Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab # 9 ( Perasaan )


__ADS_3

Disudut ruangan Meli bersama teman-temannya sedang membicarakan soal Andi yang selalu mendekati Intan, Meli sangat benci dengan Intan, menurut Meli Intan tak pantas untuk dicintai oleh Andi, "dasar cewek miskin, belagu banget sok deketin Andi, gue benci banget sama lu Tan...." Curhatan Meli dengan segala kegundahan hatinya.


"Lu harus pepet terus tuh si Andi Mel, masa lu kalah sama cewek miskin itu..." cerocos Suny yang memanasi hati Meli.


"Iya Mel, lu harus dapetin Andi..." sahut Desi yang ikut mengompori hati Meli.


Tiba-tiba Intan berjalan ke sudut ruangan dan menghampiri Meli dan Genk nya, Intan pun berkata..


"Minimal punya tante lah Mel...!!!, percuma kalau deketin Andi tapi ga punya tante....???" sinis Intan kepada Meli


"Ih apasih Tan..... lu tuh ga di ajak ngobrol...tau...!!!!" marah Meli kepada Intan


"Upss..... maaf kalau benar haha......" tawa Intan beserta ejekannya


"Aku gak butuh si Andi....buat lu aja....!!!!" Teriak Intan lalu berjalan ke kantin.


Mereka bingung dengan reaksi Intan yang berteriak lalu meninggalkan mereka semua, setelah Intan hilang dari pandangan, lalu mereka masih kepo dengan masalah si Andi...


Jaka yang sedari tadi sibuk dengan pesanan, lalu istirahat sebentar dan minum air putih. Selang beberapa jam, Intan datang dengan wajah yang ceria, setelah berganti pakaian lalu membantu mengantarkan pesanan ke pelanggan, setelah itu Intan menghampiri Jaka yang sedang duduk sambil istirahat.


"Capek mas...." Tanya Intan kepada Jaka


"Ya Tan...hari ini sangat ramai jadi aku kelelahan.." jawab Jaka dan mengambil segelas air lagi.


"Ya sudah kamu istirahat saja..." Suruh Intan agar Jaka beristirahat sejenak, lalu Intan akan berjalan menuju tempat cuci piring.


"Tan..kamu besok libur kan..???." Tanya Jaka, dan Intan pun menghentikan langkahnya


"Iya mas, besok aku libur, ada apa?" Jawab Intan sambil menoleh kearah Jaka


"Besok kita jalan-jalan yuk, kamu mau kan?" Sahut Jaka kembali, dan diangguki oleh Intan sebagai jawaban bahwa dia setuju.


 


Ke'esokan harinya Intan bersiap-siap, setelah mandi dan merias wajahnya dengan riasan yang sederhana, HP Intan berbunyi ada notifikasi pesan, lalu Intan membuka pesan warna biru itu "(Tan aku sudah didepan rumah kamu.)". Intan lalu berjalan keluar dan melihat Jaka yang sudah ada didepan rumahnya .

__ADS_1


"Masuk dulu mas, kita pamit dulu sama ayah dan ibu" Intan menyuruh Jaka untuk berpamitan sama orang tuanya.


Setelah mereka berpamitan lalu berjalan keluar dan mengendarai sepeda motornya, melaju membelah padatnya lalu lintas. "Kita mau kemana mas...?" Tanya Intan yang masih penasaran kemana dia akan dibawa.


"Kita ke Guci, kamu mau kan..." Jawab Jaka yang membuat hati Intan senang dan gembira, refleks tangan Intan langsung memeluk tubuh Jaka.


"Mau banget mas....." ucapan dengan senyuman manisnya.


GUCI adalah tempat wisata yang ada di kaki gunung dengan keindahan alamnya, banyak wisatawan asing maupun lokal yang sudah merasakan sensasi dan sejuk nya alam Nusantara, ada pula sungai-sungai kecil yang khas akan ke jernihan airnya.


Karena sudah lama Intan tak mengunjungi tempat itu semenjak SMP, Intan sangat antusias dan semangat sekali, tibalah mereka di pintu masuk, lalu Jaka membeli tiket, setelah itu mereka melaju ke tempat memarkirkan motornya, lalu mereka berjalan


"Kamu suka tempat ini Tan..?" ucap Jaka sambil menggandeng tangan Intan menuju ke tempat duduk yang ada dipinggir sungai.


"Suka mas, sudah lama semenjak SMP aku tak berkunjung ke tempat ini.." sahut Intan yang sudah lama tidak merasakan kesejukan alam semesta tanpa adanya polusi udara.


"Kamu tunggu disini dulu, aku mau beli es krim, kamu mau rasa apa? ucap Jaka menyuruh Intan untuk menunggu


"Aku rasa vanilla aja mas..." jawab Intan sambil menikmati pemandangan sungai yang mengalir, lalu Jaka berjalan ke arah penjual es krim yang tak jauh dari situ.


"Kamu semakin cantik Tan..." ucapan Jaka yang membuat rona wajah Intan semakin memerah.


"Gombal....!!!" sahut Intan sambil menyembunyikan wajahnya yang semakin memerah


"Tan ?" Tanya Jaka


"Apa....!" jawaban Intan


"Aku boleh jujur gak...." ucap Jaka lagi


"Ya bolehlah, ngomong aja gak pa-pa...!" sahutan Intan


"Aku sudah ja..ja..tuh cinta sama ka..mu Tan..." ucap Jaka yang gerogi dan terbata-bata


"Beneran mas jatuh cinta sama aku,mas?" sahut Intan dengan hati yang berbunga -bunga.

__ADS_1


"Beneran Tan, aku sudah jatuh cinta sama kamu, entah sejak kapan rasa ini hinggap di hati, kamu mau jadi pacar aku Tan...?" ucapan Jaka yang tulus dari hatinya.


"Hemmm, gimana yah, gak mas...!!" balas Intan yang hanya mengerjai Jaka.


"Jadi kamu gak mau jadi pacarku Tan..!" sahut Jaka dengan wajah yang lesu.


"Mmmm, bukan, maksudku...gak mas...gak nolaaakkk...." ucap Intan sambil berlari menjauhi Jaka..


"Jadi kamu mau jadi pacarku Tan, makasih ya..." Jaka pun berlari mengejar Intan yang sudah menjauh.


Akhirnya mereka saling kejar-kejaran dan bercanda ria, setelah momen kejar-kejaran mereka pun duduk di pinggir sungai yang mengalir, Intan lalu menyandarkan kepalanya di bahu Jaka, "capek mas..." ucap lirih Intan.


"Kamu sih main lari-lari...." sahut Jaka sambil mencubit hidung Intan.


"Sakit mas, jangan di cubit hidungku" keluh Intan dengan senyuman kecil


"Maaf sayang, habisnya kamu gemesin, main ngerjain aku...." ucap Jaka sambil membelai rambut Intan.


"Mas makan yuk, aku udah lapar...??" ucapan Intan yang merasa perutnya sudah mulai ramai dengan bunyi


"Ayo..." sahut Jaka dan langsung menggandeng tangan Intan menuju warung makan yang tidak jauh dari situ.


Mereka pun segera bangkit dan berjalan menuju ke warung makan, setelah makan siang mereka berdua mengobrol dan bercanda ria, sambil bersantai di bawah pohon dengan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.


Hari ini mereka berdua sangat bahagia dan saling mencintai, Jaka bersyukur karena Intan mencintai bukan karena hartanya, cinta sejati yang tulus yang Jaka cari selama ini, Jaka berharap agar mereka bisa saling menjaga dan saling melengkapi dalam mengarungi bahtera rumah tangga.


"Sudah sore ayo kita pulang Tan ..." ucap Jaka yang mengajak Intan untuk pulang karena hari sudah mulai sore.


"Iya mas ayo pulang, nanti mampir beli oleh-oleh buat orang tua kita ya mas" sahutan Intan sambil menoleh ke arah Jaka.


Sesudah mereka membeli oleh-oleh lalu mereka melanjutkan perjalanan pulang menuju ke rumah.


# Silahkan tinggalkan komentar biar author semakin semangat dalam berkarya #


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2