Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)

Pengantin Tuan EL (Sang Pewaris)
Tidur Bersama


__ADS_3

Setelah ciuman lembut yang diberikan oleh Elvan kepada istrinya, dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya . Elvan sangat gugup dan malu dengan apa yang baru saja dia lakukan kepada Aida . Karena ini adalah kali pertama dia menyentuh seorang wanita bahkan sampai menciumnya .


Di dalam kamar mandi , Dia segera Nyalakan shower untuk mendinginkan kepalanya yang saat ini sedang panas karena menahan malu. Begitu juga dengan detak jantungnya yang sudah tidak beraturan .


"Ya, Tuhan apakah seperti ini semua orang yang mengalami malam pertama . Aku bahkan belum melakukan ritual suci itu , tapi rasanya sudah tidak karuan ." gumam Elvan di bawah kucuran air shower .


"Ternyata istriku sangat cantik , Aku tidak menyangka kalau Aida memiliki wajah secantik itu . Terima kasih kakek dan Nenek kalian memang yang terbaik.Bahkan dalam memberiku seorang istri, kalian selalu memberiku yang terbaik. " ucap Elvan disela-sela gumamannya.


"Tapi kenapa kemarin mommy , merasa tidak puas setelah melihat wajah Aida ?" Elvan terus berfikir sambil membersihkan tubuhnya .


"apa mommy mengerjaiku ?" Gumam Elvan lagi


Bibirnya menyunggingkan senyum saat merasa Kalau mungkin saja mommynya itu sedang mengerjainya agar dia penasaran dengan istrinya saat itu , Itulah kenapa saat Elvan ingin membatalkan rencana pernikahan mommynya sangat menentang .


"Dasar mommy ."


Di dalam kamar , Aida masih memegangi dadanya karena merasa shock dengan apa yang dilakukan Elvan barusan . Ini adalah malam pertamanya , dan Evan sudah menghadiahkannya ciuman di seluruh wajah. Entah sampai kapan dia akan menahannya untuk melakukan hal yang lebih . Aida harus mempersiapkan dirinya jika tiba-tiba suaminya itu ingin meminta haknya .


"Ya Allah , kenapa Rasanya seperti ini . Jantungku rasanya mau copot karena tidak mau berhenti berdetak dengan kencang ."


Aida kemudian membalikkan tubuhnya menghadap meja rias yang memantulkan wajahnya . Dan tersenyum memandangi wajahnya dengan rambut yang terurai ke depan .


"Apakah dia menyukaiku ? Tadi dia mengatakan aku cantik . Apakah benar aku cantik?" Aida bertanya pada dirinya sendiri sambil tersenyum malu .


Dia Lalu menyisir rambutnya yang sedikit basah Setelah keramas tadi lalu mengeringkannya dengan hair dryer sambil tersenyum sendiri mengingat apa yang baru saja terjadi.


Tak lama terdengar pintu kamar mandi terbuka , dan Elvan keluar dengan hanya memakai handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya . Sedangkan bagian atas terpampang nyata bentuk tubuh yang sangat menggoda dengan 6 cetakan roti sobek di perutnya dan dada yang lebar .

__ADS_1


Aida langsung menundukkan kepalanya saat melihat pantulan tubuh Elvan dari cermin . Dia tidak menyangka kalau Evan akan keluar kamar mandi dalam keadaan seperti itu .


"Maaf Aida , aku tadi lupa tidak membawa baju ganti . Bajuku masih tersimpan di koper ." kata Elvan sambil menuju koper yang berada di samping meja rias Aida .


Jantung Aida yang baru saja normal , kini mulai tak terkontrol lagi saat Elvan berjalan mendekatinya .


Elvan yang merasa Aida sedang gugup karena melihat pantulan tubuhnya di cermin pun berjalan mendekat, bukannya menuju koper melainkan mendekati Aida dan berdiri tepat di depannya .


"Kamu kenapa ?" Tanya Elvan seolah-olah tidak tahu karena saat ini dia sedang ingin menggoda istrinya itu.


Aida semakin menunduk saat melihat tubuh bagian atas Elvan yang ada di hadapannya . Wajahnya sudah berubah merah seperti kepiting rebus . Andai Dia bisa menghilang, dia ingin menghilang saat ini juga . Karena sungguh tubuh Elvan di hadapannya membuat iman seorang Aida menjadi goyah .


Elvan menjepit dagu Aida lalu mengangkat wajah yang memerah itu agar mau menatap wajahnya . Seketika mata mereka kembali terkunci , hingga tanpa aba-aba wajah Elvan sudah mendekat tepat di depan wajah Aida dan akhirnya sebuah ciuman mendarat di bibir merah muda itu .


Elvan sedikit menyesap pelan bibir mungil dengan warna alami itu. Namun dia tidak mendapatkan balasan , karena Aida seperti patung yang sedang berdiri di hadapannya . Elvan pun menyudahi ciumannya , karena dia tidak mendapatkan balasan dari Aida . Dia Lalu membersihkan sisa saliva yang menempel di setiap sudut bibirnya dan bibir Aida .


"Ini juga baru pertama bagiku , dan aku yakin ini juga yang pertama bagimu . Aku masih belajar , Dan aku harap Kita bisa belajar bersama-sama. Okey. " kata Elvan lalu dia berjalan meninggalkan Aida menuju kopernya untuk mengambil pakaian ganti . Dan kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian tidur .


"Ya Allah , apa yang baru saja terjadi Kenapa semua begitu cepat dan membuatku tidak bisa bergerak . Benar kata A' Elvan aku seperti patung ." Aida yang menyadarinya pun langsung menutup wajahnya karena malu .


"Sepertinya aku harus lebih banyak belajar , untuk menghadapi sesuatu yang mendadak seperti ini . Ini baru satu malam, tapi hanya dalam satu malam aku sudah berkali-kali mengalami shock terapi dari suamiku sendiri ." kata Aida dalam hati.


Elvan keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya. Dia masih melihat Aida yang berdiri di tempat yang sama sejak tadi , kemudian Elvan mendekati Aida Yang sepertinya belum sadar kalau Elvan sudah ada di sampingnya .dia Lalu merangkul bahu Aida dan mengajaknya berjalan menuju tempat tidur lalu mendudukkannya di tepi ranjang .


"Ini sudah malam , Apa kau tidak lelah ? Kalau aku aku, sudah sangat lelah dan ingin beristirahat . Jadi, sebaiknya kita tidur sekarang ." Ujar Elvan kepada istrinya yang masih dian mematung .


"Malam ini kita tidur bersama ." Kata Evan lagi sambil membaringkan tubuhnya di samping Aida yang masih terduduk .

__ADS_1


"Aida ," panggilnya lembut


Aida yang masih tertegun pun , langsung terkejut dengan panggilan lembut dari Elvan .


"A.. ada apa, A', " tanya Aida gugup.


"Tidurlah di sini , di sampingku ." Kata Elvan sambil menepuk-nepuk tempat di sampingnya.


Aida pun menurut , dan mulai membaringkan tubuhnya di samping Elvan. Namun membelakangi tubuh Elvan , karena dia merasa malu jika harus bertatapan dengan pria tampan itu yang tidak lain adalah suaminya sendiri .


Melihat itu Elvan hanya bisa menahan senyumnya . Karena dia tahu , pernikahan mereka adalah sebuah pernikahan yang diatur . Dan tanpa ada cinta di dalamnya . Mereka masih harus mengenal satu sama lain , agar lebih dekat lagi .


Di sini peran Evan sangat dibutuhkan . Karena istrinya sangat pemalu , jadi dia yang harus mengalahkan egonya untuk mendekati istrinya . Jika tidak , selamanya dia tidak akan bisa dekat dengan istrinya itu , dan juniornya tidak akan cepat mendapatkan tempat huniannya jika Elvan tidak bergerak terlebih dahulu .


Perlahan Elvan mengikis jarak dengan Aida , Aida yang merasakan pergerakan dari Elvan . Tubuhnya pun langsung menegang , apalagi saat merasakan ada sebuah tangan kekar yang melingkar di perutnya . Dan sebuah kepala , yang menempel di bahunya .


"Kenapa kau memunggungiku, Apa kau masih malu denganku ? Bukankah kita sudah sah menjadi suami istri . Bahkan kita bisa melakukan hal lebih dari sekedar berpelukan dan berciuman ." Bisik Elvan di telinga istrinya itu .yang membuat Aida merinding .


"Jika kau terus menjauhiku dan menghindar dariku Lalu bagaimana kita bisa dekat . Aku adalah suamimu , teman hidupmu , yang sudah berhak segalanya atas dirimu . Jadi , Kau tidak perlu malu kepadaku atau menghindariku . Mendekatlah kepadaku agar hubungan kita bisa lebih dekat lagi . Dan pada akhirnya , kita akan menjadi suami istri yang sesungguhnya . Kau mengerti ?" kata Elvan lagi memberikan pengertian kepada istrinya itu .


Elvan bisa merasakan anggukan kepala dari Aida , setelah mendapatkan persetujuan dari Aida Maka Elvan langsung membalikkan tubuh Aida agar tidak memunggunginya lagi . Aida pun menurut , dan berbalik menghadap Elvan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.


Tentu saja hal itu membuat Elvan senang, dan langsung memeluk tubuh istrinya, dan memberikan kecupan di puncak kepalanya .


"tidurlah , dan biasakan tidur seperti ini saat bersamaku . Karena mungkin aku akan terbiasa dengan hal ini , Setelah Malam Ini ."


note : Sudah Aku revisi ya tmn2. maaf td banyak kata yg salah gara2 pake Gboard πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ

__ADS_1


__ADS_2