Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #28 ( Ciuman )


__ADS_3

Di perusahaan Makmur jaya, Meli baru saja datang dan memasuki ruangannya sedangkan Doni baru saja memarkirkan mobilnya dan bergegas untuk masuk, karyawan yang lain mulai berdatangan.


"Hari ini aku harus semangat supaya pekerjaan yang kemarin cepat selesai" gumam Meli yang baru saja membuka laptopnya dan mulai mengetik di keyboardnya


Doni berjalan melewati ruangannya Meli dan melihatnya, lalu Doni mendekati Meli yang sedang duduk, fokus menatap laptopnya


"Pagi Mel" Doni menyapa Meli sambil tersenyum kecil, lalu Meli mendongakkan kepalanya


"Pagi juga Don, Baru sampai yah ?" Jawab Meli yang juga ikut tersenyum manis kearah Doni


"Ya baru sampai, waktu lagi berjalan melihat kamu yang sudah mulai kerja, lalu aku samperin kamu" ucap Doni menceritakan kepada Meli


"Oh, gitu" Meli menjawab singkat saja, lalu melanjutkan pekerjaannya


"Aku tinggal dulu, kamu yang semangat yah kerjanya?" Doni menyuruh Meli supaya semangat dalam bekerja


"Oke" jawab Meli dengan mengacungkan jempolnya, lalu Doni meninggalkan ruangan Meli menuju ke tempatnya bekerja.


*******


Intan baru saja mengantar pesanan dan kembali ke tempat dimana Jaka sedang membuatkan pesanan untuk pelanggan yang lain


"Pesanan yang tadi sudah diantar Tan?" Jaka menanyakan kepada Intan sambil membereskan nampan


"Sudah mas, ini untuk siapa?" Jawab Intan dan menunjuk kearah nampan yang berisi pesanan untuk pelanggan yang lain


"Ini untuk pelanggan yang ada di pojok tuh" ucap Jaka yang menunjuk kearah meja yang ada di pojok


"Sini aku yang antar?" Intan lalu akan mengambil nampan yang sudah berisi pesanan tersebut, lalu Jaka mencegah tangan Intan yang akan mengambil nampan tersebut

__ADS_1


"Biar aku saja Tan, kamu istirahat dulu" lalu Jaka mengantarkan pesanan ke pelanggan yang ada di pojok ruangan, Intan duduk sambil istirahat dan menunggu Jaka kembali.


Setelah Jaka kembali lalu menghampiri Intan yang sedang duduk dan mengambil cemilan yang ada di meja, cemilan kesukaannya yang Intan bawa dari rumah


"Ih main serobot aja, ini cemilan kesuka'an ku" dengan sedikit mata yang melotot, Intan mencegah tangan Jaka yang akan mengambil cemilan tersebut


"Yaelah minta dikit aja gak boleh?" Jaka memanyunkan bibirnya kepada Intan


"Beli sendiri dong" Intan menjawab sambil menjulurkan lidahnya


"Idih pelit amat sih, ntar mas beli sekalian tokonya" ucap Jaka dengan sedikit sombong hanya untuk menjahili Intan


"Asyik, jadi aku gak usah beli, Intan bisa nyemil sepuasnya hehehe" sambil cengengesan Intan kegirangan lalu menangkupkan kedua tangannya ke pipi Jaka "makasih ya mas"


"Yeah, gak jadi beli deh" ucap Jaka yang menjahili Intan sambil cengengesan menggoda


"Loh kok gak jadi sih mas" dengan wajah yang cemberut,Intan lalu mencubit lengan Jaka


"Sakit mas" ucap Intan sambil memegang hidungnya, lalu Jaka mengecup bibir Intan yang manis "cup"


"Udah gak sakit kan?" Jaka pura-pura menanyakan kepada Intan sambil mengelus rambut hitam milik Intan


"Masih, yang ini?" Intan menunjuk ke pipinya lalu tersenyum bahagia dalam hatinya, lalu Jaka mengecup pipi Intan kanan dan kiri "cup, cup"


"Masih sakit gak? Apa masih kurang?" Jaka membelai rambut Intan dengan lembut lalu mengecup keningnya "cup"


Intan lalu memeluk tubuh Jaka dengan penuh kebahagiaan, hatinya merasa banyak kupu-kupu yang berputar dan jantungnya tak beraturan dengan cepat seperti mau terbang, Jaka membalas pelukan hangat dari Intan lalu mendongakkan wajah Intan, mata mereka bertemu saling pandang menahan gejolak hasrat masing-masing.


Lalu Jaka mengusap bibir Intan yang imut dan menciumnya dengan lembut, Intan pun membalas ciuman dari Jaka, merasakan kelembutan bibir yang kenyal lalu lidah mereka saling beradu, bergulat saling menikmati kehangatan bibir mereka

__ADS_1


Tangan Jaka mulai turun ke dadanya Intan dan meremas gundukan tersebut dengan lembut, Intan terbawa nalurinya merasakan sensasi yang berbeda, seakan dirinya terbang ke angkasa cinta penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan yang selama ini belum pernah dirasakan oleh mereka berdua.


*Sensor dulu*


Diruangannya manager, Meli berjalan mendekati Doni yang masih duduk didepan laptopnya, lalu Meli meletakkan kopi ke meja


"Ini kopinya Don" lalu Meli hendak pergi tiba-tiba tangannya di cekal oleh Doni


"Jangan keluar dulu, temani aku disini sambil minum kopi" lalu Doni menggandeng tangan Meli menuju ke sofa yang ada di ruangan itu, dan mereka duduk


"Ada apa sih Don?" Meli bertanya kepada Doni, kenapa dirinya tidak boleh keluar dari ruangan itu


"Temani aku disini, semenjak kamu kerja di sini dan semenjak kita bertemu, kenapa aku selalu terbayang wajah kamu yang cantik ini Mel ?" Doni mencurahkan isi hatinya kepada Meli


"Aku gak tau lah, kan yang merasakan kamu bukan aku?" Meli menjawab pertanyaan dari Doni sambil menggelengkan kepalanya, lalu Doni mencium bibir Meli yang menggoda, Meli tak bisa menghindar dari ciuman dari Doni, Meli merasakan kelembutan dan kehangatan bibir Doni, akhirnya Meli membalas ciuman itu.


"Tok, tok, tok" suara ketokan pintu terdengar, Meli langsung merapikan rambutnya dan Doni melepaskan ciumannya lalu berjalan menuju ke mejanya "masuk" lalu Doni menyuruh orang yang mengetok pintu untuk masuk


"Permisi pak, ini dokumen yang perlu anda tanda tangani" ucap Nana kepada Doni dan menyodorkan dokumen tersebut lalu melirik kearah Meli yang masih duduk di sofa


"Makasih, kamu boleh keluar" ucap Doni kepada Nana sambil membuka dokumen yang telah dibawa olehnya, lalu Nana berjalan akan keluar tapi berhenti didekat Meli yang masih duduk


"Kamu ngapain disini?" Tanya Nana kepada Meli dengan rasa penasarannya


Meli hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari Nana, lalu Doni mendekati mereka dan menyuruh Nana keluar dari ruangan itu, lalu Nana berjalan menuju ke arah pintu dan keluar


Sementara Doni mendekati Meli dan duduk di sampingnya melanjutkan aksi mereka yang tertunda gara-gara Nana datang dan mengganggu kegiatan mereka berdua, Meli menikmati ciuman lembut dari Doni, lidah mereka saling bergulat, tangan Doni sudah berhasil mencopot kancing atas bajunya Meli, ciuman Doni berlanjut turun ke leher, Meli merasakan sensasi yang luar biasa sambil mendesah kenikmatan, tangan Doni berhasil masuk ke baju Meli dan meremas gundukan daging yang kenyal, bibirnya masih menciumi leher jenjang milik Meli


Diluar ruangan, Nana yang masih penasaran pun mengintip kegiatan mereka berdua didalam, Nana terkejut dan melongo melihat apa yang telah dilakukan Doni dan Meli, ******* Meli terdengar lirih di telinganya Nana, ******* kenikmatan itu membuat Nana menelan ludahnya dan mulai meremas payudara miliknya, bibirnya mulai digigit dan tangan yang satunya mulai masuk kedalam rok bagian bawahnya, mengikuti kenikmatan yang sedang diperbuat oleh Meli dan Doni

__ADS_1


Semakin panas kegiatan Doni dan Meli di dalam ruangan, mereka berdua merasakan kenikmatan yang luar biasa.


*Bersambung*


__ADS_2