
Setelah Jaka sudah pulih dan merasa tubuhnya sehat dan bugar, aktivitas seperti biasanya, berangkat menuju ke cafe milik nya, para pengunjung cafe sudah mulai ramai Jaka sudah sibuk dengan pesanan teman-teman juga semangat sekali, tapi Intan belum datang karena masih kuliah.
"Jon, kamu antar pesanan ini..." perintah Jaka kepada salah satu karyawan sekaligus rekan kerja.
Si Jon bergegas untuk mengantarkan pesanan, karena Jaka juga sibuk membuat dan mengantarkan pesanan ke pelanggan, cafe milik Jaka sudah lumayan terkenal, tak lama kemudian Intan datang dan bergegas mengganti pakaian.
"Gimana keadaan mas? sudah baikan? " Sapa Intan ke Jaka yang sedang membuat es rasa cappucino.
"Alhamdulillah udah baikan Tan, kamu antar ini kemeja sebelah yah...." jawab Jaka dan menyuruh Intan untuk mengantarkan pesanan.
Hari sudah semakin malam cafe pun segera tutup, semua karyawan membersihkan seluruh meja yang kotor, setelah semuanya beres cafe pun tutup, semua karyawan pada pulang kini tinggal Jaka dan Intan.
"Ayo kita cari makan dulu..." Tawar Jaka mengajak Intan untuk membonceng sepeda motornya.
"Ayok mas, cap cus udah laper nih..." Sahut Intan sambil tersenyum
Merekapun melaju dengan sepeda motor untuk mencari makanan sambil menikmati suasana malam hari, Jaka melajukan motornya dengan kecepatan sedang supaya bisa menikmati suasana malam hari ini.
"Mau makan dimana mas...." Tanya Intan sambil melirik ke kanan dan ke kiri
"Kalau nasi goreng di mang saswi gimana, kamu mau...? " Jawaban Jaka yang menawarkan kedai mang saswi untuk dijadikan lokasi hari ini.
"Oke deh..." Sahut Intan sambil mengangguk.
Mereka pun segera menuju kedai mang Saswi yang tak jauh dari mereka, sesampainya di kedai mang Saswi lalu Jaka menggandeng tangan Intan menuju meja yang kosong, lalu Jaka memesan nasi goreng spesial dua porsi beserta minumannya.
"Ini mas, mbak, silahkan dinikmati.." ucap mang Saswi lalu menaruh nasi gorengnya ke meja
"Makasih mang...." Sahut mereka berdua, lalu merupakan menyantap nasi goreng spesial buatan mang Saswi.
__ADS_1
"Kamu suka nasi gorengnya...?" tanya Jaka sambil melirik ke arah Intan
"Suka mas...enak... pedesnya pas..." Sahut Intan yang baru saja memasukan nasi gorengnya ke mulutnya sehingga ada nasi yang menempel di luar bibirnya, Jaka yang melihat itu langsung membersihkan dengan tangannya.
Degub jantung Intan mulai tak karuan, kupu-kupu berputar di perut nya, lalu intan menunduk karena merasa malu dan canggung.
"Mau nambah lagi gak....?" Jaka menawarkan kepada Intan barangkali mau nambah porsinya.
"Udah kenyang mas...." sahut Intan sambil menggelengkan kepalanya.
"Habis ini mau langsung pulang, apa mau ke taman balaikota, duduk santai sambil menikmati suasana malam ini....??" Tanya Jaka kepada Intan.
"Pulang aja mas, ntar Ayah sama Ibu nyari gimana....?" tolak Intan dengan senyuman manisnya.
"Ya udah mas bayar dulu ke mang Saswi, terus langsung pulang gih..." Lalu Jaka membayarnya ke mang Saswi, setelah itu mereka melaju kendaraan bermotornya menembus jalan yang sudah mulai sepi.
Sesampainya dirumah Intan, Jaka mengantar sampai di depan pintu lalu Jaka berpamitan untuk pulang karena hari sudah malam, setelah Jaka pulang, Intan lalu masuk kedalam rumahnya.
"Wa'alaikum salam, baru pulang nak...?" jawaban salam dari Ibunya.
Intanpun mencium tangan Ayah dan Ibunya lalu bergegas menuju ke kamar, kedua orangtuanya melanjutkan menonton TV di ruang tengah.
*********
Jaka pun sampai dirumahnya lalu mengetok pintu " assalamualaikum...tok...tok...tok..." pintunya dibuka sama Ibunya " wa'alaikum salam, ayo masuk..." jawab sang Ibu lalu mereka pun masuk kedalam rumahnya.
"Kapan kamu melamar Intan nak ...???" tanya sang Ibu membuat Jaka menghentikan langkahnya .
"Baru mulai pendekatan Bu, kami juga belum pacaran, do'akan saja supaya Intan itu jodoh buat Jaka Bu...." jawab Jaka sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ibu selalu mendoakan kamu nak, Ibu juga menyukai kepribadian Intan, udah cantik dan ramah, bisa masak pula..." ucap Ibunya sambil menepuk pundak anaknya.
Hari demi hari Intan dan Jaka sudah semakin dekat, Ibunya Jaka selalu berharap agar Intan bisa menjadi pendamping untuk putra tersayang nya. Semoga Allah SWT menjodohkan mereka untuk membina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah.
Hari ini Intan berencana untuk membeli baju, sesampainya di toko baju, lalu Intan masuk untuk memilih pakaian yang disukainya, Intan tidak tahu kalau toko pakaian tersebut milik Jaka yang dikelola oleh Ibunya Jaka.
"Yang ini bagus, yang itu juga bagus, kalau yang ini lebih simpel dan modis..." Gumam Intan yang masih memilih pakaian.
Disebuah ruangan Ibunya Jaka melihat Intan yang sedang memilih pakaian, lalu menelfon bagian kasir, " iya Bu... laksanakan..." Ucap wanita disebrang telfon.
"Yang ini aja deh, harganya pun sesuai dompet, hehe..." ucap Intan dan menuju ke bagian kasir untuk membayar.
Intan hanya membeli beberapa pakaian saja, dua paket saja sudah membuat dompetnya tipis. "Berapa totalnya mbak...." Tanya Intan kepada kasir tersebut, kasir hanya diam dan membungkus pakaian yang dipilih Intan, dan menyodorkan kepada Intan.
"Sudah dibayar semua mbak...." ucap sang kasir sambil tersenyum, Intan-pun terkejut mendengar kata sang kasir.
"Sudah dibayar oleh siapa....?? " Sahut Intan yang masih bingung.
"Mbak, anda adalah member VIP di toko ini, tolong pinjam KTPnya..." ucapan sang kasir semakin membuat Intan bingung, terpaksa Intan memberikan KTPnya, si kasirpun membuatkan kartu member VIP, setelah kartunya jadi si kasir langsung memberikan kepada Intan.
"Mbak Intan ini KTPnya, dan ini kartu member VIP nya, mbak bisa belanja dengan kartu ini tanpa membayar nya, alias gratis, semoga mbak Intan menyukai pelayanan dari kami.." ucap si kasir sambil menjelaskan keutamaan dari kartu member VIP tersebut.
"Terimakasih..." Hanya ucapan itu yang muncul dari bibir Intan, lalu Intan meninggalkan toko itu dengan hati yang masih bingung, lalu Intan bergegas untuk pulang dengan naik ojek online.
Sesampainya dirumah, Intan langsung masuk kedalam rumahnya dan menceritakan kejadian tadi di toko pakaian kepada Ibunya.
"Mungkin itu rezeki dari Allah SWT untuk kamu nak, gak usah dibuat bingung, bersyukur saja atas segala nikmat yang telah diberikan -Nya, kepada kita nak..." Nasihat dari sang Ibu membuat hati Intan merasa lega.
Keesokan harinya Intan sudah berada di cafe dan menceritakan kejadian itu kepada Jaka, hanya senyuman yang diberikan oleh Jaka, karena Jaka sudah tahu, kemarin Ibunya menceritakan kejadian itu.
__ADS_1
"Kok malah tersenyum sih...." Gerutu Intan karena bukan itu jawaban yang Intan inginkan.
"Terus aku harus gimana dong, masa aku harus teriak atau menangis, kan gak lucu..." Jawaban Jaka sambil menggoda Intan yang masih penasaran, akhirnya Intan ikut tertawa, mereka pun melanjutkan aktivitas seperti biasanya.