
Semenjak Intan bekerja di cafe milik Jaka, kehidupan keluarganya kini mulai membaik kebutuhan sandang, pangan, papan, tercukupi dengan adanya bantuan dana dari Intan. Setiap bulan Intan selalu memberikan sebagian gajinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil tersebut.
Orang tuanya sangat bersyukur karena mempunyai anak seperti Intan, ramah, rajin, giat, pandai mengurusi rumah,
"Belanja Bu Siti?" Tanya Ibu-ibu yang sedang memilih sayuran.
"Iya Bu, mau beli sayuran sama daging ayam" Jawab Bi Siti sambil memilih sayuran dan daging ayam.
"Si Intan masih kuliah Bu Siti?" Tanya Bu Romlah kepada Bu Siti.
"Alhamdulillah masih Bu, sebentar lagi mau wisuda..." Jawab Bu Siti sambil tersenyum.
"Bu Siti gak khawatir, kalau Intan sering pulang malam diantar sama cowok...?" Tanya Bu Romlah kepada Bu Siti.
"Oh..itu, pemuda yang mengantar Intan itu tunangannya, sebentar lagi mereka akan menikah" Jawab Bu Siti sambil tersenyum.
"Jadi pemuda itu calon menantu Bu Siti toh, calon suaminya si Intan" Sahut Ibu-ibu yang sedang berbelanja.
"Kalau nikahan jangan lupa untuk mengundang kami Bu" Ucap salah satu Ibu-ibu yang sedang berbelanja.
"Insyaallah kalau resepsi pernikahan mereka sudah mulai, saya akan mengundang Ibu-ibu" Jawab Bu Siti sambil tersenyum.
"Jadi berapa mang semuanya..?" Tanya Bu Siti kepada mang Asep si penjual sayuran.
"Lima puluh ribu, Bu Siti?" Sahut mang Asep.
Lalu Bu Siti membayar belanjaan nya, dan pamit kepada Ibu-ibu yang masih berbelanja. Dan segera melanjutkan menuju ke rumah.
*********
Di dalam cafe milik Jaka, Intan duduk sambil makan cemilan, lalu Jaka berjalan menghampiri Intan.
"Kamu capek sayang?" Tanya Jaka kepada Intan sambil memegang tangan Intan yang mulus.
"Iya mas, aku capek, didepan senggang kan...?" Jawab Intan sambil tersenyum dan bertanya.
"Di depan masih senggang kok, kamu tenang aja istirahat dulu" Ucap Jaka sambil mengelus rambut Intan yang hitam.
__ADS_1
"Minggu depan aku wisuda mas, kamu datang yah sayang?" Ucap Intan sambil tersenyum lalu memegang tangan Jaka
"Siap calon istriku.....!" Jaka memberi hormat layaknya sedang upacara bendera.
"Ajak sekalian Ayah dan Ibu gih?" Celetuk Intan sambil tersenyum melirik ke arah Jaka.
"Ya nanti mas sampaikan kabar gembira ini ke Ayah sama Ibu" Sahut Jaka sambil menepuk pundak Intan dengan lembut.
Setelah mereka istirahat sebentar dan mengobrol lalu mereka melanjutkan pekerjaannya, hari ini cafe lumayan rame pengunjung,.
Setelah cafe tutup, Jaka mengantar Intan untuk pulang ke rumah, sebelum kerumahnya Intan, mereka mampir untuk mengisi perut karena dari tadi mereka merasa lapar.
"Kita mau makan dimana mas?" Tanya Intan kepada Jaka.
"Kamu penginnya dimana? apa mau ke kios mang Saswi?" Ucap Jaka dan menawarkan kepada Intan.
"Iya deh ke mang Saswi aja, aku sudah lama gak makan nasi gorengnya" Sahut Intan sambil mengangguk kepalanya.
Lima menit kemudian mereka berdua sampai di kios mang Saswi, lalu mereka masuk dan duduk di depan
"Aku pesan dulu, kamu mau minum apa sayang....?" Ucap Jaka yang akan memesan nasi goreng spesial.
"Oke sayang, kamu tunggu disini dulu yah?" Ucap Jaka dan berjalan menuju ke mang Saswi.
"Mang, pesan nasi goreng spesial dua, minumnya teh manis hangat,.. jangan terlalu pedas ya mang?" Ucap Jaka kepada mang Saswi.
"Siap bos, ditunggu oke?" Sahut mang Saswi lalu membuatkan pesanan.
Jaka kembali menuju ke tempat dimana Intan sedang menunggu, lalu Jaka dan Intan mengobrol sambil menunggu pesanan datang.
"Ini mas, mbak, pesanannya silahkan dinikmati" Ucap mang Saswi lalu menaruh pesanan ke meja.
"Makasih mang" Ucap Jaka kepada mang Saswi.
"Terima kasih mang" Ucap Intan kepada mang Saswi lalu mereka berdua melanjutkan untuk menikmati sajian nasi goreng spesial ala mang Saswi.
Mereka pun melahap sambil sesekali mengusap keringat, menikmati masakan mang Saswi yang sudah terkenal diwilayahnya. Setelah mereka berdua selesai, lalu Jaka dan Intan melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian saatnya acara wisuda akan dilaksanakan besok pagi di kampus Bamada. Intan pun mempersiapkan untuk acara wisuda besok pagi.
"Alhamdulillah semua sudah selesai" Ucap Intan lirih.
Tiba-tiba dering handphone nya memecah keheningan, lalu Intan segera mengambil handphonenya dan menggeser tombol warna hijau.
("Halo assalamualaikum...") Ucap salam Intan.
("Wa'alaikum salam sayang, gimana perasaan kamu mau wisuda...?") Jawaban Jaka dari sebrang telpon.
(" Dag...Dig...Dug...ser...mas..gak karuan...tak sabar menunggu hari esok...!") Sahut Intan sambil memegang dadanya.
("Ya sudah, berdo'a saja, semoga kamu lulus wisuda dengan hasil yang maksimal") Ucapan Jaka yang membuat hati Intan mulai tenang.
("Iya mas, do'akan semoga semuanya baik-baik saja") Sahut Intan sambil tersenyum.
("Mas bangga kepadamu sayang, karena kamu sudah bertahan sampai sekarang dan sebentar lagi akan wisuda") Ucap Jaka yang bangga dengan keberhasilan Intan.
Keesokan harinya Intan dan kedua orangtuanya sudah siap untuk menghadiri acara wisuda di kampus Bamada.
"Ayo Ayah, Ibu kita berangkat?" Ucap Intan kepada kedua orangtuanya.
"Ayo nak" Sahut Ayahnya Intan.
Lalu mereka berangkat untuk menghadiri acara wisuda, orang tua Intan sangat bangga karena dalam ekonomi yang pas-pasan bisa membiayai pendidikan anaknya hingga wisuda.
Dirumah Jaka, Pak Mahmud dan Ibu Lastri sudah siap berangkat menuju kampus Bamada. Dengan mengendarai mobil, mereka melaju menembus padatnya lalu lintas.
Suasana di aula kampus yang menjadi tempat untuk acara wisuda, sudah mulai ramai dengan kehadiran orang tua murid, para mahasiswa dan mahasiswi duduk di barisan masing-masing, dan orang tua murid duduk di tempat yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara.
Acara wisuda akan segera dimulai, pemandu acara pun sudah memasuki podiumnya untuk segera membuka acara wisuda tersebut, acara wisuda pun dimulai dengan do'a, disusul dengan acara sambutan-sambutan,
Setelah acara sambutan terakhir selesai, tepuk tangan semua orang menggema di aula kampus Bamada, setelah itu acara pemberian penghargaan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi, pembawa acara pun mengumumkan nama mahasiswa dan mahasiswi yang akan mendapatkan penghargaan tersebut.
"Untuk penerima penghargaan terbaik akan kami panggilkan, saudari Intan permata, dengan nominasi mahasiswi terbaik di kampus Bamada tahun ini, untuk saudari Intan permata kami persilahkan untuk naik ke panggung?" Ucapan pembawa acara wisuda tersebut.
Hati Intan saat ini campur aduk, ada rasa bahagia, dan tak percaya kalau dirinya menjadi mahasiswi terbaik di kampus Bamada tahun ini. Intan pun melangkah menuju ke panggung, setelah menerima penghargaan dan mengucapkan sepatah kata untuk motivasi bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang lainnya.
__ADS_1
Setelah Intan turun dari panggung, bergegas menuju ke tempat orang tuanya, dan langsung memeluk tubuh Ibunya, sambil menangis bahagia, sang Ayah pun ikut memeluk kedua nya sambil menangis bahagia.
Jaka dan kedua orangtuanya pun menyaksikan momen tersebut, Jaka mulai meneteskan air matanya yang ikut bahagia.