
Keesokan harinya di pagi hari.
Rizal bersiap untuk menjemput Ica, Karena masa skors Rizal sudah berakhir.
Diperjalanan Rizal sangat tidak sabar untuk bertemu dan berbicara dengan Ica.
Sampai dirumah Ica, Rizal seperti biasa menunggu di depan.
Tak lama kemudian Ica keluar bersama ayahnya. Disana Ica menggunakan jaket yang Rizal berikan kepada Ica sebagai kado ulang tahunnya, tentu saja Rizal senang, tetapi Ica keluar bersama dengan ayahnya. Muka Ica seperti sangat khawatir, lalu Rizal memanggilnya.......
" Ca......... " panggil Rizal.
Bukannya Ica yang datang kepada Rizal malahan ayahnya yang menghampiri Rizal.
" Kamu manggil anak saya ? " Tanya ayah Ica.
" Iya om........ " jawab Rizal.
" Ada keperluan apa, trus kamu siapanya Ica ? "
Rizal pun terdiam sejenak dan memalingkan matanya ke arah Ica.
Karena tau maksud Ica,.... Rizal pun menjawab............
" Saya temannya Ica om, saya kesini mau jemput Ica. " Jawab Rizal.
" Oh kamu temannya Ica............ maaf sebelumnya untuk sekarang saya yang mengantar dia ke sekolah, jadi kamu gak usah repot-repot datang kesini ya " Saran Ayahnya Ica.
Rizal hanya bisa terdiam, lalu ayah Ica masuk ke dalam mobil mereka pun jalan. Rizal dari belakang hanya bisa melihat mobil itu lalu dia menaiki motornya lalu jalan ke arah sekolah.
Sampai disekolah.
Ica langsung berjalan ke arah kelas Rizal untuk bicara dengannya.
Sampai dikelas Ica tidak melihat Rizal, lalu Ica bertanya kepada Imam, yang duduk dibelakang Rizal.
" Mam, Rizal mana ? " Tanya Ica.
" Oh........ Rizal belum sampai, mungkin sebentar lagi dia sampai " Jawab Imam.
Setelah itu Ica menunggu Rizal di depan kelas.
Tak lama kemudian Rizal pun sampai di sekolah. Ica pun menghampiri Rizal dan bicara dengannya.
" Rizal maaf ya tadi, aku gak tau kalau ayahku mau mengantarku................. Kamu gak marah kan ? " Tanya Ica dengan Menyesal.
" Buat apa aku marah Ca, justru aku bangga sama kamu, kamu lebih memilih ayahmu dan bukan memilih aku. " Jawab Rizal sambil mengelus rambut Ica.
" Oh iya tadi aku lihat kamu pakai jaket yang kuberikan tadi malam, kamu suka ? " Tanya Rizal.
" Suka, puisinya juga aku suka dapat membuatku tertidur " Jawab Ica.
" Syukurlah kalau begitu, baiklah nanti kita akan bertemu di kantin "
Ica pun tersenyum.
Rizal masuk ke kelasnya begitu juga dengan Ica.
Singkat waktu Bel istirahat pun berbunyi.
Rizal segera menjemput Ica ke kelasnya.
Ketika mau ke kelas Ica, Rizal bertemu dengan Mila, Rizal hanya melihatnya sebentar lalu melewatinya.
" Jal,...... " teriak Mila memanggil nama Rizal.
__ADS_1
" Apa lagi si Mil, ? " Tanya Rizal sudah muak dengan Mila.
" Gw mau ngomong sama lu "
" Mau ngomong apa sih, gw gak ada waktu " Rizal dengan tegas.
" Oke fine, aku minta maaf "
" gw sadar selama ini kalau sikap gw ini salah, jadi tolong maafin gw ya " Mila memohon kepada Rizal.
" Sejak waktu itu gw udah maafin lu....................
udah, gw pergi " Rizal pun pergi
Mila hanya terdiam ia bingung mau senang apa harus sedih, Ia lalu membalikan badannya lalu pergi.
Di kelas Ica.
" Ca yuk ke kantin " Ajakan Raisa.
" Kalian duluan aja gw nunggu orang "
" Nunggu siapa si Ca ? " Tanya Putri.
Lalu orang yang ditunggu Ica pun datang yaitu Rizal.
" Hem........... nungguin pacar, " Putri.
" Oh udah baikan ternyata yaudah put yuk ke kantin. " Ajak Raisa ke pada Putri.
" Yuk ke kantin " Rizal mengajak Ica pergi ke kantin bersama.
Sampai di kantin mereka duduk berdua bersama. Dari kejauhan Mila melihat mereka berdua dengan muka kesal.
" Itu Mila ngeliatin kita dari tadi " Sahut Ica.
Ica dan Rizal tertawa.
" Oh iya tadi itu ayah kamu ? " Tanya Rizal kepada Ica.
" Iya " jawab Ica.
" Di pasti pengen kamu fokus buat sekolah ya ? " Rizal tanya kembali.
" Dia emang gak pernah suka kalau anaknya itu pacaran apalagi semua anaknya perempuan jadi dia takut kehilangan gitu " Jawab Ica sambil memakan makanannya.
" Nanti aku kerumah kamu ya "
" Mau ngapain ? " Tanya Ica dengan kaget.
" Aku mau bicara sama ayah kamu, " Jawab Rizal
" Jangan nanti urusannya malah tambah panjang " Sahut Ica.
" Aku mau buktiin ke ayah kamu kalau aku ini serius, sayang sama kamu "
" Ih........... kamu gak tau ayah aku " Ica sambil malu-malu.
" Ca Jakarta aja aku takluk in masa ayah kamu aku gak bisa " Rizal dengan yakin.
Karena sudah merasa yakin, Ica pun terpaksa memperbolehkan Rizal untuk bertemu ayahnya.
Tak lama kemudian jam istirahat sudah berakhir mereka kembali ke kelas masing-masing.
Pembelajaran sudah berakhir Ica menaiki motor Rizal dan mereka pergi ke rumah Ica.
__ADS_1
Sampai disana ketika Rizal sudah sangat yakin ingin bertemu Ayahnya Ica tapi sayang sekali.....
" Bi, ayah mana ? " Tanya Ica kepada pembantu rumahnya sambil menarik tangan Rizal.
" Oh,....... neng Ica tadi ayah sama ibu pergi keluar katanya sih malam baru pulang " Jawab pembantu rumah Ica.
" Kemana Bi ? "
" Kurang tau deh neng ? Jawab Pembantu.
" Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat " Sahut Ica kepada Rizal.
" Gak papa kok masih ada besok, yaudah kalau begitu kamu ganti baju trus istirahat ya aku gak mau kamu kelelahan " Rizal.
Rizal pun pulang menaiki motornya.
Ica sangat sedih karena seharusnya Rizal bisa bertemu dengan ayahnya untuk bicara tetapi ayahnya sedang pergi.
Ketika Ica sedang beristirahat di kamarnya, ada seseorang yang mengetuk pintunya, ternyata itu adalah pembantu rumah Ica.
Ia mau memberitahukan kalau ayah dan ibunya Ica tidak jadi pulang nanti malam karena masih ada urusan.
Ica lalu mengambil handphonenya lalu mengechat Rizal.
Disisi lain Rizal sedang terpuruk karena melihat kamp gang Orb berantakan.
" Jal, gimana ini sekarang ? " tanya Ake anggota gang Orb.
" Jal yang nyerang kita tadi kayaknya dari anggota gang MM1 deh " Sahut Roy.
" Lagian lu kenapa gak ngelawan mereka aja sih ? " tanya Ake.
" Gw gak bisa " Jawab Rizal.
" kenapa ? " Tanya Ake kembali.
Kemudian suara motor terdengar itu adalah suara motor Budi dan Imam.
" Ada apa nih ? " Tanya Imam
" Kita diserang sama gang MM1 " Jawab Roy.
" Lu lagi kemana Roy ? " Tanya Budi yang ingin marah kepada Roy
" Tau Roy itukan tugas lu " Imam.
" Soory gw tadi lagi keluar sebentar " Jawab Roy.
" Jadi bagaimana sekarang ? " Tanya Imam kepada Rizal.
" Gw mau ngomong sama Budi !!! " Sahut Rizal meminta agar semuanya pergi.
Roy, Imam, dan Ake pun pergi.
" Ada apa ? " tanya Budi.
" Gw gak bisa, Bud " Jawab Rizal.
" Gak bisa kenapa ? " Tanya Budi sekali lagi.
" Gw udah janji sama Ica kalau gw gak boleh berantem lagi, gw bingung harus apa ? kita baru aja baikan tadi "
" Kalo menurut gw mending lu sabar dlu aja, biar gw sama Imam yang akan mengatasinya " Saran Budi.
" Baiklah kalo gitu, thanks yak Bud ".
__ADS_1
Rizal pun kembali kerumahnya dan beristirahat.