
#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Meli masuk kedalam kamarnya dan melepaskan sepatunya berganti dengan sandal jepit dan bergegas menuju ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian rapi lalu Meli berjalan menuju ke kamarnya om Bagas, melongok ke dalam tapi tak melihat adanya om Bagas di dalam kamar tersebut.
Diruang tengah Meli mencari keberadaan om Bagas tapi tidak ada "om kamu dimana?"
Meli terus mencari keberadaan om Bagas dan berjalan ke luar rumah sambil menengok ke kanan dan kiri "Om...om...kamu dimana.?"
Meli kembali ke dalam kamarnya dan mencoba menghubungi nomor handphone milik om Bagas "nut...nut...nut...." panggilan tidak terjawab.
"Kamu dimana om?" gumam Meli sambil membaringkan tubuhnya karena merasa capek seharian kerja di kantor.
Karena badan yang lelah dan capek akhirnya Meli tertidur dengan pulas, dan melayang-layang di alam mimpi.
Meli lalu bangun dari tidurnya dan melihat jam di tangan "baru jam sembilan malam rupanya?". Meli lalu bangkit dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar.
Meli belum melihat om Bagas semenjak sore tadi "belum pulang juga om Bagas? Kemana sih dia?" Gumam Meli bertanya kepada dirinya sendiri.
Meli sudah mencarinya kesana kemari tapi belum menjumpai om Bagas, lalu Meli berjalan keluar rumah untuk membeli nasi goreng yang dekat dari apartemennya.
__ADS_1
Dengan berjalan kaki Meli menuju ke pedagang nasi goreng tersebut. "Bang nasi goreng spesial satu di bungkus ya bang?".
"Baik non Meli, silahkan ditunggu sebentar" jawab pedagang tersebut yang sudah mengenal dengan Meli karena sering membeli nasi gorengnya.
Tak butuh lama akhirnya pedagang tersebut selesai membuat nasi goreng untuk Meli. "Ini non nasi gorengnya".
"Makasih mang" jawab Meli lalu memberikan uang kepada pedagang tersebut.
Meli berjalan menuju ke apartemennya "tit..tit" suara klakson motor dari arah belakang Meli, "awas mbak".
Meli langsung menoleh kebelakang dan langsung menghindar dari motor tersebut, sedangkan pemuda yang mengendarai sepeda motor hilang keseimbangan dan oleng, "Brakkkhh" pemuda dan motornya jatuh ke selokan, Meli lalu menghampiri pemuda tersebut.
"Gak papa mbak cuma lecet dikit, tapi motornya? Aduh mati gue pasti bakal kena marah lagi?". Balas pemuda tersebut sambil menggerutu kepada dirinya sendiri.
Meli mengajak pemuda tersebut mampir ke apartemennya dan menyuruh untuk masuk.
"Ayo masuk, biar aku obati luka kamu?" Ucap Meli yang berniat untuk mengobati luka pemuda tersebut.
"Makasih mbak" balas pemuda itu sambil menahan rasa sakit luka tersebut.
Meli berjalan mencari kotak p3k setelah menemukan lalu kembali mendekati pemuda tersebut lalu mengobatinya.
__ADS_1
"Pelan-pelan mbak, perih banget nih?" Ucap pemuda itu sambil meringis menahan rasa perih di lukanya.
"Iya ini juga pelan kok? Masa cowok nangis sih?" Balas Meli kepada pemuda tersebut.
"Siapa yang nangis mbak, ini cuma perih?" Balas pemuda tersebut sambil memanyunkan bibirnya kepada Meli.
"Lucu banget sih kamu kayak anak kecil aja" ucap Meli yang melihat bibir pemuda tersebut.
"Yeh.. udah gede mbak" balas pemuda tersebut sambil meringis.
"Nama kamu siapa?" Tanya Meli kepada pemuda tersebut.
"Adit mbak, nama mbak siapa?" Jawab Adit dan balik bertanya kepada Meli.
"Aku Meli" lalu mereka bersalaman.
Setelah selesai mengobati Adit lalu Meli mengajak untuk makan nasi goreng yang sudah di beli tadi. Meli membagi menjadi dua piring lalu memberikan satu untuk Adit.
"Ayo makan Dit?" Mereka berdua lalu memakan nasi goreng spesial tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1