Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #29 (Jalan buntu)


__ADS_3

Seminggu kemudian, Jaka mengantarkan Intan pergi ke toko sepatu, di tengah perjalanan Jaka dan Intan di ikuti oleh sepuluh preman yang mengendarai sepeda motor, Jaka yang mengetahui kalau dirinya sedang diikuti, lalu mempercepat mobilnya mencari celah agar lolos dari kejaran gerombolan preman tersebut, namun mereka menemukan jalan buntu, mau berbelok tapi dibelakang sudah ada gerombolan preman itu, akhirnya Jaka menghentikan mobilnya karena sudah tidak ada jalan lain, mereka terjebak di jalan buntu.


"Kamu tetap di dalam mobil saja, biar aku yang menghadapi mereka" Jaka membisikkan kata-kata itu di telinganya Intan, lalu Jaka keluar dari mobilnya untuk menyambut gerombolan preman tersebut


"Mau lari kemana kalian? Sudah tidak ada jalan lagi hahaha" ucapa ketua preman tersebut sambil tertawa "hajar dia !!!" Ketua preman itu menyuruh anak buahnya untuk menghajar Jaka, dengan bringas kelima preman lari dan melompat kearah Jaka "wushh, wushh, wushh"


Jaka melompat ke sisi tembok yang ada dan menendang salah satu dari mereka "bugh, bugh" dua orang preman yang terkena tendangan dari Jaka, tersungkur ke tanah "auwh"


Tiga preman yang lain meninju dan menendang Jaka dari depan dan samping "wushhh, bugh" dengan jungkir balik Jaka menghindari serangan dari preman itu "wushhh, wushh"


Jaka mundur beberapa langkah untuk mengatur strategi, kelima preman itu lalu menyerang secara serempak dari berbagai sudut


Dengan sedikit sentakan, Jaka melompat keatas sambil melayangkan tendangan secepat kilat "bugh, bugh, bugh, bugh, bugh" kelima preman itu terkena tendangan dari kaki Jaka dan terjatuh ke tanah dengan rasa sakit di wajahnya


Ketua preman yang melihat kehebatan Jaka, lalu menyuruh yang lain untuk maju menyerang Jaka kembali "kalian maju, serang dia !!!" Ketua preman itu dengan geram mengepalkan tangannya, mereka pun langsung menerjang Jaka yang sedang melawan temannya


Jaka yang mendengar deru langkah mereka lalu menoleh dan memasang kuda-kuda, preman yang baru datang dan temannya yang tadi jatuh, sekarang mengelilingi Jaka dan membuat lingkaran


Jaka yang berada di tengah lalu bersidakep sambil menyalurkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh, lalu gerombolan preman itu menyerang Jaka bersama-sama "hiatzz, wushhh"


Jaka hanya diam saja tanpa bergerak, didalam hatinya membaca doa, preman yang berjumlah sembilan orang, dengan ganasnya memukul dan menendang ke tubuh Jaka


Intan yang melihat Jaka yang sedang di keroyok sama kelompok preman tersebut, lalu keluar dari mobil, berlari sambil melompat lalu "bugh, bugh," berhasil menendang dua orang preman, lalu masuk kedalam lingkaran dan berdiri di samping Jaka


"Kenapa Kamu kesini?" Jaka menanyakan kepada Intan, karena dia keluar dari mobil dan berbahaya bagi keselamatan untuk Intan

__ADS_1


"Aku tak tega lihat mas dikeroyok mereka, tak sebanding" dengan penuh waspada Intan menjawab sambil terus melihat gerak gerik kelompok preman tersebut


"Kamu harus hati-hati, tetap dekat denganku, jangan jauh-jauh" Jaka memberi ultimatum supaya Intan tetap dekat dengannya


"Oke" Intan menjawab sambil mengacungkan jempolnya


Jaka dan Intan saling waspada, mereka berdua saling memunggungi serta menjaga satu sama lain, kelompok preman tersebut menerjang kearah Jaka, hanya tangkisan yang dilakukan nya, sedangkan Intan melawan tiga preman yang lain " wush, bugh, bugh"


Jaka memegang pinggang dan mengangkat Intan, dengan gerakan memutar, Intan menendang satu persatu preman tersebut "bugh, bugh, bugh, srakk, kedebughh" lalu Intan diturunkan kembali


Preman yang tersungkur lalu bangkit lagi dan menyerang Jaka, dengan kekuatan tenaga dalamnya lalu Jaka menghentakkan kakinya ke tanah "tendangan halilintar" ucap Jaka sambil teriak "wush, brakkhh, slarakk, bugh, auwhhh " para preman itu terkena tamparan angin dari kaki Jaka, lalu mereka terpental tiga meter, kesembilan preman itu langsung pingsan


"Berhenti !!!" Ucap ketua preman tersebut sambil menempelkan pisau ke lehernya Intan


Lalu Jaka menoleh kearah ketua preman itu dan melihat Intan yang tak berdaya dalam cengkraman preman itu, lalu Jaka memasukkan tangannya ke dalam sakuuntuk mengambil jarum perak senjata andalannya Jaka


Jaka mendekati Intan dan memeluknya "kamu tidak apa-apa sayang" lalu mengecup keningnya Intan "cup"


"Aku tidak apa-apa mas, siapa mereka?" Intan merasa tenang dan bertanya kepada Jaka


"Aku juga tidak tahu sayang" lalu Jaka mencium bibir Intan yang manis


"Ayo kita pulang?" Intan mengajak Jaka untuk pulang sambil memeluk lengannya


Mereka berdua berjalan menuju mobilnya dan meninggalkan mereka yang masih pingsan.

__ADS_1


*******


Meli sedang membereskan barang-barang miliknya dan hendak untuk pulang dari kantor, lalu Doni menghampirinya "udah siap, ayo pulang?" Doni mengajak Meli untuk pulang


"Ayo" Meli membalas ucapan Doni, mereka lalu berjalan menuju ke tempat parkir


"Nanti malam kamu ada acara gak?" Doni bertanya kepada Meli sambil memegang tangannya


"Gak ada, emang kamu mau ngajak kemana?" Meli menjawab dan balik bertanya kepada Doni


"Nanti malam nonton yuk?" Doni mengajak Meli untuk nonton film di bioskop


"Oke, nanti kamu jemput aku yah?" Meli menjawab ajakan Doni, lalu mereka masuk kedalam mobilnya masing-masing dan pergi meninggalkan kantor itu.


-----------


Setelah jam delapan malam Doni menjemput Meli lalu mereka bergegas menuju ke bioskop, setengah jam kemudian mereka sampai dan turun dari mobil, lalu mereka berjalan untuk membeli tiket, tak lupa pula mereka membeli cemilan dan minuman


Mereka lalu masuk mencari tempat duduk di pojok kanan paling belakang, setelah lima belas menit kemudian, film mulai diputar, Doni mulai merangkul pinggang Meli sambil berbisik di telinganya


"Film ini penuh dengan adegan dewasa, apa kamu suka?" Doni menanyakan kepada Meli, apakah dia suka film dewasa


"Aku masih normal, pasti suka lah" balasan Meli sambil menggoda nafsu Doni


Mereka berdua menatap layar bioskop, film pun mulai dengan adegan ciuman, membuat mereka berdua menelan ludahnya, lalu Doni menatap wajah Meli yang sudah mulai mengikuti alur cerita film tersebut

__ADS_1


Doni mulai mengecup bibir tipis Meli dengan lembut, dengan membuka mulutnya, Meli membalas ciuman dari Doni, menikmati bibir yang kenyal lalu tangan Doni mulai masuk kebaju Meli dan meremas gundukan daging yang kenyal tersebut dengan memutar-mutar, memberikan sentuhan yang penuh dengan sensasi, Meli mulai terangsang dengan sentuhan lembut dari Doni yang meremas gundukan miliknya, ******* Meli terdengar lirih "ah, ah, ah"


Sambil menciumi leher jenjang milik Meli, Doni mulai membuka kancing baju Meli satu persatu, lampu yang remang-remang membuat suasana menjadi bergairah, ciuman Doni berlanjut turun menelusuri kedua gundukan milik Meli yang kenyal, dengan kenikmatan yang dirasakan olehnya lalu Meli mencengkeram lengan Doni dan mendesah di telinganya "ahh, ahh" Doni mulai menjilati centilan yang berada di kedua gundukan milik Meli


__ADS_2