Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Perjalanan ke Bandung


__ADS_3

Saat Ica ingin tidur ia tiba-tiba mendengar telponnya berdering, telpon itu berasal dari Rival.


"Hallo Ca,........ ini aku Rival. " Di dalam telpon.


" Ngapain kamu nelpon aku ? " Tanya Ica dengan nada tidak suka


" Aku mau ketemu sama kamu " Jawab Rival.


" Aku gak bisa ke Malang lagi, Lusa aku ada tes di Bandung " Sahut Ica.


" Kalau begitu aku ketemu kamu di sana ya "


" Gak usah............ "


" Gak papa kok, aku ga repot, yaudah kalau begitu. " Rival menutup telponnya


Awalnya Ica tidak mau bertemu dengan Rival, tapi karena Ica salah bicara, dia terpaksa harus bertemu Rival.


Ketika pusing memikirkan nanti lusa Ica lalu tertidur, karena harus berangkat ke sekolah besok.


Keesokan harinya Ica menuggu Rizal di depan rumahnya untuk berangkat ke sekolah bersama. Tak lama kemudian Rizal sampai Ica pamit kepada ibu dan ayahnya, setelah pamit ia menghampiri Rizal dan menaiki motornya, mereka pun jalan.


" Tuh liat yah, Ica kayaknya gak pernah sesenang itu " Sahut ibunya Ica (bercanda).


" Apaan sih ibu........ kenapa malah begitu " Tanggap ayahnya Ica.


" Kan kalau anak bahagia orang tuanya juga harus bahagia " Ibunya Ica.


Karena kesal ayahnya Ica pun masuk ke rumah begitu juga dengan ibunya yang menggodainya terus.


Diperjalanan.


Ica yang sudah memberitahu tentang persetujuan ayahnya Ica atas hubungan mereka berdua.


" .............. Serius... " Rizal dengan kaget.


" Iya, jadi kamu gak usah ketemu aku di jendela kamarku......... " Ica sambil tersenyum.


" Iya, iya... bos " jawab Rizal dengan tersenyum pula.


Ica lalu memeluk Rizal dengan erat.


Sampai di sekolah Rizal terus memegang tangan Ica, sampai murid yang lain melihatnya dengan iri.


Mila yang saat itu juga melihatnya sangat iri juga, ia mau memarahi Ica tetapi takut diketahui Rizal.


Ruang kelas Ica.


" Oh iya kamu nanti ikut latihan kan ? " tanya Ica.


" Latihan apa ? " tanya Rizal kembali.


" Masa lupa, latihan buat tes nanti loh...... kan lusa nanti kita mau ke Bandung " Jawab Ica.


" Oh...... iya, kalau kamu ikut aku juga ikut kok " Sahut Rizal.


" Yaudah kalau begitu,....... "


Sepanjang mereka mengobrol tak lama kemudian bel berbunyi menandakan bahwa jam pelajaran dimulai.


Saat jam sekolah sudah berakhir Ica dan Rizal bersama ke ruang tes untuk latihan bersama para anggota yang ikut tes.

__ADS_1


Selesai latihan Rizal mengantar Ica ke rumahnya, setelah itu Rizal punya rencana yaitu ke tempat kamp gang Orb yang sebentar lagi mau selesai.


Disana Rizal bertemu dengan Ake, Roy, dan Imam.


" Budi kemana ? " tanya Rizal.


" Katanya dia lagi jalan sama Raisa. " Jawab Imam.


" Gimana kampnya lancar ? " tanya Rizal kembali.


" Lancar,...... " Jawab Ake.


" Gak ada anak gang MM1 kan yang gangguin ? " tanya Rizal.


" Kemarin sih ada, tapi mereka cuma mantau aja gak tau buat apa " Jawab Roy.


" Kita harus hati-hati, jangan sampai kamp kita kaya kemarin " Sahut Rizal.


Mereka pun mengobrol, selesai mengobrol Rizal kembali ke rumahnya dan beristirahat.


Malam harinya Rizal bersiap-siap untuk keperluannya selama berada di Bandung besok, selesai mempersiapkannya Rizal lalu menelpon Ica


" Hallo, my princess " Sahut Rizal di dalam telpon.


" Hallo juga my prince, kenapa nelpon ? " tanya Ica.


" Aku kangen aja dengar suara kamu....... " Jawab Rizal.


" Oh......... kamu udah siap-siap buat besok ? " tanya Ica.


" Udah dong ibu negara " jawab Rizal dengan bercanda.


" Pasti Ca, kalau ada kamu mah pasti menang,..... Ngomong-ngomong.emangnya kamu ingin banget ke Korea ? " Tanya Rizal.


" Iya, itu keinginanku waktu masih SMP..... " Jawab Ica.


" Nanti kita gak bisa ketemu lagi dong kalau kamu ke Korea...... " Rizal dengan sedih.


" Bisa lah, nanti kan kita bisa jalan bareng ke Korea. " Ica


Sebenarnya Ica tidak punya rencana untuk pergi ke Korea, karena kalau dia pergi bundanya pasti akan kesepian.


" Yaudah kalau begitu, nanti kita ketemu di sekolah ya, Selamat malam Ica "


" Selamat malam juga " Ica.


Mereka pun menutup telponnya dan tidur.


Keesokan harinya Ica di antar oleh ayahnya ke sekolah. Sampai disekolah Ica melihat bus disana, itu adalah bus yang akan dinaikinya bersama para anggota lain ke Bandung.


Sampai di kelas Ica disapa oleh Raisa dan Putri


" Ca, yu kita kumpul di ruang aula " Sahut Putri.


" Ngapain ke sana ? " Tanya Ica.


" Kita disuruh kumpul, buat nanti persiapan jalan...... " Jawab Raisa.


Setelah menaruh tasnya Ica segera pergi ke ruang aula, karena Raisa dan Putri sudah duluan Ica jadi berjalan ke sana sendiri.


Saat Ingin keruang aula, tiba-tiba ia bertemu dengan Aldi dan teman-temannya.

__ADS_1


" Akhirnya kita ketemu lagi, gw kira gak bisa ketemu lagi....... kenalin gw Aldi " Sahut Aldi.


" Ica, maaf yah aku duluan..... " Jawab Ica


Saat Ica mau jalan ia dihadang oleh teman-temannya Aldi.......


" Mau kemana sih buru-buru, santai aja kali, mending ngumpul sama kita orang cantik seperti kamu gak bisa sendirian kan "


Disana Ica sudah ketakutan....... Tak lama datang seseorang, orang itu adalah Rizal.


" Dia gak sendirian...... " Teriak Rizal dari belakang lorong.


Ica yang membalikan kepalannya sangat senang, kemudian Rizal menghampiri Ica.


" Kalau lu nyetuh dia gw gak akan pernah biarin lu hidup lagi Di....... " Rizal dengan tatapan tajam


Semua teman-teman Aldi perlahan mundur kecuali Aldi sendiri.


" Santai aja Jal, cewe kayak dia gak akan mudah buat disentuh....... " Sahut Aldi dengan tersenyum.


" Kamu pergi ke aula nanti aku nyusul " Bisik Rizal.


" tetapi janji kamu gak boleh berantem sama dia " Sahut Ica sambil memegang tangan Rizal.


" Iya........ " Jawab Rizal.


Ica pun pergi meninggalkan Rizal dan yang lain.


Perlahan Rizal juga pergi.


" Jal.............. " Panggil Aldi yang sudah melewati Rizal.


" Gw tau cewe itu pacar lu kan....... " Aldi.


Rizal pun terdiam ketika mendengar perkataan itu, kemudian ia pergi tanpa menjawab perkataan Aldi.


Sampai di aula ternyata sudah banyak orang yang berbaris, tak lama Ica datang Rizal pun juga datang.


Guru mereka melakukan perintah, selama di perjalanan........ setelah selesai para anggota kembali ke kelas untuk mengambil ranselnya dan segera masuk ke dalam bus yang sudah ada diluar.


Rizal pun berjalan sambil bergandengan tangan Ica, mereka duduk bersebelahan.


Diperjalanan mereka saling bercanda, melihat suasana jalan...... dan mengobrol.


" Ca, kalau kamu digituin lagi boleh aku menghajarnya........ ? " Tanya Rizal.


" Buat apa....... ? " Tanya Ica kembali.


" ........... Aku gak terima Ca kamu digituin...... jadi boleh ? " Tanya Rizal.


Ica terdiam sejenak.


" Kamu harus sabar ngadapin orang seperti dia,......... " Jawab Ica.


" Tapi, aku gak bisa ngeliat kamu digituin, ayah kamu sudah mempercayakan aku buat jagain kamu........... " Sahut Rizal dengan nada sedikit tinggi.


" Iya aku tau,......... memang seorang lelaki harus melindung perempuannya, aku gak ngelarang kamu........ cuman nanti kamu harus tau batasannya, janji " Jawab Ica.


" Janji........ "


Rizal lalu memeluk Ica, sebenarnya Ica tidak mau mengizinkan Rizal bertengkar tapi apa boleh buat orang seperti Aldi harus di beri pelajaran.

__ADS_1


__ADS_2