Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Tes Ica dan Rizal


__ADS_3

Keesokan paginya Ica bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, kemudian ibunya datang menemuinya.


" Kamu mau berangkat ke sekolah ? " Tanya ibunya.


" Iya..... emangnya kenapa ibu tanya begitu ? " Ica


" Kamu kan habis pulang dari Malang emangnya kamu gak cape ? " Tanya ibunya sekali lagi.


" Enggak kok Bu....... tenang aja " Jawab Ica.


" Hemmm........ pasti mau ketemu pacar kamu ya ? " Tanya ibunya Ica dengan bercanda.


" Apaan sih ibu....... " Ica tersenyum


" Kamu tuh emang gak ada kapoknya ya...... udah di marahin ayah beberapa kali, tetap aja pacaran..... emang cinta kalau sudah bertemu susah untuk dilepaskan ya " Ibunya Ica


" Yaudah ibu aku mau berangkat dulu....... " Ica ingin jalan dan pamit kepada ibunya.


" Iya hati-hati " sahut ibunya.


Ica lalu Salim dan pergi ke sekolah bersama ayahnya.


Di perjalanan dalam mobil ayahnya.


" Oh iya...... nanti ayah gak bisa jemput " Ayahnya Ica


" Serius...... " Ica kaget karena senang.


" iya ayah ada urusan........... "


Karena mendengarnya Ica senang.


" Ayah udah nyuruh Aldo untuk jemput kamu, nanti....... kamu tunggu Aldo Dateng ya " ayahnya Ica.


Mendengar hal itu Ica langsung terdiam karena kesal.


" Ayah ngapain nyuruh Aldo sih....... ngerepotin aja " Ica kesal.


Ica sebenarnya kesal ayahnya menyuruh Aldo menjemputnya ia ingin diantar oleh Rizal.


" Aku kan bisa jalan sendiri bareng teman-teman " Sahut Ica.


" Ayah tau kamu pasti mau jalan sama pacar kamu kan..... sampai kapan pun ayah gak akan percaya kalo kamu pulang sendirian, lagian kalo jalan sendiri kamu kenapa-napa kan repot " Ayahnya Ica


" Aku bisa jaga diri Yah "


" Sudah, ayah cuma pingin kamu tetap aman....... " Ayahnya Ica.


Ica tidak bisa berkata-kata lagi, Tak lama kemudian Ica dan ayahnya sampai di sekolah. Ica lalu pamit ke pada ayahnya dan pergi kesekolah.


Sampai di kelas Ica langsung membaca buku, tak lama kemudian Rizal datang


" Cie..... ada yang belajar ni " Rizal sambil duduk sebelah Ica.


" Kamu emang udah belajar ? " Tanya Ica


" Buat apa aku belajar ? " Tanya rizal kembali.


" Kan nanti ada tes.... aku pasti ikut " Jawab Ica.


" Tes ? " Rizal kebingungan.


" Iya " Ica.


" Kamu ikut ? " tanya Rizal.


" Aku pasti ikut, kamu ikut juga dong " Suruh Ica


" Oh iya kamu kan murid terpintar,........ kalo kamu ikut aku ikut deh.... "


" Asik.... " Ica kesenangan.


Kemudian Raisa dan Putri datang ke kelasnya, disana mereka terkejut ada Rizal duduk disamping Ica.


" Ehemm....... kayaknya udah ada yang baikan nih " Raisa dengan nada bercanda.


" Hubungan kalian rumit ya, kadang-kadang baikan kadang-kadang musuhan. " Putri dengan heran.


" Namanya juga cinta, kalo gak ada sikap kayak gitu bukan cinta namanya, makannya pacaran dong " Raisa.


" Ya ampun Sa, kayak ga ngerti aja perasaan gw " Putri dengan lemas.


Raisa, Ica dan Rizal hanya tertawa.


Setelah selesai berbicara tiba-tiba bel berbunyi menandakan pelajaran dimulai. Rizal lalu pergi keluar kelas Ica sambil di antar dengan Ica.


" Jadi kamu mau ikut tesnya ? " Tanya Ica di luar kelasnya

__ADS_1


" Entahlah, nanti ku pikir-pikir lagi " Jawab Rizal.


" Jangan kelamaan tesnya kan besok " Sahut Ica


" Iya bawel..... " Rizal sambil mencubit pipi Ica.


Rizal lalu pergi dari kelas Ica dan berjalan ke kelasnya. Tak lama kemudian di hadapannya ada Aldi dan teman-temannya yang sedang nongkrong di koridor sekolah.


" Halo, Bos...... " Ledek Aldi.


Tetapi Rizal tidak meladeninya ia hanya menatap Aldi dengan sangat serius.


" Kenapa lu liat gw terus, mau berantem ? " Tanya Aldi.


Rizal tidak menjawabnya dan pergi meninggalkan Aldi. Aldi heran kenapa Rizal terlihat berbeda dari biasanya.


Kemudian Rizal kembali ke kelasnya.


" Jal lu tadi kemana aja ? " Tanya Imam.


" Gw kangen tau sama lu "


" Biasa nyusul istri ke Malang " jawab Rizal (bercanda).


" Cie..... udah baikan aja, emang gampang banget ya cowo kayak lu buat minta maaf ke cewe aja langsung dimaafin " Sahut Imam.


" Gak juga sih mam,......... oh iya gimana renovasi kamp ? " Tanya Rizal.


" Lancar semua udah diurus sama Budi " Jawab imam.


" Trus Budi mana ? " Tanya Rizal kembali.


" Katanya Dia lagi ada acara sama keluarganya " Jawab imam.


" Oh yaudah nanti gw yang ngatur kamp deh..... " Rizal.


" Sama gw, " Imam.


Tak lama kemudian guru datang dan semuanya belajar.


Jam istirahat pun tiba, semua siswa pada keluar kelas dan menuju kantin.


Seperti biasannya Rizal berada di kantin belakang.


" Hah, Lu mau ikut tes ? " Tanya Imam dengan kaget.


" Iya...... emangnya kenapa ? " Tanya Rizal kembali.


" Santai aja kali mam, gw gak sebodoh itu kali. "


" Emang apa aja yang di tes in ? " Tanya Rizal.


" IPA, MTK, Bahasa Indonesia, Dan bahasa Inggris, kayaknya " Jawab imam.


" Serius, banyak banget " Rizal yang mulai putus asa.


" Makannya saran gw gak usah ikut, nanti malah jadi........... beban tim lagi " Saran Imam.


" Gak bakal mam, gw juga bisa kali kayak Ica. "


" Oh jadi lu mau ikut tes gara-gara Ica ? " Tanya Imam.


" Bukan gitu " Jawab Rizal.


" Tenang aja Jal, apapun keputusan lu gw tetap dukung kok, santai aja " Imam memberikan dukungan kepada Rizal.


Karena mendapatkan dukungan Rizal menjadi semangat untuk melakukan tes.


Disisi lain Ica, Raisa, dan Putri sedang berada di perpustakaan mencari buku.


" Rizal mau ikut tes juga ? " Tanya Putri dengan kaget.


" Katanya sih begitu " Jawab Ica.


" Emangnya dia bisa ikut tes ? " Tanya Putri.


" Kalo menurut gw sih Rizal gak terlalu pintar banget sih, dia cuma pintar puisi doang " Sahut Raisa.


" Kalo dia tetap mau ikut berarti dia bodoh dong...... " Putri.


" Kok bodoh ? " Tanya Raisa.


" Iya........ soalnya dia pasti bakal jadi beban tim kan....... " Jawab Putri.


" Put, gak boleh gitu........ kita belom tau kan pengetahuan Rizal sampai mana "


" Mungkin dia ingin ikut tes buat buktiin ke lu kali ca....... kalo dia itu juga pintar " Lanjut Raisa.

__ADS_1


" Kalo benar sih, So sweet banget, baru baikan aja langsung kayak begini, emang Rizal orangnya romantis banget ya..... "


" Oh iya ceritain ke kita dong gimana lu baikan sama Rizal ? " Tanya Putri kepada Ica.


Ica lalu menceritakan pengalamannya saat berada di Malang, dan saat Rizal meminta maaf kepadanya.


Setelah itu Bel pun berbunyi. Para siswa segera masuk ke kelasnya masing-masing.


Setelah bel pulang berbunyi Ica, berkumpul dengan siswa lain yang mendaftar untuk mengikuti tes, terdapat 8 siswa yang mengikuti tes termasuk Ica dan Rizal.


Aldo yang sudah sampai ke sekolah Ica menunggunya di dalam mobil. Aldo terus menelpon Ica berulang kali tetapi tidak diangkat.


Karena sudah menunggu terlalu lama Aldo lalu turun dari mobil dan mencari Ica kedalam sekolah.


Disisi lain ketika sudah selesai latihan untuk tes. Rizal dan Ica sedang duduk di koridor sekolah, dengan Ica bersandar di pundak Rizal.


" Kamu lelah ya ? " Tanya Rizal kepada Ica.


" Aku lelah setelah mikir banyak " Jawab Ica kelelahan.


" Istirahat lah nanti kamu sakit dan sekolah kita gak lolos " Rizal sambil mengusap kepala Ica yang berada di pundaknya.


" menurut kamu emangnya aku bisa bawa sekolah juara ? Tanya Ica.


" Tentu saja bisa, kamu aja bisa membawa mu jatuh ke pelukanku, masa membawa sekolah juara gak bisa " Jawab Rizal.


" Kamu ini,.............. " Ica sambil kelelahan


Tak lama kemudian Aldo datang ke sekolah dan melihat Ica dan Rizal tengah duduk bersama. Aldo lalu menghampiri mereka.


" Ca, kamu ke mana aja aku tungguin dari tadi " Sahut Aldo menghampiri Ica dan Rizal.


Ica sebenarnya lupa kalau Aldo mau menjemputnya.


" Ayo pulang Ini siapa ? " Tanya Aldo.


Rizal lalu berdiri


" Gw pacarnya Ica....... " Jawab Rizal.


" Pacar ? Eh dengar ya ayahnya Ica nyuruh gw buat jemput dia jadi lu kalo macam-macam sama Ica gw bakal laporin ke ayahnya " Ancam Aldo


" Aldo kamu apa-apaan sih " Sahut Ica dengan nada sedikit tinggi sambil berdiri


" Aku gak mau pulang sama kamu, aku mau pulang sama dia " Lanjut Ica.


" Tapi ayah kamu nyuruh aku buat jemput kamu... aku gak bisa biarin kamu pulang sama orang yang gak kenal " Aldo.


" Dia pacar aku, aku tau dia orangnya gimana " Jawab Ica.


Mendengar perkataan itu Rizal langsung terdiam.


" Ca,...... " Panggil Rizal.


Ica lalu menoleh ke arah Rizal.


" ........... lebih baik kamu pulang sama dia " Lanjut Rizal.


" Kenapa ? " Tanya Ica.


" Bro....... gw titip pacar gw yah....... " Suruh Rizal pada Aldo.


Tanpa menjawab pertanyaan Ica, Rizal pun pergi ke arah parkirnya motornya dengan lemas.


Karena hal itu Ica menjadi diam dan kecewa kepada Rizal, kenapa dia tidak melawan Aldo untuk mendapatkan Ica.


Di Daam Mobil.


" Jadi itu pacar kamu ? " Tanya Aldo.


Ica hanya terdiam.


" Ca, saran aku kamu gak usah pacaran sama dia lagi, masih banyak cowo yang lebih baik dari pada dia " Saran Aldo


" Aku gak butuh saran kamu " Jawab Ica dengan marah.


" Kamu gak tau sikap dia seperti apa, dia itu lebih baik dari pada cowo mana pun "


Mendengar hal itu Aldo langsung terdiam.


Tak lama kemudian Ica sampai kerumah.


" Kamu udah pulang, kok pulangnya sore banget si, kemana aja ? " Tanya ibunya Ica.


" Tadi Ica berduaan sama cowo lain Tante " Sahut Aldo.


" Tadi aku latihan tes Bu buat besok " Jawab Ica sambil tidak memperdulikan omongan Aldo.

__ADS_1


" Yaudah kalau begitu kamu istirahat dulu sana. " Ibunya Ica.


Ica lalu masuk ke kamarnya dan beristirahat.


__ADS_2