Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
*39* Mencari Zaky


__ADS_3

Keesokan harinya di perusahaan Makmur jaya Doni melangkah menuju ke ruangannya Meli, dan membuka pintunya


"Kamu gak makan siang Mel?"


"Ah iya, aku sepertinya lupa waktu Don" ucap Meli setengah kaget dan sekilas melirik jam tangannya.


"Cepatlah makan siang, jangan sampai kamu sakit, atau kita makan siang bersama?" ucap Doni


"Oke," Meli mengangguk dengan senang.


mereka berdua beriringan berjalan melewati lorong dan berakhir di lobby kantor. Banyak pandangan mata yang tertuju pada mereka, Meli menyadari dan merasa jengah.


Diapun menunduk tak suka melihat ke sekeliling.


"Ayo" ajak Doni saat langkah Meli melambat.


"Abaikan saja mereka" ucap Doni lagi.


"Ah iya Don"


Doni mengajak Meli makan siang di sebuah restoran yang menjual makanan serba pasta. Awalnya Meli merasa kikuk dan tak enak hati. tapi ternyata Doni bukan atasan yang kaku, Doni ramah dan sopan.


"Bagaimana? Suka?"

__ADS_1


Meli mengangguk mengiyakan, dia sangat suka makanan serba pasta. Penuh keju yang gurih dan creamy.


"Kebetulan saya juga suka pasta, terima kasih sudah mengajakku kemari."


"sama-sama, jadi aku tak salah pilih tempat. Maaf karena aku tak bertanya kamu dulu mau makan siang apa."


"Kamu tak perlu bertanya dulu, aku apapun suka." ucap Meli lalu memamerkan senyumnya.


"Kalau begitu habiskan, kalau kurang pesan lagi." ucap Doni kepada Meli.


Seketika Meli tersenyum manis kepada Doni, sambil terus memakan pasta tersebut.


Setelah mereka berdua makan siang lalu mereka kembali ke kantor, mereka berjalan beriringan melalui lorong.


Meli berjalan menuju ke ruangannya dan tangannya di seret oleh Nana.


"Iya Na, cuma makan siang aja kok."


"Itu bukan cuma tapi wow."


"Apanya yang wow, Na?"


Meli lalu masuk ke dalam ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya. Meli hanya tersenyum tipis menggelengkan kepalanya, merasa lucu karena hari ini Doni terlihat romantis.

__ADS_1


Meli masih melamun di mejanya, membayangkan dia bersama Doni sampai waktunya untuk pulang.


"Kamu gak pulang" suara Doni yang sudah berdiri di ruangannya


"Oh sepertinya aku lupa waktu lagi Don." jawab Meli gelagapan melihat jam ditangan kirinya.


"Jangan banyak melamun, nanti cepat tua." ucap Doni "ayo pulang"


Meli lalu membereskan berkas tersebut dan menaruh ke lemari kecil yang ada di ruangan itu, mereka lalu berjalan bersama menuju ke tempat parkir.


Mereka mengendarai mobilnya masing-masing, Meli menuju ke rumahnya, tak butuh lama Meli akhirnya sampai di rumah.


Meli masuk kedalam kamarnya dan melepaskan sepatunya berganti dengan sandal jepit dan bergegas menuju ke kamar mandi.


Selesai mandi dan berpakaian rapi lalu Meli berjalan menuju ke kamarnya Zaky, melongok ke dalam tapi tak melihat adanya Zaky di dalam kamar tersebut.


Diruang tengah Meli mencari keberadaan Zaky tapi tidak ada "Zak kamu dimana?"


Meli terus mencari keberadaan Zaky dan berjalan ke luar rumah sambil menengok ke kanan dan kiri "Zak...Zak...kamu dimana.?"


Meli kembali ke dalam kamarnya dan mencoba menghubungi nomor handphone milik Zaky "nut...nut...nut...." panggilan tidak terjawab.


"Kamu dimana Zak?" gumam Meli sambil membaringkan tubuhnya karena merasa capek seharian kerja di kantor.

__ADS_1


Karena badan yang lelah dan capek akhirnya Meli tertidur dengan pulas, dan melayang-layang di alam mimpi.


*Bersambung*


__ADS_2