Pengeran Tidur

Pengeran Tidur
13. Kerja Kelompok


__ADS_3

Setelah melalui motor milik Dion, Ardan membuka helmnya dan Dion pula juga membuka helmnya. Linda masih tak menyadari bahwa didepannya adalah Ardan karena dia masih mengatur napasnya akibat ulah Dion yang ugal ugalan.


"WOI NYARI MATI LU!!" bentak Dion.


Linda segera membuka helmnya juga. Disana ada lelaki yang ia cari. Ardan. Ia ada di depan menghadang jalanku dengan Dion.


Ardan menghampiri motor Dion dan berhadapan langsung ke Linda yang masih menaiki motor sport Dion.


"Gua mau bicara sama lu. Sebentar saja."


"Kagak bisa. Linda mau kerja kelompok sama gua sekarang." bantah Dion.


"Gua ngga ngomong sama lu." ucap Ardan.


"Berani lu ya sama gua!!!" Dion turun dari motornya dan menarik kra baju milik Ardan.


Tiiinnnn


Tiiinnnn


"WOI, KALAU BERANTEM JANGAN DI TENGAH JALAN!!" bentak salah satu pengendara mobil.


"Gua turun sini saja Dion." ucap Linda.


"Linda, lu kan mau kerja kelompok." melas Dion agar Linda tetap ikut dengannya.


"Bentar aku mau ngomong sesuatu sama Ardan." Kata Linda.


Linda tak menggubris perkataan Dion selanjutnya dan menggandeng tangan Ardan untuk kembali ke motornya.


Linda kemudian naik ke motor sport milik Ardan dan memeluk pinggang lelaki tersebut seperti ingin melepas rindu padanya.


Ardan melajukan motornya meninggalkan Dion yang masih melihat kami dengan tatapan memanas.


Tiiinnnn


Tiiinnnn


"WOI MINGGIR LU!!!" Bentak si pengendara mobil tadi karena Dion masih berada di tempat melihat motor sport Ardan membawa Linda.


Dion segera memakai helmnya dan pergi dari sana.


...****************...


Ardan membawa Linda ke sebuah taman. Suasana disana cukup panas dan ramai juga. Banyak anak anak bermain dan orang orang lalu lalang. Penjual disana kebanyakan penjual makanan. Ardan dan Linda jalan jalan sebentar sesekali berhenti untuk membeli makanan atau minuman.


"Kita duduk disana saja ya." Kata Ardan menunjuk sebuah bangku kosong.


Linda mengangguk sambil makan permen kapas yang ia beli. Mereka sudah sampai di bangku kosong dan mereka kemudian duduk.


"Kamu mau ngomong apa?." tanya Linda to the point.


"Aku Rindu." jawab Ardan.


Linda kaget dan tersedak permen kapas yang ia makan.


"Minum dulu Linda." ujar Ardan sambil menyodorkan es teh yang tadi mereka beli.

__ADS_1


Linda menerima dan segera meminumnya. Linda terkejut mendengar hal itu dari mulut Ardan sendiri. Ia berpikir bahwa dirinya saja yang sebenarnya jatuh cinta sama Ardan namun itu langsung ditepis oleh kata kata Ardan.


Linda tiba tiba memeluk tubuh Ardan sangat erat. Membisikkan sesuatu ke telinga Ardan.


"Aku juga rindu." bisik Linda.


Ardan membelalakan mata tanda terkejut karena balasan dari Linda. Ia tak bisa membendung air mata yang sedari tadi ingin jatuh.


"Makasih." berang Ardan dalam dekapan Linda.


"Ardan, kamu nangis?" tanya Linda masih memeluk Ardan.


Ardan segera mengusap air matanya yang beberapa ada yang menetes di baju Linda.


"Ngga kok. Aku cuma ngerasa sangat bahagia ketika di dekatmu."


Linda menepuk nepuk punggung Ardan pelan agar Ardan dapat meluapkan segala kesedihannya dan juga kerinduannya.


...****************...


"Dion, kemana Linda? Katanya lu ajak?" tanya Juno.


"Sama si Ardan tadi katanya mau ngajak bicara bentar." jawab Dion.


"Baiklah kita mulai dulu tanpa Linda." ujar Wati.


Jam menunjukkan pukul 11 siang. Linda datang dengan tergesa gesanya.


"Maaf aku datang terlambat." Kata Linda sambil mengatur napasnya sendiri.


"Ngomong apa sama si Ardan lama banget." bete Dion.


"Ngga ngomongin apa apa kok. Yaudah kita lanjut lagi yuk." ajak Linda.


20 menit berlalu, adzan dhuhur sudah berkumandang. Juno dan Wati pamit dari rumah Dion.


"Gua pamit duluan ya." pamit Wati.


"Gua juga." pamit Juno.


Mereka bergegas pergi dari rumah Dion. Dion mengantar mereka sampai teras rumah. Juno mengambil motornya dan sekali lagi pamit sama Dion.


"Gua duluan ya." pamit Juno.


Dion menghentikan Juno untuk pergi dari rumahnya.


"Tunggu, Wati gimana?" tanya Dion.


"Gua pesen gojek aja. Bentar lagi datang." jawab Wati.


"Lu nebeng sama Juno aja. Dia kan bawa motor." kata Dion.


"Iya ngga papa sama aku aja." Juno mengiyakan saran dari Dion.


"Kagak ngerepotin nih?"


"Kagak tenang aja. Ayo naik." ajak Juno.

__ADS_1


"Yaudah makasih ya Juno." Wati kemudian turun dan segera naik ke motor Juno.


Juno mengisyaratkan mulutnya untuk bilang terima kasih dan menaikan alisnya.


"Sama sama. Hati hati ya." balas Dion.


Mereka pergi dari rumahnya Dion. Menghilang di balik gerbang besar rumah Dion. Tak lama Linda keluar dan segera pergi dari rumah Dion.


"Gua pamit ya. Gojek gua sudah nungguin." kilah Linda. Namun dia belum memesan gojek.


"Gua mau ngomong sama lu." ucap Dion.


"Haduh maaf nih. Gua capek pingin pulang." bantah Linda.


Linda bergegas menuruni tangga rumah Dion dan seketika di tarik oleh Dion.


"Sebentar saja."


Linda kemudian masuk kembali ke rumah Dion dan duduk di sofa besar yang ada di ruang tamu.


"Yaudah kamu mau bilang apa?"


"Idih jutek banget. Santai dong Lin." goda Dion.


"Cepetan gua ngga mau basa basi lagi. To the point saja."


"Lu tadi ngomong apa sama Ardan."


"Lu kok kepo banget sih. Terserah Ardan lah mau ngomong apa sama gua. Kok lu yang sewot."


"Oke maaf gua mencampuri urusan kalian berdua. Tapi kamu harus tahu bahwa Ardan punya rahasia yang..." pangkas Dion.


"Yang apa.... Lu ngomong kok di potong potong sih."


"Nanti kamu akan tahu sendiri. Tapi aku mohon jangan dekati Ardan lagi kalau kamu ngga ingin sakit hati. Dia tuh ngga pasti hatinya buat kamu Linda. Barang kali dia punya cewek di belakangmu."


"Cukup ya Dion. Ardan ngga kayak gitu. Aku mengenalnya jauh dari kamu mengenal Ardan!!" bentak Linda kemudian dia bergegas pergi meninggalkan Dion di ruang tamu.


Dion membututi Linda sampai teras rumah. Sesampainya di area tangga, Ardan menarik tangan Linda dan memeluknya.


"Gua suka sama lu. Gua ngga mau lu sakit akibat ulahnya. Tolong dengerin aku kali ini saja."


"Apa apaan sih kamu Dion."Linda memaksa untuk melepas pelukan Dion dari dirinya.


"Gua suka sama lu Alinda Agustina."


"Tapi gua ngga suka sama lu. Lepasin kagak." celetuk Linda.


"Ngga, lu ngga mungkin suka sama gua. Gua tahu lu kalau lu sebenarnya suka sama gua."


"Kok lu maksa sih. Gua ngga suka sama lu. Titik!!" bentak Linda.


Seketika tubuh Dion lemas dan Linda segera melepas pelukan Dion secara paksa dan pergi meninggalkan rumah Dion.


Ketika Linda sampai di gerbang depan milik rumah Dion. Dion berteriak kepada Linda.


"Asal lu tahu Linda. Ardan hanya akan menyakitimu bukan malah mencintaimu. Ingat ucapanku baik baik." teriak Dion.

__ADS_1


__ADS_2