobil. kali ini Faza ingin ikut ke perusahaan, untuk menemani sang menantu.
Selama perjalanan menuju perusahaan Aida bertanya tentang keluarga Elvan terutama para sepupunya dan pekerjaan mereka.
"Ryder dia akan menjadi wakilku di perusahaan. Sedangkan Rafa dia akan menjadi direktur keuangan nanti. Kalau Nathan entahlah. Dia adalah ahli waris utama di perusahan Althan milik keluarga mommy Zahra, karena dia satu-satunya cucu laki-laki yang mereka punya. Tapi dia juga memiliki saham di perusahaan kami, ditambah nanti saham dari daddy Rayyan kalau dia pensiun." Kata Elvan menjelaskan status cucu laki-laki di perusahaan mereka.
"Lalu para gadis, apa mereka tidak memiliki saham di perusahaan kalian?" tanya Aida penasaran, karena sepertinya yang memiliki kedudukan di perusahaan hanya para pria saja.
"Tentu saja mereka punya tapi masing-masing hanya lima persen. Karena kakek sudah memberikan usaha untuk mereka kelola diluar perusahaan. Seperti Rumah sakit keluarga kami untuk Zia, Butik untuk Eira, Firma hukum untuk Emira dan Restoran untuk Nala. Meskipun dulu mommy Zahra juga memiliki restoran, tapi kakek memberi suntikan dana besar untuk dikelola mom Zahra menjadi hotel dan resto, dan kini akan diturunkan kepada Nala. Dan semua itu berada dalam naungan Perusahaan kami yang akan dipimpin oleh suamimu ini. " Kata Elvan dengan bangga.
Aida hanya melongo mendengarkan ucapan Elvan dia tidak pernah menyangka, dimana saat ini dirinya berpijak. Berada di antara orang-orang hebat. Lalu apalah arti dirinya yang hanya wanita biasa.
"Kenapa? " tanya Elvan yang melihat perubahan wajah istrinya.
"Kok aku jadi insecure ya? " kata Aida sambil menundukkan wajahnya.
"Untuk apa insecure? " tanya Elvan tak mengerti.
"Karena aku hanya wanita biasa dan tidak memikiki keahlian apapun. Dan itu sangat jauh berbeda dengan semua keluargamu yang hebat. " jawab Aida.
Elvan menghembuskan nafasnya mendengar keluhan sang istri. Dia tidak menyangka kalau istrinya akan mengalami krisis percaya diri karena ucapannya tadi.
"Kata siapa kau tidak punya keahlian apapun. Kamu adalah seorang penghafal Alquran. Dan itu adalah sebaik-baiknya keahlian. Karena dengan begitu kau nanti bisa mengajarkan kepada anak-anak atau ara keponakan kita agar bisa menjadi sepertimu. Dan memasangkan kita mahkota di akhirat nanti. Dan Aku yakin kau juga akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti, agar menjadi pribadi yang berbudi luhur. Seperti yang selalu diajarkan kakek dan nenekku kepada anak cucunya. " kata Elvan mengembalikan kepercayaan diri istrinya.
"Dan ketahuilah, mommy ku, mommy Faza juga seorang wanita biasa. Dia rela tidak meneruskan kuliahnya untuk menikah dengan daddy dan mengurus kami anak-anaknya. Dan sekarang, dia memiliki kedudukan tertinggi karena menjadi istri seorang Murad. " kata Elvan lagi yang membanggakan mommynya.
__ADS_1
"Jadi jangan pernah insecure pada apapun karena kau adalah istriku, Istri seorang Elvano. "