Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #32 (Persiapan Pernikahan)


__ADS_3

Doni memasukkan jari tengah ke Nana dan maju mundur, sambil menciumi bagian tersebut, Nana bersuara penuh dengan semangat setelah bermain di lobang lalu giliran Nana memasukkan milik Doni ke dalam mulutnya sambil di pegang dengan gerakan silat maju mundur, keatas dan kebawah, senjata milik Doni masuk ke dalam mulut sampai mentok, Nana pun menikmati senjata tersebut sambil tersenyum


Mereka berdua menikmati permainan tersebut, lalu mereka berganti dengan gaya


Posisi Doni terlentang dan Nana berada diatasnya menghadap ke kaki milik Doni, Nana mengxxxx milik Doni sambil dimasukkan, sedangkan Doni menciumi dan memegang milik Nana sambil memasukkan jarixx


Setelah permainan mereka cukup lama lalu Doni menyuruh Nana untuk duduk di atasnya sambil memasukkan senjata milik Doni ke dalam


"Ayo Na, masukkan dan digoyang" Nana lalu menggoyangkan pinggulnya maju mundur dan naik terus kebawah


Doni memegang ooo mulus milik Nana, sedangkan goyangan maut terus berlanjut, Nana merasakan yang luar biasa sambil bersuara, Doni juga menikmati permainan itu


Mereka berdua bermain di atas sofa yang ada di ruangan milik Doni, lalu mereka berganti gaya dengan duduk, Nana masih dalam pangkuan Doni dan terus oooo, sedangkan Doni menciumi ooooooo milik Nana, olahraga mereka semakin kencang membuat mereka bercucuran keringat


Lalu gaya permainan mereka berdua berganti, Nana tidur dan kakinya diangkat oleh tangan Doni, lalu oooooo milik Doni di masukkan ke dalam milik Nana dan digerakkan maju mundur , olahraga mereka berdua semakin kencang


Nana sekarang berganti dan Doni di belakang memasukkan senjatanya, semakin kencang dorongan senjata milik Doni, Nana pun menyukainya


"Terus Don, lebih kencang" ucap Nana sambil bersuara, Doni dengan semangat menuruti permintaan dari Nana, dan mempercepat senjatanya


Suara Nana membuat Doni semakin kencang


Doni merasa amunisi senjatanya mau keluar, lalu Doni mencabut senjatanya dan menyuruh Nana untuk menembak sampai keluar amunisinya, Nana pun dengan semangat memasukkan senjata milik Doni ke dalam oooo sambil di pegang dan di oooo akhirnya amunisi tersebut keluar dari senjata milik Doni dan masuk ke dalam mulut


Setelah permainan mereka berdua selesai lalu Doni dan Nana masih duduk dan berpelukan, Nana merebahkan kepalanya di dada Doni "makasih Don, kamu hebat luar biasa" ucap Nana sambil tersenyum melirik ke arah Doni, lalu ciuman lembut mendarat di bibir Nana

__ADS_1


"Iya sama-sama, lain kali kalau kamu lagi kepengin, bilang aja sama aku?" Doni menjawab dan siap kapan saja untuk bertempur kembali, Nana hanya mengangguk dan tersenyum


-------


Beberapa bulan kemudian, Jaka dan Intan sedang memilih dan mencoba gaun pengantin untuk acara pernikahan mereka ditemani oleh Bu Lastri, setelah cukup lama mereka dengan urusan gaun pengantin lalu mereka melanjutkan ke toko perhiasan.


Setelah itu mereka lalu pulang ke rumahnya Intan, sesampainya dirumah Jaka dan Intan sedang mengobrol di ruang tamu, Bu Lastri sudah kembali ke rumahnya.


"Mas, nanti pesta pernikahan nya gak usah mewah-mewah, sederhana saja ya?" Intan mengucapkan sambil memegang tangan Jaka


"Iya sayang, asal kamu bahagia pasti aku turutin" Jaka membalas dan tersenyum kepada Intan, lalu Jaka mengelus rambut Intan yang hitam


"Yang penting kan ijab qobul nya? Bukan pestanya toh?" Intan lalu mengambil handphonenya


"Iya sayang, kamu betul banget" Jaka menjawab dengan menunjukkan contoh undangan pernikahan mereka, "kalau yang ini bagus gak sayang?"


"Kalau udah nikah kamu mau anak berapa sayang?" Jaka menanyakan kepada Intan, mau punya anak berapa, lalu Intan melirik ke Jaka


"Dua aja sudah cukup, laki dan perempuan" ucap Intan sambil tersenyum melirik ke arah Jaka


"Kalau sebelas gimana sayang?" Jaka bertanya kembali sambil cengengesan


"Hah, sebelas!, Emangnya aku pabrik anak?" Intan menjawab dengan raut wajah yang cemberut


"Kalau punya anak sebelas kan nanti bisa masuk timnas?" Jaka menjawab dan menjahili Intan sambil cengengesan

__ADS_1


"Hah !" Lalu Intan mencubit lengannya Jaka sambil melotot kearahnya


"Aduh sakit sayang?" Jaka pura-pura meringis kesakitan


"Biarin, we, we" ucap Intan dengan menjulurkan lidahnya meledek ke Jaka


Lalu Jaka memegang kedua pipinya Intan dan "cup" Jaka mencium bibir Intan yang sexy, lalu Intan memejamkan matanya membalas ciuman dari Jaka, cukup lama mereka berciuman, membuat kehabisan nafas, lalu Jaka menghentikan ciumannya, Intan pun mengambil nafasnya kembali.


Di ruangan milik Doni sudah ada Nana yang sedang bergelayut dan duduk di pangkuan pahanya Doni, bibir lembut milik Nana sudah siap menerima ciuman dari Doni


"Tok, tok, tok" suara pintu di ketok dari luar, lalu Nana hendak pergi tapi di tahan oleh Doni dan disuruh untuk mengumpat di bawah meja, lalu Doni menyuruh orang yang mengetok pintu untuk masuk, Meli masuk dengan membawa berkas-berkas yang akan di tanda tangani oleh Doni


"Ini Don berkasnya?" Lalu Meli memberikan berkas tersebut kepada Doni


Nana yang sedang mengumpat di bawah meja mempunyai ide, lalu membuka resleting celana milik Doni dan mengelus senjata tersebut, Doni terkejut akan apa yang akan dilakukan oleh Nana, Doni semakin menikmati sentuhan lembut dari Nana yang sedang mengelus senjatanya


"Makasih Mel, silahkan duduk? Kalau mau minum ambil sendiri aja?" Doni berbicara dengan Meli sambil menikmati senjatanya yang sedang di kocok oleh Nana


"Gak usah Don, aku masih banyak pekerjaan yang belum selesai" ucap Meli menolak untuk duduk


Sambil tersenyum lalu Nana memajukan mulutnya dan mengulum senjata milik Doni, tangan yang satunya memegang senjata tersebut, Doni hampir mendesah tapi di tahan karena masih ada Meli


"Oh ya sudah kalau kamu masih banyak pekerjaan, kamu boleh melanjutkan pekerjaannya" Doni mengucapkan terima kasih kepada Meli,


"Ok, aku keluar dulu" lalu Meli meninggalkan tempat tersebut dan kembali menuju ruang kerjanya, setelah Meli keluar, lalu Doni mendesah "ah, ahh, ahhh, terus Na, terus?" Doni menyuruh Nana supaya terus melanjutkan kegiatan di bawah meja tersebut, lalu Nana  mengocok dan mengulum senjata milik Doni dengan semangat

__ADS_1


Doni menjadi tidak fokus terhadap pekerjaan nya karena menikmati senjat miliknya sedang dikocok dan di kulum oleh Nana


*Bersambung*


__ADS_2