
Pagi hari itu sikap Rizal sangat berbeda, ia meminta do'a kepada ibunya agar wanita yang dia cintai menyukainya.
" Tumben jalan pagi-pagi " ,bunda Rizal.
" Aku mau jemput calon menantumu " Jawab Rizal.
" Oh......... jangan lupa ajak kesini, bunda juga mau ketemu sama dia. " , Sahut bunda Rizal.
" Siapp........ !!! "
Rizal pun menaiki motornya dan pergi untuk menjemput Ica.
Di Rumah Ica.
Ibunya Ica melihat dia sedang memakai make-up.
" Hem........ tumben pake make-up " , Ibunya Ica.
" Ah...... Ibu " ,
" Kayaknya ada yang nganterin kamu ke sekolah yah ? " Tanya ibu Ica.
" Ibu ingat orang yang kemarin kesini ? "
" Oh... cowo yang kemarin kesini, kenapa emangnya ? oh dia yang anterin kamu kesekolah " Jawab Ibu
" Iy... iya... " Sahut Ica.
" Benarkan kata Ibu, kamu pasti suka kan sama dia ? ".
Ibu dan Ica berjalan perlahan ke depan rumah.
" Ingat pesan ibu jangan lakuin macam-macam sama dia, nanti ayah kamu dengar kamu ga bisa ketemu lagi sama dia " Pesan Ibunya Ica.
" Iya Bu........ " Jawab Ica.
Ayahnya Ica berprofesi sebagai tentara ia sedang dinas ke luar kota jadi dia hanya tinggal berdua dengan adiknya.
Tak lama kemudian Rizal pun sampai ke dalam Rumah Ica.
" Permisi, neng Ica ya saya tukang ojek online mau ngantar neng ke sekolah " ,Rizal (bercanda).
Ica pun tersenyum dan segara naik ke motor Rizal.
" Rizal, Ibu titip Ica ya !!! " , Pesan ibunya Ica pada Rizal.
" Siap Tante, Saya ga akan biarkan Ica 30 cm jauh dari saya " Jawaban Rizal.
Ibu dan Ica pun tertawa, dan mereka pun berangkat.
Diperjalanan.
" Menurut kamu lebih baik naik angkot apa sama aku ? " Tanya Rizal di perjalanan.
" Sama aja " Jawab Ica.
" Yakin sama aja ? " , Rizal dengan nada bercanda.
" iya....... " Ica menjawab dengan ekspresi tersenyum.
" Ngomong- ngomong gimana jawabanmu ? " Tanya Rizal kepada Ica.
" Soal apa ? " Ica tanya kembali ke Rizal dengan heran.
" Kamu mau menerima cintaku. " Jawab Rizal.
" Hem........ kita kan baru kenal aku juga blom tau sikap aslimu seperti apa, jadi untuk sekarang aku belum menemukan jawabnya " ,Ica kebingungan.
" ............. baiklah, aku tidak keberatan kita memang baru kenal, tapi ingatlah hati seseorang ada kadaluarsanya Ica
terkadang hati kita bisa berpindah ke orang lain. " , Rizal dengan kecewa.
Dalam perjalanan mereka hanya terdiam karena perkataan itu. Sampainya disekolah Rizal memarkirkan motornya di parkir sekolah.
Mila yang melihat mereka berdua sangat kesal dan ingin sekali berbicara kasar dengan Ica.
Sampai dikelas.
__ADS_1
Ica duduk sendirian dikelas karena Raisa dan Putri belum datang ke sekolah.
Tiba-tiba Mila dan teman-temannya datang dan duduk disamping Ica.
" HEH......ANAK BARU, BARU KEMARIN AKU BILANG SAMA KAMU JANGAN DEKAT-DEKAT SAMA RIZAL, SEKARANG KAMU MALAH JALAN BARENG SAMA DIA. ", Mila dengan wajah marah.
" maaf kak, Rizalnya sendiri yang mau jalan bareng ke sekolah " , bela Ica.
" Alah, bilang aja Kamu yang mau deketin dia " Sahut salah satu teman Mila.
" Dengar ya aku masih bisa maafin kamu tapi kalo sekali lagi aku liat kau jalan berduaan sama Rizal kena kamu " , Mila.
Tiba-tiba Budi pun datang ke kelas untuk meletakan tasnya. Ia melihat Mila dan yang lain pergi ke luar kelas, karena Budi melihat Ica sedih ia pun mendekatinya.
" Ica kamu kenapa ? " Tanya Budi.
" Eh..... Budi jangan bilang-bilang sama Raisa ya. " , Ica.
" Emangnya kamu kenapa ?, kalo kamu bilang ada apa aku tidak akan kasih tau yang lain !!! "
" tidak apa-apa kok, udah ya aku mau belajar dulu. " Jawab Ica.
Budi yang melihat wajah Ica, tau perasaannya, ia pun bergegas ke kelas Rizal.
Sampai di kelas Rizal dan Imam sedang menunggu Budi.
" Nah ni Budi, aku kira kamu tidak masuk sekolah " ,
Imam.
" Eh,...... Rizal itu kenapa sama Ica ? " Tanya Budi.
" Kenapa emang sama Ica ? " Rizal yang menanyakan kembali sama Budi.
" Tadi dikelas aku lihat Mila ngobrol dengan Ica, setelah itu Mila keluar dan Ica pun sedih. " Jawab Budi.
" Pasti Mila ngomong soal kamu sama Ica " Sahut Imam.
Rizal pun kebingungan dan berdiri, lalu pergi ke kelas Mila.
Mila yang melihat Rizal datang pun merasa senang lalu teman-teman Mila pergi agar Mila bisa berduaan dengan Rizal.
"Mila....., kamu tadi ngomong apa sama Ica ? " tanya Rizal dengan wajah marah.
" Hah,...... maksud kamu ? , aku tidak ngerti kamu ngomong apa " Mila yang menjawab dengan ekspresi kebingungan (bohong).
" Tidak usah pura-pura lupa deh Mil, alu tau kau suka sama aku tapi aku tidak suka sama kamu Mila. Hati aku sudah memilih yang lain. " , Rizal.
" Jadi kamu lebih memilih anak baru itu dibanding aku " , Mila dengan nada tinggi.
" Hati setiap orang berbeda-beda Mila, hati aku sudah milih Ica, aku tidak bisa maksain suatu hal yang aku tidak suka. " , Rizal dengan serius.
Rizal pun pergi dari kelas Mila. Mila yang kesel, duduk dan menutup mukanya dengan tangan lalu mengarahkan ke meja.
Singkat Cerita Bel Istirahat Pun Berbunyi.
Raisa dan Putri melihat Ica murung, mereka berinisiatif untuk mengajaknya ke kantin.
" Ca ke kantin yuk !!!! " , Ajakan Putri.
" Kalian aja deh....... aku tidak lapar " , Jawab Ica.
" Kamu kenapa sih ? " Tanya Raisa yang ingin duduk disamping Ica.
" Eh...... memangnya Mila itu pacarnya Rizal yah ? " Tanya Ica kepada teman-temannya.
" Setau aku Rizal tidak pacaran sama Mila, memangnya kenapa ? " Tanya Putri kembali ke Ica.
" Kamu kalo ada masalah cerita aja sama kita. Kita akan bantu kok !! " Sahut Raisa.
" Hemm..... Tadi aku habis dimarahin sama Mila, dia bilang katanya Rizal itu punya dia, jadi aku diminta untuk jauhin Rizal " ,Ica dengan muka sedih.
" Hah kamu habis dimarahin sama Mila. Bener-bener itu anak berani-beraninya dia marahin temen kita !!!! " Putri dengan nada tinggi dan ingin segera pergi.
" Jangan bilang ke Rizal ya, aku tidak mau dia marah sama Mila. " , Ica yang bermohon.
Tiba-tiba ada Budi dengan Imam yang masuk ke kelas Raisa, Putri, dan Ica.
__ADS_1
" Lagi pada apa nih " Budi.
" Raisa ke kantin yuk !!! " Budi yang mengajak Raisa ke kantin.
Raisa pun pergi dan langsung dikantin.
" Aku tidak diajak ? " , Putri.
" Putri tenang aja kamu masih aku ajak kok " Imam dengan bercanda.
Mereka semua pun tertawa.
Dikelas hanya ada Ica, dia sedang membaca buku pelajaran.
Tiba-tiba Rizal datang dan membawa cilok seperti kemarin.
Ica tidak tau kalau Rizal ingin kekelasnya, Ica pun terkejut.
" Kamu ngapain kesini ? " Tanya Ica kepada Rizal.
" Aku mau ketemu kamu sama ini aku bawakan cilok " , Rizal yang berjalan ingin duduk disebelah Ica.
Ica pun membiarkan Rizal duduk disebelahnya.
Saat Rizal berbicara Ica tidak mendengarkannya ia takut kalau nanti Mila akan melihat mereka.
" Kamu kenapa ? " Tanya Rizal kepada Ica.
..................
" Kamu masih takut kalau Mila melihat kita berdua " , Rizal.
" Kok kamu tau tentang Mila " Sahutan Ica dengan ekspresi kaget.
" Memangnya apa yang tidak aku ketahui tentang kamu. Rumah, Tempat kamu Sekolah, berapa umur kamu, aku tahu semua tentang kamu Ca " , Rizal.
" Tanggal lahir ? " , Ica.
" Hmmmmm......... biarku tebak.......... Pasti tanggal 20 " , Rizal dengan nada bercanda.
" Salah " , Suara Ica sambil tersenyum.
" tanggal 9 ? "
" Salah, mau kuberi tahu ? " , Tanya Ica kepada Rizal.
" Aku gak akan nyerah gitu aja Ca " ,Jawab Rizal.
setelah puluhan kali Rizal mencoba tetapi tetap saja salah, sampai pada nomor..........
" Bagaimana kalau tanggal 18 ? " , Rizal dengan sangat yakin.
" Bagaimana kamu tau ? " Tanya Ica dengan terkejut karena Rizal tau tanggal lahirnya.
" Tentu saja aku tau, karena aku sudah memata-mataimu sejak kamu lahir. " Rizal (bercanda).
" Kalau aku lahir kamu juga baru dilahirkan dong " , Ica dengan tertawa.
" Bulannya ? " Tanya Rizal kepada Ica.
" Aku lahir tanggal 18 Agustus 1997. , dan sekarang umur ku 16 tahun " jawab Ica.
" Berarti kamu 2 Minggu lagi ulang tahun ? " , Rizal.
" Iya...... " , Ica.
" Yesssss........ "
" Kenapa ' yes ' ? " Tanya Ica kepada Rizal.
" Aku mau menyiapkan kado ulang tahun untukmu " Jawab Rizal dengan yakin.
" Tidak usah repot-repot lagi pula itu masih lama " , Ica.
" Aku mau menjadi orang pertama yang memberikanmu kado spesial pada ulang tahunmu yang ke-17 " , Rizal.
Ica pun tersipu malu dan mereka terus berbicara dan mengobrol bersama.
__ADS_1