Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Senang Lalu Sedih.


__ADS_3

Keesokan harinya Rizal datang kerumah Ica untuk menjemputnya.


Di Perjalanan.


" Oh iya, ayah kamu belum pulang ? " Tanya Rizal diperjalanan.


" Belum " Jawab Ica.


" Ngomong-ngomong kamu belum menjawab pertanyaan ku waktu itu kan ? "


" Yang mana ? " Ica (bercanda).


" Apakah kamu mencintaiku ? " Tanya Rizal lagi.


" Hemmmm.................. bagaimana kalau tidak " Jawab Ica dengan bercanda.


" Yakin....... ? " Rizal bercanda pula.


" Hemmm........... Iya " Jawab Ica.


" Iya apa ? "


" Iya...... " Jawab Ica dengan tersenyum.


" Gak kedengaran, kamu cinta sama aku ? " Tanya Rizal sekali lagi (bercanda).


" .... IYAAAAA.......... " Jawab Ica sambil tegak membentangkan tangannya.


Pada hari itu mereka resmi berpacaran.


Rizal pada hari itu sangat senang begitu juga dengan Ica.


" Kamu mau ketemu bundaku ? " Tanya Rizal.


" Tapikan ini hari sekolah ? " Ica tanya kembali.


" Bolos sesekali gak papa kan, bagaimana mau ? " Rizal.


" Mau...... " Jawab Ica.


Mereka pun jalan ke arah Rumah Rizal.


Sampai di Rumah Rizal.


" Assalamu'alaikum, " salam Rizal kepada bundanya.


" walaikumsalam,...... Rizal kamu gak ke sekolah ? " Tanya Bundanya Rizal.


" Buat apa kesekolah kalau sudah pintar "


" Kamu ini " Jawab Bunda Rizal dengan sedikit marah.


" Trus ini siapa ? " Tanya Bunda Rizal.


" Ini perempuan yang pernah kujanjikan waktu itu " Jawab Rizal.


" Oh ........ kamu Ica ya ? " Tanya Bunda Rizal kepada Ica.


" Iya Tante..... " Jawab Ica.


" Jangan panggil Tante, panggil aja bunda " , Bunda Ica.


" Iya Bunda........ "


" Nah,....... ayo duduk Rizal selalu cerita soal kamu, "


" Cerita Soal apa Bun ? " Tanya Ica, sambil melirik Rizal disebelahnya.


" Katanya Kamu cantik, Baik, trus......... Aneh kaya alien " Jawab Bunda Rizal.


" Aneh....... " Ica sambil ketawa.


" Tau ya Rizal, orang cantik seperti ini dibilang aneh. "


Rizal, bundanya, dan Ica tersenyum.


" Ngomong-ngomong ayahnya Rizal kemana Bun ? " Tanya Ica


Rizal pun bangun dari sofa dengan alasan mau menaruh jaketnya, Rizal tidak ingin mendengar cerita tentang ayahnya.


Ica kebingungan ada apa dengan Rizal.


" Hem.............. maaf ya Ica, Rizal kalau ada orang membahas ayahnya ga suka dia "


" Emangnya kena Bunda ? "


" Ayahnya pergi ninggalin dia sejak umurnya 12 tahun, jadi sekarang Rizal tinggal dengan kakak dan adiknya, itu yang membuat Rizal sangat benci pada ayahnya " Jawab Bunda Rizal.


" Jadi bunda minta tolong ya buat Rizal seneng " , Bunda Rizal.


" Iya bunda " Jawab Ica.


" Ica boleh masuk ke kamar Rizal Bun, mau liat kamarnya Rizal ? " Tanya Ica.


" Boleh. " Jawab Bunda Rizal.


Ica pun berdiri dan jalan kearah kamar Rizal.


Ica lalu mengetuk pintu kamar Rizal dan membukanya.


" Boleh aku masuk ? " Tanya Ica kepada Rizal yang sedang menaruh jaketnya.


" Tentu saja boleh "

__ADS_1


Ica lalu melihat sekeliling kamar Rizal.


Terdapat poster lagu rock dan dimeja belajar Rizal banyak sekali buku yang berisi banyak puisi. Ica lalu membacanya satu per satu.


" Kamu emang rajanya puisi ya... " Ica sambil tersenyum.


" Aku gak hebat bikin puisi cuma pintar aja " Jawab Rizal.


" Coba buatkan aku puisi !!!! " Ica .


Ica lalu duduk disebelah Rizal lalu memegang tangannya.


" Baiklah...... "


Lalu mereka tatap-tatapaan dan Rizal mulai memikirkan sebuah puisi untuk Ica.


Cinta....


tak pernah mengenal waktu


Cinta....


juga tak pernah mengenal tempat


Cinta itu tulus


Cinta itu setia


Cinta itu ada


Aku tidak bisa berhenti mencintaimu


Aku juga tidak bisa menutup hatiku


Semua itu karena kamu....


kamu......


kamu......


dan kamu......


Sebelum dirimu datang ke hatiku


hanya kekosongan yang mengisi hidupku


sekarang kau telah datang


terima kasih wahai bidadari ku yang tersayang.


Setelah mendengar puisi itu Ica sangat tersentuh, ia lalu memeluk Rizal. Begitu juga dengan Rizal.


tak lama kemudian mereka makan di meja makan rumah Rizal. Rizal dan Ica sangat bahagia karena baru kali ini mereka merasa apa itu hidup.....


Sepanjang perjalanan Ica terus memeluk Rizal.


" Kenapa kamu terus memeluk ku ? " Tanya Rizal. (bercanda).


" Aku gak mau kamu pergi " Jawab Ica.


" Bagaimana kalau aku pergi sebentar " Rizal.


" Aku ikut " ,Ica .


" Kalau aku ke Bandung ? "


" Aku tetap ikut "


" kalau aku ke Jepang ? " , Rizal bercanda dengan Ica.


" Aku ikut juga "


" Bagaimana kalau ke bulan ? "


" Hah,..... emangnya kamu bisa ke bulan " Tanya Ica dengan bercanda.


" Bisa, kan aku temannya Neil Amstrong " Jawab Rizal.


Ica tertawa mendengar itu.


" Rizal tolong jangan pergi !! " Ica terus memeluk Rizal.


" Aku gak akan pergi Ca " jawab Rizal dengan yakin.


Tak terasa sudah sampai dirumah Ica.


Ica kaget karena ada mobil ayahnya di depan rumahnya.


" aduh,...... Itu mobil ayahku " Sahut Ica.


" Aku ingin bertemu dengan ayahmu " , Rizal.


" Jangan, Rizal jangan " , Ica memohon.


" Kenapa aku ingin bertemu dengannya. "


Karena mendengar keributan di luar rumah kemudian Ayahnya Ica keluar.


Lalu mendekati Ica.


" Ica,....... kamu abis kemana ? " Ayah Ica denga nada tinggi.


" Sekolah menelpon ayah kalau kamu bolos "

__ADS_1


Ica hanya bisa tertunduk.


" Maaf om semua gara-gara saya, saya yang ngajak Ica untuk bolos " , Rizal.


" KAMU YANG KEMARIN KESINIKAN "


" Iya om..... "


" KAMU NGAPAIN ANAK SAYA HAH....... ? " Tanya Ayah Ica sambil menarik baju Rizal (marah).


" Ayah udah " Ica sambil menangis.


Kemudian Ibunya Ica datang.


" Ica masuk ke rumah, cepat "


" Yah....... " Ica sambil menangis.


" MASUK...... "


Ibu Ica pun memeluk Ica sambil membawanya masuk ke rumah.


" Saya kira, kamu ini anak baik, dengar ya kalau sampai Ica kenapa-napa saya akan melaporkan kamu ke polisi " Ancam Ayah Ica.


" Saya sayang om sama Ica, " Jawab Rizal dengan tegas.


" Sayang, sayang kamu bilang Ica itu baru SMA, kalian itu belum mengerti apa yang namanya cinta " Ayah Rizal sambil menarik baju Rizal.


" Tapi saya sudah terlanjur cinta om sama Ica "


" Saya gak peduli, pokoknya kalo kamu sekali lagi bertemu dengan Ica saya akan membawa kamu ke kantor polisi, dengar kamu ". Ayah Ica dengan nada tinggi.


Rizal hanya Terdiam ia seperti tidak punya nyali untuk menepati janjinya kepada Ica.


Di dalam rumah Ica menangis sambil memeluk Ibunya, ayahnya Ica datang lalu memarahi Ica, tetapi Ibunya Ica tetap membelanya.


Rizal kemudian pergi menaiki motornya.


Rizal merasa sedih padahal mereka baru saja berpacaran tetapi takdir memisahkan mereka.


Rizal pun pergi ke kamp gang Orb.


Karena jam Sekolah sudah selesai Budi dan Imam berada disana.


Budi, Imam Dan Roy kebingungan tiba-tiba Rizal datang dengan sengat lemas.


" Jal, jal lu kenapa ? " tanya Imam.


" Lu abis dipukulin jal ? " Tanya Roy.


" Kagak " Jawab Rizal.


" Yaudah kalo gitu gw ambil air dlu ya " Roy lalu pergi.


" Lu kenapa tadi gak masuk sekolah ? " tanya Imam.


" Ica juga kagak masuk tadi, pasti lu abis jalan ya sama dia " , Budi (bercanda).


" Gila, nekat bener lu Ajak Ica bolos bareng " , Imam.


" Gw sama Ica udah jadian " Sahut Rizal.


" Akhirnya,......... makan-makan kita " Imam.


" Selamat ya jal........ gw dukung lu " Sahut Budi.


Budi dan Imam pun senang.


" Tapi ayahnya Ica gak suka sama gw " Sahut Rizal dengan nada tinggi.


" Hah...... gimana maksudnya ? " Imam Kebingungan.


" Ayahnya Ica marah ke gw kalo Ica gw ajak bolos " Rizal.


" Ya, iyalah Jal,...... lu lagi ngajak bolos ga dipikir-pikir dulu "


" Jadi kita gak jadi makan-makan ? " Tanya Imam.


" Lu gak ngerti suasana aja si mam, Jal kalo lu sayang sama Ica lu harus ngebuktiin kalo lu sangat cinta Sama dia. "


" lu gak boleh gampang nyerah Jal " Sahut Budi.


" Gw harus gimana ? " Tanya Rizal, kebingungan.


" Yah itu lu pikir sendiri " Jawab Budi.


Kemudian Roy datang membawa air, Rizal sangat kebingungan apa yang bisa meyakinkan ayahnya Ica supaya Ica boleh berpacaran dengannya.


Disisi lain Ica sangat sedih ia terus-terusan murung di kamarnya.


Kemudian Ibunya Ica pun datang.


" Kamu masih sedih ? " Tanya Ibunya Ica.


" Kenapa sih Bu ayah gak suka Ica berpacaran ? " Tanya Ica kepada ibunya.


" Mungkin ayah mau kamu yang terbaik Ca, ambil sisi positifnya aja " Saran Ibu.


" Tapi kan Ica udah gede Bu, Ica berhak nentuin Ica harus bagaimana. " Jawab Ica.


" Kalau Rizal benar-benar cinta sama kamu dia pasti akan meyakinkan ayah kamu kok boat bolehin kamu pacaran sama dia, udah lebih baik kamu Istirahat aja yah........ "


Ibu Ica lalu pergi dari kamarnya, Ica lalu mengambil jaket yang Rizal berikan untuknya, lalu memeluknya sambil menyebut nama Rizal.

__ADS_1


...............................


__ADS_2