
Setelah acara pertemuan selesai mereka melanjutkannya dengan acara makan malam. Elvan sedang duduk dengan diapit oleh Ryder dan Leo, sedangkan beberapa pengawalnya berpencar untuk mengamati setiap gerak gerik tamu yang ada. Terutama pada Alex dan Anita, karena mereka sedang membuat masalah dengan perusahan Khan. Jadi tidak ada kemungkinan, kalau mereka akan berbuat masalah disini.
Di meja lain Alex sedang berbincang dengan rekan bisnisnya yang lain dan sesekali melirik ke arah Elvan. Sedangkan Anita sedang pamit ke toilet. Semua gerak geriknya diikuti oleh mata pengawal Elvan yang sedang mengawasinya tanpa mereka berdua sadari.
Anita tidak jadi ke toilet, melainkan menemui seorang pelayan yang akan dia bayar untuk memberikan sebuah minuman kepada Elvan atau Ryder.
"Berikan minuman ini kepada tuan El. " kata Anita memberikan sebuah minuman kepada pelayan.
"Maaf nona ini apa? " tanya pelayan takut.
"Kamu tidak perlu tau, cepat berikan saja nanti ini kepada tuan El. Tidak akan ada yang tahu. " kata Anita sedikit melotot kearah pelayan itu.
"Tapi saya takut, tuan El bukanlah orang biasa nona. " kata Pelayan itu lagi.
"Tidak akan ada yang mengetahui tentang perbuatanmu ini. " Anita sedikit memaksa sambil memberikan segepok uang di saku pelayan itu.
Pelayan itu tidak bisa menolak, meskipun takut. Pelayan wanita itu segera berjalan menuju meja Elvan.
Pengawal yang tau akan hal itu langsung memberitahu Leo, kalau salah satu minuman yang dibawa pelayan barusan adalah minuman yang diberikan oleh Anita.
Leo mengerti, kemudian dia segera memberitahu kepada kedua tuan mudanya itu untuk tidak minum sembarangan. Karena salah satu dari minuman ini sudah dicampur obat. Entah obat apa yang dicampur kepada minuman mereka, tapi mereka akan segera tahu nanti.
"Dasar wanita ular." desis Ryder.
Akhirnya tak satupun dari mereka yang menyentuh atau memakan makanan dan minuman yang ada di hadapan mereka dan lebih memilih mengobrol dengan yang lainnya
Anita yang melihat minuman yang diberikan kepada Elvan tak tersentuh sedikitpun merasa sangat kesal dan langsung menegak minuman yang ada dihadapannya.
Leo tersenyum tipis melihat hal itu. "Sudah beres tuan. " kata Leo kepada Elvan.
"Bagus, persiapkannya semuanya dan jangan lupakan ambil foto dan video semua perbuatannya itu. " ujar Elvan memberi perintah.
"Baik, tuan. "
"Kalau begitu sebaiknya kita segera pergi dari sini dan mencari makan malam di luar. Setelah itu kita pulang, aku sudah merindukan istriku. " ucapnya sambil membayangkan wajah istrinya.
Mereka segera beranjak dari tempat pertemuan setelah berpamitan kepada perwakilan perusahaan lainnya.
__ADS_1
Alex yang melihat kepergian Elvan memicingkan matanya. "Kenapa tidak terjadi apa-apa pada pria itu? Apa Anita gagal lagi? " gumam Alex.
Setelah berhasil keluar Elvan, Ryder dan yang lainnya segera menuju sebuah restoran saat perjalanan pulang karena perut mereka juga merasakan lapar.
Di tempat pertemuan. Anita sudah merasakan kepalanya terasa sangat berat. Dia segera meninggalkan tempat pertemuan menuju kamar yang sudah dipesannya tadi. Alex yang melihat sesuatu yang aneh terjadi kepada adik iparnya segera menyusulnya.
Anita melewati lorong menuju ke kamarnya dengan tubuh yang sudah merasa kepanasan. Alex terus mengikutinya, dan melihat Anita hendak membuka pakaian yang dia pakai. Alex membelalakkan matanya dan langsung berlari mendekatinya.
"Hei, apa yang kau lakukan. " sentak Alex menutup kembali pakaian Anita.
"Tuan El, aku sangat mengagumimu. Ayo kita menghabiskan malam ini bersama dengan bercinta. " Racau Anita dengan wajah yang sudah memerah dan terus mengendus tubuh Alex.
"Apa yang kau minum bodoh. Aku bukan Elvan aku Alex,sadarlah." gumam Alex sambil menggendong Anita menuju kamarnya.
Saat tiba di kamar Anita, Alex segera Melemparkan tubuh Anita ke tempat tidur, dan melihat apa yang dilakukan oleh adik iparnya itu.
"Awh, Kak Alex." pekiknya saat dia mulai sadar.
"Apa yang kau lakukan, Hah. " kata Alex menatap Anita dengan tatapan yang entah.
"Bodoh." Akhirnya Alex membantu Anita melampiaskan seluruh hasratnya malam ini. Karena ini bukan pertama kalinya mereka melakukannya, jadi Anita sudah merasa terbiasa bercinta dengan kakak iparnya.
Sedangkan Leo sudah mendapatkan informasi apa yang terjadi pada kedua orang itu. Dan segera melaporkannya kepada Elvan.
"Menjijikkan, wanita seperti itu mau dia lemparkan kepadaku. Melihatnya saja sudah membuatku sakit mata. " Kata Elvan sambil menghabiskan makan malamnya.
"Kau benar, ternyata mereka berdua sangat licik. Bahkan mereka berdua memiliki hubungan terlarang dibelakang istri dan kakaknya. " Ryder jadi bergidik membayangkan apa yang dilakukan mereka berdua saat ini.
"Simpan saja bukti perselingkuhan mereka berdua Leo. Suatu hari nanti pasti akan berguna. " ujar Elvan.
"Baik, Tuan. "
Elvan sangat bersyukur karena dia tidak sampai jatuh ke dalam permainan mereka. Dan mengikuti perintah daddynya untuk membawa beberapa pengawal. Jika tidak, dia akan mengecawakan seluruh keluarga nya terutama istrinya. Dan dia tidak ingin itu terjadi.
Setelah selesai makan malam, mereka bertiga segera kembali ke mansion. Karena Elvan tidak mau menginap di hotel, walau waktu sudah sangat larut. Dia ingin pulang, karena sudah sangat merindukan istrinya itu. Dan tadi dia mengatakan kalau akan pulang meski larut malam.
Mobil yang mereka kendarai sampai di mansion pada pukul sebelas malam. Dan mungkin semua orang sudah terlelap menggapai mimpinya.
__ADS_1
"Leo, kau tidurlah di paviliun. Dan langsung berangkat kerja dari sini saja besok. Bukankah ada beberapa pakaian mu disana? " kata Elvan.
"Iya, tuan. " jawab Leo singkat seperti biasa.
"Beristirahatlah, dan sampai jumpa besok. "
Elvan dan Ryder segera masuk ke dalam mansion, sedangkan Leo menuju paviliun yang berada di samping mansion utama, tempat yang disiapkan khusus untuk tamu yang menginap.
Sesampainya di kamar, Elvan melihat istrinya tidak ada dikamar. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar. Dan dilihatnya sang istri sedang terlelap diatas sofa malas di sudut kamarnya. Entah apa yang dilakukan Aida malam itu hingga dia tertidur disana, karena Elvan sudah memberitahunya kalau dia akan pulang larut.
Elvan mendekat, dan melihat apa yang dilakukan istrinya sebelum ketiduran disana. Karena banyak kertas yang berceceran disana. Dia lalu mengambil sebuah kertas dan melihat apa yang digambar istrinya. Ternyata adalah sketsa wajahnya
"Ternyata kau suka menggambar. Aku baru tahu. " gumam Elvan.
Elvan lalu menggendong tubuh Aida dan memindahkannya diatas tempat tidur. Setelah itu dia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kemudian dia membaringkan tubuhnya disamping sang istri, dan memeluknya.
Aida yang merasakan pergerakan dan sesuatu yang memeluknya segera membuka matanya.
"Mas. kau sudah pulang? " tanya Aida dengan suara serak khas bangun tidur.
"Iya, tidurlah. Ini masih larut. " jawab Elvan dengan suara yang sudah berat.
"Jam berapa ini? " Aida mengambil ponselnya dan melihat waktu masih jam dua belas malam.
Dia kemudian berbalik dan membalas pelukan suaminya. Elvan tersenyum saat melihat Aida bersikap demikian.
"Aku merindukanmu. " Kata Aida sebelum dia kembali memejamkan mata.
Namun rindu yang dicerna oleh otak Elvan bukanlah rindu dalan hal biasa. Tapi rindu yang lainnya.
"Ayo, aku akan mengobati rindumu itu, sayang. " kata Elvan dengan semangat.
"Mas, apaan sih, aku rindu karena nggak ketemu kamu seharian ini. Bukan rindu begituan. " Kata Aida sambil mencebikkaan bibirnya saat melihat suaminya dengan semangat melucuti pakaiannya.
"Terserah, rindu seperti apa yang kau rasakan. Tapi sejak tadi aku juga sangat merindukanmu. Adikku ingin terlelap didalam huniannya. "
Dan malam itu, meski dengan keadaan mengantuk Aida tetap melayani suaminya sedangkan Elvan yang awalnya sudah lelah berubah jadi sangat bersemangat menggarap ladangnya di waktu yang sudah sangat larut.
__ADS_1