
Setelah makan siang, Doni dan Meli kembali ke kantor lalu melanjutkan pekerjaannya, diruangannya Doni senyum-senyum sendiri, tak menyangka kalau wanita yang ditabraknya bisa terus terbayang di kepalanya "kenapa wajah Meli selalu hadir di mataku? kenapa dengan diriku? apakah aku jatuh cinta?" Gumam Doni sambil tersenyum sendiri.
Meli yang berada di ruangannya sedang fokus menatap laptopnya, wajah Doni hinggap di dalam fikirannya "hah, kenapa wajahnya selalu terbayang? kenapa dia jadi lebih baik? ganteng sih!" Gumam Meli yang gagal fokus "akhh, bodo amat" lalu Meli melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Intan hari ini menemani Bu Siti berbelanja di pasar, mereka membeli daging ayam, tempe, sayuran, cabe, dan kebutuhan dapur lainnya
"Copet.. copet !!!" Teriak salah satu pengunjung pasar yang kena copet
"Ibu dengar tidak, ada orang kena copet?" Intan bertanya kepada Ibunya, lalu Bu Siti menengok ke kanan dan kiri
"Ibu dengar nak, tuh disana !" Bu Siti menjawab sambil menunjukkan arah dimana orang yang kena copet
"Ibu tunggu disini dulu, aku mau kesana" Intan menyuruh Ibunya untuk menunggu lalu Intan bergegas lari ke arah orang tersebut
"Nak kamu mau kemana?" Bu Siti bertanya kepada Intan, namun anaknya sudah berlari mengejar copet itu
Copet dan Intan saling kejar-kejaran membelah kerumunan orang yang ada di pasar tradisional tersebut
"Woi berhenti!!!" Teriak Intan lalu meloncat sambil menendang punggung copet itu
"Wuuussshhh bughhh.." lalu copet itu jatuh tersungkur di lantai "auwhhh"
Lalu sicopet berusaha untuk bangun dan melihat Intan yang sudah berdiri sambil mengatur pernafasan
"Lu siapa? berani ikut campur!" Copet itu lalu berdiri menghadap ke arah Intan
"Mana tas Ibu itu?" Intan bertanya kepada copet itu dan berusaha mengambil tas tersebut, namun copet menghindari dan berlari kencang
"Hai jangan lari !!!!" Teriak Intan lalu mengejar copet itu, dengan mencari jalan pintas, akhirnya Intan mencegat copet itu dan berhenti di depannya
"Mau kabur kemana lu !!!" Intan menunjuk kearah copet tersebut
"Kurang ajar lu, hiatzz..!!" Ucapan copet sambil melompat ke arah Intan dan melayangkan tinjunya "wushhh"
__ADS_1
Intan menghindari serangannya, lalu bergeser dan berbalik menendang "bughhh" lalu copet terkena tendangan dari Intan "auwhhh"
Sambil mengusap darah yang ada disudut bibirnya lalu copet pun memukul Intan dengan membabi-buta "wushhh.. wushhh..wushh"
Intan hanya menangkis pukulan dari copet itu "plak..plak..plak"
Copet makin esmosi lalu melompat dan melayangkan kakinya ke arah Intan "hiatzz..wushhh" lalu Intan salto ke belakang dua kali dan berbalik menendang perut si copet itu "wushhh bughh" jatuh lagi copet itu sambil menahan sakit di perutnya
"Kurang ajar, mau cari masalah denganku hah !" Lalu copet membunyikan peluit tanda minta bantuan ke teman-teman nya, seketika beberapa orang datang dari kelompok copet itu.
Di tempat Bu Siti sedang menelepon Jaka "nak Jaka, tolong bantu kami dipasar, Intan sedang mengejar copet, cepat kesini" setelah telponnya ditutup lalu Bu Siti menunggu Jaka datang, tak butuh lama Jaka akhirnya datang
"Dimana Intan Bu?" Tanya Jaka kepada Bu Siti
"Intan lari kesana mengejar copet itu" Bu Siti menunjukkan arah kemana Intan pergi, lalu Jaka permisi dan menyusul Intan.
Setelah kelompok copet dan preman berkumpul yang berjumlah sepuluh orang, lalu copet itu menyuruh untuk menyerang Intan "hajaarr diaa !!!"
Intan mundur beberapa langkah untuk mengatur strategi untuk melawan mereka, lalu Intan mengambil balok kayu yang ada di tempat itu dan bersiap untuk menghadapi mereka.
Setiap preman yang mendekati Intan terkena sabetan balok kayu yang dipegang Intan "bughh..bughh"
Jaka yang melihat Intan dari kejauhan lalu bergegas lari menuju ke Intan "berlari tanpa menyentuh tanah" dengan lompatan kilatan Jaka seakan terbang dan berhasil menendang semua preman yang menyerang Intan "bughh..bughh"
"Kamu gak papa sayang?" Tanya Jaka kepada Intan
"Aku baik-baik saja mas" jawab Intan sambil waspada kalau mereka menyerang secara tiba-tiba.
"Kamu minggir dulu, biar aku yang menghadapi mereka" lalu Jaka berjalan ke depan
"Tunggu!! aku ikut bantu mas" ucap Intan yang ingin membantu Jaka
"Gak sayang, kamu cukup bantu doa saja" Jaka menolak permintaan Intan
__ADS_1
Intan pun mundur dan mencari tempat yang aman dan berdoa untuk keselamatan Jaka, dengan penuh cemas akhirnya Intan menunggu ditempat yang tak jauh dari tempat pertarungan antara Jaka dan kelompok copet dan preman tersebut.
"Kalian semua pengecut !!!, beraninya main keroyok sama perempuan !!!" Teriak Jaka sambil menunjuk kearah mereka
"Gak usah banyak omong lu !!" Ucapan salah satu dari mereka
"Serang...!!!!" Sahut dari copet itu
Lalu mereka berlima menyerang Jaka dengan ganasnya, Jaka diam sambil bersedakep dan membaca doa dalam hatinya, Jaka diserang secara berturut-turut oleh mereka berlima, Jaka hanya diam saja tanpa menggeser tubuhnya, serangan dari mereka tak ada satupun yang berhasil mengenai tubuh Jaka, sampai akhirnya kelima preman tersebut kelelahan sendiri dan duduk lemas.
"Udah mukulnya?" Tanya Jaka kepada kelima preman tersebut, mereka melongo dan tidak percaya apa yang dilihatnya.
Kelima preman dan temannya yang belum sempat menyerang Jaka hanya diam dan melongo tak percaya apa yang dilihatnya, menurut mereka tubuh Jaka sudah babak belur dan tak berdaya, tapi kenyataannya Jaka masih berdiri kokoh dan tidak terluka sedikitpun
"Mana mungkin? apa dia manusia? " Ucap beberapa preman tersebut kepada temannya yang masih belum percaya
"Gue juga gak tau!" sahut salah satu dari mereka "perasaan tadi gue pukul dia terus menerus"
Lalu salah satu dari mereka yang tertua melangkah mendekati Jaka dan duduk bersimpuh seperti orang yang menyembah dihadapan Jaka, yang lainnya pun satu persatu mengikuti langkah ketua mereka, setelah mereka semua bersimpuh di hadapan Jaka, lalu dengan santai Jaka mengambil tas dari Ibu yang kena copet tadi
Tanpa perlawanan Jaka mengambil tas tersebut dan berbalik melangkah meninggalkan mereka semua
"Tunggu anak muda" ucap ketua preman tersebut sambil memegang kaki Jaka
"Ada apa lagi?" Tanya Jaka kepada ketua preman tersebut, anak buahnya pun bingung apa maksud dari ketua mereka dan apa yang akan dilakukannya
"Jadikan kami muridmu anak muda" ucap ketua preman tersebut sambil memohon kepada Jaka
"Aku tak punya murid seorang preman atau copet mengerti!!" Jawaban Jaka setengah berteriak
"Tolong anak muda, jadikan kami muridmu, kami akan bertobat dan akan menuruti perintah dari mu anak muda" ketua preman tersebut terus memohon kepada Jaka agar mereka semua dibimbing untuk menjadi orang yang lebih baik dan akan selalu menuruti perintah dari Jaka
"Buktikan !!!, kalau aku masih melihat di pasar tradisional ini ada preman atau ada orang yang kena copet, aku akan mencari mu mengerti !!" Ucapan Jaka yang diangguki oleh semua preman tersebut dan Jaka meninggalkan mereka lalu kembali menemui Intan.
__ADS_1
*Bersambung*