Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #12 ( Di ikuti )


__ADS_3

Dilain tempat seorang pemuda sedang menelepon untuk merencanakan sesuatu, agar saingannya hancur, dia tidak suka kalau ada orang yang mendekati gadis yang dicintainya.


"Besok kalian bikin dia babak belur, sampai wajahnya hancur !! Jangan sampai gagal lagi, mengerti...!!" Suara perintah dari pemuda tersebut.


"Baik bos, kami tak akan gagal lagi, jangan lupa uangnya di transfer...!" Balasan dari sebrang telpon.


Lalu pemuda itu mematikan sambungan telepon nya, dia belum merasa tenang karena belum bisa mendapatkan gadis yang diincarnya, lalu pemuda itu tertawa terbahak-bahak, dan meninggalkan tempat itu.


Seperti biasanya Jaka disibukkan dengan berbagai pelanggan yang ada di cafe milik nya, Meli dan Andi datang sambil bergandengan tangan lalu duduk di meja yang kosong, lalu mereka memesan es rasa strawberry dan rasa coklat.


"Ini mas, mbak, silahkan dinikmati.." ucap pelayan itu sambil menaruh es yang mereka berdua pesan,


"Makasih..." Jawaban Meli, lalu mereka menikmatinya tanpa peduli orang sekitar nya,


Di meja yang tak jauh dari mereka ada dua orang yang sedang mengawasi sambil memainkan handphone nya, setelah Meli dan Andi keluar dari cafe milik Jaka, orang yang tadi mengawasi menelepon seseorang.


"(Cegat mereka dijalan yang sepi, kita gak boleh gagal, nanti bos marah lagi...!!!" ) ucap orang itu, tanpa mereka sadari Jaka sedari tadi mendengarkan percakapan nya dengan orang yang disebrang telfon, lalu mereka bergegas untuk mengikuti langkah Meli dan Andi,


Didalam mobil Andi menyetir sambil mendengarkan musik, lalu Meli tanpa sengaja melihat dari kaca spion, ada mobil yang mengikutinya, Meli jadi gelisah.


"An, lu liat mobil yang dibelakang? kayaknya mereka mengikuti kita deh?" ucap Meli, lalu Andi menoleh kearah spion dan melihat ada mobil yang mengikutinya.


"Lu tenang, gue akan berusaha kabur dari mereka" sahut Andi dan mulai mempercepat laju mobilnya. Mobil yang mengikutinya mulai mempercepat lajunya,


Andi mulai panik dengan zig-zag melajukan mobilnya, lalu Andi membelokkan mobilnya ke jalanan yang menurut Andi aman, mobil mereka saling kejar-kejaran, disaat mobil Andi menuju jalan yang sepi, tiba-tiba mobil yang mengikutinya memotong jalur didepan mobil Andi. "Ciiiiitttsss zzzz..." Andi langsung menginjak rem, lalu mobilnya berhenti,


"Keluar....!!!" teriak orang yang mengikutinya


Lalu Andi dan meli pun keluar dari mobilnya dengan perasaan cemas dan ketakutan


"Mau apa lu ngejar gue? emangnya gue punya masalah apa sama lu semua?" Ucap Andi yang sedikit ketakutan.


"Jelas lu punya masalah sama bos gue...!!" Sahut salah satu dari mereka yang mengikuti Andi dan Meli.


"Ayo Zak, hajar dia, gak usah banyak omong..!!!" ucap temannya Zak, lalu dengan cepat Zak melompat dan melayangkan tinjunya, Andi tak bisa menghindar dari serangan itu.


"Hiaaaattzz..bughh..bughh..sreeet auwhhh..." Andi pun terjatuh lalu mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah, Andi bangkit dan menyerang Zak.

__ADS_1


"Sraaaakkk bughh..." Andi berhasil mengenai wajah Zak.


   Dengan cepat temannya Zak meloncat dan memukuli Andi, "hiaaaattzz..bughh..bughh.." Andi terjatuh dan berusaha bangkit, namun pukulan mendarat diperut Andi lagi


"Bughh...bughh..bughh.." setelah Andi mendapat pukulan lalu tendangan dari Zak melayang di perut Andi lagi.."braaaakkkh...bughh.." Andi pun tersungkur dan menahan sakit di bagian perutnya.


"Ini peringatan buat lu...!! dan jangan pernah deketin Nona Meli lagi, mengerti...!!!" Ucap Zak sambil menendang perut Andi lagi.."bughh.. braaaakkkh..." Andi pun tak berdaya untuk melawan mereka.


Meli yang ketakutan hanya meringkuk dan menangis disebelah mobilnya Andi, lalu mereka mendekati Meli yang sedang menangis


"Non Meli baik-baik saja....??" Tanya Zak kepada Meli.


"Ayo Non Meli, kita pulang, nanti bos kami marah kalau melihat Non Meli menangis disini..!" Ucap temannya Zak.


Meli yang masih menangis pun lalu mengikuti mereka dan masuk kedalam mobil yang mereka kendarai, lalu meninggalkan Andi yang masih terbaring kesakitan. Didalam mobil, Meli masih sesenggukan air matanya masih menetes di pipinya.


"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Meli kepada orang itu.


"Bos Arya, calon tunangannya Non Meli" Jawaban dari Zak yang membuat Meli terkejut.


"Iya Non...bos Arya..!?" Sahut zak sambil melirik ke arah Meli.


Lalu Meli mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang


"(Kenapa lu lakuin ini semua ke gue hah ! gue kan sudah bilang sama lu, kalau gue gak mau dijodohkan sama lu...!!!)" Cerocos Meli dengan wajah kesalnya.


"(Gue gak peduli, karena orang tua lu yang terus mendesak gue, agar gue cepat bertunangan sama lu Mel...!)" Sahutan dari sebrang telpon yang tak lain adalah Arya,


Lalu Meli langsung mematikan telepon nya, mereka pun mengantarkan Meli sampai ke rumahnya, lalu Meli lari masuk kedalam kamarnya, tak peduli banyak asisten rumah tangga yang melihatnya.


"Tumben Non Meli nangis? biasanya kalau pulang langsung teriak-teriak dan marah sama kita...?" Ucapan salah satu dari asisten rumah tangga tersebut.


"Udah jangan bicara gitu nanti Non Meli mendengarkan, lu pengin kena omelan dari nenek sihir itu...?" sahut asisten yang satu lagi.


Lalu mereka melanjutkan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga Meli.


*******

__ADS_1


Jaka yang baru saja selesai sholat isya, lalu bergegas masuk kedalam kamarnya dan mengambil handphonenya lalu menghubungi pacar nya.


("Assalamualaikum, sayang") Ucap salam Jaka didalam telfonnya.


("Wa'alaikum salam, sayang-sayang kepala lu peyang, hehehe ....becanda ..!") Jawab Intan sambil bercanda.


("Eits kok gitu sih, kamu gak kangen ya sama aku...??") Sahut Jaka sambil cemberut


("Kan Intan hanya bercanda mas, jangan marah dong, ntar ganteng nya ilang hehe..") Celoteh Intan sambil merayu Jaka.


("Ih, pacar aku ini semakin hari bikin gemes sih...") Sahut Jaka yang tak kalah untuk merayu, wajah Intan mulai merona merah.


("Cup...cup...jangan marah ntar gantengnya digondol ayam....hahaha...") Intan mulai jahilnya kepada Jaka.


("Haah...digondol ayaaaam... kalau digondol sama ayam kampus sih aku mau..hehehe!!") Sahut Jaka sambil memanyunkan bibirnya dan meledek ke Intan.


("Kalau digondol ayam kampus nanti ayam kampusnya tak potong-potong dijadikan SOP ayam, hahaha ...") Jawaban Intan yang balas menjahili Jaka, dan mereka pun tertawa bersama.


("Mas tau gak, kali bulan itu bisa cemberut...??") Tanya Intan kepada Jaka


("Mmmm, kenapa yah? mungkin lagi bt kali") Jawab Jaka sambil berpikir


("Bukan itu jawaban nya mas...") rajuk Intan sambil menggeleng


("Terus jawabannya apa sayang...???") Balas Jaka yang penasaran


("Kalau bulannya tanggal tua dan belum gajian pasti cemberut lah....hehehe...") Celoteh Intan sambil cengengesan.


("Haaaahhh....cuma itu jawaban nya....hahaha..") balas Jaka dan tertawa.


Mereka pun saling canda tawa dan mengisi kegundahan hati, sampai larut malam.


*******


Salam kenal dan mohon dukungannya supaya author lebih semangat berkarya


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2