Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #19 ( Pelakor salah target )


__ADS_3

Di kamar Fitri terlihat seperti kapal pecah semua berantakan, peralatan makeup sudah berserakan di lantai , Fitri sedang marah "kurang ajar...siapa pelayan wanita itu...berani sekali membuat aku malu didepan teman-teman ku....!!!" Celoteh Fitri sambil marah didalam kamarnya.


"Gue harus buat perhitungan sama dia" Gumam Fitri sambil mengepalkan tangannya.


"Besok akan gue bikin dia menderita... hahaha" Ucap Fitri sambil tertawa.


Lalu Fitri mengambil handphonenya dan menghubungi temannya.


("Besok lu bawa pelayan itu kemari, gue tunggu dipinggir jembatan") ucap Fitri kepada orang yang ada disebrang telfon.


("Yaelah, emang lu gak berani ngadepin sendirian, payah lu...Cemen") Jawab temannya Fitri di sebrang telpon.


("Lu temen gue bukan sih??") Cerocos Fitri kepada temannya.


("Temen sih temen, tapi masa lu gak berani ngadepin pelayan itu, payah lu, oke besok gue temenin lu") Sahut Sisi disebrang telfon.


("Oke, gue besok jemput lu") Ucap Fitri kepada Sisi yang berada di sebrang telpon


Akhirnya mereka berdua membuat rencana jahatnya untuk mencelakai Intan. Karena Fitri merasa sudah di permalukan di depan umum, dia ingin balas dendam kepada Intan.


Keesokan harinya Intan bersiap-siap untuk berangkat ke cafe menggunakan ojek online, setelah memesan ojek online pun datang, lalu Intan berangkat naik ojek online, didalam perjalanan, tiba-tiba mobil berlalu cepat menghadang perjalanan Intan.


"Ciiiiitttsss........" Suara ban mobil yang mengerem mendadak.


Motor yang ditumpangi oleh Intan pun berhenti, lalu Fitri keluar dari mobilnya bersama dengan Sisi.


"Turun lu....!!!!" Teriak Fitri kepada Intan yang masih duduk di atas motor bang ojek.


Intan pun turun dari motor bang ojek, lalu menyuruh tukang ojek online untuk menepi dan waspada terhadap Fitri dan temannya.


"Mau apa kamu menghadang perjalanan saya hah?" Ucap Intan sambil menunjuk kearah Fitri.


"Urusan kita yang kemarin belum selesai?" Cerocos Fitri kepada Intan sambil menaruh tangannya di pinggang.


"Kita, lu aja kali, gue gak, hahaha" Celetuk Intan sambil memancing esmosi Fitri.


"Hei, pelayan gak usah belagu lu...!!" Sahut Sisi dengan nada tinggi.


"Bodo Amat...!!..eh, sekarang Amat sudah gak bodo lagi, hahaha" Cerocos Intan sambil tertawa kepada Fitri dan Sisi.


"Kurang ajar lu....!!!!..hiaaaattzz!" Cerocos Fitri sambil melompat dan melayangkan tinjunya kearah wajah Intan.


"Eits, gak kena..hahaha" Ucapan Intan membuat Fitri makin esmosi saja.

__ADS_1


Lalu Fitri melayangkan tinjunya lagi kearah Intan,


"Wushhh...trakk...bughhh..!!!" Sebelum tangan Fitri menyentuh wajah Intan, tangan Fitri berhasil ditangkis oleh Intan dan diarahkan ke arah Sisi.."bughhhh..."


"Auwhhh...kenapa lu malah pukul gue.....!!!" celetuk Sisi sambil menahan sakit di bagian pipinya.


"Sorry..sorry....gue gak sengaja..?" Ucap Fitri kepada Sisi yang menjadi sasaran empuk pukulannya.


"Hahahaha..lucu banget kalian, hahaha...." Cerocos Intan sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kurang ajar lu, wushhhh....." Ucap Fitri sambil melayangkan pukulannya kearah Intan.


Dengan refleks tubuh Intan menghindari serangannya dan Intan bergeser menyamping.


"Wowwww...gak kena lagi..hahahaha?" Celoteh Intan kepada Fitri sambil tertawa.


Intan selalu menghindar dari serangan-serangan itu, Fitri semakin esmosi saja,


"Awas lu..hiiaaatzzz....brukhhh..." Celetuk Fitri sambil memukul kearah Intan dan berhasil mengenai angin saja, Fitri pun jatuh ke tanah.


"Mau dilanjutkan tidak? aku mau kerja nih?" Celoteh Intan kepada Fitri sambil tertawa.


"Siapa lu sebenarnya?" Ucap Fitri kepada Intan.


"Kurang ajar, kita belum selesai....lu mau lari kemana..!!!" Teriak Fitri kepada Intan


Intan pun melangkah menuju ke bang ojek online yang sedari tadi hanya menonton


"Ayo bang berangkat..?" Ucap Intan kepada bang ojek.


"Ayo Non...!" Jawab bang ojek kepada Intan.


Lalu Intan dan bang ojek pun pergi meninggalkan Fitri dan Sisi yang masih duduk di tanah. Tak butuh lama akhirnya Intan sampai di cafe tersebut.


"Maaf mas, aku terlambat" Sapa Intan kepada Jaka.


"Gak papa sayang, emang jalan macet yah?" Jawab Jaka sambil tersenyum melirik ke arah Intan.


"Gak macet mas, tapi tadi ada insiden kecil di jalan" Sahut Intan sambil tersenyum.


"Emang tadi ada apa di jalan....?" Tanya Jaka kepada Intan yang penasaran.


"Ulah mantan mas yang kemarin kesini, tadi menghadang di perjalanan, ngajak ribut lagi...huf" Celoteh Intan kepada Jaka sambil melirik ke arah Jaka.

__ADS_1


"Terus kamu diapain sama dia...?" Tanya Jaka yang khawatir dengan kondisi Intan.


"Aku gak papa mas, bisa ku atasi kok, dia bukan tandingan ku..hehehe.." Celoteh Intan sambil cengengesan.


"Beneran kamu gak papa sayang...?" Tanya Jaka kepada Intan sambil memegang tangan dan mengecek tubuh Intan.


"Yaelah mas, aku beneran gak papa..?" Ucap Intan kepada Jaka sambil tersenyum.


"Ya udah kalau kamu gak papa, apa kamu mau istirahat dulu sayang..?" Sahut Jaka yang sudah merasa tenang karena kondisi Intan baik-baik saja.


"Udah gak papa, aku kerja saja lagian aku gak enak sama yang lain nanti dikira aku manja, hehehe" Celoteh Intan sambil tersenyum melirik ke arah Jaka.


"Ya udah deh, tapi kalau kamu capek, istirahat saja" Ucap Jaka yang membuat hati Intan senang karena Jaka selalu perhatian.


Akhirnya Intan pun kembali untuk bekerja, karena Intan merasa gak enak sama temen -temennya, selama Intan bekerja, diam-diam Jaka suka memperhatikan kondisi Intan.


Ditempat lain, Fitri merasa kesal terhadap Intan, karena sudah dua kali dirinya dipermalukan, Fitri merasa bodoh karena dirinya selalu kalah oleh Intan,


"Udah, muka sebel lu dibuang aja? heppy gitu loh?" Celoteh Sisi kepada Fitri sambil menasihati.


"Lu gimana sih? gue ni lagi sebel tau" Celetuk Fitri kepada Sisi.


"Ya, gue tau lah Fit, makanya heppy aja gak perlu mikirin pelayanan itu?" Celoteh Sisi sambil menepuk pundak Fitri.


"Lu, temen gue bukan sih?" Celetuk Fitri kepada Sisi yang masih kesal karena sudah dipermalukan oleh Intan.


"Udah ni makan bakso dulu, biar pikiran lu ploong....hehehe" Ucap Sisi sambil menyodorkan semangkok bakso yang sudah dibeli tadi.


"Gue gak nafsu makan" Celetuk Fitri kepada Sisi sambil geleng-geleng kepala.


"Bener, gak nafsu nih? ntar gue embat bakso lu..hahaha" Celoteh Sisi sambil tertawa kepada Fitri.


"Buat lu aja..!!!" Ucap Fitri kepada Sisi.


"Beneran? ini enak loh baksonya Fit? ada saosnya, ada mie dan bihun, ada kuahnya, ada baksonya, hehehe " Ledek Sisi kepada Fitri sambil menggoda dengan baksonya.


"Yaelah...bakso ya gitu.!! Sisi culuuunnn " Gerutu Fitri kepada Sisi.


"Hahahaha..Fitri cemoooootttt....hahaha..." Sisi pun ikut meledek dan tertawa kecil.


"Huuaaaaacceeeemmmm" Cerocos Fitri kepada Sisi yang masih jahilnya.


Akhirnya mereka berdua mengobrol dengan candaan sambil menikmati makan bakso, sesekali mereka tertawa terbahak-bahak dan saling sahut ledekan.

__ADS_1


__ADS_2