Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Obrolan Para Wanita


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Setelah hari itu, Aida benar-benar menjadi Nyonya Muda Elvan seutuhnya. Seluruh keluarga juga sangat menyayanginya, mereka tidak membandingkan yang namanya anak maupun menantu. Dan menganggap menantu keluarga Khan yaitu Aida dan Najwa seeprti anak sendiri.


Ya Rafa dan kedua orang tuanya juga sudah membawa Najwa kembali ke negaranya sebagai salah satu anggota keluarga Khan dan Akbar. Dan tinggal di kediaman orang tua Rafa sebagai menantu mereka.


Kehidupan yang harmonis, itulah yang dapat kita rasakan saat melihat keluarga besar itu. Tidak ada masalah didalamnya maupun perebutan kekuasaan, karena semua menerima jatahnya masing-masing sesuai porsi mereka. Dan terserah mereka mau mengembangkan nya sebesar apa untuk keluarga mereka kelak tidak ada yabg melarang, dan hanya dukungan yang mereka berikan. memberikan solusi untuk semua kemungkinan.


Pagi ini, seperti biasa Aida akan menyiapkan pakaian untuk suaminya bekerja. Kini dia sudah tidak canggung lagi menghadapi suaminya yang sempurna dan over posesif itu. Bahkan dengan senang hati dia selalu melayani kebutuhan lahir dan batin suaminya tanpa ada rasa keberatan sama sekali. Terkecuali saat dia merasa tidak enak badan, maka dia akan mengatakan terlebih dulu sebelum sang suami memintanya.


"Malam ini bersiaplah aku akan mengajakmu makan diluar, kita akan menghadiri pertemuan dengan rekan bisnisku." ujar Elvan saat sang istri memakaikannya dasi.


"Jam berapa? " tanya Aida sambil menepuk-nepuk kemeja sang suami yang sudah berbalut dasi


" Nanti jam tujuh, sayang. Setelah aku pulang kerja. " jawab Elvan.


"Baiklah, Aku akan bersiap nanti. " kta Aida sambil tersenyum kearah suaminya.


"Kau tampak pucat pagi ini, apa kau baik-baik saja. " Tanya Elvan saat melihat sesuatu yang berbeda diwajah dang istri


Elvan tahu, istrinya ini tidak pernah mengeluh meskipun dia lelah atau merasa sakit, jika tidak ditanya olehnya maupun salah satu anggota keluarga yang merasakan perbedaan Aida. Dia tahu Aida tidak ingin membuat semua orang khawatir. Karena sikap Aida inilah yang membuat semua orang harus lebih peka dengan perubahan pada diri Aida. Terutama suaminya.


"Tidak apa, mas. Mungkin aku hanya lelah. " Jawab Aida.


"Apa aku sudah membuatmu kelelahan semalam?" tanya Elvan lagi, karena dia takut karena ulahnua itulah membuat sang istri menjafi seperti ini.


"Tidak, semalam aku baik-baik saja. Taoi entwh kenapa, tadi setelah sholat subuh tubuh ku terasa lemas sekali. "


Seperti inilah Aida, jika tidak dicecar pertanyaan dia tidak akan mengatakan apa yang dia rasakan. Padahal selama ini, Elvan selalu mengatakan kepadanya agar mengatakan apapun yang dia rasakan dan jangan memendamnya sendiri. Tapi dasarnya Aida, dia selalu merasa baik-baik saja walau tubuhnya sedang merasa tidak nyaman.


"Di periksa Zia, ya. " tawar Elvan.

__ADS_1


Aida menggeleng. " Nggak usah, mas. Aku baik-baik saja. Nanti setelah sarapan dan mengantarmu ke depan, aku akan meminta ijin kepada mommy untuk istirahat. " ujar Aida.


"Baiklah kalau begitu, hubungi aku kalau kau merasa tidak nyaman. " kata Elvan memperingatkan.


"Iya, sayang. Kenapa sekarang kau jadi cerewet sekali sih, seperti mommy. " ujar Aida sambil terkekeh.


"Hei, dia itu ibu mertuamu. " balas Elvan sambil mencubit hidung Aida. Lalu menutup wajahnya dengan cadar nya.


"Ayo, kita sarapan. " Elvan merangkul pinggang sang istri dan membawanya keluar dari kamar.


Saat yang paling menyenangkan di keluarga ini, adalah saat sarapan. Karena mereka semua akan berkumpul dan berbincang hangat sebelum berangkat ke tempat kerja masing-masing. Seperti saat ini, bahkan Rafa dan Najwa sudah berada di mansion untuk ikut sarapan bersama mereka. Entah apa yang mereka berdua lakukan di mansion ini pagi-pagi.


"Tumben ikut sarapan bareng, apa mama Zoya tidak masak. " celetukan itu keluar dari mulut Ryder orang paling usil dan cerewet di mansion ini.


Rafa yang mendapat sindiran hanya memutar bola matanya malas. " Najwa ingin bersama Aida hari ini. Jadi aku mengantarkan nya kemari. Sekalian ikut sarapan. Boleh kan, mom. " Tanya Rafa setelah menjelaskan kedatangannya kemari.


"Tentu boleh dong, sayang. Kalian semua kan juga anak kami. " jawab mommy Faza.


Mendengar ucapan dari Elvan, sontak semua mata menatap Aida yang sedang mengunyah makanannya. Dia sepertinya tidak memperdulikan pembicaraan semua orang dan fokus dengan makanannya.


"Apa benar sayang, kamu sedang tidak enak badan. " tanya Faza.


"Tidak, mom. Aku hanya merasa lemas saja. Karna itu, pagi ini aku makan banyak. Barangkali bisa memulihkan keadaan ku. " jawab Aida.


Semua orang setuju dengan ucaoan Faza, bahkan suaminya sendiri tidak sadar kalau istrinya makan banyak pagi ini.


"Enggak kok, kak El. Aku cuma mau ngajak kak Aida ngobrol aja." Najwa membalas ucapan kakak iparnya itu.


"Ya, sudah kalau begitu. Nanti kalau masihmerasa tidak enak badan telpon aku pokoknya, ya. " kata Elvan kepada istrinya.


Setelah sarapan para wanita mengantarkan suaminya masing-masing sampai masuk ke dalam mobil. Setelah itu mereka kembali masuk ke dalam mansion saat mobil mereka sudah tak terlihat lagi.

__ADS_1


Kini yang tersisa di mansion itu hanya Faza, Aida dan Najwa. Mereka sedang berkumpul di ruang keluarga sekarang dan mengobrol dengan santai


"Mama Zoya tidak kemari." tanya Aida.


"Mungkin sebentar lagi, setelah papa berangkat. Tadi mama mengatakan seperti itu. " jawab Najwa.


"Ini sudah bulan ketiga kalian menikah. Apa tidak ada rencana bulan madu? " tanya Faza kepada kedua menantunya.


"Tidak mom, mas El sepertinya sangat sibuk. Kh, iya mom. Mungkin nanti malam kami tidak makan di rumah, karena mas El mengajakku mengahadiri pertemuan. " ujar Aida.


"Baiklah, Ai. Temani suamimu dipertemuan apapun, agar mereka tau kalau Elvan sudah punya istri. " kata Faza ambigu.


"Maksudnya mom. " tanya Aida tidak mengerti.


"Ya, Elvan kan tampan, dia juga calon pemegang kursi perusahaan menggantikan daddynya. Jadi, sudah pasti diluat sana banyak rekan bisnis nya yang menyodorkan anak ataupun saudaranya untuk menjodohkan mereka. Seperti kasus Anita kemarin. ' Ujar Faza sambil menghela nafasnya.


"Kalau Elvan kamu dampingi, pasti mereka tidak akan menyodorkan wanita-wanita itu kepada anak mommy itu. " kata nya lagi.


Kini Aida mengerti, seberapa besar peran suaminya di dunia bisnis. Sehingga banyak orang yang mendekatinya untuk mendapat keuntungan darinya.


"Masalah bulan madu yang mommy katakan tadi, memang sangat sulit menyelakam waktu untuk hal Itu. Apalagi suamimu adalah calon penerus perusahaan. Seperti daddynya dulu. Mommy dulu juga tidak pernah merasakan yang namanya honeymoon. Karena keadaan daddy Murad kalian pasca kecelakaan, dan setelah sembuh langsung kembali ke perusahaan. " Keluh Faza


"Memangnya cuma kamu saja yang tidak pernah merasakan honeymoon? Aku juga tau. " Terdengar suara Zoya menyahuti ucapan Faza.


"Ya, nasib para istri yang suminya workaholic. ' kata mereka terkekeh.


"Lalu bagaimana, dengan mommy Zahra. "


"Kalau dia sudah hampir honeymoon waktu itu, iya kan, Za. Tapi keburu ketahuan hamil, jadi acara honeymoon mereka dibatalkan. " kaya Zoya lagi.


Mengingat hal itu, membuat mereka berdua terkekeh geli. merasa lucu dsn bahagia secara bersamaan.

__ADS_1


"Terus saja ngomongin orang ya. Pagi-pagi sudah gibah. " celetukan itu terdengar dari seseorang yang baru datang.


__ADS_2