Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #33 (Rencana Jahat)


__ADS_3

Di tempat yang lain bos Baron sedang berkumpul bersama anak buahnya "giman apa kalian sudah mencari tahu siapa pemuda itu?" Baron menanyakan pemuda yang selalu menggangu pekerjaan nya kepada anak buahnya


"Sudah bos, namanya Jaka, dia bekerja di cafe sebrang jalan" anak buahnya menjelaskan siapa pemuda yang bos Baron cari


"Lalu informasi apa lagi yang kalian dapat?" Bos Baron masih menanyakan detail pemuda itu, yang tak lain adalah Jaka


"Kabarnya dia akan menikah seminggu lagi bos" anak buahnya masih menjelaskan kepada bos Baron tentang Jaka yang sebentar lagi akan mengadakan pernikahan


"Oke, kita culik perempuan itu" niat jahat bos Baron kepada Jaka dan Intan


"Tapi sangat sulit untuk menculik wanita itu bos, karena selalu bersama dengan pemuda itu" ucap salah satu dari anak buahnya


"Kalian awasi terus, begitu ada celah langsung kalian culik perempuan itu, mengerti!!" Bos Baron memberikan perintah kepada anak buahnya


"Oke, siap bos" jawab mereka semua, untuk mengintai dan menculik Intan


Setelah mereka merencanakan penculikan terhadap Intan,, lalu bos Baron membagi tugas kepada anak buahnya, untuk melakukan penculikan terhadap Intan supaya lancar, satu persatu preman itu lalu meninggalkan bos Baron dan melakukan pengintaian terhadap Jaka dan Intan


Di sebrang jalan yang tak jauh dari cafe milik Jaka, anak buahnya bos Baron melakukan pengintaian di dalam mobil


"Awasi terus jangan sampai lengah" ucap salah satu dari anak buahnya bos Baron


"Salah satu dari kalian ada yang masuk dan berpura-pura memesan es di cafe itu" ucap ketua preman menyuruh dari salah satu bawahannya


Lalu salah satu dari mereka masuk dan berpura-pura membeli di cafe itu sambil mengawasi gerak-gerik Intan yang sedang sibuk mengantar pesanan kemeja pelanggan


Di dalam cafe Jaka menyuruh Intan untuk mengantarkan pesanan ke pelanggan sepasang muda mudi yang duduk sambil bercanda


"Ini pesanan nya mas, mbak, silahkan dinikmati" lalu Intan menaruh pesanan ke meja dan tersenyum kepada mereka berdua, setelah mengantarkan pesanan, lalu Intan berjalan menuju ke tempat Jaka,


"Udah kamu antar?" Jaka bertanya kepada Intan sambil membuat pesanan untuk pelanggan yang lain

__ADS_1


"Udah mas, itu untuk pelanggan yang mana?" Jawab Intan dan balik tanya kepada Jaka


"Ini untuk keluarga yang ada di meja depan" Jaka menjawab sambil menunjukkan ke arah keluarga tersebut, "kamu istirahat dulu, biar ini aku yang bawa" Jaka menyuruh Intan untuk istirahat


"Iya mas, aku istirahat dulu" lalu Intan berjalan menuju ke ruangan untuk beristirahat sejenak, Jaka lalu mengantarkan pesanan tersebut, setelah mengantarkan, lalu Jaka berjalan mendekati Intan yang sedang istirahat, dan duduk di sebelahnya Intan


"Kamu mau aku buatin jus gak?" Jaka menawarkan jus kepada Intan


"Gak usah mas, aku udah minum susu tadi" Intan menolak dengan halus karena dirinya sudah minum susu yang ada di lemari es


Di dalam mobil sebrang jalan, ketua preman tersebut menghubungi bawahannya yang ada di dalam cafe melalui telepon


("Gimana keadaan di sana?") Ucap ketua preman itu sambil mendekatkan handphone nya di telinga


("Masih ramai") balasan bawahannya di sebrang telpon


"Kalau ada kesempatan langsung culik perempuan itu" ucapan ketua preman tersebut lalu mematikan sambungan telepon


"Biar mas aja yang beli, kamu disini dulu" Jaka melarang Intan supaya tidak pergi ke luar dari cafe


"Gak usah mas, biar aku saja, kan dekat" Intan masih menginginkan untuk pergi


"Firasat aku gak enak, kamu tunggu disini aja, biar aku yang beli " Jaka mempunyai firasat yang tidak baik, ntah itu firasat apa


Akhirnya Intan mengalah, lalu Jaka pergi membeli cemilan yang Intan sukai dan berjalan keluar dari cafe, lalu Jaka melihat ada mobil warna hitam yang terparkir di sebrang jalan


"Aneh gerak gerik mereka" gumam Jaka didalam hatinya, lalu Jaka melanjutkan masuk ke Asin Mart untuk membeli cemilan, setelah membayar lalu Jaka meninggalkan super market tersebut, dan Jaka melihat mobil yang tadi parkir di sebrang jalan, sudah tidak ada di situ


"Kemana mobil itu?" Jaka bertanya dalam hatinya, lalu bergegas menuju ke cafe


Setelah masuk ke dalam cafe lalu Jaka mencari keberadaan Intan "Tan, Intan, dimana kamu?" Jaka masih mencari keberadaan Intan

__ADS_1


"Jon kamu lihat Intan gak?" Jaka bertanya kepada si Jon rekan kerjanya


"Oh, Intan, kayaknya tadi ke toilet bang" si Jon menjawab sambil menjulurkan tangannya kearah toilet


Lalu Jaka berjalan menuju ke toilet lalu mengetok pintu toilet "Tan, apa kamu di dalam?" Jaka bertanya kepada orang yang mungkin ada di dalam toilet


Di lain tempat, tepatnya di kantor, Meli sedang membuat kopi untuk Doni, setelah itu lalu mengantarkan kopi tersebut kepada Doni yang masih berada di ruangannya


"Ini kopinya" lalu Meli memberikan kopi tersebut kepada Doni


"Makasih Mel" Doni menerima kopi yang telah dibuat oleh Meli


"Kalau kamu tidak ada pekerjaan yang mendesak, temani aku disini Mel" Doni lalu menyuruh Meli untuk menemaninya


"Masih sih, tinggal sedikit" ucap Meli kepada Doni yang sedang menyeruput kopi tersebut


"Kalau gitu temani aku" lalu Doni menyuruh Meli untuk duduk di sofa


Lalu mereka berdua duduk di sofa dan Doni menyuruh Meli untuk memijat kaki nya, karena merasa pegal-pegal, Doni berbaring terlungkup lalu Meli memijat kaki milik Doni yang katanya pegal-pegal, dengan jari-jari tangan Meli yang halus, lalu mulai memijat kaki milik Doni


"Yang keras Mel" Doni meminta kepada Meli agar lebih keras untuk memijat kakinya


"Ini udah keras Don" jawab Meli sambil menelan jarinya ke kaki milik Doni tersebut


Nana yang hendak mengetok pintu, lalu berhenti ketika mendengarkan ucapan Doni agar Meli lebih keras untuk memijat "kenapa ***** Doni belum keras? Kenapa harus di pijat? Emangnya ***** milik Doni gak bisa keras lagi?" Berbagai macam pertanyaan yang ada di dalam fikirannya Nana, karena Nana berfikir mereka berdua sedang melakukan hubungan intim "kenapa Doni gak nyuruh gue aja sih? Kenapa harus Meli yang melakukan itu?" Gumam Nana yang bertanya pada diri sendiri


"Gue kan bisa membuat ***** milik Doni bisa keras? Gue bisa memasukkan nya ke dalam mulut?" Nana masih bertanya kepada dirinya sendiri, sambil membayangkan kalau dirinya sedang melakukan hubungan intim dengan Doni


Nana masih diam di depan pintu sambil membayangkan kejadian yang kemarin, sewaktu Nana dan Doni melakukan hubungan intim di atas sofa, menikmati sensasi kenikmatan yang luar biasa itu


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2