Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Mempermalukan


__ADS_3

Semua orang yang berada di sekitar mereka langsung menoleh dan merasa tak percaya setelah mendengar ucapan dari calon pemegang kekuasan perusahaan besar itu. Karens selama ini mereka tidaj perndah mendengar adanya pernikahan di dalam keluarga tersebut. Dan baru saja, sang pewaris mengatakan kalau wanita yang berada di sampingnya adalah istrinya.


"Wah, benarkah. Anda jangan bercanda tusn El. Kami tidak pernah mendengar adanya pesta pernikahan di keluarga Khan. " kata David tak percaya.


"Karena kami masih menikah secara hukum dan agama. Dan belum merayakannya. Iya, kan sayang. " Kata Elvan dan melemparkan pertanyaan kepada istrinya.


Aida hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Mungkin kami akan merayakannya di usia saya yang ke 25 tahun nanti. InsyaAllah, saya akan mengundang kalian semua. " ujar Elvan kepada semua orang yang berada di sana.


Meski banyak yang kecewa karena mendengar Elvan sudah menikah, tapi mereka tetap mengucapkan selamat dan ikut berbahagia untuk pernikahannya. Begitu juga David dan keluarganya yang ikut tersenyum masam. Karena rencana David malam ini adalah mengenalkan anaknya Salma kepada tuan muda El.


" Mari, tuan. Silahkan menempati tempat anda. " Akhinya David mempersilahkan salah satu tamu pentingnya untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Mereka duduk di kursi dengan meja bundar, dimana disana hanya diisi mereka berempat Elvan, Rayyan, Leo dan Aida saja. Tanpa ada lagi pihak lain yang mendekati mereka untuk mengenalkan anaknya kepada Elvan. Karena kini dan sang tuan muda sudah memiliki istri.


Akhirnya jamuan makan malam dan pertemuan bisnis itu dimulai, dengan sambutan-sambutan dari penyelenggara acara dan beberapa sambutan dari para beberapa orang pebisnis termasuk salah satunya adalah Elvan. Salah satu pebisnis muda yang sudah berhasil memenangkan beberapa tender besar.


Aida sangat kagum melihat suaminya ada diatas sana saat berbicara didepan banyak orang dengam sangat berwibawa. Lalu dia melihat ke sekeliling para tamu yang hadir. Banyak yang melihat kagum ke arah, suaminya baik para wanita yang masih lajang maupun yang sudah menikah bahkan suami mereka berada disisinya. Tapi mata mereka menatap tak berkedip ke arah suaminya yang sedang berbicara memberi sambutan.


Aida hanya mendesah kasar. "Beginilah tidak enaknya memiliki suami tampan. " batinnya.


"Kenapa kak. " tanya Ryder yang mendengar ******* kasar dari kakak iparnya.


"Tidak apa-apa. " jawab Aida singkat.


"Tenanglah, ini sudah biasa terjadi pada kak Elvan. Dia memang banyak penggemar dari kalangan bisnis. Karena itu malam ini dia mengajakmu, untuk memperkenalkan dirimu sebagai istrinya. Agar mereka tidak berharap lagi kepadanya. " Jelas Ryder.

__ADS_1


Aida kini mengangguk mengerti. Jadi seperti itu, Elvan mengajaknya untuk mempertegas kalau dirinya sudah menikah sekaligus memperkenalkannya sebagai istrinya.


Terlihat Elvan turun dari podium dan kembali ke tempatnya bersama istri dan adiknya. Sebelum duduk dia menyempatkan diri mengecup kening istrinya. Dan itu membuat para wanita disana menjadi sangat iri melihat keromantisan yang diperlihatkan Elvan kepada istrinya.


Setelah acara sambutan selesai, acara selanjutnya adalah makan malam dan ramah tamah. Para pelayan menghidangkan makanan di masing-masing meja dengan makanan yang sangat menggiurkan.


"Ayo, di makan. Atau kau ingin aku suapi. " ujar Elvan menggoda istrinya.


"Apa'an sih, mas. " Aida merasa malu.


"Kak, jangan membuat para wanita disini semakin iri kepada kakak Ipar." seru Ryder yang merasa jengah dengan tingkah kakaknya itu yang sepertinya terlalu berlebihan.


Elvan tidak peduli dan tetap melayani istrinya dengan baik. Ah, sepertinya Elvan sudah dibuat bucin oleh Aida.


Setelah acara makan malam selesai, para tamu undangan diberi kesempatan untuk beramah tamah dan saling menyapa. Begitu juga Elvan dan Ryder. Mereka tidak berminat sama sekali untuk berbicara masalah bisnis diluar jam kerja. Tapi banyak sekali di antara para pengusaha itu yang mendekati mereka berdua, walau hanya untuk bertegur sapa maupun membicarakan bisnis.


"Mas aku ingin mengambil kue disana apa boleh?" bisiknya pada sang suami.


Elvan lalu menatap istrinya yang menunjukkan tempat dimana banyak makanan manis dan buah-buahan disana. Dia lalu mencari Ryder dan Leo tapi ternyata mereka juga sedang diajak bicara dengan beberapa orang.


"Tunggu sebentar, ya. Aku akan berpamitan kepada mereka. "


"Tidak usah mas, aku akan kesana sendiri. Kau lanjutkan saja pembicaraannya. "


"Tapi... apa tidak apa-apa. "


"Tidak apa-apa mas. Tenang saja. "

__ADS_1


Elvan akhirnya melepaskan tangannya dari pinggang Aida dengan sedikit berat tp untuk meninggalkan rekan kerjanya dia juga tidak bisa.


Dan Aida akhirnya bisa ke tempat yang sejak tadi memanggil dirinya untuk mendekat. Dia lalu mengambil beberapa makanan yang sejak tadi membuatnya penasaran. Lalu mencobanya satu persatu. Namun tiba-tiba ada beberapa orang wanita yang mendekatinya dan dengan sengaja menyenggol lengannya hingga menjatuhkan makanan yang sedang dia pegang.


"Oh, Sorry. " kata salah satu wanita yang menyenggolnya.


Aida hanya diam tak menjawab, dia melihat makanannya yang sudah jatuh diatas lantai. Entah kenapa melihat makanan itu dia jadi ingin menangis. Namun dia tahan, dan menatap sengit kepada para wanita yang sedang meremehkannya.


"Aku heran, kenapa tuan Elvan lebih memilih wanita berpakaian seperti. Yang menutup seluruh tubuhnya seperti ini. Padahal di sini banyak sekali wanita cantik dan seksi yang siap menjadi pendamping nya, bahkan sebagai penghangat rajangnya. " ucap salah satu wanita itu.


"Tuan Elvan benar-benar memiliki selera yang buruk. Aku jadi penasaran seperti apa wajah wanita yang menjadi istri dari tuan Elvan. " Kata salah satu dari mereka dengan satu tangan yang hampir menyentuh cadar Aida.


"Sekali saja kau menyentuh istriku, aku akan mematahkan tanganmu. " Suara dingin itu menggema diseluruh ruangan. Dan menghentikan pergerakan tangan wanita itu


Elvan lalu mendekati istrinya begitu juga dengan Ryder dan Leo. Saat melihat Elvan akan kehilangan kontrol.


"Aku mendengar semuanya, apa yang kau bicarakan kepada istriku. " ucap Elvan.


Para wanita itu menegang mendengar ucapan dari Elvan.


"Asal kau tau, seleraku tidak buruk tapi seleraku sangat tinggi hingga aku memilihnya menjadi istriku. Kalau aku memilih salah satu dari kalian, maka seleraku yang jatuh. Apa kalian tahu kenapa? "


Semua orang terdiam mendengar pertanyaan dari Elvan. Dan Ryder pasti tau kalau kakaknya itu akan mempermalukan wanita-wanita itu di hadapan semua orang dengan kata-kata pedasnya.


"Kue yang dijual dengan tertutup dan dihias dengan indah dan rapi pasti akan membuat semua orang penasaran untuk memakannya dan harganya akan sangat mahal karena rasanya sudah pasti enak. Berbeda dengan kue yang tanpa penutup apa-apa. Siapapun yang melihatnya pasti bisa memeganganya dan mencicipinya. Jika tidak enak maka mereka akan membuang kue itu ke tempat sampah, dalam keadaan tak utuh. Bahkan lallat yang menjijikkanpun akan terhinggap di makanan yang tidak tertutup. " ucap Elvan dengan membuat perbandingan.


"Kue itu seperti kalian dan istriku. Kue yang tertutup itu ibarat istriku, yang memakai pakaian tertutup dan membuat semua orang penasaran. Sedangkan kue yang tidak tertutup itu, seperti kalian. Yang memakai pakaian terbuka Dan sudah pasti banyak mata liar para pria yang sudah melihat penampilan kalian seperti itu bahkan sudah dipastikan ada yang sudsh menyentuh atau memegang kalian. " ucap Elvan dengan tegas.

__ADS_1


"Jadi seleraku tidak buruk nona-nona. Seleraku sangat tinggi dan berkelas. Sehingga aku lebih memilih istriku ini daripada kalian. Karena hanya aku yang bisa melihat dan menikmati semua apa yang ada di dalam dirinya, tanpa harus berbagi dengan orang lain"


__ADS_2