Perang Dan Cinta

Perang Dan Cinta
Cinta Yang Mulai Terbentuk


__ADS_3

Ketika berada di rumah Rizal


Saat ingin melakukan makan malam Ibu, Yuda, dan Lisa berkumpul di meja makan. Yuda merasa sangat aneh kepada Rizal karena dia bertingkah seperti tidak biasanya.


" Kamu kenapa, tingkahmu aneh banget ? " Tanya kakak Rizal yaitu Yuda.


" Tidak, biasa aja " Jawab Rizal.


" Bun,...... " Sahut Rizal memanggil bundanya


" Kenapa ? " Jawab bundanya.


" Sebenarnya disekolahku ada murid baru cewe, aku sepertinya aku sudah jatuh cinta sama dia Bun.... " , Rizal.


" Hem........ pantesan sepertinya ada yang aneh " , Yuda.


" Namanya siapa ? " ,tanya bunda.


" Katanya dipanggil Ica " ,jawab Rizal.


" Kalau begitu ajaklah dia kesini, bunda juga mau ketemu sama dia " ,bunda Rizal yang sangat berharap.


" Kak,..... cewenya cantik tidak ? " , Tanya adiknya Rizal yaitu Lisa.


" Cantik,....Seperti bidadari yang turun dari surga " Jawab Rizal.


Semua orang tersenyum bahagia.


Setelah makan Rizal sedang duduk di kamarnya melihat langit malam hari yang penuh bintang.


" Ciee...... ada yang tidak sabar untuk besok nih. " ,Yuda yang melihat Rizal di luar kamar.


" Apaansih...... " , sahut Rizal.


Kakak Rizal pun duduk disamping Rizal.


" Rizal ketika kamu suka sama cewe jangan lupa untuk bahagiain dia dan jangan lu nyakitin dia. " ,Yuda yang memberi saran.


" Tenang aja aku gak bakal ngecewain dia " Jawab Rizal.


" Kalau kamu sudah pacaran sama dia jangan seperti Bapak ya........." ,Yuda


" Apaan sih kak jangan bawa-bawa nama bapak kalo mau ngomong sama aku !!! " Rizal berdiri sambil bersuara tinggi.


" denger Kak aku tidak akan ngelakuin hal yang sama seperti dia " , Rizal dengan marah.


" Aku tau...... "


" Udah kak aku mau tidur " , Rizal.


Yuda pun berjalan perlahan menuju pintu keluar kamar Rizal.


Rizal pun duduk di meja belajarnya, ia pun memulai menulis puisi karena dengan dia menulis puisi hatinya bisa lebih tenang dan damai.


Keesokan harinya.


Rizal melihat Ica yang berjalan perlahan ke arah sekolah Rizal pun mengikuti Ica dari samping.


" Kamu jalan kaki ? " Tanya Rizal.


" Tadi naik angkot turun disana sampai sana jalan " Jawab Ica.


" Mau aku anterin ? " , Rizal.


" Tidak usah lagian ini udah deket sekolah kok " Jawab Ica.


" Yaudah aku temenin " Sahut Rizal.


Sampainya di sekolah.


Budi, Imam, dan Rizal. mengobrol di kelas.


" Ciee.... ada yang sudah jadian nih " , Budi.

__ADS_1


" Seriusan kamu udah pacaran sama Ica Rizal ? " Imam ekspresi kaget.


" Masih pendekatan " Jawab Rizal.


" Asik..... ada temenku katanya tidak suka sama cewe cantik " Budi.


" Aku merasa kalau Ica ini berbeda dari yang lain " , sahut Rizal.


" Udah Rizal langsung aja tembak dia, nanti diambil sama orang lain loh " Saran Imam.


" Tau Rizal langsung aja " Budi.


" Sabarlah,.... aku aja tidak tau di suka sama aku apa tidak. " Jawab Rizal


" Krrriiiinnngggg....... " bel sekolah berbunyi yang menandakan masuk.


Di lain kelas.


Ica yang mempunyai teman pertamanya di sekolah yang baru yaitu Raisa dan Putri.


" Raisa, kamu tau orang yang namanya Rizal tidak ? " tanya Ica.


" Oh, Rizal siapa yang tidak tau Rizal coba. " Jawab Raisa


" Emangnya dia terkenal disini ? " Tanya Ica dengan heran.


" Sangat terkenal " Jawab Putri yang datang tiba-tiba.


" Rizal adalah ketua gangster besar yang ada di Jakarta, makannya itu kerjaannya disekolah selalu bertengkar, bahkan guru-guru pun bingung ingin mengeluarkannya atau enggak " , Putri.


" Dia selalu bertengkar karena membela perempuan, ia ga suka kalo ada seorang pun yang menggangu perempuan, lalu gak hanya itu, dia juga pernah membawa sekolah juara lomba puisi tingkat nasional " Sambung Raisa.


" Tingkat nasional !!! " Ica yang kaget.


" Bahkan disini dia diberi julukan Raja Puisi, emangnya kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang Rizal ? " , Tanya Raisa


" Sepertinya ada yang suka sama Rizal nih " , Raisa.


" Tidak bener dari mana si Putri dia aja udah paling cocok jadi seorang cowo, bisa bela diri, peka, dan yang paling penting perhatian. " , Raisa wajah tersenyum.


" Lebih baik kamu deketin aja itu ketua OSIS , namanya kak Dimas, dia itu sudah paket komplit ganteng, pinter ,trus bisa bertanggung jawab. ", saran Putri.


" Selera orang kan beda-beda Putri lagian kamu kenapa suka sama Rizal ? "


Tanya Raisa kepada ica


" Dia itu sepertinya lucu, aneh. Kelihatanya sih baik. " jawab Ica.


" Baru masuk sekolah aja udah disukain sama cowo no.1 di Jakarta. " , Raisa.


Tak lama kemudian guru pun masuk dan kelas pun dimulai.


" Krrriiiinnngggg......... " bunyi bel bertandakan jam istirahat.


Rizal pun datang ke kelasnya Ica, dan duduk disampingnya.


" Eh,.... aku ke kantin dulu ya, ayo Putri " , Raisa yang bergegas mengajak Putri ke kantin.


"Kamu tidak mau ke kantin ? " tanya Rizal.


" Aku tidak terlalu tau ada apa dikantin " Jawab Ica.


" Mau aku temenin jalan-jalan liat lingkungan sekolah ? " , Rizal.


" Hmmm... boleh..... " Jawab Ica sambil tersipu malu.


mereka berdua pun berkeliling sekolah. Mila yang melihat mereka berdua pun merasa iri karena seharusnya Mila lah cewe yang seharusnya di sukai oleh Rizal.


Setelah berkeliling mereka duduk dan memesan makanan.


" Ini adalah makanan terenak yang ada disini cilok, rasanya tidak ada tandingannya. " , Rizal.


" kamu harus cobaiin " ,Saran Rizal.

__ADS_1


Ica pun memakannya ciloknya, karena rasanya enak Ica pun menghabiskannya, karena ada bekas makanan di mulutnya. Rizal pun mengusapnya, dan disaat itulah perasaan mereka mulai terbentuk.


Ica yang tersipu malu pun pergi ke toilet untuk berkaca, sampainya ditoilet ia tersenyum malu karena pertama kalinya ada seorang cowo yang mengusap wajahnya.


Tiba-tiba Mila yang melihat Ica ketoilet pun melihatnya dan mendatanginya, bersama teman-temannya.


" Eh,..... anak baru denger ya Rizal itu punyaku jadi jangan seenaknya deh ngambil sesuatu yang punya orang lain " Mila dengan nada tinggi.


" Ma..maaf aku gak tau.... " Ica dengan terbata-bata.


" Dengar ya, kalo sampai aku liat kamu masih berduaan sama Rizal kena kamu sama aku " Ancaman Mila terhadap Ica.


Ica pun menurutinya dan mulai menjauhi Rizal.


Sampai di waktu dimana pelajaran telah selesai dan semua murid berjalan keluar gerbang sekolah.


Ica lagi menunggu angkot bertemu dengan Rizal.


" Mau aku anterin ? " tanya Rizal.


Ica pun hanya terdiam sambil menunggu angkot.


" Yaudah kalau gitu aku tungguin deh " , Rizal.


tak lama kemudian angkot pun datang, seperti kemarin Rizal pun mengikuti angkot itu Sampai Ica turun.


Ica pun turun dan berjalan ke arah rumahnya.


sampainya dirumah, Ica melihat ibunya sedang menyapu halaman depan rumahnya. Dan karena Rizal mengantarkan Ica ke rumahnya Rizal pun berkenalan dengan ibunya Ica, itu adalah hal pertama Rizal bertemu dengan orang tua perempuan yang dia sukai.


Ketika diajak masuk Rizal pun hanya bisa terdiam dan berkeringat karena sangat gugup. Dari dalam kamar Ica diam-diam mengintip dan mendengarkan apa yang Rizal dan Ibunya bicarakan.


" Kamu sama Ica sudah pacaran ? " tanya ibunya Ica.


" Belum Tante kami masih pendekatan " Jawab Rizal dengan tersenyum.


" Kamu benar-benar suka sama anak saya ? " tanya sekali lagi.


" Sejak pertama kali saya melihat anak ibu, hati saya yang belum pernah dibuka oleh siapapun berhasil dibukakan oleh anak ibu " Jawab Rizal dengan yakin.


" Saya merasa mempunyai perasaan kepada anak ibu " , Rizal.


Karena Rizal begitu yakin dengan perasaannya Ibu Ica tidak terlalu mempermasalahkannya tapi tidak boleh macam-macam dengan Ica.


Rizal pun berjanji akan selalu menjaga Ica. Ketika Rizal ingin pulang ia diantar oleh Ica.


" Aku mau tanya sama kamu, kamu benar-benar suka sama aku ? " Tanya Ica dengan penuh harapan.


" Kamu masih bertanya apa yang kulakukan ini, tentu saja aku menyukaimu, sekarang aku ingin bertanya kepada kamu, kamu menyukaiku atau tidak ? " Tanya Rizal dengan serius.


" Kalau aku jawab tidak ? " Jawab Ica (bercanda).


" Ya aku akan melampiaskannya pada dunia " Jawab Rizal dengan yakin.


" Kalau aku jawab iya ? " Tanya sekali lagi, Ica.


" Aku akan bersyukur dan berterima kasih karena dunia telah memberikanku bidadari yang siap menerimaku " Jawab Rizal.


Dengan jawaban itu Ica pun merasa malu.


" Oh iya, besok pagi aku jemput ya !!! " , Rizal.


" tidak usah aku lebih baik naik angkot " Jawab Ica.


" Lebih baik aku anterin aja, kan lumayan ongkosnya disimpan untuk pernikahan kita nanti " Jawab Rizal.


Ica yang mendengarnya sangat malu dan langsung pergi kedalam rumahnya.


" Jadi bagaimana mau aku antar ? " Tanya , Rizal.


" Baiklah...... " Jawab Ica yang tersenyum bahagia.


Rizal pun tersenyum sambil menaiki motornya. Dia pertama kali merasakan Apa Itu Cinta....

__ADS_1


__ADS_2