Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab # 14 ( Tunangan )


__ADS_3

Beberapa hari kemudian dirumah Intan, dimeja makan sudah tersedia nasi dan lauknya, Intan yang baru saja keluar dari kamarnya, langsung menghampiri sang ibu yang sedang menata masakan nya


"Assalamualaikum, pagi Bu...?" Sapa Intan kepada ibunya, membuat Ibu Siti menoleh kearah Intan sambil tersenyum.


"Wa'alaikum salam, pagi juga cantik" Jawab Ibu Siti, lalu menaruh piring keatas meja makan,


"Makanannya sudah siap semuanya Bu...??" Sahutan Intan sambil memegang gelas yang berisi air putih.


"Sudah nak, kamu panggil Ayah gih...?" Celoteh Ibu Siti yang menyuruh Intan untuk memanggil ayahnya. Lalu Intan bergegas menuju ke teras rumah, dimana ada pak Ahmad sedang menyirami tanaman.


"Pagi Ayah, makanan sudah siap, ayo kita makan" Sapa Intan kepada Ayahnya.


"Pagi juga sayang...ayo..." Jawaban dari pak Ahmad, lalu bergegas menuju ke meja makan.


Mereka pun duduk dan makan bersama dengan lahap, keluarga kecil yang harmonis walaupun ekonomi keluarganya yang terbilang cukup, dan pas-pasan, namun mereka bahagia.


Setelah mereka makan bersama, lalu saling bercengkrama dan canda tawa, diruang tengah sambil makan cemilan.


"Ayah..Ibu, Intan mau ngomong sama kalian" Celoteh Intan di sela candaan mereka.


"Mau ngomong apa nduk?" Sahutan Pak Ahmad.


"MMM...gini, Yah...Bu, minggu depan mas Jaka mau ngelamar Intan" Ucap Intan sambil malu-malu.


"Alhamdulillah" Ucap Pak Ahmad dan Bu Siti bersamaan, dan sang Ibu langsung memeluk tubuh Intan.


"Syukur Alhamdulillah, minggu depan Ibu akan menyiapkan masakan yang enak buat calon besan dan calon menantu Ibu" Ucapan Bu Siti sambil mengelus punggung Intan.


"Ya Bu, Intan akan bantu Ibu" Sahutan Intan kepada Ibunya.


"Eh...jangan nak, kamu kan harus mempersiapkan diri untuk menyambut Jaka dan keluarganya, kamu dandan yang cantik dong..." Celoteh Ibu Siti dan menoleh kearah Pak Ahmad, "ya kan pak?".


"Ya nak kamu harus siap-siap untuk menyambut mereka.." sahut Pak Ahmad dan melirik ke arah Intan.


"Biar Tante sama Bu Lik kamu yang akan bantu Ibu..." Ucap Ibu Siti.


Mereka pun melanjutkan candaan diruang tamu, sambil membahas acara tunangan yang akan diselenggarakan minggu depan.


*********


Sementara dirumahnya Jaka, Pak Mahmud dan Ibu Lastri sedang nonton TV di ruang tengah, lalu Jaka menghampiri mereka dan duduk di sebelah Ibunya,


"Ayah..Ibu, minggu depan Jaka mau melamar Intan, Ayah sama Ibu setuju kan...?" Ucap Jaka sambil malu-malu kucing.

__ADS_1


"Ayah sama Ibu sih, setuju saja, mau diadakan pesta atau sederhana saja nak?" Balas Pak Mahmud dan menoleh ke arah Istrinya.


"Sederhana saja Yah" Sahut Jaka sambil merangkul pundak Ibunya.


"Kamu sudah ajak Intan ke toko perhiasan, untuk membeli cincin?" Tanya Bi Lastri kepada Jaka.


"Sudah Bu, kemarin kami sudah membeli cincin untuk pertunangan" Sahut Jaka sambil melepaskan rangkulannya.


"Besok kamu harus membeli mobil..Jak" Ucap Pak Mahmud kepada Jaka.


"Untuk apa Ayah?" Sahut Jaka yang penasaran.


"Hmmm...ini anak ayah kok gak ngerti sih, ya untuk membawa kita dan rombongan keluarga untuk kerumahnya Intan dong, masa mau jalan kaki, kan jauh nak" Celoteh Pak Mahmud.


"Iya juga sih, kenapa aku jadi bego yah" Gumam Jaka .


"Iya besok aku akan membeli mobil, Yah?" Jawab Jaka sambil geleng-geleng kepala, karena merasa dirinya bodoh.


Keesokan harinya Jaka pun membeli mobil baru, setelah sampai dirumahnya, Jaka masuk dan memberi kabar kepada Ayahnya, bahwa mobilnya sudah dibeli


 


Jaka masuk kedalam kamarnya dan mengambil handphonenya


("Wa'alaikum salam, ada kabar apa mas...?") Jawaban Intan sambil bertanya kepada Jaka.


("Begini sayang, rencana untuk tunangan kita, akan diselenggarakan dua hari lagi, tapi tak ada pesta, sederhana saja, gak perlu mewah, apa kamu keberatan?") Tanya Jaka mengenai acara tunangan mereka.


("Aku sih ngikut aja mas, bukan pesta meriah yang aku inginkan, ketulusan cinta kamu lah yang aku inginkan mas") Jawaban Intan sambil tersenyum sendiri.


("Kirain kamu marah, gak ada pesta mewah...hehe") Sahut Jaka sambil jahil kepada Intan.


("Kan yang aku butuhkan cinta kamu mas, bukan pestanya..hehehe") Intan balas jahilnya.


("Ya, aku bersyukur karena kamu juga mencintai mas, apa adanya") Ucap Jaka kemudian senyum.


("Cinta itu saling menyayangi, saling percaya, pengertian, dan saling mengisi serta menutupi kekurangan masing-masing....") Celoteh Intan.


("Tumben pinter..hehehe") Ledek Jaka dan tersenyum.


("Yeh, emang aku pinter kok") Jawab Intan sambil cengengesan.


("Gimana persiapan orang tua kamu, sudah beres...?") Tanya Jaka kepada Intan.

__ADS_1


("Alhamdulillah semua lancar dan baik-baik saja mas") Jawab Intan.


("Gimana perasaan kamu?") Tanya Jaka kepada Intan.


("Mmmm, gimana yah? hehehe, biasa aja....hehehe") Jawab Intan yang cengengesan.


("Masa mau dilamar biasa aja? gak bahagia gitu?") Sahut Jaka sambil cemberut.


("Terus aku harus gimana? aku bahagiaaa? aku seneenggg? gitu sambil teriak-teriak?") Ledek Intan.


("Gak gitu kali, mmmm... bikin gemes aja sih pacar aku ini") Celoteh Jaka .


("Gemes apa gemesin? hahaha") Jawab Intan sambil tertawa.


Akhirnya mereka berdua mengobrol, canda tawa pun menghiasi obrolan mereka, hari demi hari pun berlalu sampai hari pertunangan mereka tiba waktunya.


Dirumah Intan, sangat ramai, sanak saudara berkumpul untuk memeriahkan acara tunangan Jaka dengan Intan, didalam kamar Intan sedang dirias oleh buleknya, karena profesi nya sebagai perias manten di desanya, sehingga Intan pun disulap bagai bak bidadari,


"Udah cantik Tan, pasti Jaka akan pangling dan makin cinta sama kamu hehehe..." Canda buk lek.


"Masa sih buk lek? hehehe..." Sahut Intan sambil cengengesan.


Sementara dirumahnya Jaka, semua keluarga sudah pada kumpul untuk ikut andil dalam acara tunangan tersebut, barang-barang serta bingkisan sudah di mobil pick up, Jaka dan kedua orangtuanya serta pamannya menaiki mobil pribadi yang kemarin Jaka beli.


"Semuanya sudah siap? barang kali ada yang ketinggalan, coba di cek dulu?" Ucap Pak Mahmud kepada ponakannya yang ditugaskan untuk membawa barang-barang tersebut.


"Sudah om, siap berangkat..." Jawab ponakan sambil mengacungkan jempol nya.


"Ayo berangkat sekarang.." ucap Pak Mahmud sambil memberi kode kepada yang lain.


Mereka pun segera berangkat menuju ke rumah Intan, setelah sampai, mereka disambut oleh keluarganya Intan dengan ramah keluarga tersebut


Acara tunangan pun dimulai dengan khidmat, tukar cincin segera dimulai, lalu Jaka memakaikan cincin ke jemari Intan yang manis, setelah itu giliran Intan memakaikan cincin ke jemari tangan Jaka, tepuk tangan pun gemuruh, setelah itu do'a pun dilantunkan oleh pak ustadz,


"Alhamdulillah..." Ucapan kedua orang tua Jaka yang diberikan kepada Intan dan Jaka,


Akhirnya acara makan-makan dimulai, semua keluarga dan tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh keluarganya Intan.


"Mas mau makan apa gak....???" Tanya Intan kepada Jaka,


"Masih kenyang sayang, kamu saja barang kali laper?" Jawab Jaka sambil melirik ke arah Intan.


"Aku juga gak laper, liat mas aja udah kenyang, hehehe..." Ledek Intan kepada Jaka.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua saling bercanda ria.


__ADS_2