Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #22 ( Di Culik )


__ADS_3

Didalam mobil Jaka melihat Intan dibawa masuk oleh si penculik, dengan mempercepat mobilnya akhirnya Jaka sampai dirumah kosong yang menjadi tempat untuk menyandera Intan, lalu bang ojek pun langsung menghampiri Jaka yang masih berada diluar rumah tersebut.


Lalu Jaka mengatur strategi untuk membebaskan Intan, setelah membagi tugas Jaka melangkah dengan mengendap-endap sambil mengawasi situasi didalam rumah tersebut.


Intan yang berada di dalam melihat wanita dibalik penculikan atas dirinya.


"Rupanya kamu Fitri....!" Intan berkata sambil tersenyum sinis "Mau apa kamu culik aku hah..!!" Tatapan mata Intan dengan melotot.


"Karena gue benci sama lu..!! Cewek miskin..!!" Ucapan Fitri sambil melipat tangannya didepan dada, dan tersenyum sinis. " Ikat dia di kursi..!!" Perintah Fitri kepada anak buahnya, lalu mereka mengikat tali ke tubuhnya Intan dengan kursi.


Jaka yang sedang mengawasi situasi didalam, melihat siapa dalang dari penculikan ini, "ternyata kamu Fitri..!!" Gumam Jaka yang sedang melihat diantara celah-celah jendela


Bang ojek yang sedang mengintai dari belakang rumah tak sengaja menjatuhkan nampan yang kosong "Praankk..." Lalu bang ojek bersembunyi di balik pintu,


"Siapa itu?" Ucap salah satu anak buahnya Fitri, lalu bergegas menuju ke belakang rumah, sambil menengok ke kanan dan kiri untuk melihat siapa yang telah menjatuhkan nampan tersebut.


"Bughh...bughhh...!!" Anak buahnya Fitri jatuh tersungkur, ternyata bang ojek yang telah memukul orang itu dengan balok kayu yang ada disampingnya. Orang bertato itupun langsung bangkit "Kurang ajar lu..hiatzz...bugh...bughh.." Bang ojek terkena pukulan dari orang yang bertato itu, dan terhuyung ke belakang sambil memegang pipi yang terkena pukulan "Aawhh...".


"Beraninya lu menyusup kemari, mau cari mati hah..!!" Lalu orang yang bertato itupun menyeret bang ojek ke tempat dimana Intan sedang diikat, "Brughh.." bang ojek dilempar kedekat Intan.


"Bang kenapa kamu kemari..?" Intan bertanya kepada bang ojek itu.


"Maaf non" Sahut Abang ojek dan memberikan kode kepada Intan, bahwa bantuan akan segera datang. Intan hanya mengangguk kecil supaya Fitri dan anak buahnya tidak tahu.


"Pahlawan kesiangan hahaha...!!!" Ledek Fitri kepada Intan dan Abang ojek sambil tertawa.

__ADS_1


"Ikat dia juga, hahaha...!!" Perintah Fitri terhadap anak buahnya untuk mengikat Abang ojek dan tertawa.


Fitri mendekati Intan dan mencengkram kedua pipinya Intan "Jangan blagu lu sekarang didepan gue, hahahaa...!!" Lalu Fitri menghempaskan pipinya Intan.


"Cuihhh...ayo kita duel siapa yang menang...berani gak lu..!! Intan menantang Fitri untuk bertanding satu lawan satu.


"Aku tahu kamu bisa bela diri...tapi aku gak bodoh..!!!!" Ucapan Fitri sambil teriak kearah Intan dan tersenyum sinis.


"Lalu apa mau kamu sekarang hah...!!" Sahut Intan yang tak kalah kencangnya.


"Mau aku? kamu menderita selamanya, wajah cantik mu akan aku lukis dengan pisau ini, hahahaha..!!" Fitri menjawab pertanyaan dari Intan sambil memutar-mutar pisau yang ada ditangannya dan tertawa dengan mata yang melotot kearah Intan.


Dengan tubuh yang terikat dengan kursi, dalam hatinya Intan memohon kepada Allah SWT. Agar dirinya selalu dilindungi-Nya, dan bantuan segera datang. Abang ojek pun berharap agar Jaka segera menolongnya.


Jaka yang berada diluar, sudah berdiri didepan pintu dan bersiap-siap untuk mendobrak pintu. "Bismillahirrahmanirrahim, brakkhh...buggghh..." Lalu pintu pun terbuka dan pecah berantakan, Intan, Abang ojek, Fitri dan kedua orang bertato menoleh kearah pintu bersama-sama,


"HENTIKAN FITRI..!!!! KAMU SUDAH KETERLALUAN..!!!" Jaka berteriak dan mengangkat jari telunjuknya ke arah Fitri, ada perasaan bersalah Fitri kepada Jaka, raut wajahnya menjadi lesu.


"Jaka,kenapa kamu kemari..? Ada hubungan apa antara kamu dan dia?" Tanya Fitri kepada Jaka dan menunjuk kearah Intan.


"Kalau kamu berani menyakiti nya, aku tak akan memaafkan mu..!!, dan tak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang, Camkan itu !!!" Ucapan Jaka dengan nada ancaman penuh dengan esmosi, membuat hati Fitri kecewa.


"Oh.. sekarang kamu berani mengancam ku..! Aku kecewa padamu Jak..!!" Suara Fitri dengan penuh kekecewaan, lalu menyuruh anak buahnya "Hajar dia..!!!!"


Kedua orang itu lalu menerjang Jaka sambil mengayunkan tangannya untuk memukul Jaka, dengan insting pendekarnya Jaka refleks jungkir balik kebelakang sampai keluar dari rumah tersebut, salah satu dari anak buahnya Fitri melompat dan mengejar Jaka, "Hiatzz....wushh...".

__ADS_1


Diluar rumah, Jaka sudah siap menerima serangan dari musuhnya "Wushhh...bughhh.." Orang yang mengejar Jaka terkena tendangan dari kaki Jaka, "Auwhhh..".


"Kurang ajar lu..!!, Hebat juga...!!" Ujar orang yang terkena tendangan tadi sambil memegang perutnya yang sakit, lalu bangkit dan menerjang Jaka sambil mengayunkan tangannya "Wushhh..bughh...plakk...bughhh...plakkk..." Dengan cepat Jaka menangkis pukulan dari orang itu.


Selagi Jaka sedang bertarung, tiba-tiba temen orang itu membantu dan menendang kearah Jaka, Dengan refleks kaki Jaka diangkat dan membentur kaki orang yang menendang tadi, sedangkan tangan Jaka masih menangkis serangan dari teman orang itu.


Jaka mundur sedikit sambil mengatur pernafasan dan mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh, "Ayo kalian berdua maju bersama-sama..!!" Ucapan Jaka membuat keduanya menjadi geram penuh dengan esmosi...hehehe...


"Mau cari penyakit lu, hah...!!!!!" Teriak salah satu dari mereka.


"Seraaanggg..!!!" Ucap yang satunya, dan mereka maju bersama-sama untuk menyerang Jaka.


Dengan posisi siap menyerang lalu Jaka mengangkat tangan kanannya sambil bergumam "MEMUKUL TANPA MENYENTUH " Lalu tangan Jaka yang sudah diangkat berlahan turun dan menyapu ke arah mereka berdua sambil mengeluarkan tenaga dalamnya "Wushhh..bughh... braaaakkkh.." kedua orang itu terpental sejauh lima meter "Sraaakkkhhh....Auwhh..kedebughh..".


"HENTIKAN..!!!" Teriak Fitri sambil menyeret tubuh Intan dan menempelkan pisau dilehernya Intan.


Jaka lalu berhenti dan menoleh ke arah Fitri yang sedang mengancam, "Apa mau mu Fit..?" Tanya Jaka kepada Fitri, sambil mengawasi pisau yang sudah menempel di lehernya Intan.


"Aku hanya ingin kau kembali kepadaku Jak.." Fitri menjawab lalu tersenyum sinis.


Tanpa Fitri sadari, Jaka mengambil batu kerikil yang kecil dan siap untuk menyerang Fitri, lalu batu kerikil itu dijentikkan dengan di aliri tenaga dalamnya, dan melesat ke arah keningnya Fitri, "Wushhh...sreetts..bughhh." dengan lunglai tubuh Fitri terjatuh ke lantai dan pingsan.


Lalu Jaka bergegas dan melepaskan ikatan yang ada di tubuh Intan dan Abang ojek, sementara kedua anak buahnya Fitri masih terbaring di tanah dengan menahan kesakitan di seluruh tubuh mereka.


"Makasih mas.." Ucap Intan dan langsung memeluk tubuh Jaka, Abang ojek yang melihat mereka berdua berpelukan merasa turut bahagia, "Ekhemm.." Abang ojek berdehem dan membuat Jaka menoleh, lalu Jaka melepaskan pelukannya, Intan hanya tersipu malu.

__ADS_1


Setelah kejadian itu lalu mereka pergi meninggalkan Fitri dan anak buahnya.


* Bersambung...*


__ADS_2