Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Penyerahan Diri


__ADS_3

Mendengar ucapan dari suaminya, wajah Aida langsung memerah menahan malu. Untung saja ada cadar yang menutupi wajahnya sehingga wajah merahnya tak terlihat oleh suaminya. Elvan yang tahu betapa malu istrinya itu langsung menggenggam erat tangan Aida dan tersenyum sangat manis. Sehingga membuat Aida kembali merasakan wajahnya yang memanas berkali-kali.


Mobil yang mereka kendarai akhirnya sampai juga di mansion utama keluarga. Mereka berdua turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam mansion. Elvan lalu memberikan kunci mobilnya kepada kepala pelayan untuk menurunkan semua paperbag yang ada didalam mobil dan menyuruh mereka membawanya ke kamar.


"Kenapa sepi sekali, mas. " tanya Aida kepada istrinya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


"Semua orang belum pulang, Ai. Nanti pukul lima atau enam mereka akan sampai dirumah. Biasanya mommy ada dirumah, tapi karena tadi ikut ke kantor jadi pasti nanti akan pulang sama daddy. " jelas Elvan sambil memegangi tengkuk lehernya yang terasa pegal.


"Ayo kita ke kamar mas, Aku mau mandi dan ganti pakaian gerah ini. " kata Aida tanpa sadar.


Mendengar ucapan istrinya tanpa sadar respon yang diberikan sinyal penguat tubuhnya langsung bangun. Dan dengan semangat Elvan langsung menarik tangan Aida untuk mengikuti nya. Mereka bahkan tidak peduli ketika berpapasan dengan beberapa pelayan yang sudah menyimpan paperbag milik Aida dikamarnya.


"Kenapa mas. " tanya Aida yang melihat wajah panik suaminya.


"Sudahlah ikuti saja aku. " kata Elvan yang tak mau dibantah.


Sesampainya di dalam kamar, Elvan langsung mengunci pintu kamarnya dan membuka satu persatu kancing kemejanya.


"Mas, Elvan mau mandi? " tanya Aida ragu karena melihat pandangan suminya kepadanya sama seperti saat mereka menginap di hotel waktu itu.


"Katanya kamu mau mandi, ayo mandi bareng. " kata Elvan mendekati istrinya yang semakin berjalan mundur.


"Tapi, mas. Aku Malu. " kata Aida gugup.


"Ngapain malu. kita kan sudah sah sebagai suami istri, sudah halal mau ngapa-ngapain. Jadi, ayolah Ai. " kata Elvan sedikit merengek.


Dilihat nya Elvan sudah tidak memakai pakaian bagian atasnya dan kini dia sudah mulai membuka kancing celananya dan hanya menyisakan boxer.


"Aku isi bathup dulu ya. Setelah itu kita mandi bareng. " kata Elvan dengan kerlingan mesumnya yang membuat Aida salah tingkah.


Elvan lalu meninggalkan Aida dan segera masuk ke kamar mandi untuk mengisi bathup.


Sedangkan diluar sana Aida mondar-mandir tak karuan. Dia merasa gugup, memikirkan apa yang akan terjadi di dalam kamar mandi. Dia lalu berdiri didepan kaca lalu menepuk-nepuk wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ayo ai, kau selama ini sudah menjaga dirimu dengan dengan baik. Kini sudah saatnya kamu memberikan semua yang kau miliki untuk suamimu. Ya untuk suamimu, dia suamimu, Ai. " gumam Aida memotivasi dan mensugesti dirinya sendiri.


Setelah yakin, Dia lalu masuk ke dalam walk in closet dan membuka satu persatu pakaiannya. Dan hanya menyisakan kaca mata yang menutupi squishy nya dan juga segi tiga bermuda yang menutupi bagian intinya lalu membalutnya dengan bathrob yang panjang. Kemudian dengan yakin Aida masuk ke dalam kamar mandi.


Dilihatnya sang suami tengah memasukkan sabun busa ke dalam bathup. Saat mendengar pintu terbuka dia langsung menoleh kearah asal suara. Dan dilihatnya sang istri tengah berjalan kearahnya dengan hanya mengenakan bathrob dan rambut yang dicepol ke atas, dengan anak rambut yang menjuntai kebawah. Sangat terlihat menggoda dimata Elvan.


"Kemarilah." Elvan menepuk pahanya agar Aida mau duduk dipangkuannya.


Aida menurut dan berjalan mendekati nya lalu duduk dipangkuan sang suami.


"Apa kau sudah siap? "


Aida mengangguk. "Siap tidak siap sudah kewajibanku menyarahkan diriku kepadamu, suamiku. Sesuatu yang aku jaga selama dua puluh tahun ini akan aku serahkan kepadamu kapanpun kamu mau. " ucap Aida dengan yakin.


Mendengar ucapan dari istrinya tentu saja membuat Elvan merasa senang. Dia seolah menjadi orang paling beruntung di dunia ini.


"Mandilah, bersihkan tubuhmu dulu. Kita berendam bersama untuk merelaksasi tubuh kita biar tidak tegang." ujar Elvan


"Sempurna." ucapnya tanpa sadar.


Aida yang merasa malu langsung masuk ke dalam bathup yang sudah berisi busa sabun, agar tubuhnya tak terlihat oleh sang suami. Elvan yang melihat itupun segera mengikuti istrinya masuk ke dalam bathup dan duduk di belakang sang istri.


"Apa kau merasa nyaman? " tanya Elvan.


"Aku gugup, mas. " jawab Aida cepat.


Mendengar hal itu sontak saja membuat Elvan tertawa, namun tawa itu berubah menjadi desisan saat dia merasakan pahanya dicubit.


"Sakit, Ai. " keluh Elvan.


"Makanya orang lagi gugup kok malah diketawain. " ucap Aida kesal.


Melihat kekesalan istrinya, Elvan kini hanya mengulum senyumnya menahan tawa. Lalu tangannya mulai menggosok tubuh Aida dari belakang, Aidapun kini mulai merasa nyaman dengan usapan di punggung nya.

__ADS_1


"Apa posisi kita tidak salah? Seharusnya aku yang menggosok punggungmu, mas. " kata Aida yang tiba-tiba merasa tidak nyaman.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin membuatmu relaks. Diamlah dan nikmati saja. " bisik Elvan.


Aida terdiam dan tak mengeluarkan suaranya lagi. Dia menikmati setiap sentuhan dari sang suami Hingga akhirnya tangan nakal Elvan berhasil membuka penutup squishy nya. Dia lalu melemparkan benda itu asal.


Aida yang melihat kelakuan suaminya langsung menoleh dan melotot kearah Elvan. Dan Elvan hanya nyengir kuda mendapat pelototan dari sang istri. Namun tak lama, bibir Elvan sudah mendarat di bibir Aida yang sedang cemberut.


"Mangkanya jangan mancing-mancing, sayang. Tau nggak bibirmu itu menggoda. Karena itu aku ingin, hanya aku yang melihat dan menikmati nya. " Kata Elvan yang kini sudah bermain di leher jenjang sang istri, dengan tangan yang sudah bergerak liar menyentuh mainan kesukaannya dan perutnya.


"Mas... " Suara indah itu akhirnya lolos juga dari bibir Aida


Dan itu membuat Elvan menyeringai nakal. Dia terus menyentuh tiap inci tubuh istrinya dengan sentuhan nakal, tak lupa kecupan dan tanda cinta yang sudah banyak tercetak dileher dan punggung Aida.


Melihat istrinya yang sudah seperti cacing kepanasan, akhirnya Elvan menyalakan shower dan langsung menggendongnya tubuh Aida agar terguyur air shower untuk membersihkan sisa sabun yang menempel. Setelah itu dia membawanya ke dalam kamar dan membaringkannya diatas tempat tidur.


Melihat tubuh istrinya yang sudah naked dan masih ada sisa air yang menempel membuatnya semakin terlihat menggoda dimata Elvan. Aida berulangkali mengambil selimut untuk menutup tubuhnya, namun Elvan langsung menariknya. Malu itulah yang Aida rasakan saat ini.


"Mas... ini masih sore. " rengek Aida.


"Tidak ada larangan mau melakukan nya kapanpun. " kata Elvan yang kini sudah mengungkung Aida dibawah nya dengan senjata yang sudah siap tempur.


Dan jeritan tertahan Aida saat merasakan sesuatu yang besar dan berotot masuk kedalam inti tubuhnya dan berhasil menjebol dinding pertahan nya sore itu adalah awal dari kenikmatan yang mereka rasakan sore itu dan untuk sore-sore berikutnya atau sewaktu-waktu sesuka hati mereka.


Elvan memompa juniornya dengan pelan berharap Aida mendapatkan kenyamanan. Dan saat istrinya sudah mendapatkan kenyamanan yang sama akhirnya dia sedikit mempercepat ritme permainannya. Hingga akhirnya mereka berdua mencapai puncak kenikmatan bersama.


Elvan dengan nafas tersengal mengecup kening istrinya dengan dalam dan lama. Seolah kecupan itu tidak cukup untuk meluapkan rasa bahagianya sore ini.


"Terimakasih, sudah memberiku sesuatu yang berharga pada dirimu untukku.Sesuatu Yang sudah kau jaga dengan baik selama ini, dan sekarang kau serahkan kepadaku. Terima kasih. "


Aida mengangguk dan meneteskan air mata bahagianya lalu memeluk tubuh kekar itu dengan erat. Kini dia sudah sepenuhnya menjadi seorang istri dari Ryan Elvano Khan.


*Bonus Up malam ini bwt klean

__ADS_1


__ADS_2