Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Periksa Kandungan


__ADS_3

Setelah mengetahui kabar kehamilan Aida, Faza akan ikut bersama Zia ke rumah sakit dengan membawa pakaian ganti untuk Elvan dan Aida. Sedangkan Murad dan Ryder juga ikut bersama mereka untuk melihat keadaan Aida sebelum berangkat ke perusahaan. Semua saudara belum diberi tahu tentang kabar bahagia ini. Mereka akan memberitahu kabar kehamilan Aida nanti setelah memastikannya dengan pemeriksaan hasil USG.


Di rumah sakit. Aida yang sudah bangun sejak tadi merasa terkejut karena saat dia membuka mata, dia merasa ada di tempat asing. Dia lalu menoleh kesamping kanannya ternyata sang suami sedang tertidur di sampingnya dengan posisi memeluk perutnya. Aida ingin menyentuh rahang kokoh itu, namun saat dia menggerakkan tangannya terasa ngilu. Hingga membuatnya berdesis.


Ssshhh.


Elvan yang mendengar suara desisan dari istrinya segera membuka mata, dan memeriksa tubuh Aida.


"Mana yang sakit sayang. " tanya nya panik.


Aida menggeleng melihat kekhawatiran Elvan kepadanya. Ternyata suaminya sangat mengkhawatirkannya.


"Aku nggak apa-apa mas. Tadi aku mau membangunkan mu pakai tangan kiri, ternyata tangan kiriku ada infusnya. " Ujar Aida menenangkan suaminya yang sangat khawatir.


"Syukurklah, kalau tidak apa-apa aku sangat mengkhawatirkan kalian. " ucao Elvan tanpa sadar.


"Kalian? Siapa? " tanya Aida bingung.


Elvan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum garing kepada istrinya.


"Ini... " Elvan akhirnya mengusap perut Aida dengan lembut.


Aida yang tidak mengerti hanya mengerutkan keningnya. Karena dia merasa sangat bingung. Elvan langsung menggenggam tangan Aida lalu menciumnya dan mencium perutnya dengan penuh kasih sayang


"Disini, sudah tumbuh buah cinta kita sayang. " ujar Elvan lembut. "Karena itu aku mengkhawatirkan keadaanmu dan calon bayi kita. " kata Elvan lagi.


Aida menutup mulutnya tak percaya. Suaminya itu pasti bercanda. Dia mengucapkan itu tidak serius kan? Itu artinya dia tidak berbohong kan?


Elvan mengagguk melihat respon dari istrinya. Karena dia sendiri tidak menyangka akan diberi kepercayaan secepat ini.


"Kau tidak bohong kan mas? " ujar Aida masih tak tak percaya.


Elvan menggeleng. "Tidak, sebentar lagi Zia datang dan kita akan memeriksalan kandunganmu ke dokter kandungan. " kata Elvan.


Setetes air mata jatuh di pipi Aida saat mendengar kan keadaannya saat ini. Dia ssngat bersyukur karena telah diberi kepercayaan secepat ini oleh Tuhan.


"Hei kenapa menangis? " tanya Elvan sambil mengusap wajah istrinya yang meneteskan airmata nya.


"Aku bahagia mas. "


Elvan lalu mendudukkan Aida yang sejak tadi berbaring lalu memeluknya dengan erat memberikan ketenangan kepada istrinya saat ini.

__ADS_1


"Aku juga bahagia, sangat bahagia. Karena penerusku ada disini. " kata Elvan sambil mengusap perut istrinya.


"Terima kasih. " sebuah kecupan Elvan hadiahkan di puncak kepala istrinya.


Elvan merasakan sebuah anggukan kecil di dalam peluknnya. Dan dia merasa senang, lalu melepaskan pelukannya.


"Aku mandi dulu, ya. Setelah itu aku akan mencari sesuatu di luar untuk sarapan. " kata Elvan.


Aida hanya mengangguk dan tersenyum.


Elvan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dan tak lama keluar dengan dengan menggunakan bathrobe saja. Dia lupa kalau dia tidak membawa pakaian ganti, dan adiknya belum datang.


"Kenapa hanya memakai itu? " tanya Aida sambil menunjuk apa yang di pakai suaminya.


"Aku lupa tidak membawa pakaian ganti. Tunggu sebentar aku akan menghubungi Zia untui segera datang. " kata Elvan sambil membuka ponselnya.


Tak lama dia pun mematikan panggilan.


"Kenapa? " tanya Aida.


"Mereka sudah ada di parkiran rumah sakit. " jawab Elvan dan kembali menyimpan ponselnya.


Dia lalu duduk disamping istrinya, lalu memakaikan hijabnya kepada sang istri..


Aida hanya mengangguk menanggapi.


Benar saja tak lama terdengar pintu di ketuk, Elvan segera membuka pintu hanya dengan menunjukkan wajahnya saja. Dirasa yang datang adalab keluarganya maka dia langsung mempersilahkan mereka masuk.


"Kenapa kau hanya memakai itu, Son." Tanya mommy Faza saat melihat tubuh anaknya berbalut bathrobebathrobe.


"Aku habis mandi dan lupa kalau tidak membawa pakaian ganti. " jawab Elvan sambil nyengir kuda.


Zia langsung memberikan paperbag yabg dia bawa kepada kakaknya. 'Ini kwk. Cepat ganti pakaian mu. "


Mereka segera menghampiri Aida, sedangkan Elvan segera kembali ke kamar mandi.


"Hallo, sayang. Bagaimana keadaanmu. Maaf mommy baru tahu pagi ini dari Zia. " ujar momny Faza sambil memeluk menantunya.


"Aku sudah baik-baik saja kok, mom. " jawab Aida yang sangat bahagia karena mertuanya sangat baik dan menyayangi nya.


Murad dan Ryder juga menyapa Aida sepeti biasa. Mereka tidak akan melakuakan lebih dsri menyapa, jika tidak sang singa jantan akan marah.

__ADS_1


Elvan keluar dari kamar mandi dengan tampilan segar dengan kaos putih dan celana pendek yabg senaada.


"Maaf aku akan membersihkan tubuh Aida dulu, sebelum ke ruang pemeriksaan. " ujar Elvan memotong pembicaraan mereka.


Semuanya menoleh kearah Elvan yang sudah telihat tampan itu, dan hanya menggelengkan kepala mereka melihat sikap Elvan yang sangat perhatian dan juga posesif.


Mereka mempersilahkan Elvan membawa istrinya ke kamar untuk dibersihkan.


Sedangkan diluar, semua orang mulai membicarakannya


"Aku tidak menyangka ternyata si mulut pedas itu bisa sebucin itu kepada istrinya. " kata Murad.


"Daddy tidk tahu saja apa yang dilakukan kakak semalam di perjamua. " ujar Ryder.


"Memangnya apa yang sudah dia lakukan. " kini momny Faza yang menyela.


"Dia mempermalukan beberapa gadis yang sudah mengganggu kak Aida. "


Ryder lalu menceritakan kejadian di perjamuan semalam, hingga kakak iparnya pingsam saat keluar dari ruang pertemuan.


"Memang sudah benar apa yang dilakukan oleh Elvan. Alu sendiri akan marah jika istriku akan dilecehkan seperti itu. " Kata Murad yang ikut merasa geram dengan apa yang menimpa menantunya semalam.


Elvan keluar dengan menggendong Aida yang sudah melepas infusnya dibantu Zia tadi. Setelah itu Faza segera menyuruh Elvan untuk sarapan. Sedangkan dia akan menyuapi menantunya itu. Awalnya Aida menolak, tapi Faza bukanlah orang mudah menerima penolakan. Hingga akhirnya dia mau disuapin ibu mertunya.


Setelah selesai sarapan Zia segera meminta seorang perawat mengambilkan kursi roda. Dan mendudukkan Aida disana. Kemudian mereka segera pergi ke ruangan dokter kandungan untuk memeriksa keadaa Aida. Zia, Elvan dan Faza ikut masuk kedalam ruangan.


Tapi tidak dengan Murad dan Ryder yang menunggu di luar ruangan dan menjadi perhatian para ibu hamil disana. Pasalnya kedua pria beda usia itu terlihay sangat tampan dibanding suami mereka sendiri. Apalagi sebagian dari mereka ada yang mengenali sosok Murad sebagai pemegang perusahaan Khan saat ini.


Di dalam pemeriksaan tenyata dokter Alena yang akan menangani pemeriksaan Aida. Setelah bertanya hasil tes darah semalam, dia langsung meminta Aida untuk berbaring. Dan dokter Alena segera mengecek kondisi di dalam rahim nyonya muda itu.


"Kandungannya sehat, hanya kondisi mommynya saja yang lemah. Dengan menjaga asupan gizi maka nanti kondisi ibu dan anaknya akan berkembang baik. " jelas dokter Alena.


Semuanya mengangguk mengerti.


Dokter Alena kembali memeriksa, berkali-kali dia mengernyitkan keningnya dengan apa yang dia lihat.


"Apa anda melihatnya dokter Zia? " Dokter Alena melemparkan pertanyaan kepada Zia.


"Iya. " jawab Zia dengan tersenyum lebar.


"Aku akan memiliki keponakan kembar. " ucapnya dengan sangat bahagia.

__ADS_1


Mendengar itu Elvan dan Faza langsung menoleh kepada Zia


Dan Zia menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan jangan lupakan senyumannya itu yang tak lekang dari bibirnya.


__ADS_2