Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #17 ( Toko pakaian )


__ADS_3

Suasana di pagi hari sangat cerah, Meli dan teman-teman nya menuju ke toko pakaian,


"Mel, yang ini aja? cocok buat lu? warnanya juga oke?" Tanya Suny pada Meli sambil menunjuk kearah pakaian disebelahnya.


"Lipatan ini dan motif bunganya aku gak suka...!" Jawab Meli pada Suny,


"Kalau yang ini gimana Mel....?" Tanya Desi kepada Meli sambil menyodorkan pakaian yang dipegangnya.


"Gak ah..kemahalan" Balas Meli dan menggelengkan kepalanya.


"Lah, lu kan anak orang kaya, masa harga segitu aja kamu gak sanggup beli?" Ledek Suny kepada Meli.


"Iya Mel, masa segitu aja kamu gak mampu beli?" Ledek Desi kepada Meli.


"Ih..kalian apa'an sih, uang-uang gue kenapa lu pada yang marah?" Balas Meli kepada mereka berdua.


"Mel, lihat siapa itu...?" Ucap Desi kepada Meli sambil menunjuk kearah orang yang baru datang.


"Hah..Intan...!!!" Sahutan Suny yang melihat arah telunjuk tangan nya Desi.


"Mana si miskin itu.....?" Tanya Meli kepada mereka berdua.


"Ituu..!!!" Sahut Desi sambil menunjuk keberadaan Intan.


Meli pun berjalan mendekat ke arah Intan, Suny dan Desi juga mengikuti dari belakang. Meli berniat untuk menjahili Intan, ketika Meli hendak menjegal kakinya Intan, Tanpa diduga oleh Meli, Intan langsung menginjak kakinya Meli.


"Aduuhhh...awwhh..." rintihan Meli sambil meringis kesakitan.


"Makanya jangan suka jahil, hahaha....!!" ucap Intan sambil tertawa kepada Meli.


"Hei...lu cewek miskin, beraninya kau menginjak kakiku hah...." Cerocos Meli dengan melototkan matanya.


"Ngapain aku takut sama kamu?" Ucap Intan kepada Meli.


"Dasar miskin, ngapain lu kesini? lu pantesnya dipasar" Ujar Desi kepada Intan.


"Kalau kalian gak mau saya usir dari sini? jaga sikap kalian, dan jangan buat keributan, Mengerti..!!!" Ucap Intan sambil meninggikan suaranya.


"Emang lu siapa berani usir kita? yang ada lu yang diusir..!!" Cerocos Meli dengan melototkan matanya.


"Satpam...!!!! usir mereka dari sini....!!" Teriak Intan kepada satpam, bergegas pak satpam langsung mengusir Meli dan teman-temannya.


"Hei...kenapa kami diseret keluar? seharusnya dia si miskin itu? bukan kami?" Cerocos Meli kepada pak satpam.

__ADS_1


"Kalau kalian masih buat keributan disini, saya seret ke kantor polisi mau?" Ucap Pak satpam kepada Meli dan teman-temannya.


Akhirnya mereka semua pergi dari toko pakaian tersebut, Intan pun masuk kedalam ruangan Ibu Lastri. Disambut dengan pelukan oleh Ibu Lastri, lalu Intan di suruh duduk.


"Jaka mana sayang? kenapa gak diajak kesini..?" Tanya Bu Lastri kepada Intan.


"Mas Jaka masih ada urusan di cafe, nanti nyusul kesini Bu...." Jawab Intan sambil tersenyum.


"Kamu mau minum apa sayang? teh manis? susu? es jeruk??" Tanya Bu Lastri kepada Intan menawarkan minuman.


"Nanti Intan ambil sendiri Bu" Sahut Intan.


"Sayang? kalau kamu sudah menikah, kamu temenin Ibu di sini yah...?" Tanya Bu Lastri kepada Intan sambil menepuk pundak Intan.


"Emang boleh Bu....??" Sahut Intan sembari memegang tangan Bu Lastri.


"Boleh dong sayang?" Ucap Bu Lastri dan mengusap kepala Intan.


Intan pun tersenyum dan memeluk Bu Lastri, Intan bersyukur karena mempunyai calon Ibu mertua yang baik dan menyayanginya. Demikian pula dengan Bu Lastri yang sudah lama mendambakan menantu yang baik, dan mencintai anaknya apa adanya.


"Aku kok gak diajak pelukan sih, kan pengin....hehehe...." Celoteh Jaka yang membuat kaget Intan dan Bu Lastri.


"Masuk nak" Ucap Bu Lastri kepada Jaka.


"Mas datang kok gak ketok pintu sih? aku sama Ibu kaget tau" rajuk Intan kepada Jaka sambil tersenyum.


"Keadaan di cafe gimana nak...?" Tanya Bu Lastri kepada Jaka.


"Alhamdulillah, semua lancar dan baik-baik saja Bu" Jawaban Jaka sambil tersenyum.


"Mas, kata Ibu, kalau kita udah nikah, saya disuruh membantu Ibu disini?" Celoteh Intan sambil memegang tangan Jaka.


"Ya gak papa kalau kamu mau, ya kan Bu?" Jawab Jaka sambil melirik ke arah Ibunya.


"Ya sayang, kamu disini saja nemenin Ibu, biar Jaka yang ngurus cafe" Sahut Bu Lastri dan membelai rambut Intan.


Mereka pun mengobrol dengan asyiknya sambil makan cemilan yang sudah dibeli Jaka waktu akan berkunjung ke toko pakaian tersebut, Bu Lastri sangat menyayangi Intan, seperti menyayangi anaknya sendiri.


Dilain tempat, Meli dan teman-temannya sedang mengobrol di teras rumah, sambil menikmati bakso yang sudah dibeli.


"Belagu banget sih, cewek miskin itu, beraninya mengusir kita" Cerocos Meli kepada teman-teman nya.


"Ya tuh" Sahut Suny yang sedang mengunyah makanan.

__ADS_1


"Eh ..gue dengar cewek miskin itu sudah tunangan yah...?" Celoteh Desi yang bertanya kepada Meli dan Suny.


"Tunangan dengan siapa....?" Sahut Meli sambil menyenggol bahu Desi.


"Itu..tuh...si penjual es keliling?" Ucap Desi kepada Meli.


"Ooh, pantas sama-sama miskin ya gak" Cerocos Suny kepada mereka berdua.


"Yup, betul tuh" Sahut Meli sambil mengambil kerupuk.


"Sama-sama miskin hahahaha...!!!!" Celoteh Suny sambil tertawa.


"Tapi denger-denger nih, si penjual es, sekarang sudah punya mobil loh..?" Celoteh Desi kepada Meli dan Suny.


"Alah palingan mobil rental, hahaha...mana mungkin orang miskin mampu membeli mobil" Sahut Meli sambil menghina.


"Yup betul tuh, hahaha..." Celetuk Suny, sambil tertawa.


"Ya mana mungkin lah?" Sahut Meli sambil minum air putih.


Mereka pun saling menjelekkan Intan dan Jaka, tanpa mereka sadari orang yang dijelekkan sudah berubah menjadi orang yang sukses.


Di lain tempat, Intan dan Jaka pamitan kepada Bu Lastri, dan mereka meninggalkan toko pakaian tersebut. Intan pun ikut naik kedalam mobilnya Jaka,


"Kita jalan-jalan ke mana sayang....?" Tanya Jaka kepada Intan.


"Mampir ke alun-alun ya mas, sambil menikmati indahnya taman bunga" Sahut Intan sambil tersenyum.


"Oke sayang..." Ucap Jaka yang sedang menyetir mobilnya.


Setelah tiga puluh menit kemudian mereka pun sampai di alun-alun, mereka berdua berjalan dan bergandengan tangan, setelah mencari tempat duduk, mereka pun mengobrol dengan asyiknya sambil makan cemilan.


"Tolong...jambretttttt....!!!!!!?" Suara seseorang yang meminta pertolongan.


"Kamu tunggu disini dulu sayang, mas mau nolongin Ibu itu" Ucap Jaka berpamitan sama Intan, senyuman dan anggukkan kepala sebagai jawaban dari Intan. Jaka lalu mengejar jambret tersebut.


"Woi... berhenti......!!" Teriak Jaka kepada jambret tersebut.


Jambret berlari sekencang mungkin, untuk menghindari kejaran Jaka,. Secepatnya Jaka menambah kecepatan larinya.


"Bismillah....lari tanpa menyentuh tanah..." Ucapan doa Jaka, lalu dengan loncatan ringan, Jaka lari bagai angin dan berhasil mendaratkan kakinya pas didepan si jambret tersebut,


"BERHENTI..!!!!" Ucap Jaka dengan nada tinggi. Si jambret pun menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Lu gak usah ikut campur...!!!" Cerocos si jambret tersebut. Lalu si jambret melayangkan kakinya ke arah Jaka.."wuushhh.. wuushhh.."


Dengan sigap Jaka menghindari tendangan si jambret tersebut, lalu si jambret melayangkan tinjunya kearah wajah Jaka, "blussshh....wushhh...!!"..."kreitttt...bughhh...bughhh.." sebelum pukulan mengenai wajah nya, Jaka langsung mencekal tangan si jambret, dan pukulan Jaka mengenai wajah si jambret. "Buggghhhh.. auwwwh..." Si jambret tersebut tersungkur ke tanah.


__ADS_2