
Pagi harinya Rizal terburu-buru untuk pergi ke rumah Ica, bundanya heran ada apa dengan Rizal.......
" Kamu kenapa ? " Tanya Bundanya Rizal.
" Anu........ aku mau kerumahnya Ica, ayahnya suruh aku untuk ke rumahnya " Jawab Rizal.
" Alhamdulillah, ayahnya Ica setuju kamu sama dia ? " Tanya bundanya Rizal sekali lagi.
" Belum sih Bun, tapi kayaknya aku mau diizinkan deh...... " Jawab Rizal.
" Syukurlah kalau begitu, kapan-kapan ajak Ica kesini lagi yah bunda udah kangen sama dia "
" Oke...... " Rizal.
Rizal pun berangkat ke rumahnya Ica menggunakan motornya, saking semangatnya Rizal datang terlalu pagi....... ia terpaksa harus menunggu di depan halaman rumahnya Ica beberapa menit.
Saat menunggu agak lama Ica lalu keluar dari rumahnya, dan melihat Rizal.
Ica lalu menghampiri Rizal
" Kamu udah datang ? " Tanya Ica dengan kaget
" Iya....... " Jawab Rizal.
" Kamu datang kepagian, ayah jam segini belum bangun " Ica dengan tersenyum.
" Yaudah aku tunggu disini aja........... jadi begini muka kamu kalau habis bangun tidur " Sahut Rizal sambil tersenyum.
Ica yang mendengarnya merasa malu ia lalu masuk ke rumahnya untuk mencuci muka dan mengganti baju.
Selepas mengganti baju Ica langsung menemani Rizal.
" Ayah kamu ngapain minta aku kesini pagi-pagi ? " Tanya Rizal.
" Aku tidak tahu " Jawab Ica.
Selang beberapa waktu ayahnya Ica bangun dan keluar dari rumahnya ia kaget karena sudah ada Ica dan Rizal yang sedang mengobrol.
" Maaf ya om kesiangan, itu sebenarnya tes buat kamu........ kamu itu sabar tidak " Ayahnya Ica.
" Iya om gak papa "
" Baiklah, kenapa saya minta kamu kesini pagi-pagi, karena bahan kebutuhan rumah habis kamu pergi ke pasar atau ke supermarket untuk membeli kebutuhan ya....... " Suruh ayah Ica.
" Yah aku boleh ikut Rizal ? " Izin Ica.
" Ya....... kamu temani aja dan kasih tau barang-barang yang diperlukan di rumah " Jawab ayahnya Ica.
" oke....... "
Ica bersiap-siap dan Rizal menunggunya di motornya, setelah Ica sudah siap mereka berangkat ke toko supermarket terdekat.
Sampai di sebuah supermarket mereka lalu turun dari motor dan berpegangan tangan masuk ke supermarket itu.
Rizal lalu mengambil keranjang karena barang yang dibeli sangat banyak.
Ica lalu mencari barang yang ingin dia beli diikuti oleh Rizal. Mereka sangat menikmati saat itu mereka bercanda bersama layaknya anak kecil.
Selang beberapa waktu mereka telah selesai berbelanja, mereka akan pulang ke rumah Ica tapi sebelum pulang Rizal mengajak Ica untuk makan di sekitar supermarket.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka pulang ke rumah Ica lalu sampai disana saat membawa barang belanjaan Ica dan Rizal kaget karena ada Aldo di sana yang sedang mengobrol dengan ayahnya Ica.
Ica tidak mau melihat Aldo lagi ia memalingkan pandangannya dan berjalan ke arah dapur untuk menaruh belanjaan. Lalu Rizal disuruh ayahnya Ica untuk duduk disamping Aldo.
" Begini, saya sebenarnya menyuruh Rizal untuk kesini karena mau katakan sesuatu........... "
" Apakah benar Rizal benar-benar suka dengan Ica ? " Tanya ayahnya Ica.
" Iya om saya benar-benar cinta sama Ica. " jawab Rizal dengan yakin.
" Saya juga om........... " Aldo.
Mendengar hal itu Rizal dan Ica kaget.
" Jujur saya sebenarnya ingin Aldo dan Ica berpacaran............ " Sahut ayahnya Ica.
" Apaan sih ayah, aku sama Rizal udah pacaran dia juga lebih baik kok dari Aldo " Sahut Ica keluar dari kamarnya.
" Ca kamu gak boleh ngomong seperti itu...... " Ayahnya Ica dengan nada tinggi
Ica lalu menarik tangan Rizal dan mengajaknya pergi, Rizal kebingungan ia terpaksa harus ikut bersama Ica.
Ayahnya dan Aldo hanya terdiam.
Di perjalanan.
" kamu mau kemana ? " tanya Rizal.
" Kemana aja " Jawab Ica yang masih merasa kesal
Karena bingung ingin kemana Rizal membawa Ica ke rumahnya untuk bertemu dengan bunda.
Setelah lama diperjalanan mereka akhirnya sampai.
Mereka pun berjalan masuk ke rumah Rizal.
" Assalamu'alaikum, Bun ada tamu ni " Sahut Rizal.
" Walaikumsalam " jawab dari kejauhan.
Rizal menyuruh Ica untuk duduk dulu sementara ia menaruh jaketnya di kamarnya. Selepas itu bundanya Rizal datang dan kaget karena ada Ica disana. Bundanya Rizal langsung memeluk Ica.
" Bunda kangen tau sama kamu " Sahut bundanya Rizal.
" Ica juga kangen sama bunda " Jawab Ica kembali.
" Eh sudah makan...... ? " tanya bundanya Rizal.
" Sudah bunda, tadi makan di luar " Jawab Ica.
" Oh yaudah kalau begitu, bunda lagi siapin makan buat nanti siang, kamu makan siang disini ya "
" Iya bunda...... " Ica.
Setelah itu Rizal keluar dari kamarnya dan bundanya Rizal kembali ke dapur untuk mempersiapkan makanan.
" Bunda kamu sendirian setiap hari ? " tanya Ica.
" Enggak, kakak aku kerja, adik aku biasanya jam segini lagi main diluar, dan aku biasanya lagi ngumpul sama teman-teman " Jawab Rizal.
__ADS_1
" Oh............ "
Ica lalu bangun dari sofa dan berjalan melihat foto-foto keluarga Rizal yang terpajang di meja.
" ngomong-ngomong boleh aku tahu tentang ayah kamu ? " Tanya Ica memohon.
Awalnya Rizal memalingkan pandanganya setelah mendengar perkataan Ica itu, tetapi ia kemudian menceritakannya di halaman depan rumah.
" Dulu, waktu umurku masih 12 tahun, ayahku pergi dia bercerai dengan bunda, gara-gara waktu itu perusahaan nya lagi memburuk, ia sering memarahi bunda padahal bunda tidak pernah membuatnya kesal, aku dan kakakku mencoba menyadarkannya tetapi tidak bisa......... akhirnya bunda dan ayah bercerai. "
" Dulu aku menyesal karena hanya berdiam diri saja, tapi sekarang kalau aku bertemu dengannya dia yang akan menyesal.......... " Rizal.
" Kenapa......... " Ica
" Dia nyakitin bunda aku Ca, orang yang seharusnya di sayangi malah disakiti, aku gak suka ada laki-laki seperti dia di dunia ini "
" Dia kan ayah kamu ........... " Ica
" Dia udah gak aku anggap sebagai ayah ca, sekarang yang ku anggap hanya kamu yang jadi pacar ku "
" ................ udah ya, kayaknya makan siangnya udah siap, yuk masuk......... " Ajak Rizal kepada Ica.
Setelah mendengar itu Ica terdiam sejenak lalu masuk ke rumah Rizal untuk makan siang.
Setelah makan siang Rizal mengantar Ica pulang kerumahnya.
Sampai di rumah Ica Rizal langsung pergi.
" Aku langsung pulang ya " Rizal.
" Gak mau mampir dulu ? " tanya Ica.
" Besok aku kesini lagi...... " Jawab Rizal.
" Yaudah ........ "
Rizal pun pergi dari rumah Ica, di sana Ica bersyukur karena mobilnya Aldo tidak ada....... dia langsung masuk ke rumahnya, ternyata ayahnya sedang duduk di sofa ruang tamunya.
" Kemana kamu ? " tanya ayahnya Ica dengan nada tinggi.
" Aku tadi ke rumah Rizal, untuk bertemu dengan bundanya " Jawab Ica.
" Jadi kamu sudah kenal dengan bundanya Rizal....... "
Karena marah Ica langsung masuk ke kamarnya............
" Ca, ayah mau ngomong sama kamu, duduk sini !!!! " Ayahnya Ica.
Ica lalu menuruti perkataan ayahnya ia langsung duduk di samping ayahnya.
" Ada apa ? " tanya Ica.
" Ayah sekarang gak ngelarang kamu dekat sama Rizal " Jawab ayahnya Ica.
" Serius...... ayah " Ica dengan kaget.
" Iya, tapi kalau Rizal ngecewain kamu, kamu jangan menyesal " Syarat ayahnya Ica.
" Iya......... "
__ADS_1
Ica lalu senang ia memeluk ayahnya dan segera masuk ke kamarnya.
Ia langsung rebahan dan tidurnya sambil melentangkan tangannya, dia sangat senang akhirnya ayahnya bisa merasakan perasaannya.