
Fitri masih asyik bermain dengan benjolan tersebut, dia terus mengocok dan meremas, semakin besar dan keras Fitri malah semakin senang melihat benjolan itu tegang, Alan semakin menikmati kocokan dari tangan Fitri
"Fit coba kamu jilati benjolan itu biar tambah besar dan keras" Alan menyuruh Fitri untuk menjilati benjolan tersebut, lalu Fitri menjilati sambil mengocok benjolan tersebut "srups, srups, srups, clok, clok, clok, clok, srups, srups, clok, clok, srups, ahhhh"
Alan merasakan amunisi senjatanya mau keluar lalu memuncratkan di mulut milik Fitri "aaahhhhh, crooooooottt, crooooooottt, crooooooottt" mulutnya Fitri basah oleh cairan dari benjolan tersebut
"Loh kok muncrat Lan?" Fitri bertanya kepada Alan kenapa benjolan itu setelah di jilati memuncratkan cairan yang kental
"Habisnya benjolan itu keenakan di jilat Fit" Alan memberi alasan kenapa benjolan itu memuncratkan cairan
"Oh gitu, yah jadi gak besar lagi dong" ucap Fitri dengan polosnya
-------
Dilain tempat, Jaka masih mencari keberadaan Intan, semua karyawan di tanyai satu persatu, Jaka masih belum menemukan keberadaan Intan, lalu Jaka bertanya kepada salah satu pedagang yang ada di sekitar cafe miliknya
"Bang lihat Intan gak, wanita yang sering beli disini?" Jaka masih belum tenang sebelum menemukan gadis pujaan hatinya
"Gak lihat mas" ucap pedagang tersebut
Jaka bingung mau cari Intan dimana, hpnya gak aktif, lalu hp Jaka berbunyi dan dilihatnya panggilan dari Ibunya, lalu Jaka mengangkat panggilan tersebut
(" Halo assalamualaikum Bu") salam Jaka dari sambungan telepon kepada Ibunya
("Wa'alaikum salam Jaka, oh iya Ibu mau kasih tau kamu, kalau Intan sekarang sama Ibu sedang memilih pakaian, tadi waktu Ibu datang, kamunya gak ada, jadi Ibu bawa aja Intan" ucap Bu Lastri kepada anaknya sambil menjelaskan keberadaan Intan
("Alhamdulillah, kalau Intan bersama Ibu, tadi Jaka khawatir mencari Intan kemana-mana" ucap Jaka sambil menghela nafasnya dan hatinya kini sudah tenang
("Iya Ibu minta maaf, karena Ibu bawa Intan gak ngomong sama kamu") Bu Lastri meminta maaf kepada Jaka, yang telah membawa Intan tanpa sepengetahuan Jaka
("Ya udah gak papa, yang penting Intan sekarang bersama Ibu") Jaka hatinya tenang tidak khawatir lagi dengan Intan
__ADS_1
("Kamu nanti langsung pulang aja gih") ucap Bu Lastri kepada Jaka
("Iya Bu, udah telfonnya dimatikan ya Bu?") Lalu Jaka mematikan sambungan telepon tersebut
Kini Jaka sudah merasa tenang dan melanjutkan pekerjaannya sampai sore
-----
Setelah pekerjaan Doni selesai, lalu menghampiri Meli di ruangannya dan mengajak Meli untuk pulang bersama, lalu mereka berdua menuju ke tempat parkir mobil
"Nanti malam jemput ya Don?" Meli meminta agar Doni menjemputnya nanti malam
"Oke Mel" jawab Doni sambil tersenyum melirik ke arah Meli
Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobilnya masing-masing dan pergi meninggalkan kantor tersebut, lalu Doni pulang ke apartemennya, lalu bergegas masuk dan mandi untuk membersihkan badannya setelah bekerja seharian "ting, tong, ting, tong" bel pintu berbunyi, Doni yang sehabis mandi hanya memakai handuk lalu berjalan menuju ke pintu dan membukanya "masuk" Doni menyuruh sepupunya untuk masuk
"Ada angin apa lu datang ke sini?" Doni bertanya kepada sepupunya, karena mendadak datang tanpa memberi kabar sebelumnya
"Gue tidur di mana Don?" Vani menanyakan kamar tidur untuk dirinya
"Terserah lu aja pilih yang mana, tapi jangan kamar atas, itu kamar gue" Doni menjelaskan kepada Vani untuk memilih kamar yang mana saja asal jangan kamarnya yang di atas
Lalu Vani berjalan menuju ke salah satu kamar dan masuk serta membereskan barang-barang yang dibawanya, Doni masuk ke dalam kamarnya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang karena kelelahan, lalu menelfon Meli
("Halo Mel") ucap Doni dalam telepon kepada Meli
("Iya Don ada apa?") Meli bertanya kepada Doni, karena hari masih sore belum waktunya Doni untuk menjemputnya
("Nanti malam kita gak jadi pergi Mel, karena sepupu gue baru datang dan akan nginap disini satu minggu") Doni menjelaskan kepada Meli bahwa nanti malam acara untuk pergi gagal karena sepupunya datang
("Ya udah gak papa Don") Meli memaklumi kepada Doni yang membatalkan acara makan malam bersama
__ADS_1
("Makasih ya Mel atas pengertiannya") Doni lalu tersenyum kepada Meli yang berada di sebrang telpon
("Iya Don, udah ya telfonnya di tutup gue mau istirahat") lalu Meli memutuskan sambungan telepon
Lalu Doni terlentang sambil memegang handphone miliknya sambil membayangkan Meli, Doni tersenyum sendiri lalu terlintas dirinya sedang bercinta memadu kasih bersama Meli, perlahan Doni memegang senjatanya lalu mengelus dan mengocoknya
Diruang bawah, Vani baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk lalu bergegas menuju ke kamar "loh sisirnya dimana?, Apa gue lupa bawa yah, ah gue pinjem aja punya Doni" gumam Vani yang sedang mencari sisir untuk menata rambutnya, lalu berjalan menuju ke kamarnya Doni,
Setelah sampai di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, lalu Vani melongok ke dalam dan melihat Doni sedang mengocok senjatanya, berlahan Vani mendekati Doni yang terlentang di atas ranjang, sambil mengendap-endap Vani berlahan menyentuh senjata milik Doni dan meremasnya
Doni yang kaget dengan Vani yang tiba-tiba muncul di dekat senjatanya lalu meremas
"Eh Van apa yang lu lakukan?" Doni dengan malu-malu bertanya kepada Vani
"Dari pada lu kocok sendiri, lebih baik gue yang kocak biar lebih nikmat" ucap Vani sambil mengocok senjata milik Doni yang sudah tegang
Vani mulai ******* dan mengocok senjata tersebut, Doni merasakan kenikmatan yang luar biasa sambil meremas rambut milik Vani, "ahh, terus Van, terus"
Lalu Vani mempercepat kocokan tangannya sambil mengulum senjata milik Doni yang sudah tegang dan panjang "srups, srups, srups, srups, clok, clok, clok, clok, clok, srups, srups, srups, ahhhh, srups, srups, clok, clok, clok, clok, srups, srups, srups, ahhhh"
Doni mendesah karena merasa nikmat dengan kocokan tangan milik Vani dan ******* dari bibir Vani yang mungil itu "ahh, Van, terus, ahhh, ahhhh, yes, yes, ahhh, ahhhhh, ahhhhhh, Van terus, ahhh, ahhhh, yes "
Vani yang melihat Doni menikmati kocokan dari tangannya lalu memasukkan kedalam mulutnya sampai mentok kerongkongan "srups, srups, clok, clok, clok, klok klok klok klok klok, ahhh, clok, clok, srups, srups, srups, ahhhh, srups srups, clok, clok, clok, srups, ahhhh "
Doni lalu menggerakkan kepala Vani maju mundur supaya senjatanya masuk sampai mentok kerongkongan "terus Van, ahhh, ahhhhh, ahhhhhh, terus, ahh, ahh, ahh, Van, yes, yes ahhh, ahhhhh,
Lalu Doni memuncratkan amunisi senjatanya ke wajah Vani "aaahhhhh, crooooooottt, crooooooottt, crooooooottt"
Vani tersenyum melirik Doni kenikmatan
*Bersambung"
__ADS_1