
Suasana pagi yang cerah disalah satu rumah elit, seorang gadis sedang merias wajahnya, memoles bibirnya yang tipis dengan lipstik warna merah muda, membuat wajah gadis itu tampak terlihat cantik. Lalu mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.
"(An..hari ini lu gak sibuk kan? lu harus nganter gue ke toko pakaian, lu sekarang jemput gue, cepat gak pake lama..!!)" Ucap gadis itu yang tak lain adalah Meli.
"(Ok, gue ganti baju dulu..)" balasan dari sebrang telpon, lalu Andi bergegas mengganti pakaian nya.dan sambungan telepon dimatikan.
Sambil menunggu kedatangan Andi, Meli tak lupa menyemprotkan parfum ke pakaian nya, dan berjalan menuju ke ruang tamu, tak lama kemudian suara klakson mobil terdengar lalu Meli melangkah ke luar yang disambut uluran tangan Andi, Meli langsung masuk ke dalam mobil, "ayo cap cus...." ucap Meli didalam mobil, lalu Andi menjalankan mobilnya.
"Mau kemana sayang..." Tanya Andi memecah keheningan didalam mobil
"Antar gue ke toko pakaian, ntar sekalian gue beliin baju buat lu...!" Sahutan Meli yang disambut senyuman Andi.
Sesampainya di toko pakaian lalu mereka masuk dan melihat-lihat koleksi pakaian sambil pilah-pilih mana yang akan dibeli, pelayan pun berjalan mendampingi mereka.
"Yang warna ini cocok gak say?" Celetuk Meli sambil memperhatikan baju yang dipegangnya.
"Menurut gue yang itu lebih cocok buat body lu yang ****" Balasan Andi sambil menunjuk kearah baju di samping yang warna merah.
Lalu Meli mengambil baju yang di tunjuk Andi tersebut, dan mencobanya didalam ruang ganti, setelah keluar "gimana beb cantik gak...???" Tanya Meli yang sudah keluar dari ruang ganti,
"Cantik..." Ucap Andi yang melihat Meli menggunakan baju warna merah tersebut, Meli pun tersenyum manis, lalu kembali menuju ke ruang ganti,
Setelah mengganti pakaian lalu mereka melanjutkan membeli baju yang lain, setelah itu Meli membelikan baju untuk Andi, ketika mereka akan membayar belanjaan nya di kasir, Meli melihat Intan sedang memilih pakaian, lalu Meli dan Andi menghampiri Intan
"Orang miskin emang mampu beli baju di toko ini yah?" Celetuk Meli sambil menyenggol bahu Intan, hanya senyuman tipis yang diberikan oleh Intan, membuat Meli tambah esmosi
"Gak ada larangan orang miskin beli baju di toko ini kok, kenapa kamu yang sewot (marah).." balasan Intan yang membuat hati Meli tambah esmosi hehe...
__ADS_1
"Hey, siapa yang marah..!!!, kalau lu mau beli baju di emperan pasar, cocok dengan isi dompet lu...." Cerocos Meli dengan melototkan matanya.
"Emang gue pikirin, bodo amat ! amat aja sudah pintar !!! bye...." Celetuk Intan dan meninggalkan mereka berdua yang masih kesal
Lalu Intan menuju ke kasir untuk membayar belanjaan nya, Meli dan Andi pun mengikuti dari belakang, setelah sampai Intan menyodorkan kartu member VIP ke kasir, Meli dan Andi yang melihat itu langsung terkejut matanya melotot kearah Intan.
"Mbak tunggu, coba teliti, barang kali kartu itu palsu....!!" Celoteh Meli yang membuat si kasir menghentikan tangannya
"Kartu ini asli, hanya untuk orang-orang penting saja yang bisa punya kartu member VIP warna hitam ini !" Ucapan si kasir membuat Intan, Meli, Andi, terkejut dan melongo.
Intan pun masih belum percaya bahwa dirinya bisa mendapatkan kartu member VIP tersebut secara gratis, menurut Intan dia tidak mengenali orang yang mau berbaik hati sehingga bisa mendapatkan kartu member tersebut. "Siapa orang itu? siapa bos toko ini? hanya itu pertanyaan yang ada di kepala Intan.
"Lu pasti nyuri kan, dasar cewek miskin, pencuri lagi....!!" Cerocos Meli yang masih tak percaya, Meli anak dari keluarga kaya, tapi dirinya tidak bisa mempunyai kartu member VIP tersebut.
Intan dan si kasir pun tak menghiraukan Omelan dari Meli, lalu si kasir melanjutkan pekerjaannya, setelah semuanya selesai lalu Intan bergegas menuju ke luar dari toko pakaian tersebut, lalu Intan memesan ojek online,
Meli dan Andi masih belum percaya bahwa Intan bisa memiliki kartu member VIP tersebut, setelah mereka membayar belanjaan nya lalu mereka pergi dari toko pakaian tersebut, setelah didalam mobil Meli selalu mengeluh
Sementara Intan sudah berada dirumahnya dan membuka bungkusan yang sudah dibeli tadi, kantong plastik pun dibuka dan Intan mengambil pakaian tersebut, lalu mencoba memakai nya, "cantik dan menarik, pas dibadanku..." Gumam Intan yang melihat dirinya didalam cermin. Suara ponsel berdering, lalu Intan mengambilnya, Jaka, nama yang tertera di ponselnya.
("Assalamualaikum mas, ada apa...??") Ucap salam Intan yang menyambut telpon dari Jaka.
("Wa'alaikum salam Tan, kamu sedang apa...???" ) Jawab Jaka sedikit basa-basi.
("Lagi dikamar, baru pulang dari toko pakaian mas, kenapa? mas kangen yah? hehe...") Sahut Intan sambil menggoda manja,
Lalu Jaka mengalihkan telponnya menjadi mode video call, dan disambut Intan dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
("Kalau video call kan aku jadi bisa lihat wajah kamu yang cantik, hehehe...") Ucap Jaka yang menggoda dan merayu,
("Kangen? apa kangen?") Gombalan Intan sambil menyunggingkan senyuman manisnya,
("Gak kangen...we...we...") Sahut Jaka sambil menjulurkan lidahnya dan mengedipkan matanya kearah handphone nya.
("Ya udah, kalau gak kangen, sambungan telepon nya aku matikan ya...ya...") Ledek Intan sambil tertawa dalam hatinya.
("Eits jangan dong, iya deh aku kangen sama pacar ku, yang gemesin...") Sahut Jaka yang menggombal.
("Mas, baju ini bagus gak? baru aku beli tadi pagi...??") Tanya Intan sambil memamerkan bajunya ke Jaka,
("Cerita nya pacar aku lagi pamer baju nih? kok aku gak dibelikan") Ledek Jaka sambil pura-pura cemberut.
("Hmmmm......bagus gak.....??") Rajuk Intan pura-pura kesal.
("Eh jangan marah dong, nanti pacar aku jadi jelek...") Jaka masih menggombal sambil tersenyum.
("Baiklah aku matikan handphone nya....") Intan masih merajuk pura-pura kesal terhadap Jaka.
("Eh....bagus kok bajunya, tambah cantik pacar aku ini....hehe...") Gombalan cinta dari Jaka.
Intan pun tersenyum karena sudah mengerjai Jaka, mereka pun bercanda ria, semakin dekat hubungan mereka, Jaka belum mengungkapkan kepada Intan siapa dirinya. Mungkin suatu saat kalau hati Jaka sudah yakin dan menikahi Intan sebagai pendamping hidup nya.
Hari demi hari, susah senang mereka lalui bersama-sama, sehingga mereka bisa mengenal pribadi masing-masing untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Hidup bahagia sampai akhir hayatnya. (semoga kita semua bisa mengambil sisi positifnya dari novel ini.)
*********
__ADS_1
Salam kenal dan mohon dukungannya supaya author lebih semangat dalam berkarya, tinggalkan komentar, kritik dan sarannya, supaya author bisa mengembangkan karya novelnya untuk lebih baik kedepannya, ambillah sisi positifnya dan buanglah sisi negatifnya. Terima kasih.
*Bersambung*