
Suasana kampus , Intan yang baru keluar dari kelas langsung diseret ke taman belakang, Meli dan Suny yang sedari tadi mengawasi Andi pun, mengikuti langkah mereka menuju taman belakang.
"Lo kenapa menghindar terus dari gue, hah...!!!" Cerocos Andi sambil menarik tangan Intan.
"Emang kamu siapanya aku? dan ingat !!! kamu jangan ganggu kehidupan aku, camkan itu..." lalu Intan menghempaskan tangannya dari cengkeraman Andi. Lalu Intan berlari menuju kedalam kelas, tapi sebelum sampai ke kelasnya tiba-tiba Intan dicegat oleh Meli dan Suny.
"Dasar cewek miskin, kenapa lo deketin Andi pacar gue hah !!!" Cerocos Meli sambil mengangkat tangan kanannya siap untuk menampar ke wajah Intan.
Tapi Intan langsung menangkap tangan Meli dengan kuat dan menghempaskan nya,
"Jaga omongan kamu hah, siapa yang deketin pacarmu? dia yang mendekatiku tanya saja sama pacar kamu yang songong itu....!!!" balas Intan yang tak terima, lalu Intan meninggalkan mereka berdua.
Meli dan Suny mendekati Andi yang masih di taman belakang dan menampar wajah Andi...." Plaaaakkk, dasar cowok tak tau diri lo, kurang apa gue sama lo hah...." Andi hanya diam. Suny ikut menjitak kepala Andi..." Cletaakkk.." bego lo..."
"Ingat....!!! kalau gue liat lo masih deketin si miskin itu, lo tanggung akibatnya..." Cerocos Meli yang masih marah, Andi hanya diam saja karena selama ini Meli yang sudah menjadi mesin ATM, Andi tak mau kehilangan Meli karena sudah membuat dompetnya tebal.
Walaupun Intan sering dibully bukan berarti dia gadis yang lemah, Intan akan melawan kalau dirinya tidak bersalah, selama ini Intan diam-diam sudah belajar beladiri demi untuk menjaga dirinya, bahkan sekarang Intan hampir mencapai sabuk hitam.
Intan yang sekarang bukan Intan yang dulu, lemah ketika ditindas tapi sekarang kalau dirinya ditindas dia akan melawan.
Jam kuliah pun telah usai, kini Intan berjalan menuju ke cafe, selama diperjalanan Intan memainkan ponselnya "brughh...auwhh..." Intan terjatuh, hanya kata maaf yang diucapkan oleh orang yang menabraknya tadi.
Intan sadar kalau hp nya hilang..." kurang ajar, ternyata copet..." Intan berlari mengejar orang yang telah menabraknya, orang itu pun semakin kencang larinya, sampai di gang yang sepi orang itu berhenti, Intan yang melihat orang itu lalu berjalan mendekatinya.
"Kembalikan HP ku !!!" ucap Intan kepada orang itu.
"Ambil aja kalau kamu berani" sahut si copet itu sambil mengeluarkan HP milik Intan.
__ADS_1
Intan langsung menerjang mau merebut HP milik nya, tapi si copet berhasil menghindar, Intan kembali merebut sambil menyapu dengan kakinya "slaaaattt....brughh..." copet pun jatuh, lalu Intan langsung mengambil HP milik nya,
"Cukup besar nyalimu hai gadis !" ucap si copet lalu melayangkan tinjunya kearah wajah Intan, "wuuussshhh" dengan sigap Intan bergeser menyamping untuk menghindari pukulan tersebut.
"Cuma segitu kemampuan lo hai copet....!!!" gertak Intan, si copet pun mulai esmosi dan kembali menyerang Intan.
"Hiaaaattzz....wuushhh..." Si copet melompat sambil memukul kearah Intan, mundur beberapa langkah itulah yang dilakukan Intan untuk menghindari serangannya.
"Sraaaakkk...bughhhjh...auuuwhhh... kedebughhhhh..." Intan melayangkan tendangan secepat kilat, si copet pun jatuh tersungkur.
"Masih mau lagi....???" ledek Intan kepada si copet, dengan senyuman sinisnya lalu si copet bertepuk tangan menandakan bahwa ia butuh bantuan, kurang lebih ada empat orang preman bergegas dan membantu si copet itu.
Jaka pulang dari pasar menuju pulang kerumahnya namun jalanan macet, Jaka berinisiatif untuk mengambil jalan pintas, tak disangka Jaka dari kejauhan melihat ada lima orang preman sedang berkelahi dengan satu perempuan, Jaka langsung bergegas menuju ke tempat itu dan berlari.
"Bughh...bughh...bughhh..." Jaka langsung menghajar preman yang sedang memegang tangannya intan..." LEPASKAN...." teriak Jaka dan memukul preman tersebut.
"Aku gak pa-pa mas, untung kamu datang tepat waktu..." sahut Intan sambil tersenyum.
"Hai jangan sok jadi pahlawan kesiangan lo....hajaarr diaa...!!!! " teriak preman tersebut dan menyuruh teman-temannya untuk menghajar Jaka, mereka pun langsung melompat ke arah Jaka.
"Kamu minggir dulu cari tempat yang aman, biar mereka aku yang menghadapi...." ucap Jaka yang menyuruh Intan untuk berlindung.
"Wuuussshhh....bughh...." Serangan dari preman tersebut dihindari oleh Jaka, lalu Jaka menarik tangan salah satu dari mereka " sreeet...plak...jedugghhh..." Jaka langsung menendang perut preman tersebut. " Brughhhj.." preman itu jatuh.
"Hajar dia, secara bersamaan...!!!!" seru salah satu preman tersebut, lalu mereka melanjutkan menyerang secara bersamaan, sebelum mereka menyentuh tubuh Jaka.
Tangan kanan Jaka diangkat keatas "MEMUKUL TANPA MENYENTUH" lalu tangan Jaka di kibaskan menyapu kearah preman yang berjumlah lima orang tersebut dengan tenaga dalamnya. " "Wuuussshhh....brughhh...brughhh...brughhh...brughhh...brughhhj....kedeblugghh....aaaaaawwwwwwhhhhhh......aawhh...awwhh...awwhhh...aawwwhh...." Seperti tertabrak kereta api semua preman tersebut terjungkal lima meter dan merintih kesakitan.
__ADS_1
Intan yang melihat kejadian itu langsung terkejut dan melongo, tak menyangka kehebatan Jaka sangat luar biasa, menakjubkan bukan...
"Masih beranikah kalian melawan.......!!!! " Teriak Jaka kepada semua preman tersebut, membuat nyali semua preman tersebut ciiuuittt... mereka semua hanya diam sambil menahan kesakitan.
"Ampunilah kami bung, kami bersedia menjadi anak buahmu bung...." Ucap ketua preman tersebut dan disusul dengan yang lainnya, mereka semua memberi hormat kepada Jaka.
"Jangan ulangi perbuatan kalian ini, bertobatlah....!!!! " Ucap Jaka yang langsung diangguki semua preman tersebut.
"Sekarang kalian boleh pergi...." Ucapan Jaka yang selalu membuat mereka merasa lega, lalu mereka pun segera pergi, mereka berjanji akan membantu Jaka jika diperlukan suatu saat nanti.
Lalu Jaka menghampiri Intan yang masih terkejut dengan kemampuan yang dimiliki oleh Jaka, "ayo kita pulang..." ucapan Jaka membuat lamunan Intan buyar, seketika Intan langsung sadar dan mengikuti langkah Jaka menuju motornya, lalu Jaka mengantar Intan pulang kerumahnya.
"Makasih ya mas, sudah mau menolong ku" ucapan Intan memecahkan keheningan dalam perjalanan pulang
"Ya sudah lain kali hati-hati, kalau perlu kamu bisa telpon aku, biar aku yang mengantar..." Sahut Jaka yang membuat hati Intan merasa tersanjung.
Akhirnya mereka sampai di rumah Intan, Jaka ikut melangkah masuk kedalam rumah dan bertemu dengan Ibunya Intan serta minta tolong untuk diambilkan kotak p3k,
" Auwh... pelan-pelan" ucap Intan yang menahan rasa sakitnya .
"Maaf, nih juga pelan-pelan kok" Jaka pun menyahut dengan senyum kecilnya,
Ibunya Intan yang melihat mereka berdua lalu tersenyum bahagia, Jaka begitu perhatian sama Intan, "semoga mereka berdua berjodoh" gumamnya dalam hati, lalu sang Ibu menghampiri mereka sambil membawa teh manis dan juga cemilan.
"Diminum dulu nak Jaka" sang Ibu lalu melangkah meninggalkan mereka berdua.
"Iya Bu, makasih" balas Jaka sambil mengobati lengan intan yang terluka,
__ADS_1
"Telat, Ibu sudah pergi baru bilang terima kasih" Cemberut Intan sambil memanyunkan bibirnya, akhirnya mereka berdua mengobrol dan bercanda.