
Hari Minggu tiba Ica dan keluarganya bersiap-siap untuk pergi ke Malang. Mereka berangkat pagi-pagi.
Di perjalanan keluarga Ica saling mengobrol kecuali Ica, dia hanya terdiam.
Sementara itu, Rizal mempunyai rencana untuk datang ke rumah Ica. Ia bermaksud untuk meminta maaf sekali lagi.
Tetapi karena Ica dan keluarganya sudah pergi, Rizal tidak sempat meminta maaf bahkan saat itu Rizal mencoba menelpon Ica tetapi tidak diangkat.
Setelah itu Rizal mencoba menelpon Raisa.....
" Sa lu tau Ica dimana ga ? " tanya Rizal lewat telepon.
" Kemarin sih dia bilang sama gw dia mau pergi ke Malang. " Jawab Raisa.
" Malang,..... ? "
" Iya, katanya mau ketemu saudara ayahnya....... " Raisa.
Rizal yang kaget mendengar kabar itu buru-buru menaiki motornya untuk ke rumah.
Ia bersiap-siap ke Malang juga untuk bertemu dengan Ica. Sebelum ke rumahnya ia menelpon teman gang nya yaitu Ake.
" Ke...... lu punya rumah di Malang kan ? " Tanya Rizal lewat telepon.
" Iya..... emangnya kenapa ? " tanya Ake kembali.
" Gw mau ke Malang, boleh gw tempatin......... ? " Jawab Rizal.
" Boleh....... tapi gw ikut ya...... takutnya lu nyasar nanti..... " Ake.
" Oh..... ok nanti ketemu di stasiun ya kita naik kereta..... " Sahut Rizal.
Rizal dan Ake pergi ke Malang bersama menaiki kereta api. Mereka bertemu di stasiun dan berangkat ke Malang bersama.
Rizal menitipkan kampnya kepada Budi dan Imam yang sedang melakukan renovasi.
Di dalam kereta api.
" Jal emang lu kenapa tiba-tiba mau ke Malang ? " Tanya Ake dalam perjalanan.
" Lu tau Ica kan..... ? " Tanya Rizal kembali.
" Tau, pacar lu kan...... ? " Jawab Ake.
" Di marah sama gw, gw gak mau putus sama dia makannya gw mau ke Malang buat ketemu mau minta maaf " jawab Rizal.
" Ya ampun.... segitunya lu mau minta maaf pake ke Malang segala. " Ake.
" Soalnya dia gw telpon gak diangkat, lu gak tau dia orangnya kayak gimana " Sahut Rizal.
" Emangnya lu kenapa putus sama dia ? " Tanya Ake.
" Bukan gw yang minta putus tali dia, dia waktu itu udah ngelarang gw buat berantem....... sampai janji segala..... tetapi waktu kita rame-rame ke kampnya gang MM1 dia ngeliat gw di jalan " Jawab Rizal.
" Saat itu gw menyesal..... gw mencoba untuk meminta maaf berulang kali tapi gak diterima "
" Gw sekarang udah sadar Ke, ada orang yang selama ini mengkhawatirkan gw, tapi gw nya gak sadar " Sahut Rizal.
" Tapi emangnya lu benar-benar cinta sama dia ...... ? " Tanya Ake.
" Maksud Lo...... ? " tanya Rizal kembali.
" Kalo lu sayang sama dia, trus dia juga sayang sama lu dia pasti ngertiin lu kok, kan lu gangster, yah wajar lah gangster tugasnya kan berantem terus....... " Jawab Ake.
" Jadi da'i gak berhak buat ke halangin lu buat berantem Jal...... "
Rizal hanya terdiam sambil merenungi perkataan Ake....
Selama sehari dalam perjalanan Ica dan keluarganya sampai di tempat saudara ayahnya Ica.
Mereka berbincang-bincang dengan penuh keramaian.
__ADS_1
Saat itu saudara ayahnya Ica mempunyai anak laki-laki bernama Rival.
Dulu Rival dan Ica sering bermain waktu kecil.
mereka lalu mengobrol berdua di halaman depan rumahnya.
" Sudah lama ya kita gak ketemu........ " Rival.
" Iya...... " Jawab Ica.
" Kamu senang gak di Malang ? " Tanya Rival.
" Senang-senang aja " Jawab Ica.
" Kapan-kapan aku boleh main ke Jakarta.... ? " Tanya Rival
" Tentu saja boleh........ " Jawab Ica.
" Ca,..... aku mau nanya sesuatu.... "
" Tanya apa ? "
" Selama di Jakarta kamu udah punya pacar. ? " tanya Rival.
Saat itu Ica langsung terdiam.......
" Ca...... " Sahut Rival memanggil Ica.
" Eh..... maaf kenapa tadi.. ? " Tanya Ica sekali lagi.
" Kamu udah punya pacar di Jakarta ? " Tanya Rival sekali lagi.
" Kemarin,...... tapi sekarang udah enggak. " Jawab Ica.
" Kenapa kamu putus sama dia ? " Tanya Rival.
" Iya...... " Jawab Ica.
" Kalo aku ke Jakarta boleh aku ketemu dia...... ? " Tanya Rival sekali lagi
" Aku mau kasih pelajaran buat dia, bisa-bisanya nyakitin cewe secantik kamu " Jawab Rival.
Dalam hati Ica.
dia meragukan kemampuan Rival. karena Rizal adalah ketua gangster terbesar di Jakarta, kemampuan Rival jauh dari kemampuan Rizal.
" Kalo kamu mau lihat-lihat Malang bilang aku aja nanti aku anterin "
" Kalau nanti malam boleh.. ? " tanya Ica.
"........ tentu saja boleh " jawab Rival! dengan terkejut.
Tak lama Ica sampai Rizal dan Ake juga sampai di Malang. Mereka langsung menuju tempat yang Ake tempati.
Sampai disana Rizal dan Ake menaruh barang-barang mereka lalu beristirahat sejenak.
" Lu tau Ica ke Malang tinggalnya dimana ? " Tanya Ake.
" Enggak...... " Jawab Rizal.
" Enggak ?........ trus kita ngapain ke Malang buat ketemu orang yang lu aja gak tau dimana " Ake kaget.
" Nanti gw telpon Icanya " Rizal.
" Kalo dia gak ngangkat ? " Tanya Ake.
" Gw tanya temennya..... " Jawab Rizal.
" Yaudah kalo gitu, lu istirahat dulu nanti kita makan keluar sambil cari lokasinya dimana " Ake.
Mereka beristirahat sebentar dan akan jalan nanti malam.
__ADS_1
Malam hari.
Ica dan Rival bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan menaiki mobil.
Di dalam mobil.
" Jadi kamu mau kemana ? " Tanya Rival sambil menyetir mobilnya.
" Kemana aja yang penting aku bisa melupakannya " Jawab Ica.
" Kamu masih belum move on dari dia ? " Tanya Rival.
" Yah begitu lah. " jawab Ica.
" Emangnya dia orangnya kayak gimana sih ? " Tanya Rival kembali.
" Gak bisa di ucapin dengan kata-kata " Jawab Ica.
Rival lalu melihat muka Ica yang sedang melihat jalan dari kaca.
" Kalo gitu kita makan dulu yuk....... " Sahut Rival.
Mereka lalu makan dipinggir jalan.
Disisi lain Rizal dan Ake juga mau makan dipinggir jalan dekat rumah.
Setelah itu Rizal tak sengaja melihat Ica dan Rival jalan berduaan, begitu juga dengan Ica yang melihat Rizal.
Mereka berdua kaget karena bisa bertemu.
Ica lalu pergi meninggalkan Rival, Rival kebingungan dengan Ica.
Rizal lalu mengejar Ica.
" Ca tunggu ca........... " Rizal sambil mengejar Ica.
Setelah itu Rizal berhasil mendekati Ica dan menenangkannya.
" Ca......... " Rizal sambil kelelahan.
" Kamu ngapain disini ? " tanya Ica sambil menangis.
" Aku nyusul kamu ca...... " Jawab Rizal.
" Kamu gak perlu nyusul aku kesini, aku mau jauh dari kamu...... " Ica masih menangis.
" Aku gak bisa ca........ aku masih sayang sama kamu..... aku yakin kamu pasti juga masih sayang sama aku...... " Sahut Rizal.
Rizal lalu memeluk Ica.
Rival yang melihatnya lalu menarik Rizal dan memukulnya, kebetulan ada Ake yang segera mendatangi mereka hingga Rizal tidak terjatuh habis dipukul.
" HEH..... KURANG AJAR LU MUKUL TEMEN GW " Ake dengan teriak.
" Mas duluan yang dekatin temen saya....... mas siapa ? " Tanya Rival.
" Kurang ajar ni orang..... " Ake ingin memukul Rival.
Karena Ake tidak bisa tinggal diam melihat Rizal di pukuli ia ingin memukul balik, tetapi Rizal menahan Ake.
Rizal memandang Ica, muka Ica yang sedih dan ketakutan.
" Kita pergi...... " Suruh Rizal.
Mereka berdua pergi.
" Ca, kamu gak papa ? " tanya Rival.
" Kita pulang........ " Sahut Ica.
Karena tidak enak hati Rival pun mengajak Ica pulang kerumahnya.
__ADS_1
Sampai dirumah Ica menangis terus-menerus.
Terus memikirkan Rizal.