Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Kekesalan Elvan


__ADS_3

Saat makan malam tiba mereka semua berkumpul dalam satu meja. Emira dan Eira ikut makan malam bersama di mansion utama dan akan tinggal disana selama kedua orang tuanya berada di Indonesia. Begitu juga Rayyan dan keluarganya mereka ikut makan malam bersama di mansion utama.


"Aida, jika kau mau berkunjung kerumah kami, rumah kami ada didepan mansion ini. Kamu hanya perlu menyeberang jalan saja. " kata Zahra .


"Dan rumah kami ada di samping kiri mansion ini kak. Mainlah ke rumah kami jika kak Elvan bekerja." kata Eira.


Aida hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Sudah ayo kita makan dulu, lanjut nanti saja ngobrolnya. " kata Murad saat mereka tidsk segera menyelesaikan makanannya.


Mereka patu dan mulai fokus makan lagi. Sejak tadi Ryder sangat gatal ingin mengomentari cara makan kakak iparnya itu yang sepertinya kesulitan.


"Kak, apa tidak sebaiknya kakak ipar membuka penutup wajahnya? " kalimat itu akhirnya lolos dari mulut Ryder.


Mendengar itu, Elvan langsung menatap Ryder dengan tajam. Dia sangat tidak suka dengan ucapan Ryder barusan. Yang terkesan sangat lancang.


"Jaga ucapanmu Ry. " kata Elvan dengan tegas.


"Maaf kak, bukan maksud ku. Aku hanya kasihan dengan kak Aida, dia sepertinya kesulitan untuk makan. " ujar Ryder yang melihat mata kakaknya menyorotkan kemarahan.


"Ry, Sudah jangan bicara lagi. cepat makan makanannya. " mommy Faza yang melihat ketegangan antara anaknya segera melerai sebelun mereka bertengkar.


"Aku tidak apa-apa kak, Ry. Aku sudah terbiasa kok, tenang saja." ujar Aida yang merasa tidak nyaman dengen ketegangan ini. Dia juga sudah memegang tangan suaminya dibawah sana.


"Ayo mas, aku suapi. " kata Aida sambil mengambil sesendok makanan dan menyuapkannya ke mulut Elvan.


Elvan tidak bisa menolak suapan dari Aida, sehingga dia menerima suapan darinya dan segera mengunyah makanan itu.


Semua orang yang melihat itu jadi tersenyum geli. Seorang Elvan kini patuh kepada istrinya. Sungguh tak dapat dipercaya. Bahkan kemarahannya bisa lenyap begitu saja saat mendapat suapan dari Aida.


"Maaf Kak, Ry. Bukannya aku nggak mau membuka cadar ku. Tapi, memang suamiku melarang dan yang boleh melihat wajah wanita bercadar sepertiku hanya laki-laki yang merupakan mahramku saja yaitu, Ayah, dan ayah mertua, saudara laki-laki ku, suamiku dan anak laki-lakiku saja. Hanya kepada mereka aku bisa memperlihatkan wajahku dan berjabat tangan atau menyentuh mereka. " jelas Aida saat mereka sedang berkumpul diruang keluarga. (jika ada kekurangan bisa komen ya biar othor revisi.)


Mendengar itu ada gurat kecewa yang terlihat di wajah Ryder entah apa arti kekecewaan itu. Apa karena tidak bisa melihat wajah kakak iparnya?

__ADS_1


Elvan mengusap kepala Aida dengan sayang lalu mengecup pucuk kepalanya. Dia tidak menyangka akan mendapat wanitaa penurut seperti Aida yang selalu mematuhi perintahnya selama itu masih dalam kebaikan.


"Terima kasih. " kata Elvan


"Untuk? " tanya Aida tak mengerti


"Karena kamu sudah mematuhi perintahku. " jawab Elvan.


"Istri yang sholehah adalah istri yang selalu mematuhi perintah suaminya selama dalam kebaikan. Selalu menenangkan saat dipandang. Dan bisa mengobati kegundahan hati suami saat ditimpa masalah. InsyaAllah, aku akan melakukannya. " ujar Aida.


Mereka yang mendengar keromantisan pasangan itupun dibuat baper, tak terkecuali kedua pasangan kadaluarsa itu. Yaitu Murad dan Faza, Rayyan dan Zahra. Dan tak dapat disangka lagi sepertinya kehilang kedua orang yang mereka sayangi kini akan terobati dengan kehadiran Aida. Karena Aida sepertinya memiliki sifat seperti sang mommy.


Malam sudah semakin larut, dan merekapun hendak kembali ke kamar masing-masing.. Namun sebelum masuk ke dalam kamarnya, Faza mendekati pasangan pengantin baru itu.


"El, Aida mommy mau bicara sebentar. "


Mendengar sang mommy ingin bicara, Elvan pun mengurungkan niatnya menaiki tangga dan segera menemui sang mommy yang sedang duduk .


"Ada apa mom." Tanya Elvan yang sudah penasaran dengan apa yang akan mommynya katakan.


"Mom.. kenapa mommy selalu melarang kami melakukan malam pertama. setidaknya beri kami Alasannya mom. " keluh Elvan yang lagi-lagi mendengar mommy nya melarangnya membuka segel sang istri.


"percayalah pada mommy ini semua demi kebaikan kalian. Besok Aida harus ikut ke perusahaan jadi dia harus beristirahat yang cukup. Setelah besok, mommy tidak akan melarang lagi, son. Mommy hanya melakukan yang terbaik untuk kalian. itu saja" Ujar Faza , dia lalu segera pergi dari sana tanpa memberi alasan apapun.


Setelah kepergian mommy nya, Elvan segera menarik tangan Aida dan membawanya ke kamar. Aida menurut dan mengikuti kemana sang membawanya pergi. Sebenarnya apa yang membuat mommy Faza melarang mereka untuk segera melakukan malam pertamanya. Dia hanya melarang tanpa memberi mereka jawaban. Dan itu membuat pasangan pengantin baru itu penasaran.


Sesampainya di kamar, Elvan segera mengunci kamar mereka. Dan langsung membuka semua penutup kepala yang menutupi wajah dan kepala Aida. Dia langsung menyambar bibir mungil istrinya itu dengan sebuah ciuman panas dan sangat kasar. Aida yang tak siap pun memukul-mukul tubuh Elvan yang sudah seperti kesetanan.


"Mas, lepas... lepas. "


Elvan tak mengiraukan pukulan Aida hingga pukulan itu berhenti dan dia tak lagi merasakan pukulan dari Aida, namun tiba-tiba dia merasakan rasa asin dalam ciumannya. Elvan menghentikan cumbuannya dan melihat apa yang terjadi. Dan ternyata yang terjadi adalah istrinya itu sedang menangis.


Elvan langsung merasa bersalah, karena sudah membuat istrinya menangis. Dia langsung menarik tubuh Aida ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Maafkan Aku... maafkan aku... " ucap Elvan berkali-kali sambil sambil memeluk istrinya.


"Kamu jahat, kenapa kamu kasar sekali kepadaku. Aku takut. " ucap Aida di dalam pelukan suaminya.


"Maafkan aku... " hanya itu yang bisa Elvan katakan saat ini. Karena dia benar-benar merasa sangat bersalah.


Masih dalam posisi berpelukan, Elvan membawa istrinya itu duduk tepi ranjang. Setelah itu dia baru melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang jatuh dipipi mulus istrinya.


"Memangnya apa yang terjadi kepadamu, " tanya Aida sambil menahan isakannya.


Melihat tubuh Aida yang masih terisak membuat Elvan semakin merasa bersalah.


"Maafkan aku, karena kesal kepada mommy kamu menjadi korban pelampiasan kekesalanku. " kata Elvan penuh penyesalan.


Aida langsung menatap wajah suaminya itu yang sepertinya memang benar-benar menyesal. Dia lalu menggenggam tangan suaminya dan mengusapnya dengan lembut. Walau hatinya masih sakit, tapi dia harus menenangkan hati suaminya.


"Jadi hanya karena kekesalanmu kepada mommy membuat suamiku menjadi seperti ini dan menyakiti ku? "


Elvan mengangguk lemah dan menunduk." Maaf. " lagi-lagi kata maaf itu terucap dari bibir Elvan.


"Mas, mungkin bukan maksud mommy melarang kita melakukan hubungan itu. Tapi ada sebuah alasan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Kita ambil sisi positifnya saja, mas. Lagi pula benar kata mommy, besok aku harus ikut denganmu ke perusahaan. Karena itu aku butuh istirahat untuk menyiapkan mentalku besok. Jangan menjadi kesal karena larangan mommy, kita ambil sisi positifnya. Oke. " Aida menenangkan suaminya yang tadi memang terlihat sangat marah dan kesal hingga dia sampai menyakitinya


Elvan mengangguk, dia akhirnya bisa menghilangkan rasa kesal itu.


"Sekarang kita istirahat dulu, ya. Mommy tadii juga bilangkan, kalau kita bisa melakukannya setelah masalah di perusahaan selesai. Dan beliau tidak akan melarang lagi. Jadi... " Aida menggantung kalimatnya.


Elvan tersenyum mendengar godaan istrinya itu.


"Jadi, ayo sekarang kita istirahat. " katanya kemudian membawa Aida berbaring dan segera memelukanya.


"Terima kasih, kau memang yang terbaik bisa mengobati kekesalanku dalam sekejap dan memaafkan aku yang sudah menyakiti mu tadi. " kata Elvan sambil menyentuh bibir Aida yang sudah menjadi korban kekesalannya tadi.


"Bukankah suami istri itu harus saling memaafkan dan saling mengerti? "

__ADS_1


Mendengar itu, Elvan semakin mengeratkan pelukannya kepada sang istri.


__ADS_2