Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #34 (Di balik pintu),


__ADS_3

Nana masih berfikiran negatif terhadap Doni dan Meli yang berada di dalam ruangan, Meli masih memijat kakinya Doni sambil di tekan-tekan dengan jarinya


"Terus Mel, di tekan dong biar terasa nikmat" Doni menyuruh Meli untuk terus menekan jarinya


"Iya Don, aku sudah menekan dengan keras, lu jangan bergerak, biar nikmat" Meli terus menekan jarinya sambil berbicara dengan Doni


"Iya Mel, enak banget kalau di tekan, ahhh enaknya" Doni merasa kakinya sudah mulai enteng atau ringan


Nana masih berdiri di depan pintu sambil mendengarkan percakapan Doni dan Meli, omongan mereka terdengar samar-samar "Don apa lu gak puas dengan pelayanan ku? Apa aku kurang menggairahkan? Apa goyangan ku tak sebanding dengan goyangan Meli?" Nana masih bertanya pada diri sendiri sambil meremas *********** "ah, Don"


Meli lalu memijat pinggang dan punggung milik Doni dengan tangannya yang lembut sambil menggosok tubuh Doni


"Terus Mel, dipegang yang keras lalu di putar-putar" Doni menyuruh Meli untuk menekan dan memutar pijatannya


"Oke Don, gue akan pegang yang keras lalu akan gue putar-putar biar lu ke enakan" Meli berkata sambil memutar pijatannya di punggung Doni


"Ahh, nikmat Mel" ucap Doni yang ke enakan dengan pijatan tangan Meli yang lembut


"Lu suka kalau gue putar-putar terus Don?" Meli bertanya kepada Doni apakah dirinya suka kalau Meli memutar pijatannya di punggung


"Suka Mel, terus di putar dan di remas" Doni menyukai dengan gaya Meli yang memijat punggungnya


"Gue tambahin minyak lagi biar licin biar putarannya lebih mantap" Meli lalu menambahkan minyak urut ke punggung Doni agar tubuh Doni lebih licin, jadi gampang mengurutnya


"Terserah lu aja, yang penting gue ke enakan dengan sentuhan tangan lu yang lembut" Doni berkata sambil merasakan kelembutan tangan Meli yang sedang memijat tubuhnya


Nana yang masih ada di balik pintu, merasakan dan membayangkan sentuhan tangan Doni yang sedang meremas payudara miliknya "Don, gue pengin di sentuh" gumam Nana sambil menggigit bibirnya lalu mengelus bagian bagian bawah yang ada di dalam rok mininya, sambil membayangkan kalau dirinya sedang bermesraan dengan Doni


"Ayolah Don, sentuh tubuh gue, biar gue merasa kenikmatan dengan sentuhan lu" Nana bertanya pada dirinya sendiri sambil terus menyentuh bagian bawah dan menjilati bibirnya sendiri

__ADS_1


"Terus Mel, terus di putar, gue suka" Doni merasakan kenikmatan pijatan tersebut lalu menyuruh Meli supaya terus melanjutkan pijatannya


Meli terus memijat punggung kekar milik Doni sambil memutar-mutar tangannya, Doni pun merasakan tubuhnya mulai enakan gak kaku lagi, Nana yang di balik pintu masih menikmati sentuhan lembut tangannya sendiri


Di lain tempat Fitri yang habis meting dengan klien, berjalan keluar dari ruangan tersebut, Alan menyusulnya dari belakang "Fit tunggu" lalu Fitri menghentikan langkahnya "ada apa Lan?" Fitri bertanya kepada Alan


"Nanti malam kamu ada acara gak?" Alan bertanya kepada Fitri, karena akan mengajaknya untuk nonton bioskop


"Gak ada sih, emang kenapa?" Fitri bertanya kembali, apa tujuan Alan menanyakan dirinya


"Nonton yuk?" Alan mengajak Fitri untuk nonton bioskop


"Gak ah, tapi kalau ngajak makan, gue mau" Fitri menolak secara halus, supaya Alan tidak kecewa


"Oke nanti malam kita makan bersama, nanti aku jemput kamu" lalu Alan pun mengajak Fitri untuk makan malam bersama


"Oke gue tunggu, bye" lalu Fitri berjalan menuju ke mobilnya dan bergegas meninggalkan Alan yang masih berdiri mandanginya pergi


"Tin, tin, tin" suara klakson mobil Alan terdengar, lalu Fitri berjalan keluar dan menemui Alan


"Ayo masuk" Alan menyuruh Fitri untuk masuk ke dalam mobilnya, lalu Fitri duduk di depan, di samping Alan "ayo jalan" lalu Alan menjalankan mobilnya menuju ke restoran favoritnya


Setelah mereka sampai lalu Alan dan Fitri duduk dan memanggil pelayan, lalu mereka memesan makanan kesukaan masing-masing


"Lan kamu bisa benerin kran gak?" Fitri bertanya kepada Alan, apakah dia bisa membetulkan kran yang rusak di apartemen milik Fitri


"Nanti lihat dulu, rusak parah apa gak" ucap Alan kepada Fitri


Lalu makanan yang mereka pesan datang "makasih mbak" Fitri berterima kasih kepada pelayan tersebut, lalu mereka berdua menyantap hidangan tersebut

__ADS_1


"Nanti sehabis makan kita ke apartemen gue, barang kali kamu bisa benerin kran yang rusak itu" ucap Fitri sambil mengunyah makanan tersebut


"Oke" balasan singkat dari Alan yang baru saja masukkan makanan kedalam mulutnya


Makanan sudah habis, lalu Alan membayar makanan tersebut, Fitri dan Alan lalu pergi meninggalkan restoran tersebut, menuju ke apartemennya Fitri, tak lama kemudian mereka sampai di apartemen milik Fitri, mereka berdua masuk, lalu Fitri menunjukkan kran yang rusak tersebut


"Kamu bisa gak benerin kran ini?" Fitri bertanya kepada Alan, lalu Alan meriksa kran tersebut


"Biar aku coba dulu" lalu Alan mengotak atik kran tersebut


"Kamu punya kunci untuk membuka kran gak Fit?" Alan menanyakan kepada Fitri, apakah dia punya alat yang digunakan untuk membuka kran tersebut


"Kayaknya ada, dulu kakak gue membelinya" lalu Fitri berjalan dan mencari alat tersebut


Ketika Fitri sedang mencari alat itu, Fitri melihat ada kecoa, lalu berlari menabrak Alan yang masih berdiri menunggu "Alan ada kecoa, gue takut" "brugh" lalu mereka berdua jatuh, Alan ada di bawah dan Fitri diatas tubuhnya Alan, tangan Alan refleks memegang erat bokong semok milik Fitri, tubuh Fitri yang berada di atas tubuhnya Alan merasakan benjolan tersebut, lalu tangan Fitri memegang benjolan tersebut karena penasaran, benjolan apa itu?


"Ini apa Lan?" Fitri bertanya kepada Alan tentang benjolan tersebut, sambil meremas benjolan itu, semakin di remas, benjolan itu semakin keras dan membesar


"Loh kok tambah besar dan keras Lan?" Fitri bertanya lagi kepada Alan


"Ya jelaslah, semakin kamu remas maka akan semakin besar dan keras" Alan memberi tahu kalau benjolan tersebut di remas maka akan semakin membesar


Karena penasaran, lalu Fitri membuka celana milik Alan dan mengeluarkan benjolan tersebut "besar Lan" tangan Fitri semakin asyik bermain dengan benjolan tersebut sambil tangannya memegang dan meremas


"Coba kamu kocok-kocok Fit" Alan menyuruh Fitri untuk mengocok benjolan tersebut


Lalu Fitri mencoba menuruti apa yang Alan katakan "wah semakin besar Lan" Fitri senang karena benjolan tersebut membesar dan keras


"Terus Fit, lebih cepat, biar cepat membesar dan keras" Alan menyuruh Fitri agar lebih cepat mengocok benjolan tersebut, lalu Fitri meludahi benjolan tersebut supaya tangannya lebih cepat bergerak karena licin "terus Fit"

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2