Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Pingsan


__ADS_3

"Ayo, kita pergi dari sini. " Elvan langsung menggandeng tangan istrinya dan berbalik.


"Perhatikan wajah-wajah mereka Leo. Dan hentikan kerja sama kita dengan perusahaan orang tua mereka. Karena mereka sudah berani mengusik istriku. " Ujarnya pada asistennya Leo. Dan masih bisa di dengar oleh para wanita yang berniat membully Aida tadi.


Tubuh semua orang menegang, orang tua yang anaknya menjadi salah satu tersangka pun menjadi pucat pasi. Karena mereka tahu perusahan manapun yang kerja samanya dihentikan oleh perusahaan Khan, maka akan sulit bekerja sama dengan perusahaan lain. Karena itu artinya mereka sudah mengusik perusahaan besar itu.


Tuan David sebagai tuan rumah langsung mengahadang Elvan dan Ryder. Ia meminta maaf atas kejadian yang sudah menimpa istrinya tua El di acara jamuannya. Tapi dalam hati dia bersyukur anaknya tidak ikut dalam pembullyan itu. Sehingga dia tidak bermasalah dengan sang tuan Muda.


"Tuan, El, saya minta maaf atas kejadian yang terjadi pada istri anda. " kata David sambil membungkukkan badannya.


"Sudahlah tuan, terima kasih atas jamuannya. Kami permisi dulu. " Elvan tidak mau basa-basi lagi dan mengajak semuanya pergi dari sana.


Elvan dan rombongannya pun segera melewati David yang masih membungkukkan badannya. Namun beberapa langkah kemudian di depannya sudah ada beberapa orang yang menghadangnya dengan para wanita yang sudah berani mengusik istrinya. Mereka semua lalu membungkuk di depannya.


"Kami mohon maaf kepada anda,tuan El. Atas kesalahan anak kami dan kami mohon Jangan batalkan kerja sama kita. " Kata mereka bersamaan.


"Benar tuan, kami akan mengalami banyak kerugian jika anda menghentikan kerjasama kita. " ujar salah satu dari mereka.


Elvan terlihat acuh, rahangnya langsung mengetat dengan urat yang terlihat berkedut saat mendengar permohonan mereka. Aida yang merasakan emosi diwajah suaminya langsung menggenggam erar tangannya. Elvan langsung menoleh kepada istrinya, dan melihat istrinya yang menggeleng pun langsung mengendurkan emosinya. Dan membuka suaranya.


"Menyingkirlah dari hadapanku. " ucapnya dingin.


Mereka semua langsung menegakkan badannya dan menatap Elvan penuh penyesalan.


"Aku tidak akan memutus kerjasama dengan kalian, asal kalian memberi pelajaran kepada anak kalian karena sudah berani mengusik istriku. Berikan video kalian yang sudah memberi pelajaran kepada anak-anak kalian kepada Leo. Tanpa sensor. " ucapnya dengan dingin.


Semua orang mematung mendengar ucapan Elvan. Termasuk Aida. Dia tidak percaya jika suaminya yang penyayang itu memiliki sisi yang kejam. Begitu juga dengan mereka semua. Dia tidak menyangka kalau Tuan El yang tenang dan ramah itu bisa menjadi sosok yang menakutkan.


"Ayo, sayang. " Elvan kembali menarik pinggang Aida agar menempel dengan tubuhnya, dan mereka segera meninggalkan tempat itu.


Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Aida menghentikan langkahnya. Elvan langsung menatap istrinya karena tiba-tiba berhenti.


"Kenapa?" Tanya Elvan khawatir.

__ADS_1


Karena yang dilihat Elvan dari istrinya saat ini hanya matanya saja dan tidak bisa melihat perubahan wajah istrinya, Elvan jadi bingung. Namun, hanya dari matanya saja Elvan tau pasti istrinya tidak baik-baik saja. Dan tiba-tiba.


Bruk.


Tubuh Aida tiba-tiba limbung dan untung saja Elvan segera menangkapnya dan langsung menggendongnya.


"Kau kenapa, sayang. " kata Elvan panik. Dan langsung membawanya keluar dari tempat pertemuan itu.


"Ayo, Leo kita ke rumah sakit. " perintah Elvan kepada Asistennya itu, diikuti Ryder yang juga ikut khawatir dengan keadaan kakak iparnya.


Semua orang yang melihat apa yang terjadi pada istri Elvan juga ikut panik. Apalagi para orang yang sudah mengusiknya tadi, mereka semakin merasa khawatir. Takut kalau apa yang terjadi pada istri tuan muda terjadi karena anak-anak mereka.


Di dalam mobil, Elvan langsung menghubungi adiknya Zia agar datang ke rumah sakit. Karena sekarang dia sedang dalam perjalanan membawa Aida ke rumah sakit karena pingsan. Zia yang mengertipun langsung ke rumah sakit. Tanpa meminta ijin mommy dan daddynya karena saat ini mereka sedang pergi ke rumah Rayyan bersama Ezra dan juga Zoya. Biarlah nanti mereka diberi kabar saat tau keadaan Aida.


"Kau kenapa sayang, bangunlah. " Elvan terus menepuk-nepuk pipi istrinya agar Aida sadar.


Dia lalu menutup penghalang antara kursi sopir dan kursi belakang. Lalu membuka penutup diwajah istrinya. Dilihatnya sang istri sedang tidak sadar dengan wajah pucatnya.


"Kalau tau akan seperti ini tadi aku batalkan saja untuk datang ke acara itu. Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau masih tidak baik-baik saja? " Elvan terus berbicara dengan istrinya yang tidak sadar itu.


"Kak, apa yang terjadi? " tanya Zia sambil berjalan dibelakang brankar Aida bersama kakaknya.


"Entahlah, dia tiba-tiba pingsan. Dan saat aku membuka penutup wajahnya tadi di mobil. Dia terlihat sangat pucat. " ujar Elvan memberi informasi kepada adiknya.


"Lalu apa keluhannya sebelum ini? " tanya Zia lagi.


"Dia hanya bilang kalau dia merasa sangat lelah dan pusing. Aku sudah akan membatalkan pertemuan tadi, tapi Aida tidak mau. Dia ingin melihat bagaimana pertemuan para pengusaha katanya. Dan aku tidak bisa menolak keinginan istriku itu. " ujar Elvan lagi.


Mendengar itu, Zia menggeleng. Sebuah permintaan yang aneh disaat sakit seperti ini.


"Kakak tunggu di luar, biar aku periksa dulu keadaan kakak ipar. " cegah Zia saat Elvan mau masuk ke ruang pemeriksaan.


"Zi, jangan ada perawat atau dokter pria yang masuk. " Elvan memperingatkan.

__ADS_1


Zia memutar bola matanya malas mendengar ocehan kakaknya itu. tanpa diberi tahu, Zia tahu apa yang harus dia lakukan.


Elvan menunggu di luar bersama Ryder dan Leo. Dia merasa sangat cemas sebelum tahu apa yang terjadi pada istrinya itu. Yang tiba-tiba pingsan dan keadaannya selama seharian ini sepertinya tidak baik-baik saja. Tapi saat mau dibawa ke rumah sakit atau diperiksa adiknya dia tidak mau.


Sedangkan di ruangan pemeriksaan, Zia segera membuka penutup wajah kakak iparnya. Perawat yang ada disana sangat terkejut saat melihat wajah dibalik cadar itu. Wanita yang sangat cantik dan menggemaskan. Tapi Zia tidak peduli, dia lalu memeriksa keadaan kakaknya mulai dari memeriksa tekanan darah, yang ternyata sedikit rendah, detak jantung dan denyut nadi.


Saat memeriksa denyut nadinya dia sedikit mengernyitkan keningnya.


"Suster tolong panggilkan dokter Alena kemari sebentar. Aku membutuhkannya untuk memastikan sesuatu. " perintahnya kepada salah satu suster.


"Dan kau suster, ambilkan tempat untuk pengambilan sample darah. Kita akan memastikan sesuatu dan akan mengetahuinya setelah melakukan pemeriksaan melalui darah. " perintahnya lagi pada seorang perawat lainnya.


Elvan yang melihat seorang perawat ingin bertanya, tapi perawat itu lari dan dia tidak mungkin mengejarnya. Setelah itu seorang perawat lagi keluar dengan tergesa.


"Tunggu suster, apa yang terjadi pada istriku. " tanya Elvan dengan cemas.


"Kami akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan sesuatu. Permisi tuan. " perawat itu segera pergi tanya menjelaskan lebih.


Tak lama terlihat perawat yang tadi keluar dengan berlari kembali lagi dengan seorang dokter wanita dan masuk ke dalam ruang pemeriksaan Aida.


"Sebenarnya ada apa ini? apa yang terjadi pada istriku." Elvan merasa cemas dan khawatir.


"Tenanglah kak. Ayo duduk dulu, kita akan tahu setelah Zia memeriksanya." Ryder lalu mengajak kakaknya itu untuk duduk tenang.


Di ruangan pemeriksaan, Zia meminta dokter Alena untuk memeriksa keadaan kakak iparnya. Sejenak dokter Alena terpaku melihat wajah cantik Aida.


"Siapa dia nona Zia?" tanya Dokrer Alena.


"Dia kakak iparku, istri kak Elvan. " jawab Zia.


Dokter Alena sempat terkejut mendengar kalau dia adalah istri dari Elvan. Karena dia adalah salah satu penggemar rahasia Elvan. Namun dalam hal ini dia harus profesional dan segera memeriksa keadaan Aida.


"Bagaimana? " tanya Zia.

__ADS_1


"Mungkin seperti yang anda pikirkan nona Zia. Kita memiliki prediksi yang sama. Hanya tinggal menunggu hasil tes darahnya. "


__ADS_2