Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Rizal vs Aldi.


__ADS_3

Setelah jam pelajaran berlalu, waktu istirahat pun datang. Ica yang biasannya tidak pernah ke kantin diajak Raisa dan Putri untuk ke sana agar Rizal tidak bertengkar dengan Aldi.


Sampai di kantin Ica duduk, Raisa dan Putri yang memesan makanan untuk Ica. Tak lama kemudian Aldi pun datang yang membuat suasana di kantin damai jadi kacau.


Saat itu Hati Ica sangat tidak enak, ia menyuruh Raisa dan Putri untuk cepat.


Saat Ica sedang membaca buku, Aldi melihatnya ia penasaran siapa yang membaca buku itu, karena Aldi belum pernah liat siapa perempuan itu.


Aldi pun berjalan perlahan ke arah Ica.


" kamu anak baru ya disini ? " Tanya Aldi kepada Ica


" ...... Iya, ..... " Jawab Ica dengan kepala tunduk fokus membaca bukunya.


" Kalau orang bicara lihat mukanya dong "


Ica pun menaikan Kepalanya perlahan.


Aldi sangat kaget melihat wajah Ica.


" Kamu...... sangat cantik " Bilang Aldi terpukau.


Aldi pun mengangkat tangannya untuk memegang wajah Ica.


Tiba-tiba Raisa dan Putri pun melemparkan gelas kepada Aldi.


" Eh Aldi, ..... Ica itu bukan perempuan murahan " Teriak Raisa.


" Maksud kamu apa ngelempar aku pakai gelas ? " Tanya Aldi kepada Rizal.


Aldi pun mengangkat tangannya untuk bersiap menampar Raisa, Raisa yang sudah ketakutan .memalingkan pandangannya. Dengan sigap Budi menahan tangan Aldi yang membuat Aldi tidak bisa menampar Raisa.


" Kalo Kau berani menyentuh tangan kotormu ke Raisa, habis kau sama aku " Budi dengan tatapan serius.


Aldi pun mengangkat kakinya untuk menendang perut Budi.


Tak disangka-sangka Rizal pun datang dan menahan kaki Aldi, lalu menghempaskannya.


Raisa, Putri, Budi, Imam dan Ica panik, melihat Rizal berhadapan dengan Aldi.


" Akhirnya, boss besarnya datang !! " Aldi dengan nada bercanda.


" Kalo kau berani sekali lagi nyakitin sahabatku, aku tidak akan bisa memaafkanmu " Sahut Rizal dengan tegas.


" Oh iya,....... " Aldi yang mengajak Rizal untuk berkelahi.


Karena Rizal kehilangan kesabaran ia pun memukul Aldi, tetapi Aldi masih bisa menahannya dan mengembalikan serangan, pada saat itu suasana di kantin sedang kacau meja dan bangku yang berantakan, para murid hanya bisa berlari ke pinggir Kantin tidak ada yang berani menghentikan pertarungan mereka.


Ica pun berteriak nama Rizal bermaksud agar Rizal berhenti, Budi dan Imam juga tak berani untuk menghentikan mereka berdua.


pertarungan Rizal dan Aldi sangat pecah, tapi tidak ada satu pun dari mereka mau mengalah ketika Aldi mulai terpojok Rizal mau memukul kepala Aldi tetapi guru-guru pun tiba-tiba datang, lagi-lagi pertarungan mereka dihentikan oleh para guru.


Mereka berdua pun dibawa ke ruang guru tetapi tempat Aldi berbeda dengan ruang Rizal.


Di Ruang Guru.


" Kalian ini kenapa sih tidak ada habisnya berkelahi " Guru 1.


" Eh Rizal kamu itu tidak ada habisnya ya berkelahi dengan Aldi, untuk apa sih kamu mau jadi jagoan di sekolah ? " Tanya guru 2.


Tiba-tiba kepala sekolah datang ke ruang guru.


" Rizal lagi, Rizal lagi kamu ini kenapa sih berantem terus sama Aldi ? " Tanya Kepala sekolah.


" Di berani menampar perempuan pak !!!!!!, teman saya mau ditendang sama dia, saya tidak bisa tinggal diam saja pak !!!!! " Rizal dengan nada tinggi.


" Rizal kamu harus bisa menahan diri sebentar lagi kamu lulus loh, lagi pula kamu ini murid berprestasi, tapi kami tidak bisa metoleransinya lagi " , Kepala sekolah.


Dalam Pertemuan itu akhirnya Rizal di skors selama 1 Minggu, Aldi juga di skors kembali tetapi lebih lama dari Rizal.


Rizal yang keluar dari ruang guru di tunggu oleh Raisa, Putri, Imam, Budi, dan Ica.


mendengar kabar itu Ica sangat sedih Ia berlari ke kelasnya, Raisa dan Putri pun mengejar Ica.


Imam dan Budi pun tetap menemani Rizal.

__ADS_1


Setelah itu jam istirahat sudah berakhir Imam dan Budi harus kembali ke kelasnya, Rizal harus pulang pada saat itu tetapi dia tidak mau pulang dan tetap menunggu Ica.


Setelah lama menunggu jam pelajaran berakhir, Riz yang bersiap-siap untuk menjemput Ica. Ketika Ica keluar dari Sekolah ia langsung disambut oleh Rizal.


" Ca yuk naik bunda udah nungguin di rumah !! " , Rizal kepada Ica.


Ica hanya diam dan tidak menatap Rizal.


" Ca ? " Rizal memanggil Ica.


Rizal pun turun dari motornya dan mendekati Ica.


" Ca kamu kenapa ? " , Tanya Rizal


" Kamu yang kenapa, aku mau nanya sama kamu kenapa kamu berantem sama dia ? " Ica dengan nada tinggi.


" Dia gangguin kamu Ca masa aku cuma diam aja "


" Setidaknya tidak perlu bertengkar kan, kamu tau kalau sekali lagi kamu bakal diskors kan, kenapa kamu tetap ngelakuin itu ? " , Ica kecewa dengan Rizal.


" Aku kecewa sama kamu, aku kira kamu beda dari yang lain "


" Aku ngelakuin itu demi kamu Ca " Rizal.


" Denger ya aku tidak suka kamu sok jagoan " , Ica marah kepada Rizal.


Angkot pun datang lalu Ica menaikinya, Rizal yang terdiam mendengar kata-kata Ica tidak bisa mengejar Ica. Didalam angkot Ica menahan Nangis.


Rizal pun menaiki motornya dan pergi pulang kerumahnya.


Di Rumah Ica.


" Kamu udah pulang ? loh kok cepat banget katanya mau kerumah Rizal dlu " Tanya Ibunya Ica.


" Ica berantem di sekolah Bu, dia jadi diskors, dia berantem karena belain aku " , Ica menangis kepada ibunya.


Ibunya Ica terdiam sejenak memeluk Ica dan menenangkannya.


" Ca mungkin niat Rizal itu baik, dia gak mau kamu kenapa-napa " Sahut Ibunya Ica.


" Sudah sabar aja, mungkin ini menjadi pembelajaran buat Rizal, sudah kamu ganti baju dulu sana "


Ica punya menuju kamarnya untuk mengganti bajunya.


Di Rumah Rizal.


" Bun...... " Sahut Rizal memanggil Bundanya.


" Loh kamu sendirian, katanya mau ajak Ica kesini ? " Tanya Bundanya Rizal.


" Dia marah sam aku Bun "


" Kenapa emangnya ? " Tanya Bunda.


" Aku berkelahi di sekolah lalu aku diskors. " Jawab Rizal.


" Lagi,........ " Bunda.


Bunda Rizal pun memegang wajah Rizal untuk melihat mana yang terluka.


" Ya sudah kamu ganti baju dulu sana,!! nanti bunda bersihkan lukamu "


Rizal pun ke kamarnya dan mengganti baju. Setelah mengganti baju Bunda Rizal membersihkan luka Rizal lalu Rizal menceritakan masalahnya di sekolah.


" Jadi begitu........ " Jawab bunda Rizal yang sudah mendengar cerita Rizal.


" Lagian kamu semua persoalan gak bisa diselesaikan dengan berkelahi apa ? " tanya Bunda Rizal heran.


" Hanya itu yang bisa kulakukan Bun " Jawab Rizal.


kemudian Budi dan Imam datang untuk menjenguk Rizal.


" Oy, ........ gimana ? Tanya Budi.


" Yah begitulah. " Rizal.

__ADS_1


" Lalu kita harus gimana ? " tanya Imam kebingungan.


" Untuk sementara Aku tidak bisa masuk ke sekolah jadi aku titip Ica sama kalian Ya " Rizal mempercayakannya kepada Imam dan Budi.


" Tenang aja kita akan jagain dia " Jawab Budi.


Mereka pun Berbicara untuk menyemangati Rizal.


Di Rumah Ica.


Ica sedang berbaring di kamarnya......


Ia sedih, karena Rizal diskors.


" Ica ayo makan............ " Teriak Ibunya Ica.


Ica kemudian bangun dari kasurnya dan berjalan perlahan ke meja makan.


" Kamu masih sedih ? " tanya Ibunya.


" Udah dong,........ hari Sabtu nanti Ayah pulang kamu jangan seperti itu terus "


" Bapak pulang hari Sabtu ? " Ica dengan terkejut.


" Iya jadi kita nanti jemput ayah ya ! " Ibu.


" Kita jemput ayah Bu ? " Tanya Adiknya Ica yang bernama Dinda.


" Iya "


Ica bingung ia mau senang apa sedih, disisi lain ia senang karena ayah nya akan pulang dan disisi lain ia sedih karena Rizal tidak bisa ke sekolah.


Keesokan harinya.


Ketika Ica sedang berangkat kesekolah ia pamit kepada ibunya, lalu berjalan untuk menaiki angkot.


Tiba-tiba Rizal datang untuk menjemput Ica.


" Ca,...... " teriak Rizal.


Ica hanya menoleh sebentar lalu mengalihkan pandangnya pada Rizal. Rizal pun memutar motornya ke arah Ica.


" Ca, kamu masih marah sama aku ? " tanya Rizal pada Ica.


" Menurut kamu ? " Jawab Ica.


" Aku kecewa sama kamu, kenapa kamu gak bisa nahan emosi kamu pada Aldi ? " . Tanya Ica pada Rizal.


" Ya aku tidak bisa Ca,..... karena aku......." Jawab Rizal, dengan terbata-bata.


" Karena kamu ketua gangster, Hah....... karena itu kamu sok jagoan "


" Aku tidak pernah bersikap sok jagoan ca " , Rizal.


" Sudahlah aku mau berangkat " , Sahut Ica.


" Aku anterin ya...... "


" Tidak Usah "


Rizal pun menghalangi jalan Ica dengan motor bermaksud untuk memaksa Ica agar di mau menaiki motornya.


" Aku maksa........ " , Rizal.


Karena Ica takut terlambat ia lalu menaiki motor Rizal dengan berat hati.


Diperjalanan mereka tidak bicara satu sama lain.


Sampai disekolah.


Ica turun dari motor Rizal dan langsung berjalan dengan tidak menatap Rizal sedikit pun.


Rizal pun terlihat sedih, lalu menancap gas pergi.....


........................

__ADS_1


__ADS_2