Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Sisi Lain Aida


__ADS_3

Semua orang yang berada disana merasa terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Elvan. Apalagi wanita yang dia bawa bukanlah wanita biasa. Melainkan wanita yang menutup seluruh tubuh dan wajahnya dengan pakaian tertutup.


"Bagaimana kami bisa tahu kalau wanita itu adalah orang Indonesia. Sedangkan dia menutup seluruh wajahnya. " tanya seseorang dari mereka.


"Benar, itu benar.... " sahut yang lainnya.


Elvan lalu meminta Leo memutar prosesi pernikahannya dengan Aida. Dimana disana semua adalah warga Indonesia yang menghadiri. Bisa dilihat dari garis wajah dan kulit mereka yang berbeda dengan wajah dan kulit orang Eropa. Orang Indonesia memiliki ciri khas kulit Asia Tenggara yang eksotis. Dan semua tamu disana sudah membuktikannya.


"Dan perlu kalian tahu, kakekku memberikan surat wasiat kepadaku untuk menikahi wanita Indonesia bukan tanpa alasan." lanjut Elvan.


"Maksudnya? " tanya salah satu dari mereka, dan semua orang saling berpandangan satu sama lain.


"Kakekku meminta ku menikah dengan wanita Indonesia, karena dia sudah menyiapkan seorang wanita untukku disana. Yaitu Aida, istriku saat ini. Ternyata kakek dan nenekku sudah menyiapkan seorang istri untukku. " kata Elvan Lagi.


Dia lalu meminta Leo menunjukkan surat perjanjian atau lamaran pernikahan yang sudah diatur 20 tahun lalu melalui layar monitor, bahkan disana juga tertera tanggal dan tahun surat itu dibuat. Semua orang tidak bisa mengelak karena mereka sangat hafal dengan tulisan tangan seorang Erhan. Apalagi mereka juga sedang berfoto dengan seorang pasangan suami istri dimana Nisa menggendong seorang bayi perempuan.


"Jadi... "


"Ya, seperti yang kalian pikirkan. Bayi itulah yang disiapkan kakek dan nenekku untuk menjadi istriku 20 tahun kemudian. Dan Aku tidak bisa menerima sembarang wanita untuk kujadikan istri, karena jodohku sudah diatur oleh kakekku sendiri. Dan aku sangat bersyukur bisa memiliki nya. Seorang wanita yang bisa menjaga dirinya dari pandangan liar para pria. Seorang wanita yang mau menungguku selama 20 tahun dengan sabar tanpa bisa tersentuh oleh sembarang pria. Dengan bangga aku perkenalkan kepada kalian Istriku. Aida Fatimah Khan. "

__ADS_1


"Maka jangan pernah memintaku menikah dengan wanita lain. Karena kakekku tahu apa yang tebaik untuk penerus keluarga kami." Kata Elvan dengan bangga.


Meskipun saat ini Elvan sedang menggunakan bahasa Turki yang rumit menurut kita orang Indonesia, namun Aida bisa memahami apa yang dikatakan oleh suaminya yang sedang memperkenalkan dan membanggakan dirinya didepan semua petinggi perusahaan. Karena hal itu dia tersipu di balik cadarnya.


"Apa anda mencintainya, Tuan. " tanya Alex tiba-tiba. "Karena pernikahan karena perjodohan biasanya tidak dilandaskan cinta. " katanya lagi dengan nada mencibir.


"Untuk mencintainya mudah. Karena aku menyukai semua yang ada pada dirinya. Jadi, tidak perlu waktu lama untuk mencintai istriku. " jawab Elvan.


"Di negara kami memang banyak wanita yang memakai pakaian tertutup seperti itu, tapi itu tidak menjadi jaminan kalau wanita itu wanita baik-baik. Karena banyak wanita yang memakai pakaian seperti itu, tapi sama saja dengan wanita lainnya. Mereka hanya ingin mendapat perhatian dan popularitas saja. Apalagi kalian tidak pernah bertemu selama 20 tahun. Jadi aku yakin, anda tidak mengenal istri anda dengan baik benarkan, tuan Elvan" kata Anita seolah ingin mempermalukan Aida.


"Jaga ucapanmu nona Anita. Jangan samakan istriku dengan wanita diluar sana. Karena dia tidak bisa dibandingkan dengan wanita lain. Termasuk anda." bela Elvan.


Anita yang lagi-lagi mendapat ucapan pedas dari Elvan kembali terdiam. Dia tidak bisa membalas lagi ucapan seorang Elvan. Karena sepertinya dia sangat mencintai istrinya itu, dan tidak ada lagi kesempatan untuk masuk ke dalam hatinya atau masuk ke dalan keluarga Khan yang sangat diidam-idamkan oleh semua wanita.


"Beruntung sekali wanita itu bisa masuk ke dalam keluarga bergengsi itu. " gumam Anita sambil menatap Aida dengan tajam.


"Karena anda adalah istri dari tuan El. Bisakah kami melihat wajah anda, nona Aida. Karena kami akan merasa sangat penasaran dengan wajah nyonya muda kami. " ujar salah seorang petinggi perusahaan. (dalam bahasa Turki dan berusaha mempermalukan Aida.)


Elvan ingin membalas ucapan pria tua itu dan mengumpat atau berkata-kata kasar kepada pria itu. Namun Aida langsung mencekal tangan suaminya.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Dalam agama saya, saya harus menjaga diri saya dengan baik. Jika sejak awal saya sudah menutup diri saya dengan pakaian seperti ini. Maka ini akan berlaku sampai saya meninggal. Kecuali kalau suami saya meminta saya membuka penutup wajah ini, maka akan saya lakukan. Tapi sayangnya suami saya tidak menginginkan itu. Dia ingin saya tetap memakai penutup wajah ini agar saya tetap terjaga dari pandangan para pria yang bukan mahram saya. " Aida membalas ucapan pria tua itu panjang lebar dengan bahasa Turki yang dia mengerti.


Dan kalimat panjang Aida sontak saja membuat semua orang yang berada disana merasa tercengang. Bahkan suami dan keluarga nya. Mereka tidak mengira kalau Aida bisa lancar berbahasa Turki seperti mereka. Jadi selama ini, Aida bisa mengerti apa yang mereka katakan?


"Dan untuk anda nona Anita. Memang banyak wanita dinegara kita yang memakai pakaian seperti saya. Hanya untuk gaya-gayaan atau menutupi perbuatan minusnya. Tapi kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari itu semua. Karena masih banyak wanita yang memakai pakaian tertutup memang untuk memenuhi syariat agamanya. Dan sebaik-baiknya wanita adalah yang menutup auratnya, agar tidak merusak pandangan para pria dan menaikkan sahwat mereka. " Kali ini dia mamakai bahasa Indonesia untuk bicara dengan Anita.


Anita yang seperti sedang diceramahi oleh ustadzah pun langsung beranjak dari sana dan menatap Aida dengan tajam saat melewatinya.


"Lihat saja aku akan membalasmu, nyonya Elvan. " kata Anita dengan isyrat bibirnya. Dan itu bisa ditangkap oleh Aida dan Elvan yang sejak tadi memperhatikan wanita itu.


"Tuan Rayyan, mungkin setelah ini ada yang harus aku bicarakan dengan anda. " kata Alex yang juga mengikuti Anita keluar dari ruangan yang sudah mempermalukan nya.


Murad dan semua pria dari keluarga Khan hanya tersenyum miring melihat kepergian Alex dan adik iparnya.


"Jadi, apa ada yang ingin mengusul mereka keluar dari ruangan ini. Silahkan dengan senang hati kami mempersilahkan kalian keluar dari ruangan ini. Dengan surat pemecatan dan pemutusan kontrak kerja sama kita yang akan menyusul. " Kata Murad dengan tenang tapi disertai dengan ancaman yang tidak bisa dibantah.


"Lain kali, setidaknya berpikirlah sebelum bertindak. Sebelum kalian dipermalukan. Dan aku tekankan sekali lagi, jangan pernah ikut campur dengan kehidupan pribadi keluarga kami. Karena kehidupan kami bukan untuk di konsumsi publik. Apa sekarang kalian sudah PAHAM. " Kata Murad penuh penekanan


"Maafkan kami tuan, bukannya kami ingin ikut campur dengan kehidupan pribadi kalian. Tapi sejak beberapa waktu lalu, tuan Alex mengancam akan memutuskan proyek pembangunan apartemen jika adiknya tidak bisa menikah dengan Tuan El. " ucap seorang direktur perencanaan.

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir. Serahkan masalah ini kepada kami. Aku harap, kalian tidak berbuat bodoh lagi, jika tidak aku sendiri yang akan memecat kalian. secara langsung. "


__ADS_2