Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #23 ( Bertemu di taman )


__ADS_3

Setelah kejadian penculikan dirinya, sekarang Intan selalu waspada kalau mau keluar dari rumahnya.


Keesokan harinya Jaka dan Intan pergi menuju ke dealer sepeda motor, Sesampainya di dealer Intan dan Jaka masuk melihat-lihat berbagai macam jenis motor.


"Motor ini bagus gak mas?" Intan menanyakan kepada Jaka dan menunjuk ke salah satu model motor matic.


"Bagus sayang, kamu suka? Jaka menjawab dan menanyakan apakah Intan suka dengan model motor matic tersebut.


"Suka mas" sambil tersenyum Intan menjawab dan menganggukan kepala.


"Oke kita ambil yang ini aja sayang" Lalu Intan dan Jaka menuju ke tempat kasir untuk membayar nya.


Transaksi pun selesai lalu Jaka dan Intan meninggalkan dealer sepeda motor, menuju ke rumah Intan. Sesampainya dirumah Intan, Jaka disuruh mampir, setelah mereka duduk diruang tamu lalu Intan menawarkan minuman.


"Mas mau minum apa?" Lalu Jaka menjawab " kalau kopi ada, tolong buatin mas kopi", Intan segera bangkit dan berjalan menuju ke dapur untuk membuat kopi.


Intan kembali sambil membawa kopi dan memberikan kepada Jaka, "Ini mas kopinya" Jaka pun menerima kopi itu "Makasih sayang".


Mereka lalu mengobrol diruang tamu sambil menikmati cemilan yang sudah Intan bawa tadi.


Dilain tempat, Fitri mengamuk di dalam kamarnya "Brakkkhh" kursi meja rias dibanting,


"Kurang ajar tuh cewek !!!!" Sambil bergumam dan mengacak-acak rambutnya "Sudah berani merebut cowokku !!" Lalu Fitri membanting tubuhnya di atas kasur dan menangis "Hiks..hikss..".


Esok hari yang cerah membuat suasana hati Intan damai, Jaka yang sedang lari pagi melihat Intan sedang duduk di taman, lalu Jaka menghampirinya.


"Loh mas Jaka kok disini? Intan bertanya kepada Jaka yang sudah berada didepannya.


"Setiap hari aku lari pagi di sekitar taman ini sayang" Jaka menyaut pertanyaan dari Intan.


"Kenapa aku baru lihat mas lari pagi di sekitar sini? Intan tidak menyangka kalau hari ini dia bertemu dengan Jaka di taman ini, padahal Intan hampir setiap hari lari pagi di sini.


"Ayo lari lagi.." Jaka mengajak Intan untuk berlari lagi.


"Capek mas, tadi udah muter dua kali kok" Intan menolak karena dia sudah capek dan pengin istirahat, tanpa diduga, Jaka langsung memijit kaki Intan, "loh mas, kenapa pijat kakiku?" Intan bertanya kenapa Jaka yang memijatnya.


"Kan tadi kamu bilang capek" Jaka menjawab sambil memijat kaki Intan, Intan pun tersenyum

__ADS_1


"Makasih mas" Intan menjawab sambil tersenyum


"Kamu mau makan gak?" Jaka menawarkan kepada Intan untuk sarapan


"Bubur ayam kamu suka nggak?" Lalu Intan menganggukan kepalanya


"Suka mas" jawab Intan


Lalu Jaka bergegas menuju penjual bubur ayam yang dekat dari taman tersebut


"Bang beli bubur dua porsi" ucap Jaka kepada penjual bubur ayam sambil mengangkat dua jari kearah si penjual tersebut


"Oke bos ditunggu" ucap si penjual itu


Lalu Jaka berjalan menuju dimana intan yang sudah menunggu, sambil menunggui mereka mengobrol dengan asiknya .


Tak lama kemudian Abang penjual bubur tersebut datang sambil membawa pesanan


"Ini mas mbak silahkan dinikmati" ucap si penjual bubur kepada mereka berdua


"Makasih bang" ucap Jaka yang berterimakasih kepada si penjual bubur


"Makan ko belepotan sekali kamu" Jaka mengatakan sambil mengusap bibir Intan.


Hati Intan senang tak karuan, degub jantung mulai tak normal, kupu-kupu berputar di perut, wajahnya menjadi merah merona "kenapa jantungku berdetak kencang? ada apa ini? apa aku sakit? Tapi aku merasa nyaman kalau berdekatan dengannya " gumam Intan dalam hatinya, Intan tersenyum manis lalu mata mereka bertemu saling pandang menahan hasrat.


Dilain tempat, hari sudah mulai siang Fitri dan temannya sedang berada di dalam restoran, mereka mengobrol sambil menunggu pesanan datang


"Gue harus gimana lagi coba, masa kalah terus sama cewek pelayan itu!" Fitri mengutarakan isi hatinya kepada Sisi yang duduk di sebelahnya


"Ya mau gimana lagi, berarti lu bukan jodohnya Jaka Fit" Sisi membalas ucapan Fitri sambil merapikan rambutnya.


"Hmmm.. gue capek ngejar Jaka terus padahal gue cantik gak kalah sama si pelayan itu" Fitri menjelaskan kepada Sisi kalau dirinya sudah tak berharap lagi kepada Jaka.


"Lu yang sabar yah, masih banyak cowok ganteng yang lain, gak usah mengejar yang tak mau dikejar" ucap Sisi yang menasehati Fitri supaya dirinya bisa melupakan Jaka dan mencari yang lain


"Tumben lu pintar emang bener gue harus bisa melupakan Jaka dan mencari yang lain".

__ADS_1


Akhirnya pesanan mereka berdua datang, si pelayan menaruh pesanan mereka ke meja


"Makasih" ucap Fitri kepada pelayan tersebut lalu mereka segera menikmati masakan yang dipesannya.


Fitri sudah menyerah untuk mendapatkan hati Jaka yang tidak membalas cintanya, ingin hidup tenang dan bahagia bersama pasangan hidupnya itulah harapan semua orang termasuk Fitri, manusia hanya bisa berusaha, masalah hasilnya tentu Sang Pencipta yang menentukan.


Didalam cafe, Jaka dan Intan membereskan gelas-gelas yang kotor, karyawan yang lainnya ada yang bertugas untuk mencuci dan ada juga yang mengepel setelah cafe mau tutup, mereka membagi tugas agar pekerjaan cepat selesai.


Setelah cafe ditutup lalu Jaka dan Intan berjalan menuju ke mobil yang ada di parkiran


"Mas nanti mampir ke supermarket gih ?" Ucap Intan kepada Jaka sambil memegang tangan Jaka


"Iya sayang" jawab Jaka sambil menggoda Intan, "emang mau beli apa ?


"Beli keperluan cewek lah" Intan berucap sambil tersenyum lalu melirik ke arah Jaka


"Tamu bulanan datang yah..? Tanya Jaka sama Intan lalu menggodanya, Intan hanya tersipu malu


"Kenapa malu..? Tanya Jaka kembali kepada Intan


"Kepo" sahut Intan sembari mengibaskan tangannya lalu memandang kearah jalan


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, saat melihat supermarket lalu Intan meminta Jaka agar menepikan mobilnya dan berhenti di depan supermarket.


Lalu mereka masuk dan membeli keperluan untuk Intan sambil bergandengan tangan, setelah yang dicarinya sudah didapatkan lalu mereka menuju ke kasir untuk membayar belanjaan-nya.


Setelah mereka dari supermarket lalu melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Intan dan sesampainya dirumah, Intan menyuruh Jaka untuk masuk


"Duduk dulu mas nanti aku buatkan kopi manis" setelah Jaka duduk lalu Intan bergegas menuju ke kamarnya untuk menaruh barang belanjaan-nya dan kembali menuju ke dapur untuk membuat kopi untuk Jaka


"Eh ada nak Jaka, sudah lama nak..?" Suara Bu Siti yang baru keluar dari kamar dan menyapa Jaka yang sedang duduk di ruang tamu


"Baru saja Bu" ucap Jaka lalu mencium tangan Bu Siti


"Intan mana?" Tanya Bu Siti kepada Jaka


"Lagi bikin kopi Bu" Jaka membalas dengan ucapan yang santun

__ADS_1


Lalu Intan kembali datang sambil membawa kopi dan cemilan, Bu Siti lalu meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2