
Udara yang sejuk di kaki gunung, membuat wisata Guci terkenal sampai di beberapa kota, banyak juga wisata asing yang singgah ke Guci sambil menikmati indahnya pemandangan. Apalagi kalau tanggal merah maupun pas libur bersama, pasti wisata satu ini sangat ramai sekali.
Intan dan Jaka sedang duduk bersama sambil canda tawa, mereka membeli jagung bakar dan juga jagung rebus, dengan cuaca yang dingin mereka menikmati jagung bakar dan jagung rebus.
"Jagungnya enak yah mas? gurihnya nempel di lidah...hehe..." Ucap Intan sambil memakan jagung rebus.
"Kalau masih kurang beli lagi sayang...." Sahut Jaka sambil memegang jagung bakar.
"Iya mas, ini aja belum habis..." Ucap Intan sambil menunjukkan jagung yang dipegangnya.
"Kamu mau minum apa sayang? kopi? teh manis? teh botol...?" Celoteh Jaka kepada Intan.
"Teh botol aja mas" Sahut Intan sambil tersenyum.
"Oke mas beli dulu yah, sekalian mas mau beli kopi panas" Ucap Jaka lalu berjalan menuju ke kedai penjual minuman.
Setelah Jaka membeli minuman, lalu bergegas menuju ke tempat Intan yang sedang menunggu,
"Ini minumannya" Jaka menyodorkan minuman tersebut kepada Intan.
"Makasih mas" Jawab Intan sambil mengambil minuman yang ada di tangan Jaka.
"Kamu mau ke tempat pemandian air panas gak?" Tanya Jaka kepada Intan.
"Gak usah mas,
lagian aku gak bawa baju ganti" Ucap Intan sambil geleng-geleng kepala.
"Ya udah, mau jalan-jalan ke bukit gak?" Tanya Jaka kepada Intan.
"Mau mas, ayo..." Jawab Intan sambil tersenyum.
"Ayo..." Sahut Jaka lalu menggandeng tangan Intan.
Mereka pun berjalan sambil menikmati pemandangan alam yang indah dengan udara yang sejuk dan segar, mereka menelusuri jalan setapak.
"Naik kuda yuk? kita sewa?" Ucap Jaka yang melihat tempat penyewaan kuda.
"Ayo mas" Sahut Intan yang antusias pengin naik kuda.
Lalu mereka menyewa kuda dan menaikinya menelusuri jalan setapak, dengan di pandu oleh orang yang menyewakan kuda tersebut. Intan duduk di depan dan Jaka duduk di belakangnya.
Setelah mereka berkeliling memutari taman yang ada di bukit dengan menaiki kuda lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat air terjun
__ADS_1
"Mas kesini, lihat air nya jernih banget?" Ucap Intan agar Jaka mendekati nya dan menunjukkan air yang jernih. Lalu Jaka mendekati Intan yang tangannya sedang bermain air.
"Kamu suka sayang?" Tanya Jaka kepada Intan.
"Suka pakai banget mas, air nya jernih banget?" Jawab Intan sambil bermain air.
Mereka pun menikmati suasana air terjun yang indah dan sejuk, tak terasa hari sudah mulai sore, Intan enggan untuk pulang, karena masih menikmati indahnya pemandangan alam
"Udah sore, pulang yuk?" Ajak Jaka untuk pulang,
"Bentar mas, masih betah disini, sejuk?" Jawab Intan sambil memegang tangan Jaka.
"Ya udah sepuluh menit lagi kita pulang yah" ucapan Jaka yang masih memberikan kesempatan kepada Intan.
Hari sudah mulai gelap, akhirnya mereka berdua pulang, walaupun Intan masih enggan untuk pulang, tapi Jaka berhasil membujuk Intan. Didalam mobilnya Jaka, Intan masih cemberut.
"Kapan-kapan kita berkunjung ke sini lagi?udah jangan ngambek dong sayang..?" Ucap Jaka untuk menenangkan hati Intan.
"Janji..?." Sahut Intan sambil menjulurkan jari kelingking nya.
"Kayak anak kecil aja sih kamu? janji masih pakai jari kelingking...hehehe" Ucap Jaka sambil menggoda Intan.
"Pokoknya kita kapan-kapan kesini lagi yah...mas ku sayang..we..we..we.." Rajuk Intan sambil meledek ke Jaka. " Cup..." Tanpa Intan duga bibirnya merasa ada yang bersentuhan.
"Emang gak boleh cium calon istri sendiri? hehehe" Jawab Jaka sambil cengengesan, menggoda Intan.
"Mmmmm, boleh sih? tapi permisi dulu, jangan asal nyamber aja" Sahut Intan sambil malu-malu.
"Kamu gemesin banget sih sayang" Celoteh Jaka kepada Intan. Tiba-tiba "cup.." Intan mencium pipi Jaka....
"Tuh kan pacar mas, sudah mulai nakal....hehehe..." Ledek Jaka sambil tersenyum.
"Mas aja cium bibir aku gak permisi, sekarang sudah aku balas...we...we...we..." Ucap Intan sambil menjulurkan lidahnya.
Selama dalam perjalanan pulang, mereka saling pandang dan canda tawa bersama, penuh cinta dan kasih sayang.
"Nanti setelah kamu selesai kuliah, kita langsung nikah gimana....?" Tanya Jaka kepada Intan.
"Aku sih terserah mas aja, kan aku sebulan lagi wisuda mas" Jawab Intan sambil memegang tangan Jaka.
"Oh ya, syukur deh kalau gitu, biar cepat halal....hehehe...." Celoteh Jaka sambil tersenyum.
"Iya mas, terserah mas aja?" Sahut Intan lagi.
__ADS_1
"Kalau kita udah nikah, kamu mau tetap bekerja atau dirumah saja, mengurusi anak-anak...." Celoteh Jaka kepada Intan.
"Pengin nya sih tetep kerja biar bisa bantu ekonomi keluarga kecil kita nanti mas" Sahut Intan sambil tersenyum.
"Oh..kalau kamu masih pengin kerja, kamu bisa jadi meneger di cafe es" Celoteh Jaka, yang membuat hati Intan bingung.
"Loh kok bisa? emangnya cafe itu milik mas? jangan ngaco deh?" Sahut Intan yang masih penasaran.
"Mas boleh jujur sama kamu sayang? tapi kamu janji jangan marah ya?" Ucap Jaka sambil melirik ke arah Intan.
"Jujur saja mas, aku gak marah kok, mas beli mobil aja aku gak marah, tapi sayang aja kan bisa ditabung uangnya..?" Jawaban Intan sambil tersenyum sendiri.
"Janji yah gak marah!" Ucap Jaka lagi.
"Iya mas, cerita aja...." Sahut Intan sambil memegang tangan Jaka.
"Gini sayang, cafe es geprok barokah itu emang bener punya mas, jangan protes dan jangan marah..?" Ucap Jaka yang jujur.
"Hemmm.....bener punya mas Jaka? nanti Intan akan tanya sama Ibu kamu?" Jawab Intan sambil menghembuskan nafasnya.
"Ya tanya saja sama Ibu? dan toko baju yang sering kamu datangi, itu juga punya mas" Ucap Jaka sambil memberitahu toko pakaiannya.
"Jadi kartu member itu sengaja mas berikan kepadaku?" Sahut Intan sembari geleng kepala.
"Bukan mas, tapi Ibu...." Jawab Jaka sambil tersenyum
"Hah...Ibu !!, yang benar mas? aku jadi malu kalau ketemu sama Ibu?" Sahut Intan yang kikuk.
"Kenapa harus malu sayang...?" Tanya Jaka kepada Intan.
"Hehehe..malu aja mas?" Sahut Intan sambil cengengesan.
"Besok aku ajak kamu ke toko pakaian dan bertemu dengan Ibu ya?" Ucap Jaka yang mengajak Intan.
"Hmmmm..gimana yah?" Sahut Intan yang malu.
"Udah gak usah malu-malu, kan biasanya kamu ke toko pakaian itu gak malu, pede aja?" Celoteh Jaka sambil melirik ke arah Intan.
"Hehehe..iya deh" Sahut Intan lagi yang masih malu-malu.
Selama diperjalanan, mereka berdua mengobrol dengan asyiknya, membahas tentang kehidupan Jaka, beberapa jam kemudian mereka berdua sampai di rumah Intan, setelah Jaka membuka kan pintu mobilnya, Intan pun keluar dari mobil dan menuju ke rumah..
"Mau mampir dulu gak mas?" Tanya Intan kepada Jaka.
__ADS_1
"Udah malam, aku pulang aja, sampai ketemu besok yah sayang" Jawab Jaka sambil tersenyum, lalu Jaka melajukan mobilnya.