
Sampai di Bandung semua anggota disuruh berkumpul untuk memberi instruksi pada tes nanti, karena sampai disana mereka harus menunggu Rizal mengajak Ica untuk pergi berkeliling gedung tes..... karena kebetulan ada pedagang makanan disana mereka makan terlebih dahulu..........
" Kamu nanti harus bisa, katanya mau sekolah di Korea....... " Rizal memberi semangat.
" Siap Boss........ " Sahut Ica sambil tersenyum.
Selesai makan mereka pun kembali ke tempat kumpul, mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
" Pemandangan di Bandung indah ya........ "
" Lebih enakan mana Sama Malang ? " tanya Rizal sambil tersenyum.
" Masa sih,...... soalnya ada kamu " jawab Ica dengan bercanda.
" Oh sekarang udah bisa gombal ya........ " Rizal (bercanda).
Rizal lalu mengodai Ica, dan Ica pun berlari begitu juga Rizal yang mengejarnya.
Sampai disana mereka langsung berkumpul dengan yang lain dan bersiap-siap.
Singkat cerita
Setelah tes selesai sekolah mereka terpaksa dipulangkan......... Ica dan seluruh teman-teman sedih.
Karena sudah berfikir mati-matian Ica pun pingsan, beruntung saat itu Rizal sedang disampingnya, ia lalu mengangkatnya dan membawanya ke tempat duduk, untuk beristirahat.
Disamping itu Ica ditemani oleh Rizal, Putri, dan Raisa. Tak lama kemudian Rival pun datang untuk bertemu dengan Ica.
Rizal yang kaget lalu berdiri dan berbicara dengan Rival.
" Lu ngapain disini ? " Tanya Rival.
" Harusnya gw yang bilang gitu sama lu, lu ngapain disini ? " Tanya Rizal kembali.
" Gw mau ketemu Ica, lah lu............ " Jawab Rival.
" Gw pacarnya Ica....... " Rizal dengan yakin.
".......... Pacar........ ? " Rival dengan kaget.
Rival lalu menengok ke arah Ica, ia terkejut melihat Ica pingsan.
Karena tak tau alasannya Rival lalu menarik baju Rizal.
" Lu apaan Ica ? " tanya Rival dengan nada tinggi.
Rival pun terdiam sambil melihat tangan Rival yang menarik bajunya.
Susana di sana sangat panas Putri dan Raisa hanya bisa melihatnya.
Lalu Rival mengangkat tangannya dan mau memukul Rizal, tetapi Rizal menangkisnya, dia mendorong Rival.
Rizal sebenarnya tidak mau bertengkar dengan Rival, ia takut hubungannya dengan Ica akan hancur lagi.
" Gw gak mau berantem sama lu....... " Sahut Rizal dengan tatapan tajam
Tak lama kemudian Ica pun sadar, ia kebingungan.
" Ca kamu gak papa...... ? " Tanya Rizal yang menghampirinya.
" Ca kamu di apaan sama dia ? " Tanya Rival dengan nada tinggi.
" Rizal gak ngapa-ngapain aku, tadi aku kecapean makannya aku pingsan...... " jawab Ica dengan lemas.
" Kamu mau ngapain ke sini ? " tanya Ica kebingungan.
" Aku mau ketemu kamu, kemarin kan aku sudah ngomong di telpon mau ketemu kamu....... " Jawab Rival.
__ADS_1
" Aku sebenarnya gak mau ketemu lagi sama kamu .......... jadi kamu gak usah jauh-jauh ke Malang buat ketemu aku ya .... " Sahut Ica dengan lemas.
" Kenapa ?, jadi selama ini aku deketin kamu percuma...... " Rival.
" Hubungan kita gak ada yang spesial, aku lebih suka kamu jadi teman aku aja .... "
" Jadi selama ini percuma......... aku sudah bilang sama ayah kamu waktu kamu pulang dari Malang terus berduaan sama dia juga percuma. " Rival dengan nada sedikit tinggi
Karena Rival tidak sengaja berucap seperti itu...... Rizal dan Ica pun kaget.
" Kamu yang bilang sama ayah aku kita berduaan waktu pulang dari Malang ? " tanya Ica dengan kaget.
Rizal lalu mendekati Rival, dan menarik baju ya kembali.
" Eh..... bajingan ternyata lu yang bilang sama ayah ya Ica..... " Rizal dengan sangat marah sambil menarik baju Rival.
Rizal lalu memukul Rival tetapi hanya pelan saja .
" Tapi, gw berterima kasih sama lu, akibatnya hubungan gw sama Ica sudah di restui ayahnya....... " Rizal.
Mendengar hal itu Rival sakit hati...... ia lalu pergi meninggalkan mereka semua.
" Put, Sa gw boleh ngomong berdua sama Ica ? " Tanya Rizal kepada Putri dan Raisa.
Mereka berdua pun mengijinkannya, mereka pun pergi.
" Tadi kamu kenapa pingsan ? " tanya Rizal sambil mengelus rambut Ica.
" Gak papa kok, tadi cuman kecapean aja "" Jawab Ica.
Karena muka Ica sangat pucat, Rizal lalu memeluk Ica dan membiarkannya menyender ke pundaknya.
" Maaf ya, aku gak bilang sama kamu kalau Rival mau kesini...... "
" Seharusnya aku yang minta maaf, kamu gagal dapat beasiswa untuk pergi ke Korea. " Rizal.
Tak lama kemudian seseorang pun datang
" Permisi kamu yang bernama Ica kan..... ? " Tanya seseorang tersebut.
" Iya.... " Jawab Ica.
" begini, saya tadi liat kamu berkompetisi saya suka dengan kamu, walaupun tadi kamu kalah tapi saya mau menawarkan beasiswa..... "
" Hah, serius pak...... " Ica dengan kaget
" Iya, ini kartu nama saya kalau mau bicara telpon saja..... "
Orang itu pun pergi dengan meninggalkan kartu namannya.
Ica kegirangan sambil memegang kartu nama itu, karena Ica senang Rizal pun juga ikut senang.
Waktu pulang sudah tiba, semua anggota tes pulang ke Jakarta menaiki bus tadi, Ica yang kelelahan tertidur di pundak Rizal.
Rizal kebingungan apakah dia bisa melepaskan Ica yang akan pergi ke Korea.
Singkat waktu mereka pun sudah sampai di sekolah, karena sudah malam hari Rizal mengantar Ica ke rumahnya menggunakan motornya yang terparkir di sekolah.
Karena Ica kelelahan ia langsung ke kamarnya dan tidur, sementara Rizal berbicara dengan ayahnya Ica.
Rizal sudah menceritakan Ica yang pingsan tadi......
" Maaf om, tapi tadi Ica bilang dia tidak apa-apa " Sahut Rizal.
" Tidak apa-apa, kamu melakukan tugasmu dengan baik " Ayahnya Ica.
" Dan tadi ada seseorang yang mau memberikan Ica beasiswa, dia memberikan kartu namannya "
__ADS_1
" Benarkah..... Alhamdulillah " Ayahnya Ica dengan kaget sekaligus senang.
" Om, apakah om mau membiarkan Ica kuliah di Korea ? " tanya Rizal.
" Sebenarnya saya tidak mau Ica ke Korea, tapi itu keinginannya saat SMP jadi saya tidak bisa melakukan apapun " Jawab ayahnya Ica.
" Oh....... baiklah kalau begitu..... "
Rizal pun pamit dan pergi karena hari sudah malam.
Keesokan harinya Rizal bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, ia seperti biasa menjemput Ica di rumahnya.
Sampai dirumah Ica dan Ica sudah naik motor Rizal mereka pun berangkat menuju ke sekolah. Diperjalanan mereka mengobrol, dan bercanda.
Sampai disekolah mereka bergandengan tangan seperti tidak ada yang memisahkan mereka.
Singkat waktu jam istirahat dimulai, semua murid sebagian menuju ke kantin.
Saat hendak menuju kantin belakang Rizal melihat Aldi yang sedang mengobrol dengan seseorang, karena kebingungan Rizal pun mau mendatanginya tetapi sudah dihadang oleh Budi dan Imam yang juga mau ke kantin.
" Gw dengar-dengar lu kemarin kalah ? " tanya Budi sambil berjalan ke kantin belakang.
" Iya........ " Jawab Rizal dengan lemas.
" Gak usah lemas gitu dong Jal, lu kan ikut tes kan cuman buat temenin Ica kan " Sahut Imam.
" Oh iya, gw dengar dari Raisa Ica dapet beasiswa dari orang ? " Tanya Budi.
" Ah..... yang bener lu, gila enak banget hidupnya Ica " Imam dengan kaget.
Tak sadar sudah mengobrol mereka sudah sampai di kantin belakang dan mereka melanjutkan obrolannya..........
" Iya,...... tapi gw bingung...... " Rizal
" Bingung kenapa ? " tanya Imam
" Kita pacaran belum lama, trus baru kemarin ayahnya Ica ngerestuin hubungan gw sama Ica, jadi kalau dia pergi ke Korea, waktu ketemuan gw sama Ica jadi jarang dong " jawab Rizal.
" Yah kan ada handphone, video call aja " Saran Budi.
" Iya, tapi pasti suasananya gak sama kan " Rizal.
"......iya sih " Budi.
" Gw juga gak enak, dia waktu SMP kepengen banget buat kuliah di Korea........ itu yang membuat gw gak ngomong sama dia " Sahut Rizal.
" Iya sih, lagian Ica juga pintar, sayang kalau sudah dapat beasiswa tapi gak dimanfaatin " Imam.
" Yah itu keputusan lu sih, gw juga bingung mau bagaimana........... lebih baik lu supoort dia aja, siapa tau ini yang terbaik buat dia dan lu juga. " Budi.
" Iya,...... thanks ya...... "
Setelah mengobrol mereka memesan makanan.
Saat mereka makan Rizal juga melanjutkan obrolannya..........
" Tadi gw liat Aldi ngobrol sama seseorang " Sahut Rizal.
"........... Siapa ? " tanya Imam sambil makan.
" Gak tau, gw gak kenal..... dia juga gak pake seragam sekolah..... "
" Mungkin dari keluarganya kali " Budi.
" Semoga aja......... "
Pada saat itu perasaan Rizal tidak enak, selama di kantin dia terus memikirkan Aldi.
__ADS_1
................