Penjual Es Mencari Cinta

Penjual Es Mencari Cinta
Bab #31 (Selingkuh)


__ADS_3

Mereka berdua lalu duduk di ruang tamu, Intan membuatkan kopi manis lagi buat Jaka karena kopi pahit yang di buat pertama sudah di buang, Jaka menyeruput kopi tersebut


"Srup, srup, ini baru manis, makasih sayang" sambil tersenyum Jaka berterima kasih kepada kekasihnya, Intan pun membalas senyuman dari Jaka


"Iya, iya, udah diminum aja" ucap Intan kepada Jaka, lalu mereka ngobrol tentang masa kecil masing-masing.


"Lucu sekali kamu waktu kecil" ucap Jaka sambil tersenyum melirik ke arah Intan


Di perusahaan Makmur jaya Doni menelepon sekretarisnya untuk memanggil Meli, setelah beberapa menit kemudian Meli datang ke ruangan Doni dan duduk di sofa, lalu Doni menghampiri Meli yang sedang duduk sambil membaca majalah yang ada di meja


"Mau minum apa Mel?" Doni menanyakan kepada Meli, lalu memanggil bagian cleaning servis, setelah minuman datang lalu Doni memberikan kepada Meli


"Ini di minum dulu" sambil menyuruh Meli untuk meminum jus, lalu Doni duduk disampingnya Meli


"Makasih, Don besok shoping dong? Beli baju buat aku?" Meli meminta di belikan baju baru yang bermerek branded


"Oke besok shoping" sambil menjawil dagu Meli, lalu mata mereka saling pandang, dengan lembut Doni mencium bibir Meli yang menggoda, lalu Meli membalas ciuman itu dengan menjulurkan lidahnya menelusuri bibirnya Doni


Dengan memejamkan mata, Meli menikmati sentuhan lembut bibir Doni, lalu Meli memperkuat ciumannya penuh dengan gairah, Meli merasa kecanduan dengan ciuman yang di berikan oleh Doni, begitu lembut dan nikmat


Doni begitu semangat karena Meli menginginkan ciuman lebih, sambil tangan Doni masuk kedalam kemeja yang dipakai Meli dan mulai meremas dua bukit, ciumannya semakin panas membuat gelora jiwa mereka berdua semakin bergairah


Mereka berdua tak menyadari kalau dibalik pintu ada Nana yang sedang mengintip kegiatan mereka yang panas, mereka berdua tidak peduli kalau pintu sedikit terbuka


Melihat kegiatan Doni dan Meli, membuat Nana menggigit jari, Doni mulai turun di dua bukit kembar milik Meli, suara lirih mulai terdengar sampai di telinga Nana yang sedang mengintip mereka berdua

__ADS_1


Karena terbawa suasana, lalu Nana mulai meremas bukit kembar milik dirinya sendiri dan tangan yang satunya mulai masuk kedalam rok yang dipakainya, Nana membayangkan kalau dirinya sedang bermesraan dengan Doni, Nana mulai menikmati gesekan tangannya yang masuk kedalam rok, dan jarinya mulai masuk


Doni semakin ganas mencium dan meremas gunung kembar milik Meli, karena merasakan kenikmatan, Meli mencengkeram rambut milik Doni, semakin kencang


Karena Doni menghadap ke pintu, tak sengaja Doni melihat Nana sedang horny karena terbawa suasana yang Doni lakukan bersama Meli, Doni semakin panas menciumi gundukan daging milik Meli karena ingin membuat Nana semakin bergairah dengan horny nya


Nana semakin bernafsu lalu memasukkan ketiga jarinya ke dalam dengan gaya maju mundur yang membuat nikmat dan semakin bergairah, Doni yang melihatnya tersenyum dalam hatinya, Nana tidak sengaja melihat Doni sedang memandangi dirinya lalu Nana menghentikan kegiatannya lalu pergi karena merasa malu.


Di lain tempat, Jaka dan Intan sedang berkunjung ke toko pakaian dan menemui Ibunya


"Hai sayang, sudah lama kalian gak main kesini? Ibu kangen sama kamu Tan?" Bu Lastri memeluk anaknya lalu bergantian memeluk Intan


"Maaf, kami baru bisa berkunjung ke sini Bu" Intan berkata sambil memegang tangan Bu Lastri


"Iya Bu, karena cafe sedang ramai" Jaka ikut menjawab sambil mengelus punggung Ibunya


Jaka dan Intan saling berpandangan sambil cengengesan, karena merasa belum mempersiapkan dan mencari waktu untuk melangsungkan resepsi pernikahan mereka


"Bagaimana kalau dua bulan dari sekarang?" Bu Lastri memberikan solusinya kepada mereka berdua


"Hah, dua bulan lagi?" Jaka terkejut lalu memandang kearah Intan meminta pendapatnya


"Kalau aku sih terserah mas Jaka aja Bu" Intan membalas dengan senyuman manisnya kepada Bu Lastri


"Gimana mas?" Intan bertanya kembali kepada Jaka

__ADS_1


"Nanti kita rundingan lagi dengan Ayah sama orang tua kamu juga Tan" akhirnya Jaka akan merundingkan pernikahan mereka bersama keluarganya dan orang tua dari Intan


Lalu mereka melanjutkan obrolan membahas tentang pernikahan antara Jaka dan Intan, sampai sore hari lalu mereka berdua pamit untuk pulang


 


Meli bersiap untuk pulang, setelah semuanya beres lalu berjalan menuju ke tempat parkir, sementara Doni masih mengerjakan berkas yang belum selesai lalu terdengar suara ketokan pintu "tok, tok, tok" dan Doni menyuruh orang tersebut untuk masuk, ternyata orang itu adalah Nana sambil membawa kopi untuk Doni


"Kamu lembur Don?" Nana bertanya kepada Doni lalu memberikan kopi tersebut


"Iya, ini tanggung tinggal sedikit lagi" Doni menjawab dengan matanya yang masih memandangi laptopnya, lalu Nana hendak pergi keluar


"Tunggu?, Kamu temenin aku disini, duduk lah di sofa sambil menunggu aku selesai" Doni menghentikan langkah Nana yang akan berjalan keluar, Nana lalu duduk di sofa, setelah duduk, Nana terbayang akan kegiatan Doni dan Meli yang sedang bermesraan di sofa itu, lalu Nana menggigit bibirnya


Setelah pekerjaan selesai lalu Doni menghampiri Nana yang masih membayangkan kejadian itu dan duduk di sampingnya Nana, lalu Doni mencium bibir Nana yang berwarna merah "cup" ciuman dari Doni membuat Nana tersadar dari lamunannya


"Apa'an sih Don" ucap Nana sambil menunduk karena merasa malu, lalu Doni mengangkat wajahnya Nana


Lalu perlahan Doni menciumi bibir Nana dengan lembut, dengan memejamkan mata lalu Nana membalas ciuman dari Doni dan menikmatinya, Doni menjulurkan lidahnya untuk menelusuri setiap inci dari gigi Nana, ciuman mereka berhenti sebentar untuk mengambil nafas masing-masing, lalu Doni mencium bibir Nana lagi, lalu Nana membuka mulutnya supaya Doni bisa leluasa bermain di bibirnya, semakin panas ciuman mereka, membuat Nana mencengkeram lengan Doni


Dengan membisikkan kata-kata mesra kepada Nana, lalu Doni mulai membuka kancing baju Nana, mulai dari atas sampai ke bawah, ciuman Doni turut turun ke gunung kembar, lalu Doni melepas penutup gunung milik Nana, sambil meremas dan mencium gunung kembar milik Nana, tangan Doni yang satunya mulai masuk ke dalam rok dan mulai mengelus daerah tersebut


Nana sangat menikmati permainan itu, dia nurut saja apa yang diperbuat oleh Doni, setelah bermain cukup lama di gunung kembar, lalu Doni melepas rok serta penutup milik Nana, sambil duduk di sofa, kaki Nana diangkat oleh Doni, dan ciuman turun kebawah


Nikmat yang belum pernah dirasakan oleh Nana, kini bisa dirasakan nya, begitu nikmat dan membuat ketagihan

__ADS_1


"Terus Don, cium terus" ucap Nana sambil mendesah menikmati sensasi itu.


*Bersambung*


__ADS_2