
Usaha Jaka semakin berkembang, berbagai cabang sudah mulai aktif, akan tetapi Jaka belum bisa memberitahu kepada Intan, kedekatan Jaka dengan Intan membuat orang tua mereka ingin segera meresmikan hubungan mereka dengan bertunangan terlebih dahulu.
"Jaka, kapan kamu akan melamar Intan nak?" Tanya Ibunya Jaka yang ingin segera punya menantu.
"Insyaallah dalam bulan ini Bu" Ucap Jaka kepada sang ibu.
"Alhamdulillah, besok kamu ajak Intan ke toko perhiasan kita yang baru dibuka dua bulan yang lalu, kalian berdua pilih cincin untuk pertunangan kalian ya" Suruh sang Ibu kepada anaknya.
"Insyaallah Bu, Jaka akan ajak Intan kesana" jawab Jaka sambil tersenyum.
Hati Bu Lastri sangat bahagia melihat putranya mau bertunangan, mereka pun saling berpelukan, Bu Lastri selalu mendoakan untuk kebahagiaan anaknya.lalu Jaka masuk kamar merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil tersenyum sendiri, lalu menghubungi pacar nya.
("Assalamualaikum..") ucap salam Jaka kepada Intan.
("Wa'alaikum salam, ada apa mas? tumben sore gini telfon? kangen yah? hehe..") balas Intan dengan manja.
("Iya aku kangen sama kamu sayang") Sahut Jaka tak kalah manja.
("Kan tadi habis ketemu, baru pisah setengah jam kok sudah kangen-kangenan hehe..") manja Intan sambil tersenyum.
("Jangankan setengah jam, satu detik aja seperti setahun, penginnya deket sama kamu terus ") ucap gombalan Jaka kepada Intan.
("Mulai deh gombal nya, hehe...") Jawab Intan sambil cengengesan.
("Besok aku mau ngajak kamu jalan, bisa...??") Ucap Jaka yang membuat Intan penasaran.
("Kemana mas...???") Jawab Intan yang masih penasaran.
("Kasih tau gak yah ....???") Ledekan Jaka kepada Intan.
("Iiih...mas, bikin penasaran aja, kasih tau dong...??") Cemberut Intan.
("Mau tau? apa mau tau banget") Jaka masih jahilnya.
("Iiihh...mas, aku mau tahu bulat, bukan tau banget....we..we...!") Jawaban Intan yang tak kalah jahilnya sambil menjulurkan lidahnya.
("Kok tahu bulat sih...??") Jaka pura-pura cemberut.
("Ya, tahu bulat digoreng dadakan, lima ratusan..weunakk..!!") Ledek Intan lagi dengan menjulurkan lidahnya.
("Beli dong, lima ribu, yang pedas yah...hahaha...") Sahut Jaka yang juga jahil..
__ADS_1
Mereka pun tertawa terbahak-bahak dan saling balas dengan kata-kata yang lucu.
("Emang mas mau ngajak kemana besok??) Tanya Intan sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa terbahak-bahak.
("Besok aku mau ngajak kamu beli cincin") Jawab Jaka sambil melirik mata Intan.
("Haah...beli cincin untuk siapa mas? jangan bilang kalau kamu selingkuh...!!") Ledek Intan kepada Jaka, hati Intan senang karena Jaka mau melamarnya, tapi Intan pura-pura cemberut.
("Eits, jangan ngade..ngade kamu, besok aku ngajak kamu beli cincin untuk pertunangan kita sayang") Jawab Jaka sambil tersenyum melirik ke Intan.
("Beneran? mas mau melamar Intan...?") Senyuman Intan yang membuat Jaka bahagia.
("Ya, aku mau melamar kamu? apa kamu mau menerimanya..?") Ucap Jaka yang membuat wajah Intan semakin memerah.
("MMM...mau gak yah? apa mau banget?") Ledek Intan kepada Jaka.
("Mau gak nih? kalau kamu gak mau, nanti cincin nya aku kasih ke ayam kampus nih") Ledekan dari Jaka yang tak kalah jahilnya.
("Mau dong mas, masa mau dikasih ke ayam kampus sih, nanti tak potong-potong dijadikan ayam goreng spesial") Jawab Intan sambil cengengesan.
("Ya udah, besok aku jemput kamu jam sembilan...") Ucap Jaka sambil tersenyum sendiri.
("Oce Intan tunggu, sayang...emmuahch..") Sahut Intan sambil memonyongkan bibirnya yang tipis dan mungil. Membuat Jaka menelan ludahnya.
Keesokan harinya Jaka dan Intan sudah sampai di toko perhiasan milik Jaka yang baru dibuka dua bulan yang lalu, mereka pun segera masuk dan memilih cincin untuk pertunangan mereka.
"Yang ini bagus gak mas?" Tanya Intan kepada Jaka sambil menunjukkan cincin yang dipegangnya.
"Bagus dan cantik sayang" Ucap Jaka sambil melirik cincin yang dipegang oleh Intan.
"Kalau untuk mas? yang ini aja, biar serasi, coba mas pakai..." Sahut Intan sambil menyodorkan cincin untuk Jaka, lalu Jaka menerima cincin itu untuk dicoba di jari nya.
"Tuh kan pas dan serasi, cantik dan elegan..." Ucap intan lagi sambil menjulurkan tangannya supaya berjejer dengan tangannya Jaka
"Ya sayang, ini cocok sekali dan terlihat cantik, serasi dan elegan" sahut Jaka sambil tersenyum.
Lalu mereka melepaskan cincin itu dan memberikan kepada pelayan
"Yang ini saja mbak" Ucap Intan, lalu menyodorkan cincin itu kepada si pelayan.
"Pake kartu ini aja mbak..." Ucap jaka kepada si pelayan itu sambil menyodorkan kartu emas hitam kepada pelayan tersebut, si pelayan terkejut ketika melihat kartu emas berwarna hitam, karena kartu itu hanya dimiliki oleh keluarga pemilik toko tersebut.
__ADS_1
Intan yang melihat si pelayan dan kartu emas warna hitam pun ikut terkejut dan melongo, rasa penasaran Intan kepada Jaka, kenapa Jaka bisa memiliki kartu tersebut.
Setelah transaksi selesai lalu si pelayan menyodorkan kartu emas itu kepada Jaka.
"Ini kartunya Tuan, semoga kalian menyukai pelayanan dari kami.." ucapan si pelayan semakin membuat Intan penasaran dengan Jaka, karena si pelayan menyebutkan kata Tuan kepada Jaka.
Jaka yang melihat ekspresi wajah Intan pun mengerti akan rasa penasaran Intan kepada dirinya. Tapi Jaka belum bisa memberitahu nya sekarang.
Setelah mereka membeli perhiasan, lalu Jaka dan Intan, pergi meninggalkan toko perhiasan menuju ke rumah Intan, setelah sampai dirumah Intan, Jaka disuruh masuk kedalam,
"Mas mau minum apa?" Tanya Intan kepada Jaka.
"Kopi aja deh, biar gak ngantuk..hehe" Sahut Jaka sambil duduk di kursi.
"Manis apa pahit?" Ledek Intan kepada Jaka sambil tersenyum.
"Maksudnya? kamu mau bikin kopi pahit buat aku..gitu..!" Cemberut Jaka.
"Kan kamu sendiri tadi bilang, kopi aja, gak berkata pakai gula..hehehe" Ledekan Intan sambil cengengesan.
"Oohh..ngomong sama kamu harus jelas sejelas-jelasnya yah" Cemberut Jaka lagi.
"Ih, ada yang ngambek nih ceritanya....hehehe" Semakin jahilnya Intan.
"Ya udah kalau gak ikhlas air putih aja deh..." Celetuk Jaka sambil cemberut.
"Iya cayang, gitu aja ngambek, udah ah aku mau buat kopi dulu" Celoteh Intan sambil pergi meninggalkan Jaka , dan berjalan menuju ke dapur.
Setelah Intan membuat kopi lalu kembali menemui Jaka, dan menyerahkan kopinya ke Jaka.
"Pas kopinya....pas nikmatnya....sruuupph...ahhhh..." gumam Jaka yang menyeruput kopi buatan intan.
Intan yang melihat Jaka menyeruput kopi, Intan pun tersenyum, "enak mas kopinya..? Tanya Intan kepada Jaka.
"Enak dong, kan yang buat, pacar mas...hehehe..." Sahut Jaka sambil tersenyum.
"Iya...iya...jelas enak lah, kan tinggal di sruuput....." Manja Intan kepada Jaka.
"Ayah sama Ibu kemana Tan? dari tadi gak kelihatan?" Tanya Jaka kepada Intan.
"Mungkin Ayah masih bekerja dan Ibu lagi di warung mbok Ijah..." Sahut Intan sambil melirik ke arah pintu.
__ADS_1
Lalu mereka melanjutkan canda tawanya.