Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Hubungan Yang Tidak Lancar


__ADS_3

Sampai di kamp gang Orb ternyata sudah banyak orang yang ada disana. Rizal langsung mencari Budi dan Imam.


Setelah menemukannya Rizal lalu berbicara dengan mereka........


" Bud, Mam, kalian masih ingat sama kejadian kemarin di sekolah ? " tanya Rizal


" Gang motor yang nyerang sekolah kita kan " jawab Budi.


" Iya..... " Rizal.


" Kenapa emangnya ? " tanya Imam kebingungan


" Ada yang aneh gak sih Bud, kemarin kan kita dikuatkan lawan mereka, tapi ada yang aneh gak sih ? " Tanya Rizal dengan kebingungan.


" Kenapa emangnya ? " tanya Imam kembali dengan heran.


" Gak ada Aldi ya....... " Jawab Budi.


" Iya..... " sahut Rizal.


" Gw juga awalnya bingung, biasanya kalau ada kekacauan kayak gini Aldi sama teman-temannya yang pertama kali lawan mereka....... " Lanjut Budi.


" Itu yang gw bingungin....... trus waktu itu gw pernah kasih tau kalian kan kalau Aldi itu ketemu sama seseorang kan " Sahut Rizal.


" Iya.... " jawab Budi dan Imam bersamaan.


" Gw punya filing kalau itu ada hubungannya sama kejadian kemarin di sekolah "


" Yaudah kalau gitu kita liat aja nanti...... " Budi.


" Oh iya kemarin gw nyuruh Roy buat cari 2 orang dari anggota gang kita buat liat gang MM1......... mana orangnya ? " tanya Rizal.


" Itu dia Jal, orangnya belum balik sampai sekarang..... " jawab imam.


" Hah belum balik..... " Rizal dengan kaget.


" Iya, Ada yang bilang katanya ketahuan sama anggota gang MM1 " Budi.


" Ketahuan....!!! " Rizal (Kaget).


" Ada yang bilang seperti itu, tapi nanti kita tanya langsung ke Roy nya aja langsung.... " sahut Budi.


Karena Roy tidak ada di kamp Rizal pun pergi ke rumah Ica, dia berfikir sepertinya Ica sudah pulang.


Sampai di rumah Ica Rizal lalu mengetuk pintu rumah Ica, betapa terkejut ternyata yang membukakan pintu adalah adiknya Ica yang bernama Adel.


" Halo kamu Adel ya....... kakak Ica kemana ? " tanya Rizal dengan lembut.


" Kakak Ica belum pulang kak........ " jawab Adel.


" Oh belum pulang................ yaudah kalau kakak Rizal tunggu didepan boleh "


" Boleh...... "


Adiknya Ica pun masuk ke dalam rumah sedangkan Rizal menunggu di depan rumah Ica sambil melihat tanaman yang ada disana.


Tak lama kemudian adiknya Ica datang sambil membawa beberapa buku.


" Kak, aku ada tugas sekolah tapi aku gak ngerti, Kakak mau bantuin aku gak ? " tanya Adel


" Boleh...... " jawab Rizal.


Karena Rizal bingung harus bagaimana, ia lalu membantu Adel untuk mengerjakan tugas.


Selama mengerjakan tugas Adel selalu dibuat tertawa oleh Rizal, terlihat Adel begitu senang begitu juga dengan Rizal.


Singkat waktu selesai mengerjakan tugas Adel Rizal menanyakan sesuatu pada Adel.....

__ADS_1


" Kakak mau tau dong biasanya di rumah kakak Ica ngapain aja ? " tanya Rizal.


" Biasanya kakak Ica kalau hari libur dirumah tu


Maskeran, nyanyi sendiri, belajar, trus kadang-kadang main sama aku " jawab Adel.


Rizal pun tertawa mendengarnya, Adel pun menceritakan semua tentang kakaknya Ica.


Selesai mengobrol kemudian Ica pulang kerumahnya diantar oleh Aldo di luar gerbang rumahnya. Dari halaman rumah Rizal melihat Ica dan Aldo.


Karena Aldo ada urusan dia langsung pulang, sedangkan Ica berjalan ke halaman rumahnya.


Ia kaget ada Rizal dan Adel di halamannya.


" Oh... kamu di sini.... Adel ngapain ? " tanya Ica.


" aku temenin kakak Rizal tadi.... aku ceritain semua tentang kakak sama dia " jawab Adel.


Ica lalu terkejut mendengarnya dan merasa malu, ia lalu mengajak Adel untuk masuk kedalam rumah.


Setelah itu Ica mengobrol dengan Rizal.


" Maaf ya aku gak tau kalau kamu ada disini... " sahut Ica.


" iya gak papa...... "


" Ada apa kamu kesini..... ? " tanya Ica.


" Aku tadi mau ketemu kamu..... kamu nya belum pulang, jadi aku bantuin Adel buat tugas sekolahnya " Jawab Rizal.


" Oh........ makasih ya udah bantuin Adel..... biasanya aku yang bantuin dia ngerjain tugasnya "


" Iya............... yaudah kalau begitu aku langsung pulang ya...... " Sahut Rizal.


Karena Rizal terus memikirkan Ica dan Aldo ia lalu pergi dari rumah Ica. Dan Ica pun kebingungan......


'' Tumben dia gak ngomong in aku kemana sama Aldo '' Ica dalam hatinya.


Saat sampai dirumah Rizal duduk dengan lemas. Kebetulan kakaknya melihatnya.


" Lu kenapa ? " tanya kakak ya Rizal yaitu Yuda.


" Gak papa...... gw merasa hidup gw hampa.... " jawab Rizal.


" Hah, apaan sih....... " Yuda sambil menghampiri Rizal.


" Lu ada apa sih coba cerita..... " Sahut Yuda.


" Lu pernah gak sih kak punya pacar tapi ayahnya itu gak setuju, malahan setuju anaknya pacaran sama orang lain yang anaknya sendiri aja gak suka....... "


" Kok kisah cinta lu rumit ya....... " Yuda dengan bercanda.


" Yah itu mungkin bukti kalau ayahnya mau milih yang terbaik buat anaknya.... "


" Emangnya gw gak baik.... ? " tanya Rizal.


" Enggak lah, lu itu anggota gangster..... belum tentu lu jadi yang terbaik buat keluarganya...... " jawab Yuda (bercanda).


" Gw bukan anggota gangster kak...... gw ketua gangster " Pengakuan Rizal.


" Udah naik jabatan lu ? " tanya Yuda kepada Rizal.


" Enggak, gw emang ketua gang gw bohong sama lu...... gw yang buat tim gangster nya " Rizal.


" Oh....... "


" Lu gak marah ? " tanya Rizal dengan kebingungan.

__ADS_1


" Buat apa gw marah, itu udah terjadi....... yang penting lu bisa jadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab " jawab Yuda.


" Jadi itu alasan lu waktu itu nanya gimana jadi seorang pemimpin " Yuda.


" Hehehehehe........... "


Karena ada urusan Yuda pun pergi. Rizal yang kebingungan akhirnya duduk di mejanya dan mulai menulis puisi.


Di sisi lain Ica sedang memikirkan apa yang terjadi dengan Rizal. Ia lalu menemui adiknya yaitu Adel untuk menceritakan apa yang terjadi tadi.


" Del..... tadi kakak yang tadi bicara apa sama kamu ? " tanya Ica.


" Oh kakak Rizal........ dia tadi nanya sama aku kakak orangnya kayak gimana " jawab Adel.


" Terus kamu bilang apa ? " tanya Ica kembali.


" Aku bilang kakak suka maskeran........ "


" ....... maskeran " Ica dengan kaget.


" Suka nyanyi sendiri....... "


" ......... nyanyi.... sendiri..... "


" Iya....... "


" Ya ampun kok kamu ngomongnya begitu....... "


" Emangnya kenapa..... ? " tanya Adel.


" Ya gak papa sih...... "


Karena merasa malu Ica lalu mengambil handphonenya dan menelpon Rizal. Rizal pun mengangkat telpon dari Ica.


" Halo " sahut Rizal di dalam telpon.


" Halo jal, tadi yang Adel omongin gak bener kok...... " Sahut Ica.


" Hah...... "


" Iya gak bener aku biasanya gak begitu kok "


" Ya gak papa kalau kamu begitu.... "


" Enggak serius aku enggak begitu.... " Ica (berbohong).


" Ca aku gak terlalu peduli kamu gimana, yang penting aku tetap sayang sama kamu........ lagian anak kecil juga gak pernah bohong kan " Rizal (bercanda).


Mendengar hal itu Ica merasa sangat malu.


" Oh iya kamu tumben gak omongin soal tadi aku jalan sama Aldo....... kamu marah ya ? " tanya Ica.


" Enggak lah..... aku cuman malas aja ngebahasnya " jawab Rizal.


" Rizal..... sebenarnya aku gak mau jalan sama Aldo, aku maunya jalan sama kamu..... "


" Aku juga sama ca, aku gak suka kamu jalan sama cowo lain " Jawab Rizal.


" Aku sudah memutuskan besok, aku mau ceritain yang sebenarnya kepada ayah kamu "


" Hah..... kamu serius, mending jangan deh ayah aku itu gak suka sama gangster, nanti kamu gak diizinkan lagi sama aku " Ica.


" Mungkin ayah kamu benar ca....... kayaknya kita gak bisa pacaran " Rizal.


" Maksud kamu apa, kamu udah gak mau lagi pacaran sama aku ? " tanya Ica.


" Bukan begitu aku merasa hubungan kita jadi percuma " Jawab Rizal.

__ADS_1


" Kalau kamu gak mau hubungan kita jadi percuma, kamu harus keluar dari gang kamu " Sahut Ica dengan nada sedikit tinggi.


Karena kesal Ica lalu menutup telponnya. Rizal yang bilang seperti itu merasa menyesal.


__ADS_2