Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #15 ( Liburan )


__ADS_3

Seminggu setelah bertunangan, Jaka berencana akan mengajak Intan untuk liburan ke tempat pariwisata Guci yang berada di kaki gunung Slamet, dengan nuansa yang berbeda.


Jaka mengambil handphonenya lalu menghubungi Intan, rencana mau mengajak Intan untuk liburan.


("Halo assalamualaikum") Salam Jaka didalam telfonnya.


("Wa'alaikum salam, ya disini cafe es geprok barokah, apa ada yang bisa saya bantu? hehehe....") Jawab salam Intan sambil jahil kepada Jaka.


("Hmmmm..sayang, kok gitu sih jawabannya? mas gak telfon es geprok") Sahut Jaka sambil cemberut.


("Hehehe..becanda mas, jangan marah dong mas") Rajuk Intan kepada Jaka.


("Abisnya kamu jawab gitu sih, mas mau ngajak kamu liburan mau gak...?") Ucap Jaka sambil tersenyum.


("Emang mau liburan ke mana mas....?") Tanya Intan kepada Jaka.


("Ke Guci, mau gak?") Sahut Jaka sambil merapikan rambutnya.


("Sekarang, atau besok? hehehe") Jawaban Intan yang sangat antusias.


("Tahun depan !! ya besok lah") Jahil Jaka sambil tersenyum.


("Kirain tahun depan beneran, ogah kalau tahun depan") Celoteh Intan sambil cengengesan.


("Besok mas mau jemput Intan jam berapa....?") Tanya Intan kepada Jaka.


("Jam enam pagi, kamu habis subuh siap-siap gih?") Jawab Jaka yang menyuruh Intan untuk bersiap-siap.


("Ya, nanti kalau subuh belum bangun, mas telfon Intan yah, hehehe") Sahut Intan sambil cengengesan.


("Ya deh, kalau perlu nanti mas bangunin kamu pakai Toa masjid...hehehe") Celoteh Jaka sambil cengengesan.


("Wealeh..nanti telinga ku cakittt....") Celoteh Intan sambil manja.


('Besok mau pakai motor apa pakai mobil....?") Tanya Jaka yang keceplosan berkata mobil.


("Yaelah, emangnya mas punya mobil? daripada mas rental mobil, lebih baik pakai motor aja") Sahut Intan yang masih penasaran.


("Mmmm, gimana sih aku kok sampai keceplosan") gumam Jaka yang lirih, tapi masih kedengaran oleh Intan.


("Mas bilang apa...? jujur mas? jangan ada yang disembunyikan dari Intan? lebih baik mas jujur saja...?") Cerocos Intan sambil mengoreksi kebenaran Jaka.


("MMM...sebenarnya mas mau jujur sama kamu, tapi..") Jawab Jaka yang menggantung.

__ADS_1


("Kalau gak mau jujur sama Intan, ya udah aku gak mau ikut....titik..!!!!!") Cemberut Intan, lalu mematikan sambungan telepon nya.


Jaka melongo dan bingung, tiba-tiba saja Intan langsung mematikan sambungan telepon nya, Jaka khawatir Intan akan marah dan ngambek, lalu Jaka bergegas dan mengambil kunci mobil sambil berlari kecil keluar dan langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah Intan.


"Duh gaswat nih, aku belum jelasin, telfonnya langsung dimatikan, pasti marah dia?" gumam Jaka didalam mobilnya.


Jaka menambah kecepatan mobilnya, dua puluh menit kemudian Jaka sudah sampai di depan rumahnya Intan, lalu bergegas untuk mengetok pintu.


"Tok...tok...tok... assalamualaikum" Ucap salam Jaka sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikum salam.." Suara Pak Ahmad menjawab salam dan membuka pintu.


"Intan nya ada pak?" Tanya Jaka kepada Pak Ahmad.


"Ada nak, ayo masuk dulu" Ucap Pak Ahmad dan mengajak Jaka untuk masuk kedalam. Lalu Pak Ahmad menyuruh istrinya untuk memanggil Intan. Lalu istrinya langsung menuju ke kamarnya Intan.


"Sayang kamu lagi apa nak? di ruang tamu ada nak Jaka tuh? kamu samperin gih?" Ucap Ibunya.


"Ya Bu, bentar Intan mau cuci muka dulu..." Jawab Intan sambil bergegas ke kamar mandi,


Intan pun lalu keluar dari kamarnya untuk menemui Jaka yang sudah ada di ruang tamu, dengan muka yang masih cemberut lalu Intan duduk di kursi.


"Kamu masih marah sayang?" Ucap Jaka yang memecah keheningan malam.


"Mau jalan-jalan ke luar.?" Tanya Jaka kepada Intan, hanya diam saja Intan sambil tersenyum dalam hatinya.


"Mau mas belikan coklat atau es krim?" Tanya Jaka kembali, hanya senyuman dalam hati Intan.


"Mau mie ayam? yang pedas?" Tanya Jaka lagi, Intan pun hanya diam saja,


"Mau bakso? soto? lamongan?" Tanya Jaka kepada Intan,


"Mau ikan bakar? pecel lele...?" Tanya Jaka lagi,


"Mau naik odong-odong?" Tanya Jaka kepada Intan


"Mau naik becak..?" Tanya Jaka sambil cemberut.


"Mau beli permen?" Tanya Jaka lagi...


"Mau beli balon?" Tanya Jaka kepada Intan.


"Mau dibelikan nasgor pake telor ceplok gak?" Jaka masih belum menyerah untuk membuat Intan bicara, di dalam hatinya Intan, hanya senyuman dan tertawa. Tapi Intan masih bertahan pura-pura marah dan jengkel.

__ADS_1


"Mau beli.....hmmmmm???" Tanya Jaka yang menggantungkan kalimatnya. Intan pun masih belum bicara.


"Awaaaaassss ada kecoaaaaaaa..!!" Ledek Jaka yang frustasi, tak disangka, Intan langsung berdiri dan memeluk tubuh Jaka.


"Mana? mana? mana?" Celoteh Intan yang kaget, sambil memeluk tubuh Jaka,


"Syukur deh kecoanya sudah bicara hehehe?" Ledek Jaka sambil tersenyum.


"Is..mas Jaka nyebelin..!! aku bukan kecoa mas.....!!" Ucap Intan sambil memukul-mukul dada Jaka yang bidang.


"Kalau bukan kecoa kenapa tadi mas tanya, kamu hanya diam saja? tapi mas menyebut kecoa kamu langsung bicara, berarti kamu......???....hehehe..." Ucapan Jaka sambil menjahili Intan.


"Ih... nyebelin.... nyebelin..... nyebelin.....!!!" rajuk Intan yang manja.


"Mas Jaka nyebeliiiiiiinnnnn....!!!" Celoteh Intan sambil memukul-mukul dada Jaka yang bidang.


"Hahahaha......" Jaka tertawa terbahak-bahak.


"Ayo aku lagi pengin makan bakso, tadi mas nawarin bakso kan? ayo....!!" Celoteh Intan sambil berdiri dan menarik tangan Jaka.


"Iya....iya....sabar dong sayang" Sahut Jaka lalu mengikuti langkah Intan.


Akhirnya mereka berdua keluar untuk membeli bakso, Jaka pun tersenyum, karena Intan sudah tidak marah lagi.


Keesokan harinya, Jaka menjemput Intan dan berpamitan dengan kedua orangtuanya Intan, mereka berangkat menggunakan mobilnya Jaka, didalam mobil, Intan memandangi dan mengagumi interior design mobilnya Jaka.


"Ini beneran mobilnya mas Jaka? atau bukan?" Tanya Intan kepada Jaka.


"Benar, ini mobilnya mas sayang, kamu suka....?" Jawab Jaka dan bertanya kepada Intan


"Kenapa beli mobil mas....? kan sayang uangnya bisa di tabung?" Ucap Intan sambil memegang tangan Jaka.


"Ya biar calon istri mas gak kepanasan dan gak kehujanan....hehehe" Celoteh Jaka sambil merayu Intan.


"Gombaaalll.....!!!" Sahut Intan sambil tersenyum sendiri.


Setelah beberapa jam kemudian, mereka pun sampai di tempat tujuan, Jaka lalu memarkirkan mobilnya, setelah itu mereka menuju ke rumah makan, karena hari sudah siang, mereka berdua merasakan lapar.


"Mas mau bakso apa soto ayam....?" Tanya Intan kepada Jaka.


"Soto aja sayang, sama teh manis?" Jawab Jaka sambil duduk di kursi belakang.


"Tunggu yah, biar Intan pesan dulu?" Sahut Intan dan berlalu untuk memesan makanan. Jaka hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu Intan kembali menuju ke tempat dimana Jaka sedang duduk menunggu.

__ADS_1


Setelah mereka makan, lalu berjalan menuju ke tepi pantai yang sudah banyak pasangan muda-mudi duduk di bawah pohon, sambil menikmati indahnya pemandangan alam semesta, lalu mengajak Intan untuk duduk dibawah pohon dengan menggunakan tikar yang sudah dibawa dari rumah. Mereka pun menikmati suasana pantai dan sejuknya udara yang segar tidak terkena polusi.


__ADS_2