Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Keputusan Dan Tanggung Jawab


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian.


Ketika berada di sekolah Rizal seperti biasa berkumpul di belakang kantin..........


Disana banyak anggota gang Orb yang sebagian tidak sekolah lalu nongkrong disana.


Karena masa skors Aldi sudah berakhir.


ia kembali kesekolah, baru 2 ia kembali ke sekolah ia langsung membuat onar.


Tiba-tiba Aldi datang ke belakang kantin lalu mengacak-acak, agar bisa bertemu dengan Rizal.


Karena saat itu Rizal sedang berada di perpustakaan dengan Ica, Raisa, Putri, Budi, dan Imam, ia tidak mengetahui kalau tempat nongkrongnya telah di acak-acak oleh Aldi.


Aldi bertanya pada salah satu anggota gang Orb


" Dimana Rizal ? " Tanya Aldi sambil menarik baju orang itu.


" Mana gw tau " Jawab Orang itu dengan kesakitan.


Karena tidak puas dengan jawabannya Aldi lalu memukul orang itu lalu pergi mencari Rizal di suatu tempat.


Setelah lama mencari Aldi akhirnya bertemu dengan Rizal dan yang lain di luar perpustakaan.


" Akhirnya ketemu, gw mau lanjutin yang kemarin " Aldi menantang Rizal.


Saat itu Ica sedang memegang tangan Rizal, jadi Rizal tidak bisa melawannya, waktu itu ia juga sudah berjanji kepada Ica untuk tidak menyelesaikan masalah dengan bertarung.


" Gw gak bisa....... " Jawab Rizal.


" Apa kata lu ? " Aldi dengan sangat marah.


Kemudian Aldi mengayunkan tangannya ke arah Rizal (menonjok), tapi ditahan oleh Budi dan Imam.


" Cukup Aldi,........ " , Budi.


Aldi berfikir dia hanya ber-3 melawan tiga orang gangster terkuat di Jakarta, lalu Aldi membiarkan mereka semua pergi.


Sambil berjalan Ica melihat wajah Rizal seperti tertekan.


Ica merasa sangat bingung apakah tindakannya ini benar atau salah.


Saat berada di kelas Ica, Ica bertanya kepada Raisa dan Putri


" Sa, Put sebenarnya tindakan gw benar gak sih buat melarang Rizal berantem. ? " Tanya Ica kepada mereka.


" Kalo menurut gw sih bener si Ca..... itu juga buat kesehatan mereka juga kan " jawab Putri.


" Kalo lu Sa, lu kan pacaran sama Budi " Tanya Ica kepada Raisa.


" Kal menurut gw sih lu bener si Ca, cuman mereka ber-3 kan gangster, itu mang pekerjaan mereka jadi gw kadang-kadang juga ngerasa bingung apa tindakan gw salah atau bener " Jawab Raisa.


" emang resiko punya pacar gangster gitu yak.... " Putri.


" Ya, begitulah Put tapikan kalo lu diapa-apain sama orang pacar lu kan bisa menghajarnya balik karena bisa bela diri kan "


" Iya sih....... ah rumit Kisah cinta kalian ah...... " Putri yang kebingungan.


" Makannya punya pacar gangster biar tau rasanya..... " Raisa sambil tersenyum bercanda.


Mendengar mereka ber-2 berbicara, Ica hanya terdiam merenungi apa tindakannya benar atau salah.


Jam pembelajaran sudah berakhir semua orang pergi ke gerbang sekolah.


Seperti biasa Rizal menemani Ica menunggu jemputan.


" Nanti kamu hati-hati ya dijalan ! " Rizal.


" Sebenarnya kamu tertekan gak sih aku ngelarang kamu buat berantem ? " Tanya Rizal.


" Buat apa aku tertekan, aku gak pernah tertekan dekat sama kamu " Jawab Rizal (bercanda).


" Aku serius........ "

__ADS_1


" Gak usah serius-serius kali ntar stress, loh... " , Rizal.


" Gak usah mengalihkan pembicaraan, jawab aku kamu tertekan apa enggak ? " Tanya Ica dengan serius.


" Ya enggak lah Ca, aku tau niat kamu baik buat aku........ aku memahaminya kok " Jawab Rizal.


" Yaudah kalo begitu..... " Ica berekspresi dari marah jadi tersenyum kembali.


Kemudian ayahnya Ica datang, lalu Ica menyuruh Rizal untuk pergi.


Setelah Rizal pergi, Ica langsung naik ke mobil ayahnya.


Di dalam Perjalanan.


" Besok ayah gak bisa jemput kamu jadi kamu pulang sendiri ya....... " Ayah Ica.


" Yah kemana ? " tanya Ica.


" Ayah ada urusan sama teman ayah, gak lama kok paling malam sudah pulang " Jawab Ayah Ica.


Dalam hati Ica sangat senang karena sekian lama dia bisa pulang diantar oleh Rizal.


Sampai Dirumah Ica langsung menelpon Rizal.


Tetapi Rizal tidak mengangkat telepon dari Ica.


Ica sangat bingung kenapa Riz tidak mengangkat telepon nya.


Disisi lain Rizal sedang menuju kampnya, ia sangat terkejut ternyata kampnya hancur berantakan banyak anggota gang Orb terkapar kesakitan, bahkan karena Roy tidak ada Ake harus melawan mereka semua sendiri.


bahkan Ake harus masuk rumah sakit.


Budi dan Imam juga baru datang dan menanyakan.......


" Ada apa ini ? " Tanya Imam.


" Jal ada apa, ? " Tanya Budi kepada imam


kemudian salah satu anggota gang Orb bicara.


" Gang MM1 mereka menyerang lagi, katanya kalau bos Rizal gak melawan pemimpin mereka kamp kita bakal dibakar. " Jawab salah satu anggota gang Orb.


" Jal lu harus ngelakuin sesuatu !!! " suruh Budi.


" Iya jal lu harus melakukan sesuatu kalo gak kamp ini bakal dibakar " Imam.


Rizal tidak berkata apa-apa.


" Jal kenapa lu diam ? " Tanya Imam.


" JAL........ " teriak Budi sambil menarik baju Rizal.


" Gw bilang kasih gw waktu 2 bulan, sekarang baru 1 bulan......... " Jawab Rizal.


Rizal kemudian pergi menaiki motornya.


Budi dan Imam tidak bisa mengejar Rizal, mereka membantu yang lain untuk membereskan kekacauan.


Rizal pergi kerumahnya untuk memberi saran oleh bunda dan kakaknya .


Sampai dirumah Rizal langsung berbicara dengan Bundanya.


" Dari mana kamu ? " tanya Bu da sambil membaca koran.


" Biasa ngumpul sama teman-teman. " Jawab Rizal.


" Ada apa tumben mau ngomong sama bunda malam-malam gini. ? " Tanya bunda kembali.


" Menurut bunda, apa itu seorang pemimpin ? " Tanya Rizal.


" Menurut bunda, ya seorang pemimpin harus rela berkorban terus berfikir keselamatan anggotanya " Jawab Bunda Rizal.


" Menurut bunda apakah aku pantas jadi seorang pemimpin ? " Tanya Rizal kembali.

__ADS_1


" Tentu saja pantas, di dunia ini tidak ada yang tidak pantas menjadi seorang pemimpin " Jawab Bunda.


" emangnya kenapa kamu nanya seperti itu ? "


" Ya nggak papa....... "


Bunda Rizal tidak tau kalau Rizal adalah ketua gangster dan Rizal tidak ingin memberitahukannya, ia takut kalau Bunda Rizal selalu memikirkannya.


Kemudian Rizal berjalan ke arah kamar kakaknya yaitu Yuda, Berbeda dengan bunda Rizal, kakaknya sudah tau kalau Rizal itu anggota gangster tetapi tidak tau kalau dia adalah ketuannya.


" Bang, gw mau nanya......... " Rizal.


" Mau nanya apa ? " Tanya Yuda.


" menurut lu apa tugas seorang pemimpin ? " Tanya Rizal.


" Yah tugas seorang pemimpin itu banyak, mensejahterakan anggotanya, menjaga anggotanya, dan yang paling penting harus memiliki keputusan yang tepat " Jawab Yuda.


" emangnya kenapa lu mau jadi pemimpin di gang Lo ? " Tanya Yuda.


" mending jangan deh seorang pemimpin membutuhkan tanggung jawab yang besar, gw takut lu nanti gak akan kuat " Saran Yuda kepada Rizal.


" enggak kok santai aja............ " Jawab Rizal (berbohong).


Rizal lalu pergi dari kamar kakaknya lalu keluar ke halaman rumahnya.


Rizal sangat bingung di harus apa.


" Gw harus apa, menuruti orang yang gw sayangi, apa harus menjaga orang yang gw cintai. " Rizal ngomong sendiri.


" Ternyata jadi seorang pemimpin harus memiliki tanggung jawab yang besar........ " Rizal mengeluh.


Setelah selesai merenung Ijal langsung ke kamarnya. Di kamarnya, ia membaca semua puisi yang ia tulis dulu.


Ia melihat dan membaca salah satu puisi yang berisi..................


Pemimpin....


Menjadi seorang pemimpin sangat sulit


butuh tanggung jawab


butuh keyakinan


butuh keputusan


butuh keadilan


walaupun itu berat


walaupun itu sulit


tetapi harus dilakukan, agar ......


seluruh orang bisa merasakan dengan tenang


keputusan harus di tentukan


dengan baik dan juga benar


seorang pemimpin harus memilikinya


seorang anggota juga wajib mengikutinya.


Setelah mendengar puisi tadi Rizal langsung berfikir apakah dia pantas untuk menjadi pemimpin atau tidak Rizal sangat galau ia lalu berbaring di tempat tidurnya.


Sambil memikirkan harus apa dia besok


apakah harus memilih keputusan yang salah


atau harus memilih keputusan yang benar.


...........................

__ADS_1


__ADS_2