Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Gibahan Para Istri


__ADS_3

Sesampainya di perusahan, para petinggi keluarga Khan langsung melakukan rapat dengan para pemimpin divisi di setiap bagian untuk melaporan apa yang terjadi. Banyak laporan yang mengeluhkan tentang kerjasama mereka dengan perusahaan Alex. Karena sepertinya banyak kecurangan yang sudah mereka lakukan. Sedangkan dengan perusahaan lain tidak ada laporan berarti.


Semua orang mengangguk mengerti, terutama petinggi perusahaan itu. Dan mempersilahkan mereka untuk kembali tempat kerja masing-masing.


"Bagaimana? " tanya Murad kepada anggota keluarga yang masih ada diruang rapat.


"Kemungkinan ini sudah kita duga sebelumnya. Dia tidak melakukannya langsung pada saat itu, tapi melakukannya bertahap. Sampai menunggu kita lengah. " kata Rayyan.


"Kau benar, dan kini saatnya kita juga harus bergerak, perbuatannya ini tidak bisa dibiarkan. " Sahut Ezra.


Murad mengangguk mengerti. Karena saat ini dialah yang harus mengambil keputusan apa yang harus merrka lakukan kepada Alex karena sudah berani bermain-main dengan mereka.


"El, hari ini selain bersama Leo, ajak Ryder bersamamu. Daddy takut terjadi sesuatu kepadamu. Karena kamu adalah calon penerus perusahaan ini, daddy takut ada yang akan berbuat curang selama pertemuan nanti. Masalah perusahaan biar kami bertiga yang menangani. " kata Murad.


"Baik, dad. " Elvan


"Ry, jaga kakak mu. Jangan sampai lengah. Dan bawa beberapa bodyguard juga untuk menjaga kalian. " Baik dad.


"Baik, dad. " Ryder.


Elvan, Ryder dan Zia memang kembar tiga, namun mereka bertiga bukalah kembar identik yang sama persis. Mereka bertiga memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan garis wajah mereka bertiga.


Elvan, Ryder dan Leo segera pergi menuju ke pertemuan para pengusaha yang akan di adakan diluar kota. Sedangkan para tetua mulai memikirkan rencana untuk menghentikan perbuatan Alex yang tidak bisa dibiarkan.


Aida berada di dalam kamarnya, dia sebenarnya merasa bosan, dan ingin keluar hanya untuk menghirup udara segar. Ingin mengatakan kepada suaminya tapi dia tidak memiliki keberanian, karena takut. Karena Suaminya itu sangat posesif kepada dirinya.


Dia lalu menghubungi Najwa, dan mengajaknya untuk bertemu. Najwa pun menyetujui dan mengajak bertemu di gazebo taman belakang mansion.


"Mau kemana, sayang?" tanya Faza saat melihat Aida keluar dari lift.


"Mau ke gazebo belakang, mom. Bertemu dengan Najwa. "


"Oh, ya sudah. "


Aida segera ke belakang menemui Najwa tapi sebelumnya dia meminta kepada pelayan untuk membuatkan mereka minuman dan membawakan camilan untuknya dan Najwa.


Di gazebo, Najwa ternyata sudah datang. Dia sedang melihat ikan hias yang sedang berlenggak lenggok mengitari kolam ikan.

__ADS_1


"Wa..." sapa Aida saat sudah sampai


"Kak Aida. "


Mereka lalu duduk disana dengan dan berbincang seperti biasa. Karena memiliki bahasa yang sama jadi tidak membuat Mereka kesulitan untuk mengerti. Hingga makanan dan minuman mereka datang.


"Sebenarnya aku bosan, Wa. Aku ingin sekali keluar jalan-jalan melihat keindahan kota ini. Tapi kau tahu sendiri kan mas Elvan itu seperti apa. Dia sangat posesif." keluh Aida.


"Iya, kak El memang sangat posesif. Dia bahkan tidak ingin wajah kakak dilihat oleh daddy Murad." Kata Najwa sambil menggelengkan kepalanya.


"Entahlah aku harus bangga atau... "


"Tentu saja kakak harus bangga karena itu artinya kak El sangat mencintaimu. Dan tidak ingin berbagi dengan yang lain. " sela Najwa sebelum Aida menyelesaikan kalimat nya.


Aida mengangguk dan tersenyum.


"Kak, apa kak merasakan bagaimana ciri saat awal kehamilan?" tanya Najwa tiba-tiba.


"Aku tidak merasakan apa-apa. Hanya kemarin saja aku merasa tidak enakan makan selama beberapa hari, dan tiba-tiba pusing hingga kau sendiri tahu apa yang terjadi. " jelas Aida.


Najwa mengangguk. Memang selama awal kehamilan Aida tidak ada yang aneh. Bahkan sekarang dia tidak melihat kakaknya itu merasakan morning sickness.


"Entahlah kak, Kau sudah telat hampir satu minggu ini. Tapi aku belum bilang ke mas Rafa. Nanti kalau sudan telat dua minggu aku akan mengatakan ke mas Rafa dan meminta dibelikan testpack. Jika bilang sekarang, aku takut akan mengecewakan keluarga. " kata Najwa.


"Wah, memangnya kalian sudah melakukannya? Aku kira belum. Karena semua orang mengatakan Rafa itu pria es. " Kata Aida terkekeh.


"Awalnya aku juga mengira begitu. Tapi setelah mengenalnya lebih jauh, ternyata dia sangat menyebalkan dan jahilnya minta ampun. Luarnya saja dia memasang wajah datar. Tapi kalau sudah berdua, ingin aku tutup itu mulut yang nggak mau diem. " kata Najwa sambil membayangkan suaminya yang sangat menyebalkan.


Aida terkekeh mendengar cerita Najwa. Dia tidak mengira kalau ternyata Rafa memiliki sisi lain yang berbeda dari yang mereka lihat.


"Sama seperti kak Ryder dong. " tanya Aida.


"Hampir mirip. Tapi kalau kak Ryder kan orangnya memang terlihat sangat jahil. Lha suamiku luarnya aja berwajah datar dan cueknya minta ampun. Tapi aslinya.... " Najwa menggelengkan kepalanya.


Aida makin tertawa mendengarkan cerita Najwa. Mereka tidak sadar kalau saat ini mereka sedang membicarakan sifat suami masing-masing. Yang dianggap biasa saja selama tidak mengumbar aib atau kegiatan ranjang mereka.


"Aku tiba-tiba pengen ngarujak. Ayo kita bikin rujak enak kayaknya, Wa. " kata Aida saat tiba-tiba membayangkan aneka buah-buahan yang dicocol dengan bumbu gula merah.

__ADS_1


"Ayok lah. Kita lihat buah apa yang ada didapur. "


Mereka berdua segera pergi ke dapur dan melihat ada buah apa saja yang ada di lemari es. Para pelayan merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh kedua nona muda itu. Mereka ingin membantu, tapi mereka menolaknya. Hingga Faza akhirnya keluar dari kamar saat mendengar suara berisik didapur.


"Ada apa ini? " tanya Faza.


"Mom, kami mau bikin rujak. Mommy mau ikut gabung? " tawar Aida yang sedang mengupas buah sedangkan Najwa dia sedang mengulek gula merah.


"Apa itu rujak?' tanya Faza yang memang tidak pernah makan rujak.


"Rujak itu salad buah dalam bahasa Indonesia mom. " kata Aida sambil terkekeh saat menjelaskan tentang rujak.


"Baiklah, mommy akan bergabung dengan kalian. Tapi tunggu dulu mommy akan mengajak kak Zoya dan Kak Zahra.


Aida dan Najwa saling berpandangan. Sepertinya kalau membuat sedikit tidak akan cukup. Akhirnya mereka meminta para pelayan untuk mengupas buah dan mengulek bumbu agak banyak.


Dan akhirnya acara ngerujak siang itu pun terjadi. Dan para orang tua ternyata menyukai rasa baru yang mereka rasakan.


Di tempat Pertemuan.


Perwakilan dari perusahaan Khan sudah sampai, yaitu Elvan dan Ryder. Mereka dikawal ketat oleh beberapa pengawal untuk melindungi kedua tuan muda ini. Mereka sudah ditunggu oleh para peserta pertemuan yang hadir.


Beberapa orang diantaranya adalah rekan bisnis dari perusahaan mereka. Dan salah satunya adalah orang yang sangat tidak ingin mereka temui saat ini, yaitu Tuan Alex dan ada Anita di sampingnya.


Elvan dan Ryder saling berpandangan, kenapa ada wanita itu disini.


"Selamat datang, tuan Elvan dan tuan Ryder. Kami menunggu anda dari tadi." kata seorang perwakilan dari perusahaan yang sangat dekat dengan mereka.


"Maaf, kami terlambat. Karena ada beberapa urusan yang harus kami selsesaikan dulu. " ujar Elvan


Mereka lalu duduk di tempat yang sudah disediakan. Akhirnya pertemuan pun dimulai, dengan agenda yang sudah ditentukan yaitu mengenai pengembangan usaha mereka ke luar negeri. Dan yang sudah sampai mencapai itu hanya beberapa perusahan besar salah satunya adalah perusahaan milik keluarga Khan yang sudah mengepakkan sayapnya di benua Asia dan Eropa. Dan akan memperluas nya lagi sampai ke benua Amerika.


Elvan yang ditunjuk sebagai salah satu pembicara melakukannya dengan sangat baik. Tatapan kagum itu tak luput dari mata Anita. Walau pernah dihina sedemikian rupa, tapi rasa kekagumannya pada sosok Elvan tidak pernah pudar sejak pertama dia bertemu dengannya.


"Apa kau masih mengharapkan pria itu? " tanya Alex pada adik iparnya


"Iya dia sangat tampan, aku sangat mengaguminya. "

__ADS_1


"Kalau begitu dekati dia dan rebut dia dari istrinya, dengan berbagai cara. " bisik Alex kepada adik iparnya itu.


Anita yang mendengar itupun menyeringai penuh arti.


__ADS_2